Pendekatan Minimal Invasif untuk Mioma: Apa Kata Penelitian Terbaru?

Mioma atau uterine fibroid adalah tumor jinak yang sangat sering dialami perempuan. Bahkan, diperkirakan 70–80% perempuan usia 50 tahun pernah mengalami kondisi ini. Gejalanya tidak main-main: nyeri, perdarahan berlebih, perasaan penuh atau tertekan di panggul semuanya bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup.

Karena itu, semakin banyak perempuan mencari terapi yang efektif tetapi juga lebih aman, minim sayatan, dan masa pemulihan lebih cepat. Nah, disinilah pendekatan minimal invasif mulai jadi andalan.

Apa Itu Pendekatan Minimal Invasif untuk Mioma?

Secara sederhana, prosedur minimal invasif bekerja dengan cara seperti:

  • “mematikan” suplai darah ke mioma,
  • “memanaskan” atau menghancurkan jaringan tertentu,
  • atau membantu mioma mengecil tanpa operasi besar.

Metode ini meliputi:

  • Uterine Artery Embolization (UAE)
  • High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU / MR-HIFU / US-HIFU)
  • Radiofrequency Ablation (RFA)
  • Ultrasound-guided procedures (USGS)
  • Percutaneous Microwave Ablation (PMWA)

Yang menarik, penelitian menggunakan alat ukur standar seperti UFS-QoL, jadi hasil antar-metode bisa dibandingkan dengan lebih objektif.

Apa Hasil Penelitiannya? Gejala seperti nyeri, perdarahan berlebih dan tekanan panggul turun secara nyata. Bahkan, hasil perbaikan ini mendekati operasi miomektomi, tetapi dengan proses pemulihan yang jauh lebih cepat dan risiko yang lebih rendah.

Dengan kata lain, kalau dengar istilah “minimal invasif”, bayangkan versi “lebih ringan tapi tetap manjur” untuk mengatasi mioma.

Tingkat Nyeri & Kenyamanan Pasien

Beberapa prosedur seperti MR-HIFU dan US-HIFU dikenal memiliki tingkat kenyamanan yang lebih baik karena:

  • tidak membutuhkan sayatan,
  • tidak perlu anestesi umum,
  • pasien bisa pulang dan beraktivitas lebih cepat.

Buat banyak perempuan, faktor kenyamanan ini jadi nilai plus yang sangat besar.

Tidak Ada yang “Paling Unggul”: Semua Sama Efektif

Salah satu temuan menarik dari penelitian ini adalah tidak ada satu pun prosedur yang terbukti paling unggul dibanding yang lain.

Artinya, pilihan terapi sangat fleksibel dan bisa disesuaikan dengan:

  • ukuran mioma,
  • jumlah dan lokasi,
  • ketersediaan alat di fasilitas kesehatan,
  • preferensi pasien,
  • serta rencana kehamilan ke depan.

Pendekatan personal seperti ini membuat perempuan punya kendali lebih besar atas tubuh dan pilihan terapinya.

Apa Artinya untuk Perempuan dan Tenaga Medis?

Prosedur minimal invasif kini menjadi alternatif kuat bagi perempuan yang ingin:

  • mengurangi gejala tanpa operasi besar,
  • mempertahankan rahim,
  • meminimalkan risiko pembedahan,
  • dan kembali cepat ke aktivitas sehari-hari.

Kualitas hidup meningkat, gejala mereda, dan perempuan punya lebih banyak opsi yang benar-benar sesuai kebutuhan mereka. Metode minimal invasif seperti UAE, HIFU, RFA, USGS, dan PMWA terbukti:

  • meningkatkan kualitas hidup,
  • menurunkan gejala mioma,
  • memberikan rasa nyaman lebih baik,
  • serta memungkinkan pemulihan lebih cepat.

Dengan efektivitas yang mirip operasi tetapi risiko lebih kecil, pendekatan ini membawa harapan besar bagi perempuan yang ingin menangani mioma tanpa harus menjalani pembedahan besar. Sister dan paksu untuk informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Morris, J. M., Liang, A., Fleckenstein, K., Singh, B., & Segars, J. (2023). A systematic review of minimally invasive approaches to uterine fibroid treatment for improving quality of life and fibroid-associated symptoms. Reproductive Sciences, 30(5), 1495–1505.