Ketahui jika PCOS Bukan Hanya Sekedar Masalah Haid

 

 

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) mungkin sudah sering sister dengar. Tapi tahu nggak, kondisi ini lebih dari sekadar gangguan haid? Karena jika tidak segera ditangani akan berdampak pada kesuburan. 

PCOS dan Infertilitas

PCOS sendiri merupakan salah satu gangguan hormon paling umum yang dialami perempuan usia subur. Tandanya bisa beragam, mulai dari haid tidak teratur, tumbuh rambut halus berlebihan di tempat yang nggak biasa, jerawat yang nggak kunjung hilang, sampai kesulitan dalam melakukan program hamil.

Apa saja Jenis PCOS 

Ternyata, PCOS nggak cuma satu jenis lho, sister! Ada empat tipe utama yang perlu kamu kenali biar bisa ditangani dengan tepat. Pertama, PCOS resistensi insulin, yang paling umum, ditandai dengan keinginan makan manis dan lemak menumpuk di perut cara. Kedua, PCOS post-pill, muncul setelah berhenti konsumsi pil KB. Ketiga, PCOS adrenal, dipicu stres berat, ditandai dengan peningkatan hormon DHEA. Keempat, PCOS inflamasi, disebabkan peradangan kronis, ditandai nyeri sendi, lelah, dan gangguan pencernaan, yang bisa dibantu dengan memperbaiki kesehatan usus dan pola makan antiinflamasi.

PCOS dan Resistensi Insulin

Pada PCOS dengan resistensi insulin, jika sudah didiagnosis PCOS, langkah pertama biasanya adalah perbaikan pola hidup terutama soal berat badan dan kadar gula darah.Tapi tentu nggak berhenti di situ. Beberapa jenis obat juga bisa jadi bagian dari terapi, seperti: Metformin obat diabetes yang juga bantu memperbaiki resistensi insulin. Tiazolidindion punya mekanisme kerja mirip metformin, tapi penggunaannya lebih terbatas. Statin dan incretin pendekatan baru untuk mengatasi gangguan metabolik di PCOS. Dan Vitamin D, acarbose, terapi tambahan yang potensial bantu atur siklus dan gula darah.

Kalau Masalahnya di Kesuburan, Gimana? dulunya yang  jadi andalan adalah klomifen sitrat (CC). Tapi sekarang ada juga pilihan inhibitor aromatase, yang dalam beberapa studi justru hasilnya bisa lebih baik dari CC.

Kalau perlu intervensi lebih lanjut, pendekatan seperti Stimulasi ovarium dengan gonadotropin, Operasi ringan pemboran ovarium (ovarian drilling), Bahkan teknologi canggih seperti pematangan sel telur di laboratorium (in vitro oocyte maturation), semua bisa dipertimbangkan tergantung kebutuhan dan respons tubuh masing-masing.

PCOS itu kondisi yang kompleks dan unik pada tiap perempuan. Nggak bisa disamakan satu dengan yang lain. Tapi kabar baiknya: pilihan terapinya makin banyak dan makin personal.

Yang penting, jangan anggap remeh gejala-gejala kecil seperti haid tidak teratur atau jerawat hormonal. Bisa jadi tubuh sister sedang kasih sinyal untuk diperiksa lebih lanjut. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi 

  • Zehravi, M., Maqbool, M., & Ara, I. (2022). Polycystic ovary syndrome and infertility: an update. International journal of adolescent medicine and health, 34(2), 1-9.
  • https://www.halodoc.com/artikel/kenali-4-jenis-pcos-yang-masih-jarang-diketahui