Apa yang Sebenarnya Bisa Kita Pelajari dari Pemeriksaan Genetik untuk Kasus Keguguran?

Bagi banyak perempuan, keguguran sering datang tanpa penjelasan yang benar-benar menenangkan. Hanya satu kalimat yang berulang terdengar:

“Banyak kok yang mengalaminya.”
“Mungkin belum rezekinya.”
“Coba lagi nanti.”

Padahal di balik satu kejadian keguguran, sering ada pertanyaan besar yang tertinggal:
sebenarnya… apa yang terjadi?

Mengapa Keguguran Bisa Terjadi?

Sister perlu tahu jika secara umum, keguguran adalah komplikasi kehamilan yang paling sering terjadi. Bahkan diperkirakan sekitar 1 dari 6 kehamilan berakhir dengan keguguran, terutama di trimester pertama.

Salah satu penyebab terseringnya adalah masalah kromosom pada janin bukan karena tubuh ibu “tidak kuat”, bukan karena kurang menjaga diri, dan bukan karena kesalahan siapa pun. Masalahnya, selama ini tidak semua keguguran bisa dijelaskan secara jelas.
Banyak pasangan pulang dengan tangan kosong, tanpa jawaban yang utuh.

Saat Pemeriksaan Biasa Belum Memberi Jawaban

Dalam dunia medis, sudah lama dikenal pemeriksaan genetik dasar untuk jaringan kehamilan yang gugur. Pemeriksaan ini bisa mendeteksi apakah ada kelebihan atau kekurangan kromosom. Namun kenyataannya, hampir setengah kasus keguguran tidak bisa dijelaskan hanya dengan pemeriksaan ini saja.

Apa Sebenarnya penyebab keguguran yang diam-diam tidak diketahui?

Masalah kromosom masih jadi penyebab utama, lebih dari setengah kasus keguguran yang diteliti ternyata memang berkaitan dengan kelainan kromosom.

Yang paling sering ditemukan adalah:

  • kelebihan atau kekurangan kromosom,
  • kondisi di mana satu sel normal, sel lain tidak,
  • atau susunan kromosom yang tidak seimbang.

Ini menegaskan bahwa banyak keguguran terjadi karena embrio memang tidak dapat berkembang dengan sehat sejak awal. Tapi… tidak berhenti di situ, ketika pemeriksaan kromosom tidak menemukan masalah, peneliti melangkah lebih jauh.

Dengan pemeriksaan gen yang lebih mendalam, mereka menemukan beberapa gen spesifik yang diduga berperan dalam terjadinya keguguran gen-gen yang selama ini jarang dibicarakan dalam konteks ini.

Artinya, pada sebagian perempuan:

  • keguguran bukan hanya soal jumlah kromosom,
  • tapi juga tentang cara gen tertentu bekerja selama kehamilan awal.

Ini membuka pemahaman baru bahwa penyebab keguguran bisa jauh lebih halus dan kompleks dari yang kita kira.

Kenapa Ini Penting untuk Perempuan?

Karena keguguran sering kali meninggalkan luka yang tidak terlihat.

Banyak perempuan menyalahkan tubuhnya sendiri. Merasa gagal. Merasa kurang. Merasa “tidak becus” menjaga kehamilan. Padahal penelitian ini mengingatkan satu hal penting: Tidak semua keguguran bisa dicegah, dan tidak semuanya disebabkan oleh sesuatu yang bisa dikontrol.

Mengetahui penyebab atau setidaknya arah penyebab bisa membantu:

  • meredakan rasa bersalah,
  • memberi gambaran untuk kehamilan berikutnya,
  • dan membantu dokter menyusun rencana yang lebih tepat, bukan sekadar mencoba lagi tanpa arah.

Apakah Semua Perempuan Perlu Pemeriksaan Genetik? Tidak selalu. Pada kondisi tertentu misalnya keguguran berulang atau keguguran tanpa sebab yang jelas pendekatan yang lebih menyeluruh bisa menjadi jalan untuk memahami, bukan sekadar menerima. Keguguran bukan hanya peristiwa medis. Ia adalah pengalaman emosional, fisik, dan mental yang menyatu. Dan bagi banyak perempuan, dipahami tanpa disalahkan adalah awal dari proses penyembuhan. Jangan lupa follow juga Instragram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Zhuang, J., Fu, W., Gu, L., Ye, X., Wang, J., & Chen, C. (2025). Etiological diagnosis of miscarriage by combining use of chromosomal microarray analysis and whole-exome sequencing. European Journal of Medical Research, 30(1), 528.