
Endometriosis selama ini dikenal sebagai kondisi ketika jaringan mirip endometrium tumbuh di luar rahim. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa penyakit ini bukan hanya masalah panggul. Pada sebagian perempuan, jaringan endometriosis dapat mencapai area paru, pleura, hingga diafragma, memicu keluhan yang sering salah dikenali sebagai gangguan pernapasan biasa. Kondisi ini disebut Thoracic Endometriosis Syndrome (TES).
Walaupun TES tergolong langka, pemahamannya sangat penting karena gejalanya bisa membingungkan, sering terlambat dikenali, dan berpotensi menimbulkan kekambuhan berulang jika tidak ditangani dengan tepat. Yuk pahami lebih lanjut!
Apa itu Thoracic Endometriosis Syndrome (TES)?
TES adalah kondisi ketika jaringan mirip endometrium ditemukan di rongga dada termasuk di paru-paru, pleura (lapisan paru), atau diafragma. Jaringan ini merespons hormon layaknya endometrium di rahim, sehingga gejalanya sering muncul berkaitan dengan siklus menstruasi.
TES dapat muncul dalam bentuk:
- Catamenial pneumothorax – paru tiba-tiba kolaps saat atau menjelang haid
- Catamenial hemothorax – darah mengisi rongga dada saat haid
- Hemoptysis – batuk darah
- Nyeri bahu atau dada siklik
- Nodul paru yang kadang ditemukan secara tidak sengaja
Mengapa Endometriosis Bisa Sampai ke Paru dan Diafragma?
Para peneliti belum menemukan satu teori tunggal yang dapat menjelaskan seluruh mekanisme TES. Namun, ada beberapa penjelasan yang paling mungkin:
- Retrograde menstruation (menstruasi balik) Sel endometrium mengalir ke rongga peritoneum, lalu terbawa arus cairan ke arah kanan hingga mencapai diafragma.
Selanjutnya, ia dapat menembus diafragma melalui celah kecil, lalu masuk ke rongga dada. - Penyebaran melalui pembuluh darah atau limfatik, Sel endometrium dapat ikut “terbawa” melalui aliran darah atau sistem limfatik, lalu tumbuh di paru.
- Metaplasia sel, Sel pleura dan diafragma yang berasal dari jaringan embrional yang sama dengan endometrium dapat berubah menjadi jaringan mirip endometrium di kondisi tertentu. Kemungkinan besar TES adalah hasil kombinasi beberapa mekanisme tersebut.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
TES dapat bersifat asimtomatik pada sebagian perempuan, namun pada kasus yang bergejala, keluhannya bisa sangat khas:
- Sesak napas yang muncul tiba-tiba saat haid
- Nyeri dada atau nyeri bahu kanan berulang
- Batuk darah hanya saat menstruasi
- Pneumothorax yang terus berulang setiap bulan
- Nyeri perut bagian atas yang menjalar ke bahu
Beberapa pasien bahkan mengalami pneumothorax berulang bertahun-tahun tanpa curiga bahwa penyebabnya terkait siklus haid.
Mengapa TES Sering Terlambat Didiagnosis? TES termasuk salah satu bentuk endometriosis yang paling sering “terlewat”, karena:
- Gejalanya mirip penyakit paru lain: TB, asma, pneumonia, pneumothorax spontan.
- Pemeriksaan awal seperti rontgen atau CT-scan sering tidak menunjukkan kelainan yang jelas.
- Banyak tenaga kesehatan yang belum familiar dengan hubungan antara gejala pernapasan dan siklus haid.
Diagnosis yang paling akurat biasanya melibatkan:
- MRI dada–abdomen
- VATS (Video-Assisted Thoracoscopic Surgery)
- Laparoskopi untuk mengevaluasi endometriosis panggul
TES sebagai Indikator Endometriosis yang Lebih Luas
Sekitar 80% pasien TES juga memiliki endometriosis panggul. Bahkan, gejala pernapasan sering muncul 5–7 tahun setelah keluhan endometriosis panggul pertama kali muncul. Karena itu, TES dipandang sebagai penanda endometriosis yang lebih berat dan lebih luas. Semakin dini dikenali, semakin besar peluang mencegah komplikasi yang lebih serius.
Lalu, Bagaimana Memahami TES Lebih Dalam?
TES perlu pendekatan multidisiplin, karena melibatkan organ yang berbeda paru, diafragma, hingga rongga perut. Namun sebelum berbicara tentang penanganan, penting bagi perempuan untuk memahami:
- bagaimana endometriosis bisa menyebar ke organ lain
- apa saja komplikasi berat yang bisa muncul
- kapan harus curiga gejala yang dirasakan bukan “masuk angin biasa”
- dan bagaimana mencegah kondisi seperti adhesi berat hingga risiko gangguan ginjal dari endometriosis panggul
Referensi
- Nezhat, C., Amirlatifi, N., Najmi, Z., & Tsuei, A. (2024). Thoracic Endometriosis Syndrome: A Comprehensive Review and Multidisciplinary Approach to Management. Journal of Clinical Medicine, 13(24), 7602.