Pahami Penyebab Kelebihan Beban Allostatik pada Infertilitas

 

Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi fertilitas adalah beban allostatik, yang merujuk pada respons tubuh terhadap stres yang berkepanjangan. Kelebihan beban allostatik ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk infertilitas. MDG akan mengulas bagaimana ini terjadi dan penyebab kelebihan beban allostatik dan dampaknya terhadap fertilitas.

Apa yang Dimaksud Sebagai Beban Allostatik

Beban allostatik adalah “keausan” tubuh yang diakibatkan oleh aktivitas berulang mekanisme fisiologis kompensasi sebagai respons terhadap stres kronis. Beban allostatik dapat mempengaruhi proses penuaan secara signifikan dan mengakibatkan berkurangnya umur panjang, percepatan penuaan, dan gangguan kesehatan salah satunya fertilitas. Meskipun status sosial ekonomi rendah dikaitkan dengan beban allostatik tinggi selama penuaan, efek stres psikososial terkait status pada beban allostatik seringkali dikacaukan oleh variabel gaya hidup.

Hubungan Kelebihan Beban Allostatik dengan Plasenta ibu Hamil 

Awal mula terjadinya beban allostatik adalah dipicu oleh stress, baik stres akut maupun kronis dapat menyebabkan kelebihan beban allostatik, atau ketidakseimbangan jangka panjang pada mediator homeostasis, yang mengakibatkan gangguan pada respons sistem endokrin dan imun plasenta janin ibu. 

Selama kehamilan, gangguan pada homeostasis dapat meningkatkan kemungkinan kelahiran prematur dan preeklamsia. Ibu hamil secara tradisional memiliki tingkat kecemasan dan gangguan depresi yang tinggi, dan banyak yang rentan terhadap berbagai stresor selama kehamilan.

Mengetahui Pemicu Stresor

Menurut penelitian Stresor dilihat secara umum ini mencakup masalah keuangan dan tantangan hubungan dan dapat diperburuk oleh perubahan biologis, sosial, dan psikologis yang terjadi selama kehamilan. Selain itu, stresor eksternal seperti peristiwa cuaca besar (misalnya, badai, tornado, banjir) dan fenomena global lainnya (misalnya, pandemi penyakit virus korona 2019) dapat menyebabkan stres selama kehamilan.

Dari sini sister dan paksu untuk dapat mengetahui bagaimana stresor ini ternyata berpengaruh dan memiliki dampak yang signifikan, kedepannya sister dan paksu untuk bisa saling bersinergi dan mulai mengurangi variabel-variabel yang menyebabkan stress tersebut. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi