
Normalnya, siklus haid perempuan berlangsung sekitar 28–35 hari. Tapi ada juga yang mengalami siklus lebih panjang, bisa sampai 36–45 hari. Kalau dihitung, artinya haid datang hanya sebulan sekali lebih sedikit.
Fenomena ini sering bikin bingung. Ada yang menganggap masih normal, ada juga yang khawatir karena takut berhubungan dengan masalah kesuburan.
Mengapa Siklus Bisa Lebih Panjang?
Salah satu penyebab utamanya adalah fase pematangan sel telur yang berlangsung lebih lama. Jadi, butuh waktu lebih panjang sampai sel telur benar-benar matang dan siap dilepaskan (ovulasi).
Selain itu, siklus panjang bisa berkaitan dengan:
- Ketidakseimbangan hormon
- Kualitas sel telur yang kurang optimal
- Risiko ovulasi tidak terjadi setiap bulan
Lalu apa Dampaknya pada Kesuburan
Siklus haid yang panjang bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem hormonal yang berpengaruh langsung terhadap kesuburan. Pada kondisi ini, ovulasi biasanya terjadi lebih jarang misalnya hanya 6–8 kali dalam setahun dibandingkan 12 kali pada siklus normal sehingga peluang untuk hamil otomatis menurun. Selain itu, sel telur yang jarang matang sering kali berkualitas kurang optimal, sehingga bila terjadi pembuahan, embrio lebih rentan gagal berkembang dan risiko keguguran menjadi lebih tinggi.
Ketidakseimbangan hormon, terutama progesteron, juga kerap menyertai siklus panjang, padahal hormon ini sangat penting untuk mempertahankan kehamilan di awal trimester. Tidak jarang pula siklus panjang berujung pada anovulasi, yaitu kondisi di mana menstruasi tetap muncul tanpa adanya pelepasan sel telur. Inilah alasan mengapa siklus panjang bukan sekadar soal jarak menstruasi lebih lama, tetapi juga bisa menjadi sinyal adanya gangguan reproduksi yang memengaruhi kesempatan hamil dan keberlangsungan kehamilan.
Perlu Khawatir atau Tidak?
Kalau siklus haid panjang tapi teratur (misalnya selalu 40 hari), mungkin masih bisa dianggap sebagai variasi alami tubuh. Tapi jika disertai gejala lain seperti haid sangat sedikit, jerawat parah, berat badan sulit turun/naik, atau siklus kadang datang sangat jauh jaraknya, sebaiknya diperiksa lebih lanjut.
Siklus menstruasi panjang bukan berarti tidak bisa hamil, tapi bisa jadi sinyal tubuh sedang butuh perhatian ekstra. Bagi sister yang sedang program hamil, mengenali pola siklus dan melakukan pemeriksaan sejak dini bisa membantu menjaga peluang kehamilan tetap sehat. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id
Referensi
- Wang, Z., Yan, J., Chen, H., He, L., & Xu, S. (2022). The reproductive endocrine feature and conception outcome of women with unknown etiological menstrual cycle (36–45 days) with long follicular phase. Gynecological Endocrinology, 38(9), 742-747.