• Skip to main content
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Artikel Informasi Untuk Pejuang Dua Garis

MDG Edisi Ramadhan: Bersama dalam Ikhtiar, Berserah dalam Doa

March 16, 2025

Surabaya, 16 Maret 2025 – Dalam semangat Ramadhan yang penuh berkah, Menuju Dua Garis (MDG) dengan bangga berkolaborasi bersama Asha IVF Indonesia untuk mengadakan sesi edukasi fertilitas secara online. Acara yang berlangsung pada Minggu pagi ini disambut dengan antusias oleh lebih dari 130 peserta yang bergabung dari rumah masing-masing. Sebagai bentuk dukungan nyata, Asha IVF juga memberikan pemeriksaan dasar fertilitas secara gratis bagi peserta.

Sesi ini menghadirkan dua dokter ahli, yaitu Dr. Ali Mahmud, Sp.OG., Subsp.FER dan Dr. Uning Marlina, MHSM., Sp.OG. Acara dibuka dengan penuh semangat oleh MC yang aktif berinteraksi dengan peserta, diikuti oleh sambutan dari Mizz Rosie, Founder MDG, yang memberikan pengantar sebelum sesi diskusi utama dimulai.

Untuk memaksimalkan pengalaman peserta, ruang Zoom dibagi menjadi dua sesi terpisah:
Bersama Dr. Ali Mahmud, peserta berdiskusi mengenai low AMH, endometriosis, permasalahan tuba, dan sperma. Bersama Dr. Uning Marlina, peserta membahas PCOS, infertilitas tanpa sebab yang jelas, keguguran berulang, dan program hamil alami.

Selama 40 menit sesi berlangsung, diskusi terasa begitu interaktif dan dinamis. Banyak pertanyaan dari peserta yang diajukan, bahkan beberapa di antaranya belum sempat dibahas karena keterbatasan waktu.

Yang membuat acara ini semakin spesial adalah sesi penutup yang menghadirkan Ustadzah Siti Fathiyah Khotib, Lc., MA. Beliau memberikan perspektif spiritual mengenai perjuangan menjadi orang tua dan bagaimana menjalani proses ini dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Pesan-pesan beliau begitu menyentuh, terbukti dari banyaknya komentar peserta yang merasa terharu dan mendapatkan penguatan iman, seperti, “Terima kasih sudah diingatkan, Ustadzah. Baru sadar, meski belum berhasil, tapi tiap tahunnya Allah selalu mudahkan kami untuk terus berproses.”

MDG sangat bersyukur bisa menghadirkan sesi penuh manfaat ini bagi para pejuang dua garis. Kami berharap acara ini bisa menjadi motivasi dan inspirasi dalam perjalanan ikhtiar mereka. Jangan sampai ketinggalan informasi dan program menarik lainnya, pastikan untuk mengikuti kami di Instagram @menujuduagaris.id!

Fakta Menarik Asprosin: Perannya dalam Obesitas, Diabetes, dan Kesuburan

March 16, 2025

 

Sister dan paksu, pernah dengar tentang asprosin? ternyata hormon ini masih tergolong baru dalam dunia medis, nah MDG ingin menunjukkan kalau ternyata dia punya peran besar dalam pengaturan energi, metabolisme, bahkan kesuburan. Lalu apa sih yang dimaksud dengan hormon asprosin?

Apa yang dimaksud dengan Hormon Asprosin?

Asprosin sendiri merupakan adipokine glukoneogenik dan pro-fagosit yang ternyata baru teridentifikasi pada tahun 2016 oleh Romero et al. Zat ini terutama dilepaskan ke dalam aliran darah oleh jaringan adiposa putih dan mempengaruhi hati. Tapi semakin kesini bahwa hormon ini dapat menyebabkan peradangan dan stres pada retikulum endoplasma. Selain itu, telah diamati bahwa kadar asprosin dalam aliran darah lebih tinggi pada gangguan metabolik tertentu seperti diabetes melitus tipe 2 (T2DM), obesitas, sindrom ovarium polikistik, diabetes melitus gestasional, dan penyakit kardiometabolik

Ternyata dia memiliki tugas utama yaitu untuk membantu tubuh mengatur kadar glukosa dan meningkatkan nafsu makan. Disisi lain yang lebih mengejutkan adalah bahwa ada hal lain yang lebih menarik, hormon asprosin juga berpengaruh pada obesitas, diabetes, dan bahkan infertilitas.

Pahami Bagaimana Cara Kerja Asprosin?

  • Mengatur kadar gula darah, proses ini asprosin merangsang hati untuk melepaskan glukosa ke dalam darah, memberikan energi saat kita sedang berpuasa.
  • Meningkatkan nafsu makan, saat masuk ke otak, asprosin mengaktifkan neuron AgRP di hipotalamus, yang bikin kita merasa lapar.
  • Berkaitan dengan obesitas, nah sedangkan pada penderita obesitas, kadar asprosin dalam tubuh meningkat secara abnormal, yang bisa memperburuk masalah metabolisme.

Olahraga dan Asprosin

Buat sister dan paksu yang suka olahraga, ada hal menarik nih.

  • Latihan anaerobik (seperti angkat beban, sprint) → Bisa meningkatkan kadar asprosin dalam tubuh, hal ini dibutuhkan pada tubuh yang kekurangan hormon ini
  • Latihan aerobik (seperti jogging, bersepeda) → Justru membantu menurunkan kadar asprosin, yang bisa bermanfaat untuk penderita obesitas.

Dengan berbagai perannya dalam pengaturan gula darah, nafsu makan, obesitas, dan kesuburan, asprosin berpotensi menjadi target terapi baru di dunia medis. Apalagi, ada penelitian yang menunjukkan kalau pemberian antibodi anti-asprosin bisa membantu mengurangi nafsu makan dan mengatasi obesitas.

Tapi, sebelum benar-benar jadi solusi medis, jangan gegabah ya sister dan paksu karena kondisi tubuh sister dan paksu ini berbeda-beda, jadi tetap harus di cari tahu kecocokan metode apa yang dapat dilakukan, apakah dengan berpuasa atau dengan olahraga. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu bisa follow Instagram @menujuduagaris.id. 

Referensi

  • Mazur-Bialy, A. I. (2021). Asprosin—a fasting-induced, glucogenic, and orexigenic adipokine as a new promising player. Will it be a new factor in the treatment of obesity, diabetes, or infertility? A review of the literature. Nutrients, 13(2), 620.
  • Lv, D., Wang, Z., Meng, C., Li, Y., & Ji, S. (2024). A study of the relationship between serum asprosin levels and MAFLD in a population undergoing physical examination. Scientific Reports, 14(1), 11170.

Pahami Penerapan Strategi Coping dalam Menghadapi Infertilitas

March 15, 2025

Infertilitas bukan hanya persoalan medis, tetapi juga tantangan emosional yang harus dihadapi bersama. Bagi sister dan paksu yang sedang berjuang dalam proses ini, menjaga keseimbangan emosional dan saling mendukung adalah kunci utama agar tetap kuat. Lalu, bagaimana cara terbaik untuk menghadapinya? MDG setidaknya akan bahas beberapa langakah yang dapat dilakukan, salah satunya adalah strategi coping.

Apa itu coping strategies, ia hadir sebagai salah satu cara untuk mengatasi ketidaksuburan meliputi mempelajari tentang ketidaksuburan, berkomunikasi dengan pasangan, dan mempraktikkan perawatan diri. Untuk itu MDG sudah memberikan banyak informasi agar sister dan paksu dapat mendapatkan akses informasi. Pada pertemuan kali ini bahas teknik coping yang lain yuk! 

  • Saling Terbuka dan Komunikatif

Pertama saat menghadapi diagnosis infertilitas, keterbukaan menjadi hal penting. Sister dan paksu perlu berbicara secara jujur tentang perasaan, ketakutan, dan harapan masing-masing. Jangan menyimpan semuanya sendiri, karena komunikasi yang baik akan mempererat hubungan dan mengurangi stres.

  • Menjaga Efikasi Diri dan Pikiran Positif

Kepercayaan diri dalam menghadapi situasi sulit sangat mempengaruhi kualitas hidup. Semakin yakin pasangan dalam menghadapi tantangan ini, semakin mudah mereka menjalani prosesnya. Fokuslah pada hal-hal yang bisa dikendalikan, seperti gaya hidup sehat, pola pikir positif, dan dukungan satu sama lain.

  • Menghindari Sikap Menghindar, Fokus pada Solusi

Saat menghadapi masalah, ada kecenderungan untuk menghindari atau mengabaikannya. Namun, strategi ini justru bisa memperburuk keadaan. Sebaliknya, hadapi tantangan ini dengan mencari solusi yang realistis, baik dari sisi medis maupun emosional. Konsultasi dengan dokter, mengikuti terapi, atau bergabung dengan komunitas bisa menjadi pilihan.

  • Mencari Dukungan dan Tetap Bersama dalam Perjalanan Ini

Infertilitas bukan hanya tentang upaya memiliki anak, tetapi juga bagaimana pasangan menghadapi tantangan bersama. Mencari dukungan dari keluarga, teman, atau profesional bisa membantu mengurangi beban. Yang terpenting, sister dan paksu tetap satu tim, saling menguatkan, dan tidak menyalahkan satu sama lain.

Terakhir sister dan paksu juga dapat melakukan hal-hal yang menyenangkan bersama, seperti traveling, mencoba hobi baru, atau sekadar menghabiskan waktu berkualitas. hubungan sister dan paksu lebih besar daripada sekadar perjalanan memiliki anak. Yang jelas bahwa menghadapi infertilitas bukanlah perjalanan yang mudah, tetapi dengan dukungan, komunikasi, dan pola pikir yang tepat, pasangan bisa tetap kuat dan harmonis. Apapun hasil akhirnya, perjalanan ini adalah bagian dari kisah hidup yang harus dihadapi bersama. Stay strong, sister dan paksu! untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Andrei, F., Salvatori, P., Cipriani, L., Damiano, G., Dirodi, M., Trombini, E., … & Porcu, E. (2021). Self-efficacy, coping strategies and quality of life in women and men requiring assisted reproductive technology treatments for anatomical or non-anatomical infertility. European Journal of Obstetrics & Gynecology and Reproductive Biology, 264, 241-246.
  • https://resolve.org/get-help/helpful-resources-and-advice/managing-infertility-stress/coping-techniques/

Penyebab dan Cara Mengatasi Pretesticular Infertilitas pada Laki-laki

March 14, 2025

Sister, tahukah kalian bahwa masalah infertilitas tidak hanya terjadi pada wanita, tapi juga bisa dialami oleh paksu? Nah, salah satu penyebab infertilitas laki-laki adalah faktor pretestikuler. Yuk, kita bahas lebih lanjut supaya lebih paham!

Ketika pasangan mengalami kesulitan untuk memiliki anak, langkah pertama yang biasanya dilakukan adalah pemeriksaan medis. Ini termasuk riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, tes hormon, dan analisis air mani. 

Sayangnya, saat ini belum ada pemeriksaan klinis standar yang menyeluruh untuk laki-laki. Banyak pasangan yang lebih memilih menggunakan teknologi reproduksi berbantuan seperti Injeksi Sperma Intrasitoplasma (ICSI) untuk mendapatkan hasil cepat. Akibatnya, seringkali penyebab utama infertilitas laki-laki justru terabaikan. Padahal, memahami penyebabnya bisa membantu paksu mendapatkan solusi yang lebih tepat dan alami! Untuk itu pahami lebih dalam yuk!

Mengenal Pretesticular Infertilitas

Infertilitas yang dialami oleh paksu bisa dibagi menjadi tiga kategori utama, yaitu pre-testicular, testicular, dan post testicular. Nah, kita fokus dulu ke pre-testicular, ya!

Pre-testicular hadir sebagai salah satu infertilitas yang terjadi karena gangguan hormon yang mempengaruhi produksi sperma. Gangguan ini bisa berasal dari sistem hormon yang mengatur kerja testis, yaitu sumbu hipotalamus-hipofisis-gonad (HPG). Sederhananya, ini adalah sistem dalam tubuh yang mengontrol produksi hormon reproduksi laki-laki. Lalu kira-kira seperti apa hormon ini mengatur kesuburan laki-laki?

Bagaimana Hormon Mengatur Kesuburan Laki-laki?

Tubuh paksu punya mekanisme canggih yang mengatur produksi sperma melalui interaksi beberapa hormon:

  1. GnRH (Gonadotropin-releasing hormone): Dihasilkan oleh hipotalamus untuk merangsang produksi hormon lain.
  2. LH (Luteinizing hormone): Memicu sel Leydig di testis untuk memproduksi testosteron.
  3. FSH (Follicle-stimulating hormone): Berperan dalam produksi sperma dengan merangsang sel Sertoli.

Jika ada gangguan dalam sistem ini, misalnya karena ketidakseimbangan hormon, produksi sperma bisa terganggu, dan ini menyebabkan infertilitas pretesticular.

Faktor yang Mempengaruhi Pretesticular Infertilitas

Beberapa hal yang bisa menyebabkan gangguan hormon ini antara lain:

  • Ketidakseimbangan hormon testosteron
  • Gangguan pada hipotalamus atau kelenjar pituitari
  • Pola makan yang tidak sehat
  • Stres berlebihan
  • Penggunaan obat-obatan tertentu
  • Obesitas atau kondisi medis lain seperti diabetes

Cara Mengatasi Pretesticular Infertilitas

Kabar baiknya, sister, kondisi ini bisa dikelola dengan baik! Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan: 

Konsultasi ke dokter, karena penting untuk mengetahui penyebab spesifik dari gangguan hormon ini. Menjaga pola hidup sehat, Pola makan bergizi, olahraga rutin, dan tidur cukup bisa membantu keseimbangan hormon. Mengelola stres, karena stres bisa mengganggu hormon reproduksi, jadi pastikan paksu punya waktu untuk relaksasi. Menghindari obat-obatan tertentu, karena beberapa obat bisa mempengaruhi hormon, jadi sebaiknya konsultasikan dulu sebelum mengkonsumsinya.

Dengan memahami penyebab dan cara mengatasi pretesticular infertilitas ini, semoga sister dan paksu bisa lebih siap dalam merencanakan kehamilan. Jangan ragu untuk konsultasi dengan dokter, ya! informasi manarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi 

  • Dimitriadis, F., Adonakis, G., Kaponis, A., Mamoulakis, C., Takenaka, A., & Sofikitis, N. (2017). Pre-testicular, testicular, and post-testicular causes of male infertility. Endocrinol Testis Male Reprod, 1, 981.
  • Agarwal, A., Baskaran, S., Parekh, N., Cho, C. L., Henkel, R., Vij, S., … & Shah, R. (2021). Male infertility. The Lancet, 397(10271), 319-333.

Scrotal Wall Layers dan Skrotum dalam Infertilitas: Apa Pengaruhnya?

March 13, 2025

 

 

Sister dan paksu, tahukah kamu kalau infertilitas laki-laki menyumbang hampir setengah dari kasus infertilitas yang dilaporkan? Salah satu faktor yang mungkin berperan adalah lapisan dinding skrotum, yaitu lapisan pelindung testis. Lapisan ini punya peran penting dalam mengatur kesehatan testis, tapi sayangnya, belum banyak yang melihat faktor ini sebagai infertilitas laki-laki

Kenapa Dinding Skrotum Bisa Berpengaruh ke Infertilitas?

Beberapa masalah pada lapisan skrotum ternyata bisa memicu infertilitas dengan berbagai mekanisme, seperti:

  • Menekan testis secara mekanis, yang bisa mengganggu strukturnya.
  • Memicu peradangan testis, yang bisa berdampak pada produksi sperma.
  • Meningkatkan suhu testis (hipertermia), yang berisiko menghambat spermatogenesis atau produksi sperma.

Gangguan pada Skrotum

Setelah mengetahui pengaruh dinding skrotum bagi sistem reproduksi laki-laki, maka menjaga kesehatan skrotum merupakan hal yang tak boleh terlewatkan. Karena masalah pada skrotum dapat meningkatkan risiko infertilitas pada laki-laki. Sister dan paksu harus tahu ada beberapa infertilitas karena gangguan skrotum diantaranya adalah:

Pertama ada varikokel salah satu kondisi ketika sekumpulan pembuluh darah vena di skrotum mengalami pembengkakan. Adapun beberapa gejalanya adalah rasa nyeri ringan, dan testis terasa berat sebelah. Namun pada sejumlah kasus, varikokel mungkin tidak menimbulkan gejala. Tentu saja kondisi ini perlu segera ditangani karena dapat menurunkan kualitas sperma, memperkecil testis, dan menyebabkan infertilitas pada laki-laki.

Kedua ada hidrokel yang merupakan penumpukan cairan di dalam rongga salah satu testis. Kondisi ini biasanya terjadi pada bayi baru lahir, namun bisa juga dialami oleh orang dewasa akibat peradangan atau cedera. Jika tidak segera ditangani, hidrokel dapat menyebabkan skrotum membengkak disertai nyeri hebat

Selanjutnya yaitu torsio testis merupakan kondisi ketika tali sperma atau korda spermatika terpuntir di dalam skrotum sehingga dapat menghambat suplai darah, distribusi sperma, serta fungsi saraf. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri hebat, pembengkakan di testis, posisi testis tidak pada tempatnya, sering buang air kecil, dan nyeri perut di bagian bawah. Potensinya adalah bisa iskemia testis akibat terputusnya suplai darah ke testis.

Juga orkitis adalah peradangan atau infeksi pada salah satu atau kedua testis yang paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti infeksi menular seksual (IMS). Kondisi ini dapat memicu rasa nyeri, bengkak, dan nyeri tekan pada testis. Sedangkan epididimitis adalah kondisi ketika epididimis mengalami peradangan. Sama halnya dengan orkitis, kondisi ini juga lebih banyak disebabkan oleh IMS. Sejumlah gejala epididimitis, antara lain adalah nyeri tekan pada testis atau skrotum, rasa hangat dan kemerahan pada skrotum, serta keluar cairan abnormal dari penis.

Tidak lain hernia inguinalis terjadi ketika ada usus kecil yang menembus dinding perut dan menonjol ke bawah ke daerah inguinalis atau selangkangan. Gejala yang ditimbulkan dari kondisi ini, antara lain rasa nyeri terbakar, dan tidak nyaman di area kemaluan serta pembesaran skrotum.

Terakhir adalah kanker testis terjadi saat terdapat sel-sel yang tumbuh secara abnormal dan tidak terkendali di dalam jaringan testis. Pada sebagian besar kasus kanker testis, pertumbuhan sel abnormal tersebut dimulai dari sel yang memproduksi sperma. Kondisi ini biasanya ditandai dengan benjolan pada skrotum, rasa nyeri, serta penumpukan cairan pada skrotum.

Jadi, jika ada gangguan pada lapisan ini, bukan hanya testis yang terkena dampaknya, tetapi juga kualitas sperma yang dihasilkan paksu. Masih banyak yang harus dieksplorasi agar kita bisa memahami lebih jauh tentang hubungan antara lapisan skrotum dan infertilitas. Jadi, buat sister yang sedang berjuang dengan program hamil bersama paksu, jangan ragu untuk mencari informasi lebih lanjut dan berkonsultasi dengan tenaga medis. Informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi 

  • Raad, G., Massaad, V., Serdarogullari, M., Bakos, H. W., Issa, R., Khachan, M. J., … & Fakih, F. (2023). Functional histology of human scrotal wall layers and their overlooked relation with infertility: a narrative review. International Journal of Impotence Research, 35(5), 428-438.
  • https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/fungsi-skrotum

Yuk Pahami Pentingnya Manajemen Infertilitas dari sisi Faktor Laki-Laki

March 12, 2025

 

 

Siapa di antara sister dan paksu yang masih menganggap infertilitas itu sepele, bahkan hanya sibuk cek dari sisi sister saja, padahal sekitar 15-20% pasangan mengalami kesulitan untuk memiliki keturunan, dan faktor laki-laki hadir dalam setengah dari kasus ini. 

Belum lagi sampai sekarang pendekatan diagnostik dan terapeutik untuk infertilitas laki-laki masih belum seragam.  MDG menemukan bagaimana Society of Andrology and Sexual Medicine (SIAMS), bersama dengan Society of Embryology, Reproduction, and Research (SIERR), melakukan penyusunan infertilitas berbasis bukti untuk diagnosis, pengobatan, dan pengelolaan infertilitas faktor laki-laki agar perawatan pasien dan pasangan lebih optimal. Yuk, kita bahas satu per satu!

Langkah Awal Evaluasi Infertilitas Laki-laki

Kalau paksu mengalami masalah dengan kesuburan, langkah awal yang direkomendasikan adalah, mengecek riwayat medis untuk mengetahui apakah ada faktor risiko tertentu, juga melakukan pemeriksaan fisik buat mengecek kondisi testis dan organ reproduksi lainnya, serta tentu saja analisis air mani sebagai pemeriksaan dasar untuk menilai kualitas sperma.

Tapi, sister, jangan berhenti di sini! Kalau ada indikasi tertentu atau hasilnya menunjukkan kelainan, perlu pemeriksaan lebih lanjut.

Pemeriksaan Tambahan yang Disarankan

Setelah tes basic yang tertera di atas sudah dilakukan maka sister dan paksu perlu melakukan evaluasi  agar ditemukan faktor risiko atau kelainan hal ini berkaitan jika nanti sister dan paksu akan melakukan program agar berhasil! beberapa pemeriksaan tambahan yang bisa dilakukan diantaranya adalah: 

  • Pemeriksaan mikrobiologi air mani buat mendeteksi adanya infeksi.
  • Penilaian endokrin untuk mengetahui apakah ada gangguan hormon yang mempengaruhi produksi sperma.
  • Pencitraan testis guna mengevaluasi struktur organ reproduksi.
  • Tes genetik untuk melihat kemungkinan adanya kelainan genetik yang berhubungan dengan infertilitas.
  • Sitologi atau histologi testis untuk pemeriksaan jaringan testis.
  • Tes tambahan pada sperma jika diperlukan sesuai dengan hasil investigasi sebelumnya.

Wah banyak juga ya? ternyata untuk infertilitas laki-laki bahkan nggak cukup hanya dengan cek air mani aja, sister! Harus dilakukan pemeriksaan lebih dalam untuk memastikan penyebabnya. 

Yang perlu di garis bawahi adalah bahwa Infertilitas laki-laki bukan cuma soal sperma, tapi juga bisa mencerminkan kondisi kesehatan paksu secara keseluruhan. Oleh karena itu, pendekatan diagnosis dan pengobatan harus menyeluruh, mulai dari pemeriksaan dasar hingga terapi yang tepat. Dengan memahami ini, kita bisa lebih aware dan mencari solusi terbaik buat paksu dan sister yang sedang berjuang memiliki keturunan.

Jadi, kalau ada masalah dengan kesuburan, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan lengkap ya, sister! Semakin cepat diketahui penyebabnya, semakin besar peluang untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Semoga jalan sister dan paksu dipermudah ya, jika membutuhkan informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Ferlin, A., Calogero, A. E., Krausz, C., Lombardo, F., Paoli, D., Rago, R., … & Corona, G. (2022). Management of male factor infertility: position statement from the Italian Society of Andrology and Sexual Medicine (SIAMS) endorsing organization: Italian Society of Embryology, reproduction, and research (SIERR). Journal of endocrinological investigation, 45(5), 1085-1113.

Ketidakjelasan Diagnosis Infertilitas: Jangan Lupakan Faktor Laki-laki, Sister!

March 11, 2025

 

Sister, kita tahu bahwa infertilitas ini beragam faktor, jika sister sudah melakukan banyak medical check-up tapi juga tidak kunjung tahu apa penyebab dari infertilitas yang kalian hadapi, jangan-jangan kalian melupakan ada penyebab infertilitas yang tidak hanya dari sister tetapi juga dari paksu, dimana ini adalah faktor laki-laki. 

Bumin memberikan saran jika medical check-up tidak hanya dilakukan oleh salah satu saja tapi langsung pada keduanya, mengapa demikian? Karena infertilitas itu bukan tentang satu saja dan satu faktor saja, karena banyaknya kemungkinan yang bisa jadi terjadi. MDG akan menunjukkan bagaimana dengan tes kesuburan pada laki-laki.

Evaluasi Pasangan Perempuan vs. Laki-laki

Pasangan perempuan dievaluasi secara menyeluruh, mulai dari ovulasi, cadangan ovarium, faktor tuba, faktor uterus, hingga mikrobiota vagina. Tentu saja itu adalah proses yang panjang, karena anatomi dari reproduksi sister lebih kompleks. 

Sebaliknya, pasangan pria hanya membutuhkan pengujian analisis air mani. Nah, disinilah letak permasalahannya, Paksu! Seakan-akan jika hasil analisis air mani normal, maka pria langsung dianggap tidak bermasalah. Padahal, ini belum tentu benar.

Analisis Air Mani Bukan Segalanya 

Banyak yang mengira bahwa analisis air mani cukup untuk menilai kesuburan pria, tapi ini adalah kesalahpahaman besar. Menurut WHO (2021), analisis air mani bukan indikator mutlak kesuburan pria. Nilai referensi dalam manual WHO bukan batas pasti antara pria subur dan infertil. Artinya, hasil yang terlihat normal belum tentu berarti pria tersebut benar-benar subur, dan sebaliknya.

Pemeriksaan yang Lebih Komprehensif Dibutuhkan

Untuk menilai kesuburan pria secara menyeluruh, diperlukan lebih dari sekadar analisis air mani. Pemeriksaan harus mencakup:

  • Riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik
  • Penilaian hormonal
  • Ultrasonografi testis dan saluran mani
  • Pencitraan transrektal
  • Pengujian mikrobiologi
  • Analisis sperma tingkat lanjut
  • Analisis genetik

Wah bagaimana Sister, dari penjelasan tersebut kita jadi tau bahwa pendekatan terhadap infertilitas tidak bisa berat sebelah. Infertilitas yang tidak dapat dijelaskan seharusnya ditinjau dari kedua sisi, baik laki-laki maupun perempuan, dengan pendekatan yang sama detailnya. Jadi, kalau ada yang bilang analisis air mani cukup untuk menilai kesuburan pria, langsung kasih tahu ya, Sister! Kesuburan itu bukan soal angka semata, tapi harus dipahami sebagai suatu spektrum yang lebih luas. Untuk informasi menarik lainnya sister dapat follow Instagram @menujuduagaris.id. 

Referensi

  • Grande, G., Graziani, A., & Ferlin, A. (2024). Guideline for unexplained couple infertility: misunderstandings on the approach to the male factor. Human Reproduction, 39(4), 859-860.

 

Jadi paham dengan Infertilitas Melalui Bentuk Rahim

March 10, 2025

 

Sister dan paksu yang sedang mengusahakan kehamilan, pasti sudah tahu bahwa salah satu bagian yang paling penting adalah rahim, nah alangkah baiknya jika lebih paham tentang bentuk rahim, MDG akan membahas lebih lanjut. Baca sampai habis ya! 

Rahim dan Kesuburan: Apa Hubungannya?

Rahim Tentu saja hadir sebagai salah satu organ penting dalam sistem reproduksi perempuan. Agar bisa hamil dengan lancar, rahim sebaiknya memiliki struktur yang normal tanpa kelainan bawaan. Namun, beberapa perempuan mengalami anomali uterus kongenital, yaitu kelainan bentuk rahim yang terjadi sejak lahir. Salah satu jenis yang paling umum adalah uterus bersepta, di mana terdapat sekat di dalam rahim yang bisa mempengaruhi kesuburan.

Infertilitas atau kesulitan hamil dialami sekitar 10%–15% wanita usia subur. Ada banyak penyebabnya, seperti gangguan ovulasi, masalah di saluran tuba, faktor dari pasangan pria, hingga kelainan bentuk rahim. Meski hubungan antara uterus bersepta dan infertilitas masih diperdebatkan, banyak dokter yang merekomendasikan operasi untuk menghilangkan sekat ini agar meningkatkan peluang kehamilan.

Bentuk Rahim yang Berbeda, Peluang Hamil yang Berbeda?

Dalam menjawab pertanyaan tersebut ada sebuah penelitian yang membandingkan bentuk dan ukuran rahim pada tiga kelompok perempuan, Ada perbedaan signifikan dalam ukuran rahim antara kelompok yang subur dan tidak subur. Beberapa faktor yang berpengaruh antara lain adalah panjang rahim secara keseluruhan, panjang rongga rahim, rasio panjang dan lebar rahim dan diameter rahim dari depan ke belakang. Melihat faktor tersebut memperlihatkan bagaimana bentuk dan ukuran rahim memang bisa mempengaruhi peluang kehamilan! Nah salah satu anatomi rahim yang bermasalah adalah Uterus Bersepta. Uterus bersepta menjadi salah satu kelainan bawaan pada rahim yang menyebabkan rahim terbagi menjadi dua rongga. Kelainan ini terjadi karena adanya dinding jaringan yang membentang di tengah rahim

Haruskah Uterus Bersepta Dioperasi?

Banyak dokter menyarankan operasi reseksi septum untuk perempuan dengan uterus bersepta yang mengalami kesulitan hamil. Namun, alangkah baiknya jika sebelum memutuskan operasi, penting untuk mengevaluasi ukuran dan bentuk rahim terlebih dahulu. Tidak semua wanita dengan uterus bersepta mengalami masalah kesuburan, jadi keputusan untuk menjalani prosedur medis ini harus benar-benar dipertimbangkan.

Kelainan bentuk rahim, seperti uterus bersepta, memang bisa mempengaruhi kesuburan, tetapi tidak selalu menjadi penyebab utama infertilitas. Jika sister atau seseorang yang sister dan paksu kenal mengalami masalah kesuburan, sebaiknya untuk konsultasikan dengan dokter untuk mengevaluasi bentuk rahim secara menyeluruh sebelum mengambil tindakan medis.

Dengan memahami faktor-faktor yang berpengaruh pada kesuburan, nantinya bisa membuat keputusan yang lebih tepat untuk meningkatkan peluang kehamilan. Informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi 

  • Sevindik, B., Unver Dogan, N., Secilmis, O., Uysal, E., Fazliogullari, Z., & Karabulut, A. K. (2023). Differences in the anatomical structure of the uterus between fertile and infertile individuals. Clinical Anatomy, 36(5), 764-769.
  • https://www.healthline.com/health/septate-uterus
  • « Previous
  • 1
  • …
  • 44
  • 45
  • 46
  • 47
  • 48
  • …
  • 72
  • Next »
ayo-gabung-mdg

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.