Ketahui Inhibitor Aromatase (letrozole) yang Berdampak Baik pada Infertilitas Perempuan

Infertilitas merupakan masalah kesehatan yang mempengaruhi banyak pasangan di seluruh dunia. Salah satunya adalah PCOS yang dialami oleh wanita,  salah satu pendekatan dalam pengobatan infertilitas, khususnya pada wanita dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS) atau infertilitas yang tidak dapat dijelaskan, adalah penggunaan inhibitor aromatase, seperti letrozole. MDG akan menjelaskan lebih detail bagaimana bagaimana letrozole berfungsi. Baca sampai habis ya!

Pahami apa itu Inhibitor aromatase (letrozole)

Awalnya Inhibitor aromatase hadir dengan fungsinya yaitu untuk menghalangi enzim aromatase, yang mengubah hormon androgen menjadi sejumlah kecil estrogen dalam tubuh. Dokter menggunakan inhibitor aromatase untuk mengobati kanker payudara reseptor hormon positif yang bergantung pada estrogen untuk tumbuh. 

Seiring berjalannya waktu pengobatan ini juga dilakukan untuk infertilitas terutama pada PCOS, pada penerapannya Letrozole mencegah konversi androstenedion dan testosteron menjadi estrogen dan estradiol, sehingga mengurangi kadar estrogen dalam tubuh. 

Penurunan kadar estrogen ini dapat merangsang hipotalamus untuk meningkatkan produksi hormon perangsang folikel (FSH) dan luteinizing hormone (LH), yang berperan penting dalam proses ovulasi. Dari ini peran letrozole adalah penghambat aromatase (menurunkan produksi estrogen) yang digunakan untuk mengobati infertilitas pada penderita PCOS.

Manfaat Letrozole bagi Penderita PCOS

Letrozole tidak membantu mengatasi gejala umum PCOS dan diresepkan semata-mata untuk meningkatkan kesuburan. Mengonsumsi letrozole secara signifikan meningkatkan peluang kehamilan dan kelahiran asalkan digunakan dengan benar dan hubungan seksual dilakukan setelahnya. Hasil yang lebih baik terkadang dapat diperoleh dengan menggunakan inseminasi intrauterin (meletakkan sperma langsung ke dalam rahim), yang dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk hamil dan stres terkait.

Bahkan Menurut sebuah penelitian dengan judul “Aromatase inhibitors (letrozole) for ovulation induction in infertile women with polycystic ovary syndrome” Letrozole memberikan meningkatkan angka kelahiran hidup dan angka kehamilan pada wanita infertil dengan PCOS anovulasi, dibandingkan dengan SERM, bila digunakan untuk induksi ovulasi, diikuti dengan hubungan seksual. 

Dosis dan Konsumsi Letrozole untuk PCOS

Letrozole tersedia dalam satu dosis: tablet oral 2,5 miligram. Untuk kesuburan, sister dapat mengonsumsi 2,5 hingga 7,5 mg setiap hari (satu hingga tiga tablet) mulai antara hari ketiga dan ketujuh siklus menstruasi. Lima hari setelah perawatan terakhir, sister dan paksu dapat melakukan hubungan seksual dua hari sekali atau inseminasi intrauterin.

Meski demikian dosisnya lebih rendah atau akan berubah jika sister memiliki kondisi ginjal atau hati, karena hal ini dapat menyebabkan obat bertahan lebih lama di dalam sistem tubuh Anda.

Letrozole dapat hadir sebagai pilihan terapi yang menjanjikan untuk sister dengan infertilitas, terutama bagi mereka dengan PCOS atau infertilitas tidak dapat dijelaskan. Namun, tentu saja konsultasi medis tetap diperlukan untuk menentukan pendekatan terbaik sesuai kondisi sister. Informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi