Ayurveda & Kesuburan Pria: Kisah Sukses Mengatasi Sperm DNA Fragmentation

Sister, kadang perjalanan dua garis bukan cuma tentang sel telur. Di banyak kasus, kualitas sperma punya peran besar apalagi kalau sudah menyangkut sperm DNA fragmentation (SDF). Ini kondisi ketika DNA di dalam sperma rusak, retak, atau tidak stabil. Dampaknya? Susah membuahi, embrio tidak berkembang optimal, hingga risiko keguguran meningkat.

Biasanya dokter akan menyarankan antioksidan, operasi varikokel, atau teknik seleksi sperma. Tapi ada satu pendekatan yang mulai banyak dilirik pasangan: Ayurveda.

Dan menariknya, ada satu kasus yang cukup “wah” seorang pria 44 tahun yang mengalami SDF berat dan kelainan kromosom, tapi setelah terapi Ayurveda intensif… hasil DNA-nya kembali normal dalam empat bulan. Kok bisa? Yuk kita bahas pelan-pelan.

Sperm DNA Fragmentation Penting Banget?

Kalau kualitas sperma diibaratkan “paket”, DNA sperma adalah isi paketnya.
Kalau isinya rusak, ya susah “membuat kehidupan” yang stabil.

SDF tinggi bisa terjadi karena: varikokel, stres oksidatif, kelainan genetik, penyakit kronis, gaya hidup, paparan toksin, infeksi

Dan sayangnya, bahkan setelah antioksidan dan operasi, kadang hasil SDF tetap tinggi.

Makanya orang mulai mencari pendekatan tambahan yang lebih menyeluruh termasuk Ayurveda Rasayana Therapy.

Fungsi Ayurveda Rasayana Therapy, yaitu terapi untuk: memulihkan jaringan tubuh, meningkatkan kualitas Shukra Dhatu (jaringan reproduksi), mengurangi stres oksidatif, menstabilkan hormon dan memperbaiki kualitas sperma sampai level genetik

Terapi ini bukan herbal biasa, tapi kombinasi intensif:

Herbal dan formulasi utama:

  • Heerak Bhasma (mikropartikel dari diamond ash) → punya aktivitas memperbaiki kerusakan DNA
  • Brahma Rasayana → menurunkan kerusakan kromosom akibat stres
  • Kaunch Beej (Mucuna) → meningkatkan testosteron
  • Ashwagandha → adaptogen, menurunkan stres → memperbaiki HPG axis
  • Tribulus (Gokshura) → meningkatkan kualitas sperma
  • Ghrita (ghee yang diproses herbal) → meningkatkan nutrisi jaringan reproduksi

Dalam pendekatan Ayurveda, terapi seperti Panchakarma—yang mencakup detoks dan rejuvenation melalui basti (enema herbal) serta nasya (terapi melalui hidung)—sering digunakan untuk mendukung kesehatan reproduksi. Terapi ini bisa dijalankan bersamaan dengan pengobatan modern, tanpa menghentikan obat-obatan medis seperti hipertensi atau tiroid.

Beberapa laporan menunjukkan bahwa setelah menjalani rangkaian terapi Ayurveda, kualitas sperma dapat mengalami peningkatan, mulai dari motilitas yang lebih baik, konsentrasi yang meningkat, hingga perbaikan parameter umum lainnya. Namun, ketika perbaikan sperma belum berbanding lurus dengan keberhasilan kehamilan, pemeriksaan lanjutan seperti SDF (FISH test) kadang mengungkapkan adanya kerusakan DNA atau kromosom.

Pada kondisi seperti ini, Ayurveda biasanya melanjutkan dengan terapi Rasayana, yaitu kelompok terapi dan herbal yang difokuskan untuk memperbaiki jaringan dan mendukung regenerasi sel. Pendekatan ini diyakini mampu bekerja hingga ke level lebih dalam—termasuk menargetkan fragmentasi DNA dan stabilitas kromosom.

Karena sifatnya yang menyasar akar masalah, Ayurveda menjadi salah satu pendekatan yang dipertimbangkan dalam menangani infertilitas pria yang kompleks. Pendekatan integratif, yaitu menggabungkan pengobatan modern dengan terapi tradisional, sering kali memberikan manfaat tambahan dan memungkinkan penyembuhan yang lebih menyeluruh.”

Terapi Ayurveda, terutama Rasayana yang fokus pada perbaikan jaringan reproduksi, menunjukkan potensi untuk memperbaiki SDF bahkan pada kasus berat dengan kelainan kromosom.

Namun, meski hasilnya menjanjikan, kita tetap butuh bukti ilmiah yang lebih kuat lewat uji klinis lebih besar sebelum bisa menjadikannya rekomendasi standar. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Bendale, V., Chaganti, S., Pandav, R., & Pawar, D. (2024). Successful Treatment of Sperm DNA Fragmentation Through Ayurveda Rasayana Therapy: A Case Study. Journal of Reproduction & Infertility, 25(1), 60.