Ultra-long protocol untuk IVF Benarkah Lebih Efektif?

Sister, dari kalian yang sedang berproses melawan infertilitas, pasti sering dengar soal berbagai protokol IVF, kan? Salah satunya adalah protokol ultra-panjang, yang katanya bisa meningkatkan peluang kehamilan lebih baik dibanding protokol panjang biasa. Tapi, bener nggak sih? MDG akan menjelaskan lebih lanjut dalam artikel kali ini.

Apa itu Ultra-long protocol IVF dan Bagaimana Prosedurnya?

Protokol IVF jangka panjang, yang juga dikenal sebagai protokol agonis, adalah protokol IVF tradisional yang telah digunakan sejak awal mula IVF. Seluruh proses biasanya memakan waktu sekitar 4-6 minggu, lebih lama dari protokol jangka pendek. 

Prosedur Protokol IVF jangka panjang meliputi konsultasi awal melibatkan proses konsultasi menyeluruh dan personal untuk merencanakan tindakan terbaik bagi perjalanan kesuburan unik Anda.

Langkah-langkahnya diantaranya adalah Down-Regulation, dalam protokol IVF jangka panjang, langkah pertama adalah down-regulation. Di sini, sister akan mengonsumsi obat untuk menekan siklus menstruasi alami, yang biasanya berlangsung sekitar dua minggu. Ini memberi spesialis kesuburan terkontrol lebih besar atas waktu pengambilan sel telur.

Tahap selanjutnya adalah stimulasi ovarium, setelah down-regulation, sister akan mulai mengonsumsi suntikan hormon selama sekitar 10-12 hari untuk merangsang ovarium agar menghasilkan lebih banyak sel telur. Perkembangan sel telur ini dipantau secara ketat dengan pemindaian ultrasonografi rutin.

Tahap berikutnya adalah Trigger Shot, “Trigger shot” diberikan untuk menginduksi pematangan sel telur akhir setelah folikel mencapai ukuran yang sesuai. Setelah proses tersebut selesai langkah selanjutnya adalah pengambilan sel telur, Sel telur kemudian diambil dengan sedasi ringan melalui prosedur bedah minor.

Dan di tahap sebelum akhir yaitu fertilisasi & kultur embrio, dimana setelah diambil, sel telur dibuahi dengan sperma di laboratorium, dan embrio yang dihasilkan dikulturkan hingga siap untuk dipindahkan. HIngga tahap akhir yaitu transfer embrio, satu atau lebih embrio dipindahkan ke rahim. Embrio berkualitas tinggi yang tidak dipindahkan dapat dibekukan untuk digunakan di masa mendatang.

Apa kata Studi Terbaru?

Sebuah meta-analisis dari Shuai Liu dkk. (2021) menemukan bahwa protokol ultra-panjang dengan down regulasi 3 bulan ternyata dapat meningkatkan angka kehamilan klinis pada wanita infertil. Dibandingkan protokol panjang biasa, hasilnya menunjukkan peningkatan 31% dalam peluang kehamilan! Wah, cukup menjanjikan ya?

Temuan tersebut dilakukan pada kasus endometriosis, meskipun protokol ini bisa meningkatkan peluang kehamilan, hasil akhirnya tetap bisa bervariasi tergantung kondisi masing-masing pasien. Jadi yang paling penting tentu disesuaikan dengan kasus infertilitas yang sister dan paksu miliki. Informasi menarik lainnya sister dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi 

  • Liu, S., Xie, Y., Li, F., & Jin, L. (2021). Effectiveness of ultra‐long protocol on in vitro fertilization/intracytoplasmic sperm injection‐embryo transfer outcome in infertile women with endometriosis: A systematic review and meta‐analysis of randomized controlled trials. Journal of Obstetrics and Gynaecology Research, 47(4), 1232-1242.
  • https://www.indiaivf.in/blog/short-or-long-ivf-protocol-which-is-better/?srsltid=AfmBOoqmW85pi7pZQb2XTRO9irOChl0zyA-BXHkabXPqkREmVFBwE81u