Operasi reversal ligasi tuba hadir sebagai salah satu prosedur yang dirancang untuk mengembalikan kesuburan pada wanita yang sebelumnya telah menjalani ligasi tuba, yaitu metode pembedahan kontrasepsi permanen. MDG akan menjelaskan lebih lanjut bagaimana prosedur ini dilakukan, baca sampai habis ya!
Kapan seseorang Melakukan Ligasi Tuba?
Proses ini dilakukan sebagai metode kontrasepsi, proses ini juga dikenal sebagai “having your tubes tied“, ia merupakan tindakan memotong atau menyumbat tuba falopi. Dimana pembuahan, tempat sperma dan sel telur menyatu yang dan terjadi di tuba falopi. Jika tuba tersumbat, sperma dan sel telur tidak dapat bertemu, sehingga kehamilan menjadi tidak mungkin. lalu bagaimana jika pasangan ingin hamil di kemudian hari?, dalam hal ini maka diperlukan proses pembalikan ligasi tuba atau disebut dengan tubal ligation reversal
Seperti apa Prosedur Tubal Ligation Reversal
Dengan pembalikan ligasi tuba, dokter bedah memperbaiki atau menyambungkan kembali tuba fallopi. Prosedur ini memungkinkan sel telur seseorang untuk kembali bergerak melalui tuba dan masuk ke rahim untuk pembuahan. Tentu saja prosedur ini tidak dapat dilakukan ke semua pengguna.
Dokter akan meninjau riwayat sister terlebih dahulu, karena tidak semua orang merupakan kandidat yang baik untuk pembalikan. Hal ini dipengaruhi oleh salah satunya adalah faktor umur, kemudian sudah lama sejak ligasi tuba, atau jika tuba rusak, memiliki risiko genetik. Pada kasus tersebut yang dilakukan adalah IVF untuk pilihan yang lebih baik.
Hal tersebut dilakukan melalui kamera laparoskopi, ia hadir berupa kamera kecil yang dimasukkan ke perut melalui sayatan kecil (potongan). Ketika dokter melihat bahwa sister memiliki cukup tuba fallopi yang tersisa untuk membalikkan ligasi tuba, dan semuanya tampak sehat, prosedur selanjutnya adalah akan dilakukan pembedahan. Meski demikian terkadang pembedahan harus dibatalkan karena tuba dalam kondisi yang sangat buruk sehingga kehamilan tidak mungkin terjadi dengan pembalikan.
Sedangkan dalam proses pembedahan dokter akan mengangkat bagian tuba falopi yang paling rusak dan perangkat yang tersisa dari ligasi tuba, seperti klip atau cincin. Mereka kemudian akan menggunakan jahitan yang sangat kecil untuk menyambungkan kembali ujung tuba falopi yang tidak rusak. (Jahitan ini sering kali berdiameter 1/3 dari rambut manusia, jadi sangat halus.)
Setelah tuba disambungkan kembali, dokter bedah akan menyuntikkan pewarna melalui rahim ke dalam tuba. Jika pewarna tumpah keluar dari ujung tuba, itu berarti tuba telah berhasil disambungkan kembali.
Setelah mengetahui proses tersebut, disisi lain operasi reversal ligasi tuba menawarkan harapan bagi sister yang ingin hamil setelah menjalani sterilisasi. Namun disisi lain perlu tinjauan lebih lanjut karena tidak semua yang melakukan prosedur ini dapat melangsungkan. Untuk itu penting bagi sister dan paksu untuk berkonsultasi dengan spesialis kesuburan untuk mengeksplorasi pilihan sister dan paksu secara menyeluruh. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id
Referensi
- https://positivestepsfertility.com/fertility-treatment/tubal-reversal/
- https://www.alodokter.com/ternyata-ada-risiko-kontrasepsi-tubektomi-bagi-wanita