Operasi Kista Berulang, Apakah Bisa Mengurangi Peluang Hamil?

Banyak perempuan merasa lega setelah kista ovarium diangkat. Nyeri berkurang, aktivitas lebih nyaman, dan secara kasat mata masalahnya terasa “sudah selesai”. Tapi setelah itu, sering muncul satu pertanyaan yang pelan-pelan mengganggu pikiran: kalau operasi kista dilakukan, apalagi lebih dari sekali, apakah peluang hamil bisa ikut terdampak? Pertanyaan ini wajar, karena ovarium bukan sekadar organ biasa di sanalah sel telur disimpan. Yuk sister pahami lebih dalam!

Kista Ovarium dan Operasi yang Terlihat Aman

Kista ovarium jinak termasuk kondisi yang cukup sering dialami perempuan usia reproduksi. Dalam banyak kasus, dokter memilih operasi pengangkatan kista dengan tetap mempertahankan ovarium. Artinya, hanya kistanya yang diangkat, bukan seluruh organ.

Secara teori, ini terdengar aman dan “ramah kesuburan”. Namun dalam praktiknya, operasi tetap melibatkan sayatan, manipulasi jaringan, dan proses penyembuhan yang tidak selalu sempurna.

Apa yang Terjadi pada Ovarium Setelah Operasi?

Saat kista diangkat, ada kemungkinan jaringan ovarium sehat ikut terambil atau mengalami trauma. Ovarium sangat sensitif, dan setiap luka kecil bisa memengaruhi cara ia bekerja kedepannya.

Jika operasi dilakukan berulang kali, risiko ini bisa bertambah. Bukan berarti semua perempuan yang pernah operasi kista pasti sulit hamil, tapi tubuh bisa menyimpan “jejak” dari tindakan tersebut.

Kenapa Ada yang Tetap Sulit Hamil Meski Hasil Lab Baik?

Banyak sister bingung karena hasil hormon, seperti AMH, terlihat masih normal setelah operasi. Tapi kenyataannya, kesuburan bukan cuma soal angka di hasil lab.

Hormon bisa terlihat baik, tapi kualitas jaringan ovarium, aliran darah, dan lingkungan tempat sel telur berkembang bisa berubah setelah operasi. Inilah alasan mengapa sebagian perempuan tetap mengalami kesulitan hamil meski hasil pemeriksaannya tampak aman.

Bukan Hanya Operasinya, Tapi Juga Penyebab Kistanya

Hal penting lain yang sering luput adalah: kenapa kista itu muncul sejak awal?

Kondisi seperti endometriosis atau gangguan hormon tertentu tidak hanya memicu kista, tapi juga bisa memengaruhi kesuburan secara langsung. Jadi, dalam banyak kasus, bukan hanya operasinya yang berperan, melainkan juga kondisi tubuh yang mendasarinya.

Jadi, Haruskah Operasi Kista Dihindari?

Operasi kista tidak selalu salah dan kadang memang diperlukan misalnya jika kista menimbulkan nyeri berat, berisiko pecah, atau menekan organ lain. Namun, operasi sebaiknya menjadi keputusan yang benar-benar dipertimbangkan, terutama jika sister masih merencanakan kehamilan.

Diskusi yang terbuka dengan dokter tentang:

  • manfaat dan risiko operasi
  • kemungkinan alternatif non-operasi
  • serta rencana kehamilan ke depan

Operasi kista ovarium, terutama jika dilakukan berulang, berpotensi memengaruhi peluang hamil di masa depan, meski dampaknya tidak selalu langsung terlihat. Karena itu, setiap keputusan medis sebaiknya diambil dengan pemahaman utuh bukan sekadar ingin “menghilangkan kista”, tapi juga menjaga masa depan reproduksi.

Tubuh perempuan itu kompleks, dan setiap sister berhak mengambil keputusan dengan informasi yang lengkap dan penuh kesadaran 

Referensi

  • Shandley, L. M., Spencer, J. B., Kipling, L. M., Hussain, B., Mertens, A. C., & Howards, P. P. (2023). The risk of infertility after surgery for benign ovarian cysts. Journal of Women’s Health, 32(5), 574-582.