
Sister dan paksu adakah dari kalian yang juga mengalami salah satu kasus infertilitas tersumbatnya tuba? iya ini juga dapat disebut sebagai hidrosalping yang merupakan gangguan pada organ reproduksi wanita akibat terjadinya penumpukan cairan pada saluran tuba falopi. Tentu saja kondisi tersebut dapat menyebabkan perempuan sulit hamil karena proses pertemuan sel telur dan sel sperma menjadi terhalang. kira-kira apa saja penyebabnya dan bagaimana cara menyelesaikan? MDG akan menjabarkan lebih lanjut. Baca sampai habis ya!
Penyebab & gejala hidrosalping
Infeksi sebelumnya, yang paling umum adalah klamidia (penyakit menular seksual), dapat menyebabkan hidrosalping. Operasi sebelumnya di area panggul, terutama pada tuba falopi itu sendiri, juga dapat menjadi penyebabnya. Penyebab lain dari penyumbatan tuba falopi meliputi endometriosis, perlengketan di daerah panggul, beberapa tumor, dan infeksi lain, seperti radang usus buntu atau penyakit radang panggul.
Kebanyakan perempuan mungkin tidak merasakan gejala apapun, kecuali ketidakmampuan untuk hamil. Yang lain mungkin mengalami nyeri di panggul atau perut bagian bawah, atau mengeluarkan cairan vagina yang berubah warna atau lengket. Kehamilan ektopik merupakan indikasi kemungkinan adanya hidrosalping.
Diagnosis & pengobatan hidrosalping
Dokter paling sering menggunakan hysterosalpingogram untuk mendiagnosis hidrosalping. Ini adalah jenis evaluasi sinar-X pada tuba falopi dengan menggunakan kateter tipis yang dimasukkan melalui serviks dan rahim untuk menyuntikkan pewarna yang memperlihatkan garis besar tuba falopi. Serangkaian gambar sinar-X menunjukkan pengisian tuba fallopi, yang menunjukkan kepada dokter apakah tuba falopi tersumbat.
Dokter juga dapat melihat bahwa tuba falopi membesar menggunakan tes pencitraan ultrasonografi. Operasi laparoskopi, di mana tabung kecil dengan kamera dimasukkan melalui sayatan kecil di perut, memungkinkan dokter bedah untuk memberikan pewarna yang dapat menunjukkan apakah tuba falopi tersumbat oleh hidrosalping.
Apa kata Peneliti?
Sebuah penelitian dengan judul “Assessment Of Efficacy Of Hysteroscopic Tubal Occlusion In Assessment Of Efficacy Of Hysteroscopic Tubal Occlusion In Infertile Patients With hydrosalpinx Infertile Patients With hydrosalpinx” Penelitian menemukan efektivitas oklusi tuba histeroskopi dengan elektrokoagulasi pada pasien infertil dengan hidrosalping. Dan menemukan bahwasanya ada keberhasilan oklusi tuba mencapai 89,29%, sementara kegagalan sebesar 10,71%.
Kesimpulannya, elektrokoagulasi tuba histeroskopi terbukti efektif dalam menangani hidrosalping. Prosedur ini lebih cepat, tidak memerlukan anestesi, lebih nyaman bagi pasien, dan memiliki risiko komplikasi lebih rendah dibandingkan metode bedah lainnya.
Dari penjabaran itu tentu saja sister dan paksu masih harus berkonsultasi dengan dokter terkait penanganan mana yang lebih tepat dan dapat disesuaikan, karena jika salah langkah akan berakibat makin fatal. Informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id
Referensi
- Abdelaziz, A. M. I. Assessment of Eficacy of Hysteroscpoic Tubal Occlusion in Infertile Patients With Hydrosalpinx.
- https://fertilitynj.com/infertility/female-infertility/structural-causes/hydrosalpinx/
- https://fertilitynj.com/infertility/female-infertility/structural-causes/hydrosalpinx/