Vitamin D dan Miom: Bisakah Nutrisi Sederhana Ini Menghambat Pertumbuhan Miom?

Miom atau fibroid merupakan tumor jinak rahim yang sangat umum terjadi pada perempuan. Meski sifatnya non-kanker, miom bisa menyebabkan nyeri, perdarahan berlebih, gangguan kesuburan, dan seringkali mengharuskan tindakan medis. Karena banyak perempuan ingin menghindari operasi dan tetap menjaga peluang kehamilan, para peneliti terus mencari cara yang lebih aman, termasuk dari sisi nutrisi.
Salah satu kandidat paling menjanjikan adalah vitamin D.

Vitamin D: Sekadar Vitamin, atau Pelindung Rahim?

Vitamin D dikenal sebagai nutrisi penting untuk tulang, imun, dan metabolisme. Namun beberapa tahun terakhir, ilmuwan mulai melihat pengaruhnya pada kesehatan reproduksi perempuan, terutama pada mioma. Studi-studi di laboratorium menunjukkan bahwa vitamin D dapat menghambat proliferasi sel mioma, menurunkan ekspresi reseptor estrogen/progesteron, dan mengurangi pembentukan jaringan mioma.

Ada sebuah penelitian yang dipublikasikan di Fertility and Sterility dengan melibatkan 1.610 perempuan Afrika-Amerika usia 23–35 tahun yang belum memiliki diagnosis mioma sebelumnya. Mereka menjalani empat kali pemeriksaan USG selama lima tahun, sambil dicek kadar vitamin D-nya secara berkala.

Hasil awalnya mengejutkan dimana 73% peserta mengalami defisiensi vitamin D (<20 ng/mL) Hanya 7% yang kadar vitamin D-nya cukup (≥30 ng/mL) Ini menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D adalah masalah besar dan bisa jadi salah satu alasan mioma berkembang lebih cepat pada kelompok tertentu.

Vitamin D Menurunkan Pertumbuhan Mioma

Ketika dibandingkan, perempuan dengan kadar vitamin D ≥20 ng/mL mengalami: 9,7% penurunan pertumbuhan mioma dibandingkan yang defisiensi, Tren perlambatan ini konsisten bahkan setelah penyesuaian berbagai faktor seperti BMI, kebiasaan merokok, dan riwayat reproduksi

Sedangkan pada kelompok dengan kadar vitamin D ≥30 ng/mL, hasilnya juga menarik: Risiko munculnya mioma lebih rendah 22%, Kemungkinan mioma mengecil atau hilang lebih tinggi 32%

Bagaimana Vitamin D Menghambat Mioma?

Secara biologis, vitamin D bekerja di banyak jalur penting:

  • Mengurangi proliferasi sel mioma
  • Menghambat produksi kolagen berlebih (komponen utama massa mioma)
  • Menurunkan aktivitas hormon yang memicu pertumbuhan mioma
  • Mengatur ekspresi gen terkait pertumbuhan dan apoptosis (kematian sel terprogram)

Dengan kata lain, vitamin D mengubah lingkungan sel mioma menjadi kurang “nyaman” untuk tumbuh.

Apa Artinya untuk Perempuan yang Sedang Promil?

Untuk sister yang sedang promil, vitamin D punya peran ganda:

  1. Mendukung kualitas ovulasi dan kesehatan endometrium
  2. Potensial menurunkan risiko pertumbuhan mioma yang bisa mengganggu proses kehamilan

Walaupun vitamin D bukan terapi tunggal untuk mioma, menjaga kadar vitamin D dalam rentang cukup dapat menjadi langkah sederhana yang berdampak besar, terutama bagi perempuan yang ingin promil tanpa banyak intervensi.

Sister yang memiliki miom jadi tau bahwa kadar vitamin D yang lebih tinggi berkaitan dengan pertumbuhan mioma yang lebih lambat dan risiko munculnya mioma yang lebih rendah. Untuk itu bagi sister terutama yang sedang merencanakan kehamilan menjaga kadar vitamin D adalah langkah penting dan aman untuk kesehatan reproduksi. Tapi tentu saja tetap harus dikomunikasikan dengan dokter ya! Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

Harmon, Q. E., Patchel, S. A., Denslow, S., LaPorte, F., Cooper, T., Wise, L. A., … & Baird, D. D. (2022). Vitamin D and uterine fibroid growth, incidence, and loss: a prospective ultrasound study. Fertility and sterility, 118(6), 1127-1136.