
Alpha Story with Mizz Rosie Surabaya, 23 November 2025
Komunitas Menuju Dua Garis, bekerja sama dengan Alpha Women’s Specialists Indonesia dan Alpha IVF, sukses menggelar acara Gathering at Surabaya pada Minggu, 23 November 2025. Acara ini menghadirkan edukasi kesuburan berbasis bukti ilmiah yang dikemas hangat, personal, dan mudah dipahami untuk para pasangan yang sedang berjuang menuju dua garis.
Dalam acara ini, hadir para dokter Alpha yang siap memberikan edukasi komprehensif seputar kesehatan reproduksi. Di antaranya dr. Glenn Ega Budi Tanoyo, Sp.OG, serta Dr. Tan Chong Seong, Consultant O&G & Fertility Specialist dari Alpha IVF Kuala Lumpur, Malaysia, yang hadir langsung untuk memberikan wawasan terkini tentang kemajuan teknologi IVF, peran AI, hingga tes genetik dalam memaksimalkan peluang kehamilan
Acara yang dipandu langsung oleh Mizz Rosie, Founder dari Menuju Dua Garis, dibuka dengan cerita perjalanan pribadinya menjalani program hamil dari IVF 1 hingga IVF ke-6. Sharing ini menjadi momen yang paling ditunggu karena menyalakan harapan baru sekaligus memperkuat solidaritas antar peserta. Untuk mendukung para pasangan yang hadir, Alpha juga memberikan doorprize berupa paket pemeriksaan kesuburan.
Sesi Edukasi: Tanya Dokter Tanpa Basa-Basi
Acara ini menghadirkan dua pembicara dari Alpha:
- Seorang dokter spesialis obstetri, ginekologi, dan fertilitas dari Alpha Women’s Specialists Indonesia
- Seorang konsultan IVF & fertility dari Alpha IVF Kuala Lumpur
Dalam sesi edukasi, para dokter menjawab berbagai pertanyaan penting seputar kesuburan perempuan maupun laki-laki, termasuk:
Topik Kesuburan Perempuan
- Protokol IVF untuk PCOS Tidak semua PCOS harus langsung IVF; usia dan kondisi hormonal menjadi faktor penentu.
- Endometriosis & AMH rendah Penanganan bergantung pada riwayat laparoskopi, cadangan ovarium, dan strategi stimulasi yang tepat.
- Blastokista & risiko kelainan kromosom Peserta menanyakan cara meningkatkan kualitas blastokista, termasuk gaya hidup, suplementasi, dan manajemen OAT serta mikrodeletion Y pada pasangan.
- Repeated Implantation Failure (RIF) – Meski blastokista sudah euploid dan endometrium optimal, pemeriksaan tambahan seperti immunology, ERA/Trio Test, atau evaluasi inflamasi tetap relevan.
- Mioma & kehamilan alami/IVF – Pada kasus mioma 4 cm, penentuan perlu-tidaknya operasi bergantung lokasi, gejala, dan rencana IVF.
- PRP ovarium untuk low AMH usia >38 tahun – Dibahas efektivitas, kandidat ideal, dan batasan.
- Protokol IVF untuk AMH sangat rendah (0,1–0,05) – Penjelasan mengenai strategi stimulasi, harapan realistis, serta kapan mempertimbangkan donor sel telur.
Topik Kesuburan Laki-Laki
- Azoospermia Non-Obstruktif – Alpha IVF menjelaskan bahwa stimulasi hormonal seperti HCG sering menjadi langkah awal sebelum mikro-TESE.
- Obstructive Azoospermia – Pada kondisi ini peluang memperoleh sperma umumnya lebih baik, termasuk opsi tindakan bedah.
- DFI tinggi (41%) – Masih bisa diperbaiki dengan penanganan inflamasi, antioksidan, perubahan gaya hidup, dan menyesuaikan strategi IVF.
- Asthenoteratozoospermia – Dibahas apakah bisa sembuh dan kapan harus menggunakan tindakan medis dibanding suplementasi.
- Criptozoospermia & peluang IVF – Peserta mendapat penjelasan tentang estimasi keberhasilan dan pilihan penanganan.
- CoQ10 & DHEA – Penjelasan mengenai dosis aman serta siapa yang sebaiknya mengonsumsi.
Pertanyaan umum lainnya
- “Tes kesuburan di Surabaya dan KL sama atau berbeda?”
- “Jika sudah pernah hamil tapi belum berhasil lagi selama 16 tahun, apa yang harus diperiksa?” Dokter menjelaskan bahwa pendekatannya sama-sama berbasis standar internasional, namun KL memiliki keunggulan teknologi tertentu untuk kasus kompleks.
Acara ini menjadi ruang aman bagi para pasangan untuk bertanya tanpa rasa malu. Suasana hangat, interaktif, dan penuh empati membuat banyak peserta merasa lebih dipahami dan lebih siap melanjutkan perjalanan program hamil mereka.
Menuju Dua Garis berharap acara seperti ini dapat diteruskan di kota-kota lain agar semakin banyak pasangan mendapat edukasi kesuburan yang akurat, praktis, dan berempati.