
Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah salah satu gangguan hormon yang paling sering dialami wanita usia reproduktif. Kondisi ini ditandai dengan kadar androgen yang tinggi, resistensi insulin, serta siklus haid yang tidak teratur. Kombinasi faktor tersebut kerap mengganggu proses ovulasi dan menurunkan peluang kehamilan. Selain terapi medis, pendekatan gaya hidup kini semakin mendapat perhatian salah satunya adalah intermittent fasting (IF), khususnya metode time-restricted feeding (TRF).
Apa Itu Time-Restricted Feeding (TRF)?
Time-restricted feeding adalah pola makan dengan membatasi waktu makan dalam jendela tertentu, misalnya 8–10 jam per hari, dan berpuasa di luar waktu tersebut.
Fokusnya bukan sekadar menurunkan berat badan, tetapi membantu tubuh:
- memperbaiki sensitivitas insulin
- menstabilkan metabolisme
- menyeimbangkan hormon
Pada PCOS, perbaikan metabolik ini sangat relevan karena resistensi insulin dan kelebihan androgen menjadi akar utama gangguan ovulasi.
Dampak TRF pada Hormon dan Siklus Haid,Pada wanita dengan PCOS yang menjalani pola TRF, terlihat beberapa perubahan positif, seperti:
- Siklus haid menjadi lebih teratur (sekitar 33–40% mengalami perbaikan siklus)
- Penurunan kadar testosteron total (sekitar 9%)
- Penurunan free androgen index (sekitar 26%)
- Penurunan kadar LH dan AMH
- Peningkatan SHBG (sex hormone-binding globulin)
Penurunan androgen dan perbaikan keseimbangan hormon ini berpotensi mendukung proses ovulasi yang lebih optimal.
Perbaikan Metabolik yang Mendukung Kesuburan
Selain perubahan hormonal, TRF juga dikaitkan dengan:
- Peningkatan sensitivitas insulin
- Penurunan berat badan
- Penurunan penanda inflamasi
Karena PCOS sangat berkaitan dengan gangguan metabolik, perbaikan ini dapat menciptakan lingkungan hormonal yang lebih mendukung kehamilan.
Apakah Intermittent Fasting Bisa Menjadi Terapi PCOS?
Pendekatan ini menunjukkan potensi sebagai strategi non-farmakologis untuk membantu wanita dengan PCOS, terutama dalam:
- mengurangi hiperandrogenisme
- memperbaiki resistensi insulin
- menstabilkan siklus menstruasi
Namun, intermittent fasting bukan pengganti evaluasi medis atau terapi yang sudah direkomendasikan. Setiap wanita dengan PCOS memiliki kondisi yang berbeda, sehingga pendekatan tetap perlu disesuaikan secara individual.
Mengatur waktu makan melalui time-restricted feeding dapat menjadi salah satu strategi gaya hidup yang mendukung kesehatan reproduksi pada PCOS. Dengan menargetkan akar masalah resistensi insulin dan ketidakseimbangan hormon pola makan ini berpotensi membantu memperbaiki ovulasi dan peluang kehamilan. Tetap penting untuk pemeriksaan mendalam dengan tenaga medis sebelum memulai perubahan pola makan, terutama bagi yang sedang menjalani program hamil.
Referensi
- Velissariou M, Athanasiadou CR, Diamanti A, Lykeridou A, Sarantaki A. The impact of intermittent fasting on fertility: A focus on polycystic ovary syndrome and reproductive outcomes in Women-A systematic review. Metabol Open. 2025 Jan 6;25:100341. doi: 10.1016/j.metop.2024.100341. PMID: 39876903; PMCID: PMC11772979.