
Hasil yang sukses dalam siklus teknologi reproduksi berbantuan (ART) salah satunya adalah bergantung pada kompetensi perkembangan embrio yang ditransfer dan penerimaan endometrium. MDG akan membahas lebih dalam bagaimana proses dan prosedur ini dilakukan terutama dalam program hamil berbantuan. Baca sampai habis ya!
Apa yang itu Penerimaan Endometrium
Penerimaan endometrium adalah kemampuan rahim (endometrium) untuk menjadi tempat yang sesuai bagi embrio untuk menempel dan melakukan implantasi. Ini adalah periode waktu tertentu dalam siklus menstruasi ketika endometrium berada dalam kondisi optimal untuk menerima dan menunjang embrio. Beberapa faktor diyakini terlibat dalam penerimaan endometrium, termasuk persiapan hormonal endometrium, kontraktilitas miometrium, dan interaksi antara embrio dan endometrium, yang terakhir secara inheren melibatkan mekanisme imunologi.
Imunoterapi Adjuvan dalam Program Bayi Tabung: Harapan atau Keraguan?
Keberhasilan teknologi reproduksi berbantuan (ART), seperti IVF, tidak hanya bergantung pada kualitas embrio yang ditransfer, tetapi juga pada kesiapan endometrium (lapisan rahim) untuk menerima embrio. Penerimaan endometrium ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti hormon, gerakan otot rahim, serta interaksi imunologis antara embrio dan rahim.
Untuk mengatasi kasus kegagalan implantasi berulang atau keguguran, imunoterapi adjuvan mulai digunakan dalam siklus IVF dengan harapan dapat memperbaiki ketidakseimbangan sistem imun dan meningkatkan keberhasilan kehamilan. Terapi ini meliputi obat yang sudah lama digunakan seperti aspirin dan kortikosteroid, maupun yang lebih baru seperti G-CSF dan emulsi lemak, yang masih mahal dan belum jelas keamanannya.
Namun, melalui artikel ini kami ingin menunjukkan bagaimana bukti ilmiah dari uji klinis masih terbatas, Sehingga sister dan paksu harus tahu bahwa manfaat dan risikonya belum pasti. Selain itu, tes imunologi yang sering digunakan untuk menentukan jenis imunoterapi ini juga belum terbukti relevan untuk pasien ART secara umum.
Peran Imunoterapi Adjuvan dalam IVF
Setelah mengetahui bagaimana imunoterapi perlu ditelaah lebih dalam, Berdasarkan literatur yang ada, penggunaan imunoterapi adjuvan dalam siklus ART memiliki potensi untuk meningkatkan hasil kelahiran hidup, terutama bagi pasien dengan kegagalan implantasi berulang atau keguguran.
Namun, mengingat adanya risiko dan biaya yang lebih tinggi dari beberapa terapi baru, serta kurangnya bukti kuat terkait efektivitasnya, keputusan untuk menggunakan imunoterapi harus dibuat dengan hati-hati, mempertimbangkan kebutuhan spesifik setiap siter begitu juga dengan potensi manfaat dan risikonya. Informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat akses di Instagram kami di @menujuduagaris.id
Referensi
- Lessey, B. A., & Young, S. L. (2019). What exactly is endometrial receptivity?. Fertility and sterility, 111(4), 611-617.
- Penzias, A., Bendikson, K., Butts, S., Coutifaris, C., Falcone, T., Gitlin, S., … & Vernon, M. (2018). The role of immunotherapy in in vitro fertilization: a guideline. Fertility and sterility, 110(3), 387-400.