
Keguguran bukan hanya peristiwa fisik. Ia sering meninggalkan bekas emosional yang dalam, pertanyaan yang berulang, dan rasa ingin memahami: kenapa bisa terjadi?
Sayangnya, dalam banyak kasus, jawabannya tidak pernah sederhana. Tidak ada satu penyebab tunggal yang bisa langsung ditunjuk.
Di tengah upaya mencari pemahaman itu, perhatian mulai tertuju pada hal-hal yang selama ini dianggap sepele. Salah satunya adalah vitamin D.
Selama ini, vitamin D lebih dikenal sebagai “vitamin tulang” atau pendukung daya tahan tubuh. Tapi perlahan, para ahli mulai melihat bahwa perannya mungkin tidak berhenti di situ. Vitamin D juga terlibat dalam berbagai proses penting yang berkaitan dengan kehamilan.
Mengapa Vitamin D Mulai Banyak Dibicarakan?
Vitamin D ikut berperan dalam mengatur sistem imun, peradangan, dan keseimbangan hormonal. Ketiga hal ini sangat penting di awal kehamilan, saat tubuh ibu harus menerima kehadiran embrio dan mempertahankan kehamilan agar tetap berkembang.
Secara sederhana, tubuh perlu berada dalam kondisi yang “mendukung” agar kehamilan bisa bertahan. Dan vitamin D adalah salah satu bagian kecil dari sistem besar itu.
Dalam praktik medis, kadar vitamin D biasanya dibagi menjadi tiga kategori:
- Defisiensi, ketika kadarnya sangat rendah
- Insufisiensi, ketika kadarnya belum optimal
- Cukup, ketika berada dalam rentang yang dianggap sehat
Yang menarik, perempuan dengan kadar vitamin D yang rendah baik defisiensi maupun insufisiensi ditemukan memiliki risiko keguguran yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang kadarnya cukup. Artinya, bukan hanya kekurangan berat yang perlu diperhatikan. Kekurangan ringan pun tampaknya tetap berpengaruh.
Lalu, Apakah Vitamin D Bisa Mencegah Keguguran?
Ini pertanyaan yang hadir di antara sister-sister PDG, Dan sayangnya, jawabannya belum sesederhana yang kita harapkan.
Karena di luar sana sudah banyak yang mencoba melihat apakah pemberian suplemen vitamin D dapat menurunkan risiko keguguran. Namun hingga saat ini, hasilnya masih beragam. Perbedaan ini dipengaruhi oleh bagaimana respon tubuh, personalisasi dan bagaimana riwayat tubuh antara satu orang dengan orang lainnya.
Karena itu, vitamin D belum bisa disebut sebagai “obat pencegah keguguran”. Ia bukan solusi tunggal, dan tidak bekerja sendirian.
Kehamilan tidak berdiri sendiri sebagai peristiwa di rahim. Ia dipengaruhi oleh kondisi tubuh secara keseluruhan metabolisme, hormon, sistem imun, dan tentu saja nutrisi.
Vitamin D adalah salah satu nutrisi yang sering rendah tanpa disadari. Terutama pada perempuan yang jarang terpapar sinar matahari atau memiliki pola makan tertentu. Mengetahui kadar vitamin D dan mendiskusikannya dengan tenaga medis bisa menjadi bagian kecil, tapi penting, dari persiapan kehamilan yang lebih menyeluruh.
Dan yang terpenting, informasi ini bukan untuk menambah rasa cemas atau menyalahkan diri sendiri. Justru sebaliknya. Ia mengingatkan bahwa merawat tubuh termasuk memenuhi kebutuhan nutrisi adalah bagian dari perjalanan menuju kehamilan yang sehat. Sister jangan lupa untuk follow juga Instagram @menujuduagaris.id
Referensi
- Tamblyn, J. A., Pilarski, N. S., Markland, A. D., Marson, E. J., Devall, A., Hewison, M., … & Coomarasamy, A. (2022). Vitamin D and miscarriage: a systematic review and meta-analysis. Fertility and sterility, 118(1), 111-122.