Mengungkap Fakta Tentang Body Mass Index (BMI) dan Hubungannya dengan Fertilitas

 

Kehamilan bagi sebagian orang mungkin menyebabkan kenaikan berat badan, tapi pernah nggak sih terpikirkan bagaimana jika berat badan juga berpengaruh pada kemampuan untuk hamil, atau mempertanyakan pengaruhnya pada fertilitas?

Faktanya yang sister perlu tahu bahwasanya Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh yang terlalu tinggi atau rendah dapat mempengaruhi kesuburan. Pada kesempatan kali ini MDG akan mengajak sister untuk memahami bagaimana BMI mempengaruhi fertilitas? Baiklah mari kita telaah lebih lanjut, baca terus sampai habis ya!

Mengenal Apa itu Body Mass Index (BMI)?

BMI adalah ukuran yang dihitung dari berat badan seseorang (dalam kilogram) dibagi dengan kuadrat tinggi badannya (dalam meter). BMI = berat (kg) / tinggi badan (m)2. Meskipun BMI tidak secara langsung mengukur lemak tubuh, namun hasilnya sangat terkait dengan ukuran lain.

Hubungan Antara BMI dan Fertilitas

Gangguan pada sistem reproduksi wanita yang menyebabkan terjadinya infertilitas dapat dipengaruhi oleh berat badan yang berlebih atau obesitas. Tubuh obesitas menyimpan lemak di hati dan otot yang disebabkan naiknya kadar asam lemak beserta lemak lainnya. Contohnya pada penderita resistensi insulin memiliki peluang terjadi penumpukan lemak di tubuhnya karena turnover trigliserida dan dihasilkannya molekul turunan asam lemak, atau pengaktifan dalam sel yang berbahaya seperti Reactive Oxygen Species (ROS), disfungsi mitokondria atau cekaman retikulum endoplasma.

Resistensi insulin ini yang nantinya dapat mempengaruhi siklus ovulasi pada wanita usia reproduksi. Ozcimen (2008) mengemukakan bahwa wanita dengan diabetes gestasional memiliki nilai HOMA-IR yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita hamil normal. HOMA-IR atau bisa disebut Homeostasis merupakan Model Assessment-Insulin Resistance Index yang menjadi salah satu cara untuk mendiagnosis diabetes gestasional. 

Sedangkan pada pria, obesitas dapat mempengaruhi kualitas sperma, mengurangi motilitas dan jumlah sperma. Tentu hal tersebut dapat mengurangi peluang terjadinya kehamilan. Melalui pengalaman tersebut ternyata peningkatan kadar glukosa darah yang terus menerus baik pada pria terutama pada ibu hamil dapat menyebabkan komplikasi pada kehamilan, persalinan, dan bayi yang dilahirkan. 

Selain itu, BMI di bawah normal atau kekurangan berat badan juga dapat mempengaruhi fertilitas pada wanita. Wanita dengan BMI rendah sering mengalami gangguan ovulasi, yang dapat menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur atau bahkan berhenti sama sekali. Hal ini dapat mengurangi kemungkinan kehamilan. 

5 Tips Mengelola BMI untuk Meningkatkan Fertilitas

  1. Konsultasi dengan Profesional Kesehatan, Jika sister memiliki kekhawatiran tentang berat badan dan fertilitas, berbicaralah dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan saran yang sesuai.
  2. Diet seimbang, sister dapat mulai mengonsumsi makanan bergizi yang kaya akan vitamin dan mineral hal ini penting terutama dalam membantu mencapai berat badan yang sehat.
  3. Olahraga teratur, menjadi aktivitas fisik yang dapat membantu menjaga berat badan yang sehat dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
  4. Manajemen stres, ternyata stres dapat mempengaruhi siklus hormonal dan kesehatan reproduksi. Teknik relaksasi seperti yoga atau meditasi bisa sangat membantu.
  5. Hindari merokok dan alkohol, kedua kebiasaan ini dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi. Untuk itu sebaiknya menghentikan atau mengurangi konsumsi keduanya sehingga dapat meningkatkan peluang kehamilan.

 

Body Mass Index (BMI) hadir sebagai indikator penting yang dapat mempengaruhi fertilitas baik pada pria maupun wanita. Mengelola berat badan dalam kisaran yang sehat dapat meningkatkan peluang kehamilan dan mendukung kesehatan reproduksi secara keseluruhan. Jika sister merencanakan kehamilan atau mengalami kesulitan, penting juga untuk memperhatikan BMI dan berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan panduan yang tepat. Informasi menarik lainnya sister dapat akses melalui Instagram kami di @menujuduagaris.id.

Referensi

Hermanto, T. J., Sony, W., & Banjarnahor, D. P. P. (2012). Korelasi antara HOMA-IR ibu diabetes mellitus gestasional trimester tiga dengan luaran maternal dan neonatal. Majalah Obstetri & Ginekologi20(3), 122-126.

Ozcimen, E. E., Uckuyu, A., Ciftci, F. C., Yanik, F. F., & Bakar, C. (2008). Diagnosis of gestational diabetes mellitus by use of the homeostasis model assessment–insulin resistance index in the first trimester. Gynecological Endocrinology, 24(4), 224-229.

chrome-extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj/https://pbperkeni.or.id/wp-content/uploads/2021/11/22-10-21-Website-Pedoman-Diagnosis-dan-Penatalaksanaan-Hiperglikemia-dalam-Kehamilan-Ebook.pdf

https://www-everydayhealth-com.translate.goog/fertility/body-weight-bmi/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sge#:~:text=The%20normal%20range%20(a%20BMI,at%20a%20BMI%20of%2019.5.

https://www.cdc.gov/bmi/about/index.html