Pahami Manfaat dan Efek Samping Penggunaan jamu dalam  program hamil

 

Melihat bagaimana fenomena yang ada di masyarakat  banyak ditemui ibu hamil yang mengkonsumsi jamu gendong seperti kunyit asam dan cabe puyang dengan alasan setelah minum jamu tersebut rasa capek dan pegal, menghilangkan mual muntah, menghilang lesu dan lemah, menguatkan janin dan menenangkan pikiran. Melihat realitas tersebut pada konteks kehamilan apakah benar jamu dapat menjadi alternatif untuk mendukung fertilitas, MDG akan menjabarkan bagaimana jamu dalam konteks ini baca sampai habis ya!

Mengetahui apa itu Jamu dan Manfaatnya 

Jamu merupakan obat jadi atau ramuan bahan alam yang berasal dari tumbuhan, hewan, mineral, sediaan galenik atau campuran bahan tersebut yang secara tradisional telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. 

Jamu tradisional telah diterima secara luas di hampir seluruh Negara di dunia. Menurut WHO (World Health Organization) dari 5.324.562 jiwa negara – negara di Asia seperti Afrika sebanyak 80% menggunakan jamu tradisional untuk pengobatan primer.

Disisi lain banyak wanita di Indonesia yang mengkonsumsi jamu diantaranya adalah 61,87% dan 33,3 %  yang merupakan ibu hamil. 

Melihat hal tersebut, faktanya jamu memang memiliki manfaat, seperti jamu dari jahe atau akar jahe yang dapat digunakan untuk meminimalisir gejala morning sickness atau mual dan muntah yang biasa terjadi pada trimester pertama ibu hamil.

Begitu juga dengan kunyit,  ia menjadi salah satu jamu yang memiliki manfaat membantu dalam meningkatkan tumbuh kembang otak janin karena dengan rutin mengkonsumsi kunyit dapat meminimalisir risiko peradangan tinggi yang dapat menimbulkan gangguan saraf bayi saat dilahirkan. Selain itu, manfaat kunyit lainnya adalah meminimalisir risiko preeklampsia, memperbaiki saluran cerna, menjaga kesehatan mulut, memperlancar peredaran darah, serta menambahkan energi sehingga ibu hamil tetap produktif.

Bagaimana efek sampingnya 

Setelah mengetahui apa itu jamu dan manfaatnya, sister dan paksu juga perlu mengetahui adakah efek samping yang ditimbulkan bila mengkonsumsi jamu saat hamil, salah satunya adalah menyebabkan asfiksia yang dapat menyebabkan kematian neonatus antara 8-35% di negara maju, sedangkan di negara berkembang antara 31-56,5%. Insidensi asfiksia pada menit pertama 47/1000 lahir hidup dan pada 5 menit 15,7/1000 lahir hidup untuk semua neonatus. Insidensi asfiksia neonatorum di Indonesia kurang lebih 40/1000.

Untuk itu bagi sister dan paksu yang akan mengkonsumsi jamu perlu untuk mencari tahu kandungan di dalam jamu tersebut. Terlebih jamu dalam kemasan. Pilihlah jamu yang memang mengandung bahan-bahan alami. Hindari jamu tradisional yang memiliki kandungan berupa steroid, obat-obatan, maupun bahan kimia. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi