Diminished Ovarian Reserve (DOR) dan Premature Ovarian Insufficiency (POI): Serupa Tapi Tak Sama

 

 

Banyak orang mengira semua masalah cadangan sel telur itu sama. Padahal, dalam dunia fertilitas, ada dua kondisi yang sering terdengar mirip namun sebenarnya berbeda: Diminished Ovarian Reserve (DOR) dan Premature Ovarian Insufficiency (POI).

Keduanya sama-sama ditandai dengan berkurangnya cadangan ovarium. Artinya, jumlah dan potensi sel telur yang dimiliki lebih rendah dari yang diharapkan. Namun tingkat keparahan, dampak hormon, dan pendekatan penanganannya tidak selalu sama.

Apa Itu DOR?

Diminished Ovarian Reserve adalah kondisi ketika cadangan sel telur menurun lebih cepat dari yang seharusnya. Biasanya diketahui melalui pemeriksaan seperti AMH atau hitung folikel di USG.

Pada DOR, menstruasi sering kali masih teratur. Hormon belum sepenuhnya terganggu. Namun jumlah sel telur yang tersedia lebih sedikit, sehingga peluang hamil bisa menurun, terutama jika usia juga bertambah.

Penanganan DOR biasanya berfokus pada:

  • Edukasi dan konseling mengenai peluang kehamilan
  • Pertimbangan pembekuan sel telur jika belum ingin hamil dalam waktu dekat
  • Optimalisasi program hamil atau bayi tabung jika ingin segera memiliki keturunan

Tujuannya adalah memaksimalkan peluang yang masih ada.

Lalu, Apa Itu Premature Ovarian Insufficiency (POI)?

Premature Ovarian Insufficiency (POI) adalah kondisi yang lebih serius. Ini terjadi ketika fungsi ovarium menurun secara signifikan sebelum usia 40 tahun.

Pada POI, siklus haid bisa menjadi sangat jarang atau bahkan berhenti. Kadar hormon estrogen menurun, sementara hormon FSH meningkat. Artinya, ovarium tidak lagi merespons dengan baik seperti seharusnya.

Karena kadar estrogen rendah, POI bukan hanya berdampak pada kesuburan, tetapi juga pada kesehatan jangka panjang. Estrogen berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang, jantung, dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Itulah sebabnya pada POI, terapi pengganti hormon sering diperlukan untuk melindungi kesehatan tubuh, bukan hanya untuk urusan kehamilan.

Kenapa Kondisi Ini Bisa Terjadi?

Penyebabnya bisa beragam. Ada faktor medis seperti kemoterapi, operasi panggul, atau radioterapi. Ada juga faktor genetik, kelainan kromosom, gangguan autoimun, paparan lingkungan tertentu, bahkan pada sebagian kasus penyebabnya tidak diketahui dengan pasti. Karena penyebabnya multifaktor, penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh agar penanganannya tepat.

Mengenali DOR atau POI sejak awal sangat penting. Semakin cepat diketahui, semakin besar peluang untuk mengambil langkah yang sesuai baik untuk menjaga peluang kehamilan maupun melindungi kesehatan jangka panjang. Bagi wanita dengan DOR, waktu menjadi faktor krusial. Bagi wanita dengan POI, perlindungan kesehatan hormonal menjadi prioritas utama.

Pada akhirnya, DOR dan POI memang sama-sama berkaitan dengan cadangan sel telur yang menurun. Namun keduanya memiliki perjalanan yang berbeda. Memahami perbedaannya membantu kita mengambil keputusan yang lebih tepat bukan hanya tentang memiliki anak, tetapi juga tentang menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Referensi

  • Houeis, L., Donnez, J., & Dolmans, M. M. (2025). Premature Ovarian Insufficiency and Diminished Ovarian Reserve: From Diagnosis to Current Management and Treatment. Journal of clinical medicine, 14(21), 7473.