• Skip to main content
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Artikel Informasi Untuk Pejuang Dua Garis

Akupunktur dan Herbal untuk Kesuburan Wanita, Apa yang Harus kita Ketahui?

September 27, 2025

 

Infertilitas kini menjadi kasus yang banyak dijumpai, bahkan yang harus sister tahu terlebih dahulu jika WHO (World Health Organization) mendefinisikannya sebagai kondisi ketika pasangan tidak berhasil mencapai kehamilan klinis setelah 12 bulan atau lebih melakukan hubungan seksual tanpa kontrasepsi.

Data global menunjukkan bahwa angka infertilitas terus meningkat setiap tahunnya. Tidak hanya itu, beban kesehatan akibat infertilitas (diukur dengan disability-adjusted life years atau DALYs) juga makin tinggi, terutama di negara-negara dengan tingkat sosial-ekonomi yang lebih maju.

Pengobatan Konvensional Infertilitas

Selama ini, pengobatan infertilitas biasanya dilakukan dengan teknologi reproduksi berbantu (assisted reproductive technology/ART), seperti bayi tabung (IVF) atau inseminasi buatan. Obat-obatan hormonal, seperti klomifen atau analog GnRH, juga sering diresepkan.

Namun, keberhasilan ART sangat dipengaruhi oleh usia ibu dan jumlah siklus yang dijalani. Selain itu, ART tidak lepas dari efek samping, mulai dari perdarahan kehamilan, preeklamsia, persalinan prematur, berat lahir rendah, hingga risiko diabetes gestasional. Ditambah lagi, biayanya yang tinggi membuat banyak pasangan merasa terbebani.

Munculnya Terapi Komplementer

Karena berbagai keterbatasan tersebut, banyak pasangan mulai melirik terapi komplementer pengobatan tambahan di luar sistem medis konvensional. Contohnya adalah akupunktur dan pengobatan herbal.

Studi di berbagai negara seperti Korea, Australia, Selandia Baru, hingga Inggris menunjukkan bahwa cukup banyak wanita yang menjalani terapi komplementer ketika menghadapi infertilitas. Motivasinya beragam: ingin mengurangi efek samping ART, meningkatkan kesejahteraan fisik-mental, atau sekadar mencoba segala cara untuk mendapatkan kehamilan.

Bagaimana dengan Buktinya?

Meski populer, efektivitas terapi komplementer masih menuai perdebatan. Beberapa penelitian besar menemukan bahwa akupunktur tidak menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan sham acupuncture (akupunktur palsu). Di sisi lain, tinjauan sistematis terhadap pengobatan herbal justru melaporkan hasil yang cukup menjanjikan bagi kesuburan wanita.

Artinya, masih dibutuhkan lebih banyak penelitian yang lebih kuat untuk memastikan manfaat terapi ini apakah memang bisa membantu kesuburan secara nyata, atau lebih ke arah efek pendukung, seperti mengurangi stres dan meningkatkan kualitas hidup. Meski begitu tentu saja terdapat manfaat yang signifikan.

Sister dengan infertilitas jika masalah kompleks maka memerlukan pendekatan menyeluruh. Pengobatan konvensional tetap menjadi pilihan utama, tetapi terapi komplementer seperti akupunktur dan herbal semakin banyak dilirik pasangan yang ingin menambah peluang hamil.

Yang jelas, apapun pilihannya, setiap pasangan sebaiknya mendiskusikan lebih dulu dengan tenaga medis agar terapi yang dijalani tetap aman dan sesuai kebutuhan. Untuk itu jangan lupa untuk dikonsultasikan dengan ahlinya ya. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Lee, J. W., Hyun, M. K., Kim, H. J., & Kim, D. I. (2021). Acupuncture and herbal medicine for female infertility: an overview of systematic reviews. Integrative medicine research, 10(3), 100694.

Akupunktur untuk Tingkatkan Peluang Hamil Alami

September 25, 2025

Infertilitas atau kesulitan memiliki anak adalah masalah yang dialami jutaan pasangan di seluruh dunia. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari gangguan ovulasi, sindrom ovarium polikistik (PCOS), kualitas sperma yang kurang baik, hingga faktor yang tidak diketahui dengan jelas.

Ketika sister dan paksu yang dihadapkan pada infertilitas dan melalukan konsultasi dengan dokter, biasanya akan disarankan obat hormonal atau teknologi reproduksi berbantu seperti IVF (bayi tabung). Tapi sayangnya cara ini tidak selalu berhasil, solusinya bisa dalam banyak hal salah satunya memperbaiki inflamasi dan kerusakan tubuh terutama reproduksi. Banyak sekali cara yang dapat dilakukan salah satu solusinya adalah akupunktur. Pahami lebih lanjut yuk sister!

Pahami apa itu Metode Akupuntur

Akupunktur sendiri hadir sebagai praktik pengobatan tradisional dari Tiongkok yang menggunakan jarum tipis untuk dimasukkan pada titik-titik tertentu di tubuh. Praktik pengobatan ini berfokus untuk menyeimbangkan aliran energi atau kekuatan hidup. Energi tersebut dikenal sebagai chi atau qi yang diyakini mengalir melalui 14 saluran (meridian) dalam tubuh.  

Lokasi dan jumlah penempatan jarum pada prosedur akupunktur bisa berbeda-beda pada setiap pasien.  Hal tersebut disesuaikan dengan kondisi kesehatan, tingkat keparahan, hingga jenis penyakit yang diatasi, lalu bagaimana akupuntur jika dilihat secara ilmiah?

Apa Kata Penelitian tentang Akupunktur?

Akupunktur sudah lama dipakai di Tiongkok untuk membantu kesehatan reproduksi. Penelitian modern menemukan bahwa akupunktur bisa memengaruhi hormon, memperbaiki siklus haid, serta melancarkan aliran darah ke rahim.

Dalam tinjauan besar terhadap ratusan penelitian, ditemukan bahwa:

  • Akupunktur lebih baik daripada suntikan hormon tertentu (HCG) dalam membantu terjadinya kehamilan.
  • Jika digabungkan dengan terapi hormon, hasilnya bisa sama baiknya.
  • Dibandingkan tidak melakukan apa-apa, akupunktur memberi peluang lebih besar untuk hamil secara alami.
  • Efek sampingnya relatif ringan, seperti sedikit nyeri atau gejala awal keguguran yang masih bisa dipantau.

Jadi, Apakah Akupunktur Bisa Jadi Solusi?

Akupunktur memang bukan “obat ajaib”, tapi hasil penelitian menunjukkan adanya manfaat nyata, terutama untuk masalah kesuburan tertentu pada perempuan. Selain itu, efek sampingnya ringan dan biayanya lebih terjangkau dibandingkan program bayi tabung.

Namun, perlu diingat bahwa akupunktur sebaiknya tidak dilihat sebagai pengganti pengobatan medis, melainkan pilihan tambahan yang bisa dipertimbangkan. Setiap pasangan punya kondisi unik, jadi diskusi dengan tenaga medis tetap penting sebelum memutuskan terapi. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi 

  • Tian, Z., Zhang, C., Liao, X., Yang, S., Hong, Y., Shi, A., … & Gang, W. (2024). Trends in acupuncture for infertility: a scoping review with bibliometric and visual analysis. Frontiers in Endocrinology, 15, 1351281.
  • https://www.halodoc.com/kesehatan/akupunktur?srsltid=AfmBOoqbtyj7t-TbWQyAvNq85Ng7LYTBw9OHtwqPKrCRgwfVIFdTuBrY

 

Akupunktur, Infertilitas, dan Peran AI: Hadirnya AcuGPT

September 23, 2025

Akupunktur sudah lama dikenal sebagai bagian penting dari pengobatan tradisional Tiongkok (Traditional Chinese Medicine/TCM). Dengan efek samping minimal, manfaat luas, dan pengakuan internasional, akupunktur semakin banyak dipelajari dan dipraktekkan di berbagai negara. Misalnya, sekitar 14% masyarakat Jepang menggunakan akupuntur setiap tahunnya, dan di Amerika Serikat, terapi ini sudah masuk kategori complementary and alternative medicine (CAM), yang sering dikombinasikan dengan pengobatan modern.

Namun, mempelajari akupunktur tidak mudah. Sistem pengetahuan ini sangat luas, penuh istilah khusus, serta teknik klinis yang rumit. Butuh waktu lama untuk menguasainya, sementara jumlah praktisi profesional masih terbatas.

Di sinilah Artificial Intelligence (AI) masuk membawa peluang baru. Model bahasa besar (Large Language Models/LLMs) seperti GPT dan variannya punya kemampuan memahami bahasa dan melakukan penalaran. Jika diarahkan secara khusus, AI berpotensi mempermudah pembelajaran akupunktur, mempercepat pengambilan keputusan klinis, dan membantu mengatasi kekurangan tenaga ahli. Gimana menarik bukan? yuk pahami lebih lanjut!

Hadirnya AcuGPT untuk Akupuntur

Sebuah penelitian mengenalkan AcuGPT, model bahasa besar pertama yang dirancang khusus untuk domain akupunktur.

Apa itu AcuGPT? ia merupakan Model AI yang dilatih dengan data akupunktur berkualitas tinggi. Bisa berdialog dengan gaya profesional medis. Dan dibekali mekanisme knowledge routing untuk menavigasi basis pengetahuan lintas bidang.

Dari AcuGPT lahirlah AcuGPT-Agent, sistem cerdas modular yang mengintegrasikan pengetahuan eksternal (termasuk terapi infertilitas dengan akupunktur) serta algoritma penalaran. Dengan begitu, sistem ini mampu memberikan dukungan keputusan klinis yang lebih akurat.

Untuk menguji performanya, dibuat juga EvalAcu, dataset evaluasi khusus akupunktur. Hasilnya menunjukkan bahwa AcuGPT dan variannya punya keunggulan nyata dalam memahami dan menerapkan pengetahuan medis akupunktur dibanding model umum.

Akupunktur untuk Infertilitas

Infertilitas secara nyata memengaruhi lebih dari 110 juta perempuan di seluruh dunia (2021). ART (Assisted Reproductive Technology) seperti IVF menjadi terapi utama, tapi prosedurnya sering invasif, lama, dan tidak selalu berhasil.

Sejak 1999, penelitian menunjukkan bahwa akupunktur bisa membantu meningkatkan keberhasilan ART. Manfaat yang tercatat antara lain:

  • memperbaiki kualitas sel telur,
  • mendukung ovulasi,
  • meningkatkan reseptivitas endometrium,
  • menurunkan risiko sindrom hiperstimulasi ovarium,
  • meningkatkan angka kelahiran hidup.

Namun, penerapan klinisnya masih menghadapi kendala seperti kurangnya standar protokol, keterbatasan edukasi pasien, dan perbedaan kemampuan antar praktisi.

Dengan hadirnya AcuGPT-Agent, ada harapan bahwa AI bisa:

  • menyederhanakan transfer pengetahuan akupunktur,
  • memberi panduan klinis lebih konsisten,
  • memperluas integrasi akupunktur dengan pengobatan modern.

Akupunktur tetap menjadi terapi tradisional yang menjanjikan, terutama untuk mendukung program hamil. Dengan dukungan teknologi AI seperti AcuGPT, dunia medis bisa menjembatani kesenjangan antara pengetahuan klasik dan kebutuhan klinis modern.

Kolaborasi antara tradisi TCM dan inovasi AI membuka jalan baru untuk perawatan kesehatan reproduksi yang lebih efektif, terjangkau, dan bisa diakses lebih luas. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Wen, J., Liu, D., Xie, Y., Ren, Y., Wang, J., Xia, Y., & Zhu, P. (2025). AcuGPT-Agent: An LLM-Powered Intelligent System for Acupuncture-Based Infertility Treatment. Neurocomputing, 131116.

Mitokondria dan Infertilitas Pria: Mengapa Topik Ini Penting?

September 22, 2025

 

Infertilitas pria masih menjadi masalah global yang cukup serius. Diperkirakan satu dari enam pasangan di dunia mengalami kesulitan memiliki anak, dan sekitar 50% kasusnya melibatkan faktor pria. Sayangnya, banyak kasus infertilitas pria yang penyebab pastinya tidak jelas atau disebut idiopatik.

Salah satu aspek yang kini banyak diteliti adalah fungsi mitokondria. Mitokondria sering disebut sebagai “powerhouse” sel, karena bertugas menghasilkan energi. Dalam sel sperma, peran mitokondria jauh lebih krusial: ia menentukan gerakan (motilitas), kemampuan membuahi, bahkan kualitas DNA sperma.

Apa Hubungan Mitokondria dengan Sperma?

Struktur sperma terdiri dari kepala, leher, dan ekor. Pada bagian tengah (midpiece), terdapat deretan mitokondria yang rapi. Bagian inilah yang memasok energi agar ekor sperma bisa bergerak maju mencapai sel telur.

Jika mitokondria mengalami gangguan—baik karena mutasi genetik, stres oksidatif, penuaan, maupun gaya hidup—maka sperma bisa kehilangan kemampuan bergeraknya, mengalami kerusakan DNA, atau bahkan mati lebih cepat. Kondisi inilah yang akhirnya dapat menurunkan kesuburan pria.

Faktor yang Memengaruhi Fungsi Mitokondria

Beberapa hal yang diketahui dapat merusak mitokondria sperma antara lain:

  • Stres oksidatif (Oxidative Stress/OS): produksi radikal bebas berlebihan yang merusak membran, protein, dan DNA sperma.
  • Usia: semakin tua, fungsi mitokondria menurun sehingga sperma lebih rentan rusak.
  • Gaya hidup: merokok, alkohol, pola makan buruk, kurang olahraga, dan paparan polusi mempercepat kerusakan mitokondria.
  • Faktor lingkungan: paparan bahan kimia, logam berat, atau radiasi.
  • Kelainan genetik: mutasi, penghapusan gen, maupun variasi nukleotida tunggal (SNPs) pada DNA mitokondria.

Dampaknya pada Kesuburan

Kerusakan mitokondria tidak hanya mengurangi jumlah sperma yang sehat, tetapi juga memengaruhi:

  • Motilitas → sperma sulit bergerak maju.
  • Morfologi → bentuk sperma abnormal.
  • Viabilitas → sperma cepat mati.
  • Kapasitasi → sperma gagal mengalami proses pematangan terakhir untuk menembus sel telur.

Semua faktor ini berkontribusi pada berkurangnya peluang pembuahan, baik secara alami maupun melalui teknologi reproduksi berbantu (ART).

Mitokondria ternyata bukan hanya sumber energi, tetapi juga kunci keberhasilan sperma dalam membuahi sel telur. Gangguan pada organel kecil ini dapat menjelaskan banyak kasus infertilitas pria yang selama ini dianggap “tidak jelas penyebabnya”. Dengan pemahaman lebih dalam mengenai hubungan mitokondria dan kesuburan paksu, diharapkan muncul cara diagnosis yang lebih akurat serta terapi yang lebih efektif. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id 

Referensi

  • Mai, Z., Yang, D., Wang, D., Zhang, J., Zhou, Q., Han, B., & Sun, Z. (2024). A narrative review of mitochondrial dysfunction and male infertility. Translational Andrology and Urology, 13(9), 2134.

Terkena Infeksi Menular Seksual (IMS) Bisa Bikin Susah Hamil, Kok Bisa?

September 22, 2025

 

Setiap hari, lebih dari 1 juta kasus baru Infeksi Menular Seksual (IMS) tercatat di seluruh dunia pada usia 15–49 tahun (WHO). Banyak yang nggak sadar pernah terinfeksi, karena IMS seringkali datang tanpa gejala. Padahal, efek jangka panjangnya bisa serius—termasuk mengganggu kesuburan perempuan.

IMS dan Hubungannya dengan Infertilitas

Fakta ini dapat diketahui melalui hal berikut: 

  • Bahwa sekitar 1% perempuan mengalami infertilitas tuba setelah infeksi Chlamydia.
  • 6% pasangan infertil diketahui penyebabnya karena kerusakan tuba.
  • 30% infertilitas masih tergolong “unexplained” alias belum jelas penyebabnya, tapi IMS diduga ikut berperan.

Artinya, IMS bukan cuma sekadar penyakit menular, tapi bisa berdampak langsung pada peluang seorang perempuan untuk hamil.

Kenapa IMS Berbahaya untuk Kesuburan?

Beberapa infeksi menular seksual (IMS) terbukti punya dampak besar terhadap kesuburan. Chlamydia trachomatis bisa naik dari serviks ke rahim dan tuba falopi, menyebabkan radang panggul (PID) yang berujung pada kerusakan atau sumbatan tuba sehingga sel telur dan sperma sulit bertemu. Herpes Simplex Virus (HSV) meski umumnya menyerang area genital luar, juga dikaitkan dengan endometritis dan sumbatan tuba yang meningkatkan risiko kehamilan ektopik. 

Sementara itu, Human Papillomavirus (HPV) tak hanya menimbulkan masalah di leher rahim, tetapi juga dapat memengaruhi fungsi tuba dan menurunkan keberhasilan program bayi tabung (IVF) karena kualitas embrio atau peluang implantasi terganggu. Semua ini menunjukkan bahwa IMS tidak hanya soal infeksi jangka pendek, tetapi bisa meninggalkan dampak serius pada kesehatan reproduksi jangka panjang.

Dampaknya Nggak Cuma Fisik

IMS juga berdampak pada kesehatan mental. Banyak perempuan dengan hasil positif IMS merasa cemas tentang masa depan kesuburannya. Apalagi kalau kurang informasi soal prognosis maupun langkah yang harus ditempuh. IMS bukan sekadar “penyakit menular biasa”. Dampaknya bisa panjang dan serius bagi kesehatan reproduksi. Karena itu, pencegahan, deteksi dini, dan edukasi jadi kunci utama untuk melindungi kesuburan.

IMS bukan hanya soal infeksi, tapi juga menyentuh sisi emosional. Banyak perempuan yang merasa cemas dan khawatir tentang masa depan kesuburannya setelah mendapat hasil positif IMS, apalagi jika informasi tentang langkah selanjutnya masih terbatas. Karena itu, penting banget untuk ingat: lindungi kesuburanmu sejak dini.

IMS bukan sekadar penyakit menular biasa, dampaknya bisa panjang dan serius bagi kesehatan reproduksi. Pencegahan, deteksi dini, dan edukasi adalah kunci utama untuk menjaga kesehatan dan harapan masa sister dan paksu. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Kristensen, T. S., Foldager, A., Laursen, A. S. D., & Mikkelsen, E. M. (2025). Sexually transmitted infections (Chlamydia trachomatis, genital HSV, and HPV) and female fertility: A scoping review. Sexual & Reproductive Healthcare, 101067.

PCOS dan Vitamin D: Apa Peran Genetiknya?

September 21, 2025

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah salah satu masalah kesehatan reproduksi yang cukup sering dialami perempuan. Diperkirakan sekitar 8–13% perempuan usia reproduksi mengalami kondisi ini.

Gejalanya bisa berupa haid tidak teratur, jerawat, tumbuh rambut berlebih, sampai sulit hamil. Selain memengaruhi kesuburan, PCOS juga sering dikaitkan dengan masalah metabolisme, seperti resistensi insulin dan risiko diabetes.

Kenapa PCOS bisa terjadi?

Sampai saat ini, penyebab PCOS belum sepenuhnya jelas. Faktor hormon, gaya hidup, hingga keturunan semuanya bisa ikut berperan. Nah, salah satu yang menarik perhatian para ahli adalah hubungan antara vitamin D dengan PCOS.

Apa hubungannya vitamin D dengan PCOS? Vitamin D bukan hanya penting untuk kesehatan tulang, tapi juga punya peran dalam keseimbangan hormon reproduksi dan metabolisme tubuh. Tubuh kita “membaca” vitamin D melalui reseptor khusus yang disebut Vitamin D Receptor (VDR).

Masalahnya, setiap orang bisa punya variasi genetik berbeda pada reseptor ini. Variasi kecil pada gen inilah yang disebut polimorfisme genetik. Kalau terjadi pada VDR, tubuh mungkin merespons vitamin D dengan cara yang berbeda.

Beberapa penelitian menemukan bahwa ada varian tertentu pada gen VDR—misalnya FokI, TaqI, atau BsmI—yang lebih sering muncul pada perempuan dengan PCOS. Jadi, bukan sekadar pola makan atau gaya hidup saja, tapi faktor genetik juga punya peran.

Kenapa penting buat kita tahu?

  • Lebih personal → Setiap orang bisa punya “bekal genetik” berbeda. Ini bisa menjelaskan kenapa ada perempuan yang lebih rentan terkena PCOS.
  • Peran vitamin D → Banyak studi menemukan kadar vitamin D yang rendah pada perempuan dengan PCOS. Meski belum pasti apakah ini penyebab atau akibat, jelas ada keterkaitan.
  • Arah ke depan → Pemahaman soal genetik ini bisa membuka jalan untuk terapi yang lebih tepat sasaran di masa depan, mungkin termasuk strategi personalisasi berdasarkan profil genetik dan kadar vitamin D seseorang.

Jadi, apa artinya buat sister?

PCOS bukan cuma soal hormon atau gaya hidup, tapi juga ada campur tangan genetik—termasuk gen reseptor vitamin D. Mengetahui faktor ini bisa membantu kita lebih memahami tubuh sendiri dan membuka peluang perawatan PCOS yang lebih personal di masa depan.

Buat kamu yang punya gejala PCOS atau merasa berisiko, jangan ragu untuk cek kesehatan reproduksi sekaligus memeriksa kadar vitamin D. Selain itu, pola hidup sehat tetap jadi kunci mulai dari makan bergizi, rutin olahraga, sampai mengelola stres. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

Heidarzadehpilehrood, R., Hamid, H. A., & Pirhoushiaran, M. (2025). Vitamin D receptor (VDR) gene polymorphisms and risk for polycystic ovary syndrome and infertility: An updated systematic review and meta-analysis. Metabolism Open, 25, 100343.

Preeklamsia: Komplikasi Kehamilan yang Harus Diwaspadai

September 19, 2025

 

Pada proses kehamilan tanpa disangka perjalanan sister masih panjang salah satunya dalam membawa bayi selamat sampai ke dunia. Hal yang menghalangi salah satunya adalah preeklamsia. Ia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang masih menjadi tantangan besar dalam bidang obstetri. Kondisi ini biasanya muncul setelah usia kehamilan 20 minggu, ditandai dengan tekanan darah tinggi yang sering disertai bengkak, protein dalam urine, atau gangguan fungsi organ. Yuk pahami lebih lanjut!

Apa itu Preeklampsia

Secara klinis, preeklamsia terbagi menjadi dua jenis. Early-onset preeklampsia muncul sebelum usia kehamilan 34 minggu dan umumnya lebih berat serta berisiko tinggi bagi ibu maupun janin. Sementara itu, late-onset preeklampsia terjadi setelah 34 minggu. Jenis ini lebih sering dijumpai, tetapi kerap dianggap tidak seberat early-onset meskipun tetap dapat menimbulkan komplikasi serius.

Dengan memahami perbedaan karakteristik kedua jenis preeklampsia ini, diharapkan penanganan yang lebih tepat dan upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini demi melindungi kesehatan ibu dan bayi. Meski begitu, keduanya sama-sama bisa membahayakan ibu dan bayi.

Apa yang Terjadi di Plasenta?

Plasenta adalah organ penting yang jadi “jalur kehidupan” antara ibu dan janin. Pada ibu dengan preeklamsia, terutama yang muncul di akhir kehamilan, ternyata ada masalah di tingkat sel plasenta. Dampak dari preeklampsia ini diantaranya adalah:

  1. Radikal bebas meningkat, terjadi ketidakseimbangan antara radikal bebas dan pelindung alami tubuh (antioksidan). Dan kondisi ini disebut stres oksidatif, yang bisa merusak sel.
  1. Lemak di sel ikut rusak, radikal bebas menyerang lemak yang ada di dinding sel. dan akibatnya muncul zat bernama MDA yang menandakan adanya kerusakan lemak.
  2. Kematian sel karena zat besi (ferroptosis), Ada penumpukan zat besi di jaringan plasenta. Protein pelindung sel malah berkurang, sehingga sel lebih mudah mati.

Kenapa Penting untuk Diketahui?

Dapat diketahui bahwa late-onset preeklampsia tetap serius, meskipun sering dianggap lebih ringan. Kerusakan di plasenta bisa berpengaruh pada kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin.

Dengan pemahaman ini, di masa depan mungkin akan ada cara deteksi dini lewat biomarker atau bahkan terapi baru untuk menekan stres oksidatif dan mengatur kadar zat besi selama kehamilan. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Ortega, M. A., Garcia-Puente, L. M., Fraile-Martinez, O., Pekarek, T., García-Montero, C., Bujan, J., … & Saez, M. A. (2024). Oxidative stress, lipid peroxidation and ferroptosis are major pathophysiological signatures in the placental tissue of women with late-onset preeclampsia. Antioxidants, 13(5), 591.

 

Asupan Antioksidan dari Diet dan Hubungannya dengan Kualitas Sperma pada Infertil

September 18, 2025

Banyak pasangan sulit punya anak karena masalah sperma. Salah satu penyebab utamanya adalah radikal bebas yang bisa merusak sel sperma. Normalnya, tubuh punya antioksidan untuk melawan radikal bebas ini. Tapi kalau gaya hidup nggak sehat misalnya stres, merokok, kurang gerak, atau pola makan yang buruk—jumlah radikal bebas jadi berlebihan, dan sperma ikut terdampak. Yuk pelajari lebih lanjut!

Apa yang Dilihat dari Pola Makan

Dalam sebuah penelitian ratusan pria yang sedang berjuang punya anak diteliti pola makannya. Mereka ditanya soal makanan sehari-hari, lalu kualitas spermanya dicek berdasarkan standar kesehatan. Fokusnya adalah melihat apakah ada hubungan antara makanan yang mengandung antioksidan dengan kondisi sperma mereka. Ternyata, ada satu zat bernama β-Cryptoxanthin yang kelihatan berperan. 

Apa Itu β-Cryptoxanthin?

β-Cryptoxanthin adalah salah satu jenis karotenoid, pigmen alami yang memberi warna oranye, merah, atau kuning pada buah dan sayuran. Senyawa ini termasuk kelompok xanthophyll karena memiliki gugus oksigen berupa hidroksil (-OH) dalam strukturnya, dengan rumus kimia C₄₀H₅₆O. Karakter ini membuat β-Cryptoxanthin berbeda dari β-carotene yang tidak mengandung oksigen. Di dalam tubuh, β-Cryptoxanthin juga berperan sebagai provitamin A, artinya bisa diubah menjadi vitamin A yang penting untuk penglihatan, kekebalan tubuh, dan kesehatan reproduksi. 

Zat ini banyak ditemukan pada buah dan sayur berwarna cerah, seperti jeruk, pepaya, labu, dan paprika merah. Pria yang lebih banyak mengonsumsi makanan ini cenderung punya sperma dengan gerakan yang lebih lincah.

Kenapa Nggak Cukup Suplemen?

Mungkin ada yang mikir, “Kalau gitu, minum suplemen aja biar cepat.” Tapi kenyataannya nggak sesederhana itu. Suplemen antioksidan dosis tinggi sering hasilnya nggak konsisten, bahkan ada yang justru bikin kualitas sperma menurun. Asupan alami dari buah dan sayur jauh lebih aman dan memberi manfaat yang lebih seimbang.

Buat sister dan paksu yang sedang promil, perhatikan juga isi piring harian paksu. Tambahkan buah dan sayur berwarna cerah bukan cuma untuk kesehatan umum, tapi juga untuk kualitas sperma yang lebih baik. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Haeri, F., Nouri, M., Nezamoleslami, S., Moradi, A., & Ghiasvand, R. (2022). Role of dietary antioxidants and vitamins intake in semen quality parameters: A cross-sectional study. Clinical Nutrition ESPEN, 48, 434-440.
  • « Previous
  • 1
  • …
  • 21
  • 22
  • 23
  • 24
  • 25
  • …
  • 74
  • Next »
ayo-gabung-mdg

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.