
Periode pra-konsepsi adalah fase penting yang berlangsung dari tiga bulan hingga satu tahun sebelum terjadinya konsepsi. Fase ini merupakan waktu yang krusial bagi calon ibu dan ayah untuk mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan emosional sebelum kehamilan. Kesehatan selama periode ini tidak hanya mempengaruhi peluang untuk hamil, tetapi juga kesehatan janin dan ibu selama kehamilan serta setelah melahirkan. Jadi penasaran kan mengapa sampai se berdampak itu? baiklah MDG akan membawakan topik tersebut. Baca sampai habis ya!
Pahami apa itu Masa Pra-konsepsi
Masa prakonsepsi adalah masa sebelum terjadinya kehamilan, yaitu sebelum sel ovum dan sperma bertemu. Masa ini juga dikenal sebagai masa Wanita Usia Subur (WUS). Masa pra-konsepsi sendiri idealnya berlangsung selama 3 bulan hingga 1 tahun sebelum konsepsi.
Waktu yang paling ideal adalah sekitar 100 hari sebelum konsepsi, saat ovum dan sperma sudah matang. Periode pra-konsepsi merupakan jendela waktu yang kritis untuk mencapai hasil reproduksi dan kehamilan yang optimal
Hubungan Pola Hidup sehat dengan Masa Prakonsepsi
Melihat bagaimana masa tersebut sangat penting, maka sister dan paksu perlu mengatur strategis untuk proses kehamilan salah satunya melalui pola hidup yang sehat dengan asupan buah dan sayur serta pemberhentian kebiasaan merokok selama periode ini karena dapat mempengaruhi peluang pembuahan, pertumbuhan janin, dan hasil neonatal.
Hubungan antara periode prakonsepsi dan pola hidup sehat sangat erat. Dengan menerapkan gaya hidup sehat selama masa prakonsepsi, calon orang tua tidak hanya meningkatkan peluang untuk hamil tetapi juga memastikan kesehatan yang optimal bagi ibu dan bayi di masa depan. Oleh karena itu, pendidikan tentang pentingnya kesehatan prakonsepsi harus terus ditingkatkan agar lebih banyak pasangan memahami langkah-langkah yang perlu diambil untuk mencapai kehamilan yang sehat dan berkualitas.
Langkah yang Dapat Dilakukan
Sebelum menentukan rencana tersebut maka proses pra-konsepsi harusnya sudah dimulai dengan menjaga pola makan seimbang, menghindari kebiasaan buruk, mengolah stress, dan mengontrol kondisi medis yang ada.
Mengkonsumsi nutrisi yang tepat, asupan vitamin dan mineral, serta perawatan kesehatan yang tepat dapat memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan yang optimal.
Sister dan paksu juga sudah harus tahu faktor risiko seperti penyakit menular, penyakit kronis, atau riwayat keluarga juga merupakan bagian penting dari pra konsepsi.
Terakhir bukan hanya aspek kesehatan fisik, tahap pra konsepsi juga berfokus pada kesehatan reproduksi dan kebijaksanaan dalam perencanaan kehamilan.
Setelah mengetahui bagaimana pentingnya pra-konsepsi sister dan paksu dapat semakin bijak untuk mempersiapkan dengan baik sehingga proses kehamilan berjalan lancar. Dan tentu saja perlu untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut agar tidak terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan. Untuk informasi menarik lainnya dapat follow Instagram @menujuduagris.id
Referensi
- Hojeij, B., Schoenmakers, S., Willemsen, S., van Rossem, L., Dinnyes, A., Rousian, M., & Steegers-Theunissen, R. P. (2023). The Effect of an eHealth Coaching Program (Smarter Pregnancy) on Attitudes and Practices Toward Periconception Lifestyle Behaviors in Women Attempting Pregnancy: Prospective Study. Journal of Medical Internet Research, 25, e39321.
- Nurfulaini, N., Mumthi’ah Al Kautsar, A., & Alza, N. (2021). Manajemen Asuhan Kebidanan pada Prakonsepsi dengan Kekurangan Energi Kronis. Jurnal Midwifery, 3(1), 42-51.
- https://www.orami.co.id/magazine/kesehatan-reproduksi-remaja