Artikel Informasi Untuk Pejuang Dua Garis

Pada kesempatan kali ini MDG akan berfokus membahas tentang infertilitas pada perempuan, meskipun menurut data bahwa fertilitas atau kesuburan tidak hanya dialami oleh perempuan tapi juga turut dialami oleh pria, atau bahkan permasalahan yang disebabkan keduanya. Saat ini yang ingin MDG jelaskan lebih lanjut berfokus pada fertilitas perempuan yang dikaitkan pada makanan dan gaya hidup. Hal tersebut ternyata menjadi aspek yang sangat mempengaruhi loh, gimana menarik bukan? untuk itu baca sampai habis ya sister!
Infertilitas pada Perempuan
Infertilitas wanita didefinisikan sebagai infertilitas yang terutama disebabkan oleh faktor seperti gangguan ovulasi,ke berkurangnya cadangan ovarium, gangguan sistem reproduksi, atau penyakit kronis kelainan anatomi, endokrin, genetik, fungsional, atau imunologi pada sistem reproduksi, penyakit menahun dan kondisi seksual yang tidak memungkinkan untuk berhubungan seksual.
Infertilitas perempuan secara primer didiagnosis pada yang belum pernah melahirkan anak. Sedangkan pada infertilitas sekunder pada perempuan dapat mempengaruhi perempuan yang telah melahirkan anak hidup atau yang mengalami keguguran tetapi pada saat yang sama tidak dapat hamil secara klinis. Endometriosis, fungsi ovarium yang tidak teratur, infeksi tuba, dan faktor serviks dan uterus merupakan patologi reproduksi yang paling umum; namun, etiologi beberapa kasus infertilitas wanita masih belum diketahui.
Selain faktor fisiologis yang berkaitan dengan usia, kesuburan wanita juga dipengaruhi oleh kondisi yang berkaitan dengan patofisiologi organ reproduksi dan beberapa faktor lain, seperti lingkungan dan gaya hidup.
Lingkungan dan Gaya Hidup dan Pengaruhnya pada Infertilitas
Apa saja yang termasuk faktor lingkungan? diantaranya adalah pola makan dan aktivitas fisik, stres psikologis, faktor sosial ekonomi, BMI, merokok, alkohol, kafein, dan zat psikoaktif dalam konteks kesuburan.
Sedangkan pada gaya hidup termasuk asupan kalori dan komposisi pola makan dalam bentuk vitamin, protein, lipid, karbohidrat, serta kandungan mineral, asupan tersebut terbukti memiliki peran penting dalam konteks infertilitas yang disebabkan oleh endometriosis dan gangguan ovulasi.
Terkait gaya hidup jika terutama pada aktivitas fisik memiliki temuan yang menari, bahwa frekuensi dan intensitas aktivitas fisik dapat mempengaruhi kesuburan secara berbeda. Pada olahraga intensif dapat mempengaruhi aksis hipotalamus-hipofisis, dapat menyebabkan amenore hipotalamus dan selanjutnya menyebabkan infertilitas. disisi lain Pada aktivitas fisik sedang direkomendasikan untuk meningkatkan fungsi ovarium dan kesuburan, terutama di kalangan wanita dengan obesitas atau tidak mampu menangani situasi yang membuat stres.
Setelah mengetahui banyak secara detail dan spesifik penyebab infertilitas pada perempuan, juga bagaimana pola hidup mempengaruhi secara signifikan kini waktunya sister untuk mulai mengolah dan berkonsultasi jika perlu. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id
Referensi
- Skoracka, K., Ratajczak, A. E., Rychter, A. M., Dobrowolska, A., & Krela-Kaźmierczak, I. (2021). Female fertility and the nutritional approach: the most essential aspects. Advances in nutrition, 12(6), 2372-2386.
- https://fertility.womenandinfants.org/blog/fertility-diet
- https://www.health.harvard.edu/blog/fertility-and-diet-is-there-a-connection-2018053113949

Fertilitas, atau kesuburan, adalah kemampuan alami untuk mengandung dan melahirkan anak. Hal yang berhubungan dengan biologis ini akhirnya menjadi penting salah satunya melalui kesadaran akan fertilitas sangat penting bagi individu dan pasangan yang merencanakan untuk memiliki anak, karena berbagai faktor dapat mempengaruhi kemampuan ini. Dalam artikel ini, MDG akan membahas mengapa pengetahuan tentang fertilitas sangat penting, juga mengungkap faktor yang paling berpengaruh pada fertilitas. Baca sampai habis ya!
Pentingnya Memahami Infertilitas
Mengapa pembahasan ini jarang dibicarakan di ruang publik? bagaimana sebuah pemahaman tentang reproduksi, kesuburan, kemampuan untuk hamil, dan faktor risiko individu terkait (misalnya usia lanjut, faktor kesehatan seksual seperti infeksi menular seksual, dan faktor gaya hidup seperti merokok, obesitas) dan faktor risiko non-individu (misalnya faktor lingkungan dan tempat kerja); termasuk kesadaran tentang faktor sosial dan budaya yang mempengaruhi pilihan untuk memenuhi perencanaan keluarga reproduktif, serta kebutuhan membangun keluarga.
Ternyata ruang fertilitas sangatlah kompleks dan menyangkut banyak hal dan ruang, tidak hanya biologis tapi juga budaya dan kontruksi yang beredar di masyarakat. Padahal Mengetahui dan sadar terkait fertilitas adalah hal yang sangat penting bagi individu dan pasangan. Dengan edukasi yang tepat tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kesuburan, serta pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, seseorang dapat meningkatkan peluang untuk memiliki anak dan mengurangi risiko infertilitas. Kesadaran ini juga akan membantu mengurangi stigma sosial terhadap infertilitas dan mendukung pasangan dalam perjalanan mereka menuju parenthood.
Sedangkan fakta di lapangan ditemukan bahwa banyak diantara kita yang juga mengalami infertilitas, baik yang dapat dijelaskan ataupun tidak. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Brandt dengan judul “Advanced paternal age, infertility, and reproductive risks: A review of the literature” menemukan usia lanjut wanita dan usia lanjut pria dikaitkan dengan fertilitas yang lebih rendah dan risiko yang lebih tinggi terhadap hasil kelahiran yang buruk. Hal ini dapat dikaitkan dengan studi tinjauan global baru-baru ini dari WHO yang menunjukkan prevalensi infertilitas seumur hidup rata-rata sebesar 17,5%, dengan perbedaan regional.
Siapa saja yang Harus paham Tentang Fertilitas
Tentu jawabannya adalah bagi semua orang baik pejuang dua garis, ataupun tidak karena jika semua orang paham dengan proses biologis seseorang, ini akan menjadikan diri mereka lebih melatih kepekaan dan rasa hormat. Tentu juga akan mengurangi stigma sosial yang beragam. Meski demikian menurut penelitian Sylvest, R dengan judul “How to talk to young adults about fertility” ditemukan bahwa untuk menyampaikan tentang fertilitas tidak bisa di disamaratakan dan perlu pendekatan yang ekstra dan personal sesuai dengan budaya dan norma yang berlaku di masyarakat. Informasi harus disesuaikan untuk audiens dan disampaikan pada tahap yang tepat dalam rentang hidup mereka, dimulai dengan memperkenalkan konsep-konsep utama saat mereka masih muda. Wah melihat keadaan tersebut ternyata tugas kita masih panjang ya sister, tapi jangan patah semangat ya karena semua usaha itu akan membuahkan hasil nantinya. Setidaknya sekitar kita akan bisa memahami apa yang PDG rasakan. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id
Referensi
- Brandt, JS, Cruz Ithier, MA, Rosen, T, Ashkinadze, E, 2019. Advanced paternal age, infertility, and reproductive risks: A review of the literature. Prenatal Diagnosis 39, 81–87. https:// doi.org/10.1002/pd.5402.
- Sylvest, R., Koert, E., Balslev, J., Steenberg, M., Schmidt, L., & Ziebe, S. (2024). How to talk to young adults about fertility. Reproductive BioMedicine Online, 49(1), 103937.

Pejuang dua garis dihadapkan banyak tantangan, dan semua itu tentu membutuhkan usaha dan tenaga, baik fisik, pikiran hingga dari segi ekonomi yang tidak sedikit jumlahnya untuk dikeluarkan. Untuk itu baik sister dan paksu membutuhkan pengetahuan yang valid untuk keberhasilan yang diinginkan, MDG disini ingin menceritakan bagaimana kita sama-sama dapat bersikap untuk proses yang dihadapi saat menghadapi infertilitas. Baca sampai akhir ya!
Seperti kata Pepatah ada lebih dari satu Cara untuk Menuju Roma
Ada banyak hal dalam dunia perawatan kesuburan yang harus tepat. Seperti dalam perihal waktu sebelum pengambilan sel telur, hari implantasi untuk transfer embrio, dll. Namun, ada juga yang tidak harus tepat. Misalnya, ‘hubungan seksual terjadwal’.
Berikut penjelasan menurut dr. Natasha Alexander bila ada sel telur yang berhasil dibuahi oleh sperma maka saat itu juga sel telur langsung membuat lapisan dimana membuat sel sperma yang lain tidak dapat menembus sel telur yang sudah dibuahi tersebut. Jadi, hubungan suami istri dimana sperma masuk kedalam rahim tidak berpengaruh/tidak akan mengganggu proses pembuahan yang sudah terjadi itu.
IVF Hadir sebagai Jalan Keluar Terbaik, Bukan Jalan Keluar Terakhir
Banyak dari pasangan yang sudah mengalami ketakutan ketika diagnosa atau saran dokter adalah IVF, hal ini banyak disebabkan oleh keyakinan yang dimunculkan bahwa mereka telah mencapai titik terendah dalam hal pilihan perawatan. Namun, di dunia yang dipenuhi kecanggihan teknologi, solusi untuk memulai dengan IVF dalam banyak kasus lebih banyak mengatasi bagian dari infertilitas ‘yang tidak dapat dijelaskan’. Selain itu juga harus melihat sisi lain terutama pada klinik dan usia pasien, transfer embrio dari IVF dapat menghasilkan peluang kelahiran hidup sebesar 40-70%, yang jauh lebih tinggi daripada yang dicapai melalui IUI.
IVF pada pasangan dengan infertilitas yang tidak dapat dijelaskan adalah alat terbaik yang dimiliki dalam perangkat kedokteran reproduksi karena berbagai alasan. Sebagai cerminan dari tingkat penyidikan yang telah kita lakukan. Dr. Stankiewicz menjelaskan bahwa IVF seringkali penting sebagai diagnostik sekaligus terapi, baik untuk menunjukkan maupun mengatasi hambatan terhadap konsepsi alami. Dr. Stankiewicz dalam forum debat meyakinkan bahwa IVF efisien, aman, dan hemat biaya.
Dalam IVF, yang Terpenting adalah Lab
Setelah sister dan paksu memutuskan untuk melakukan IVF, pasti akan dihadapi pada dokter yang bagus di bidangnya. Namun, pada akhirnya, jika melakukan IVF, perlu diingat jika komponen terpenting untuk keberhasilan adalah kualitas lab IVF, dan semuanya jelas tidak sama. Sementara lab IVF yang baik dapat menjaga integritas embrio yang baik dan mendukung pertumbuhannya yang berkelanjutan, lab yang kurang optimal dapat membahayakan embrio yang baik hingga tidak dapat bertahan hidup.
Meski demikian seberapa bagusnya sebuah lab, ia tidak dapat menghasilkan embrio yang baik dari sperma dan sel telur berkualitas buruk. Karena hal tersebut tidak ada dalam kapasitas teknologi. Sehingga yang perlu dipertimbangkan tentu saja adalah kasus infertilitas berupa kualitas sperma dan sel telur. Untuk informasi menarik lainnya sister dapat follow Instagram @menujuduagaris.id
Referensi
- https://www.atlantainfertility.com/about-us/blogs/2023/december/10-things-i-would-tell-my-sister-if-she-was-star/
- https://www.alodokter.com/komunitas/topic/proses-kehamilan-6
- https://www.asrm.org/news-and-events/podcasts/fertility-and-sterility-on-air/fsoa-anzsrei2024/

Menghadapi ketidaksuburan sering kali menyayat hati. sister dan paksu selalu mengupayakan dengan “benar”, berusaha mencari tahu hingga di titik harus menerima, mengulang dan bahkan gagal ditengah program dilakukan
Setiap bulan berlalu, terkadang sister dan paksu semakin frustasi, stres, tapi dari itu semua kita dapat mempertanyakan haruskah sister dan paksu berhenti mencoba dan berusaha?
Alasan mengapa Pasangan Jeda untuk Program Hamil
Setelah melihat banyak tekanan tersebut, sister dan paksu tentu saja dapat berpikir untuk mengambil jeda berkaitan erat dengan banyak kesiapan baik fisik, mental dan finansial. Sehingga terkadang pengambilan jeda ini bisa membantu sister dan paksu dalam mempersiapkan fisik dan mental sebelum memasuki proses yang bisa menjadi emosional dan menantang. Sehingga jika kalian dihadapkan dengan perasaan lelah secara mental, depresi, cemas, atau stres, hingga berpikir ulang untuk beristirahat.
Bagi pejuang dua garis pernikahan memiliki dua keadaan disisi lain akan mendekatkan tapi disisi lain juga dapat menjauhkan. Solusinya tentu diperlukan refleksi tentang keadaan yang dirasakan bersama juga merasakan dan yang terakhir dan yang paling penting adalah mengkomunikasikan.
Penyebab lainnya dapat bersumber dari kegagalan, baik saat mengalami keguguran. Yang menyisakan pengalaman buruk baik pada tubuh dan pikiran. Lebih spesifik perasaan yang dimiki adalah perasaan kehilangan.
Faktor yang perlu dipertimbangkan Sebelum Memutuskan untuk Jeda
Meski demikian sister dan paksu dapat melihat bagaimana sisi positif dan negatif dengan keputusan untuk mengambil jeda, pad sisi positif setidaknya sister dan paksu akan memiliki waktu untuk membahas langkah selanjutnya tanpa terlalu banyak tekanan. Sister dan paksu dapat beristirahat sejenak dari perawatan kesuburan dan berbicara dengan keluarga, teman, dan kerabat untuk mengatasi tantangan dalam perawatan.
Istirahat ini akan memberikan kesempatan untuk fokus pada perawatan diri dan kesejahteraan. Sehingga sister dan paksu dapat membiarkan tubuh dan pikiran beristirahat dan pulih dari stres yang dialami.
Meski demikian pada sisi negatif, sister dan paksu tentu akan kehilangan hal yang paling berharga berupa waktu. Karena infertilitas selalu berkaitan dengan biologis tubuh manusia, pada kasus tertentu pada pasangan yang melakukan jeda program hamil kerap mengalami kecemasan yang lebih besar saat menghentikan.
Setelah mengetahui baik dari sisi positif dan negatif, yang ingin MDG sampaikan apapun yang sister dan paksu putuskan, tetaplah melakukan konsultasi terutama pada dokter sister dan paksu. Penting untuk berbicara dengan dokter terutama jika memerlukan bantuan dalam menjawab pertanyaan, mungkin ada baiknya untuk berbicara dengan terapis atau konselor yang memahami perjalanan kesuburan. Jangan sampai salah membuat keputusan ya sister, semoga selalu dimudahkan. Untuk Informasi menarik lainnya dapat follow Instagram @menujuduagaris.id
Referensi
- https://www.atlantainfertility.com/about-us/blogs/2022/february/should-i-take-a-break-from-ttc-/
- https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20221112194308-284-872936/peluh-dan-taktik-para-pejuang-dua-garis-biru
- https://linksehat.com/artikel/tips-menghadapi-kegagalan-program-bayi-tabung
- https://artfertilityclinics.com/in/en/art-blog/what-to-do-if-ivf-fails
Operasi reversal ligasi tuba hadir sebagai salah satu prosedur yang dirancang untuk mengembalikan kesuburan pada wanita yang sebelumnya telah menjalani ligasi tuba, yaitu metode pembedahan kontrasepsi permanen. MDG akan menjelaskan lebih lanjut bagaimana prosedur ini dilakukan, baca sampai habis ya!
Kapan seseorang Melakukan Ligasi Tuba?
Proses ini dilakukan sebagai metode kontrasepsi, proses ini juga dikenal sebagai “having your tubes tied“, ia merupakan tindakan memotong atau menyumbat tuba falopi. Dimana pembuahan, tempat sperma dan sel telur menyatu yang dan terjadi di tuba falopi. Jika tuba tersumbat, sperma dan sel telur tidak dapat bertemu, sehingga kehamilan menjadi tidak mungkin. lalu bagaimana jika pasangan ingin hamil di kemudian hari?, dalam hal ini maka diperlukan proses pembalikan ligasi tuba atau disebut dengan tubal ligation reversal
Seperti apa Prosedur Tubal Ligation Reversal
Dengan pembalikan ligasi tuba, dokter bedah memperbaiki atau menyambungkan kembali tuba fallopi. Prosedur ini memungkinkan sel telur seseorang untuk kembali bergerak melalui tuba dan masuk ke rahim untuk pembuahan. Tentu saja prosedur ini tidak dapat dilakukan ke semua pengguna.
Dokter akan meninjau riwayat sister terlebih dahulu, karena tidak semua orang merupakan kandidat yang baik untuk pembalikan. Hal ini dipengaruhi oleh salah satunya adalah faktor umur, kemudian sudah lama sejak ligasi tuba, atau jika tuba rusak, memiliki risiko genetik. Pada kasus tersebut yang dilakukan adalah IVF untuk pilihan yang lebih baik.
Hal tersebut dilakukan melalui kamera laparoskopi, ia hadir berupa kamera kecil yang dimasukkan ke perut melalui sayatan kecil (potongan). Ketika dokter melihat bahwa sister memiliki cukup tuba fallopi yang tersisa untuk membalikkan ligasi tuba, dan semuanya tampak sehat, prosedur selanjutnya adalah akan dilakukan pembedahan. Meski demikian terkadang pembedahan harus dibatalkan karena tuba dalam kondisi yang sangat buruk sehingga kehamilan tidak mungkin terjadi dengan pembalikan.
Sedangkan dalam proses pembedahan dokter akan mengangkat bagian tuba falopi yang paling rusak dan perangkat yang tersisa dari ligasi tuba, seperti klip atau cincin. Mereka kemudian akan menggunakan jahitan yang sangat kecil untuk menyambungkan kembali ujung tuba falopi yang tidak rusak. (Jahitan ini sering kali berdiameter 1/3 dari rambut manusia, jadi sangat halus.)
Setelah tuba disambungkan kembali, dokter bedah akan menyuntikkan pewarna melalui rahim ke dalam tuba. Jika pewarna tumpah keluar dari ujung tuba, itu berarti tuba telah berhasil disambungkan kembali.
Setelah mengetahui proses tersebut, disisi lain operasi reversal ligasi tuba menawarkan harapan bagi sister yang ingin hamil setelah menjalani sterilisasi. Namun disisi lain perlu tinjauan lebih lanjut karena tidak semua yang melakukan prosedur ini dapat melangsungkan. Untuk itu penting bagi sister dan paksu untuk berkonsultasi dengan spesialis kesuburan untuk mengeksplorasi pilihan sister dan paksu secara menyeluruh. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id
Referensi
- https://positivestepsfertility.com/fertility-treatment/tubal-reversal/
- https://www.alodokter.com/ternyata-ada-risiko-kontrasepsi-tubektomi-bagi-wanita

Apakah hari ini diperingati hanya diperuntukkan untuk seorang ibu? apakah bisa diucapkan kepada diri sendiri, kepada ibu-ibu di ruang publik, dan bahkan semua perempuan dimana saja. Wah lalu bagaimana dengan pejuang dua garis? apakah tidak ada hari ibu untuk mereka para pejuang dua garis?
Pahami dulu sejarah Mother’s Day
Mother’s day memang jika diartikan ke bahasa Indonesia menjadi “selamat hari ibu”, hari ibu memiliki banyak perbedaan diantara negara-negara. Meskipun hari ibu berasal dari Amerika Serikat, festival untuk menghormati ibu juga ada di zaman kuno seperti Bangsa Frigia untuk Cybele, Bangsa Yunani untuk Rhea, dan Bangsa India untuk Durga. Lalu bagaimana dengan Indonesia
Menurut sejarah di Indonesia pada tanggal 22 desember pertama kali dilakukan congress day, yang kemudian menjadikan penyebutannya menjadi “happy women’s congress day”. Hari ibu di Indonesia diperingati setiap tanggal 22 Desember. Sejarahnya, tanggal ini bukan sekadar perayaan bagi para ibu, tetapi juga peristiwa penting bagi kaum perempuan. Kongres Perempuan Indonesia pertama kali diadakan pada tanggal 22 hingga 28 Desember 1928 di Yogyakarta.
Kongres ini menyatukan organisasi-organisasi perempuan setempat, selanjutnya kongres ini merupakan deklarasi kepada rakyat bahwa pengorbanan perempuan sama pentingnya dengan pengorbanan laki-laki dalam memperjuangkan kemerdekaan. Setelah Kongres Perempuan Indonesia ketiga yang diadakan pada tanggal 22 Desember 1938. Soekarno menetapkan hari ibu bukan karena ibu sudah memasak, nyetrika ataupun membersihkan rumah seperti yang ada di Eropa, tetapi karena ibu di Indonesia sudah dapat menyelenggarakan kongres perempuan.
Happy women’s congress day untuk Pejuang Dua Garis
Ternyata hari itu menjadi sangat indah bukan? bagaimana perempuan diluar sana terus berupaya untuk berdaya dan selalu berusaha menjadi diri mereka. Begitu juga bagi sister yang sedang berjuang. Bahkan dalam kongres semua telah dibahas diantaranya adalah isu kesehatan reproduksi yang banyak tidak dibicarakan, Karena tentunya reproduksi yang sehat dapat mendukung masa depan yang baik baik bagi sister dan juga sekitarnya.
Tidak lain masih banyak yang dapat menjadi ruang untuk diperjuangkan, sister dan paksu dapat merayakan sesuai dengan versi kalian, karena pada dasarnya perayaan hari ini adalah untuk kita semua, perempuan-perempuan berdaya dan terus berjuang, terus menyebarkan kebaikan, menjadi diri sendiri dan mengupayakan yang terbaik untuk diri kita, orang lain bahkan negara Indonesia. Jadi tetap selalu menjadi versi terbaik kalian kapanpun dan dimanapun. semoga cita-cita sister dan paksu akan dikabulkan dengan usaha terbaik. Kami MDG akan selalu menemai langkah-langkah tersebut hingga semua menjadi nyata. MDG mengucapkan “Happy women’s congress day PDG”.
Referensi
Blackburn, Susan Kongres perempuan Pertama: Tinjauan Ulang. Jakarta, yayasan Obor Indonesia & KITLV. 2007
https://www.london.ac.uk/news-events/student-blog/every-day-mothers-day
https://tirto.id/merayakan-hari-ibu-di-berbagai-negara-dari-prancis-hingga-thailand-dcrN

Ketika sister dan paksu dihadapkan masalah ketidaksuburan, mungkin juga dihadapkan pada rasa sendirian bahkan seperti tengah berjalan dalam kegelapan. Pada posisi ini baik teman dan keluarga mungkin hadir mengisi salah satu ruang kekosongan tersebut dengan energi positif. Namun, terkadang sikap baik tersebut bisa saja tidak membantu sama sekali terutama ketika sister dalam keadaan rentan. Selain berusaha untuk program hamil, tidak luput sister dan paksu juga dihadapkan pada mitos tentang infertilitas yang hadir bahkan stigma negatif.
Dengan banyaknya alat bantu yang baru memungkinkan pasangan untuk dapat hamil mulai dari In vitro fertilization (IVF) hingga surrogate, Meski demikian masih banyak informasi yang salah di luar sana, terutama berkaitan dengan mitos yang dilanggengkan di masyarakat. Memahami ini setidaknya untuk menyelamatkan mental sister dan paksu yang sedang menjadi pejuang dua garis.
Apakah Infertilitas hanya disebabkan oleh Perempuan?
Penelitian telah menunjukkan bahwa dari semua pasangan yang dirawat karena kondisi infertilitas, Perempuan memiliki peran sebesar 40-50% pada kasus infertilitas sedangkan laki-laki sebesar 30% dan penyebab lainnya sekitar 20-30% dari keduanya. Permasalahannya hampir setengah terkait dengan infertilitas pria. Sering kali, masalah infertilitas ini dapat disebabkan oleh kualitas atau kuantitas sperma sehat yang memiliki tingkat perawatan yang tinggi.
Sehingga, faktanya pada kasus infertilitas harus dilihat siapa yang tengah mengalami infertilitas karena dapat terjadi baik pada perempuan ataupun laki-laki. sehingga tentu pada kedua pasangan harus menjalani tes infertilitas.
Apakah Stres yang Berkepanjangan Dapat Menyebabkan Infertilitas?
Selama menjalani kehidupan memang akan dihadapkan oleh berbagai macam tekanan. Dari masalah yang berhubungan dengan pekerjaan hingga hubungan pribadi, ada banyak pemicu stres sehari-hari dalam kehidupan seseorang. Tapi bukan berarti tingkat stress berhubungan dengan infertilitas.
Infertilitas sendiri merupakan kondisi medis, sedangkan stress berkaitan dengan psikologis. sehingga perlu adanya pendekatan yang benar.
Tidak akan terjadi Kasus infertilitas ketika Sudah ada Anak
Bahwa anggapan jika seorang perempuan mungkin tidak mengalami kemandulan jika Sudah memiliki anak, sayangnya kemandulan sekunder sangat nyata. WHO mendefinisikan kemandulan sekunder sebagai “ketika seorang wanita tidak dapat memiliki anak, baik karena ketidakmampuan untuk hamil atau ketidakmampuan untuk mempertahankan kehamilan hingga kelahiran hidup setelah kehamilan sebelumnya atau kemampuan sebelumnya untuk mempertahankan kehamilan hingga kelahiran hidup.” penyebabnya pun beragam bahwa kemungkinan faktor yang sama yang menyebabkan kemandulan primer juga dapat menyebabkan kemandulan sekunder.
Dari penjelasan diatas, setidaknya sister dan paksu harus lebih skeptis untuk dapat membedakan mana yang fakta dan mitos, sehingga tidak mengganggu sister dan paksu terutama yang sedang menjalani program hamil. Jika ada keraguan yang dirasakan agar dapat segera berkonsultasi pada dokter. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagris.id
Referensi
- Rae, L., Wiweko, B., Bell, L., Shafira, N., Pangestu, M., Adayana, I. B. P., Armstrong, G. (2015). Patient Education needs among Indonesian women infertility patient attending three fertility clinics. Patient Education and Counseling, 98(3), 364-369.
- https://www.atlantainfertility.com/about-us/blogs/2022/february/myths-about-infertility/
- https://www.onefertilitykitchenerwaterloo.com/7-infertility-myths-debunked-fertility-specialists/

Minyak ikan yang ternyata mengandung asam lemak omega-3, dapat memberikan banyak manfaat selama kehamilan. Asam lemak omega-3 sangat penting untuk perkembangan bayi, bahkan dapat memberikan manfaat kesehatan lainnya bagi ibu. MDG akan mencoba menjelaskan lebih lanjut bagaimana minyak ikan sangat bermanfaat bagi ibu hamil, baca sampai habis ya!
Manfaat Minyak Ikan pada Kehamilan
Asam lemak omega-3, khususnya DHA (asam docosahexaenoic), sangat penting untuk perkembangan otak dan mata bayi. DHA merupakan komponen utama otak dan retina.
Hasil penelitian dengan judul “Effects of fish oil supplementation on pregnancy outcomes in pregnant women referred to kosar hospital” ini menunjukkan bahwa konsumsi suplemen minyak ikan sejak minggu ke-20 kehamilan oleh ibu hamil usia 18-35 tahun meningkatkan usia kehamilan. Meski demikian masih tidak berhasil jika diterapkan pada penurunan persentase kelahiran prematur, preeklamsia, eklamsia, IUGR, dan GDM.
Dalam hal lain asupan asam lemak omega-3 yang cukup selama kehamilan dapat berkontribusi pada perkembangan kognitif yang lebih baik pada anak-anak. Selain itu juga dapat mengurangi risiko alergi, beberapa penelitian menyatakan bahwa asam lemak omega-3 mungkin memiliki efek perlindungan terhadap alergi pada anak-anak.
Ada bukti yang menunjukkan bahwa suplementasi omega-3 dapat membantu mengurangi risiko preeklamsia, suatu kondisi yang ditandai dengan tekanan darah tinggi selama kehamilan.
Peran Lemak omega-3 pada Ibu
Sedangkan pada ibu fungsi dari lemak omega-3 dapat memberi dukungan untuk kesehatan mental Ibu, asam lemak omega-3 dikaitkan dengan pengaturan suasana hati, dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan yang cukup dapat membantu mencegah atau meringankan gejala depresi perinatal.
Sifat anti-peradangan, asam lemak omega-3 memiliki sifat anti-peradangan, juga dapat bermanfaat dalam mengurangi peradangan dalam tubuh.
Jenis Ikan yang dapat dikonsumsi
Setelah mengetahui fungsi tersebut, penting untuk berhati-hati tentang jenis dan jumlah ikan yang dikonsumsi selama kehamilan karena kekhawatiran tentang kontaminasi merkuri.
Ibu hamil sering disarankan untuk memilih ikan yang rendah merkuri, seperti salmon, trout, dan sarden. Suplemen minyak ikan dapat menjadi cara yang mudah dan aman untuk memastikan asupan asam lemak omega-3 yang cukup tanpa risiko paparan merkuri.
Meski demikian penting untuk sister dan paksu tetap dapat ber berkonsultasi dengan dokter kandunganm dan juga ahli gizi terutama untuk memastikan bahwa suplemen tersebut sesuai untuk situasi spesifik. Dengan berkonsultasi sister dan paksu akan mendapatkan saran tentang panduan dosis dan jenis suplemen omega-3 yang tepat untuk kebutuhan Anda.
Referensi
- Gholami, N., Abotorabi, S., Lalooha, F., & Oveisi, S. (2020). Effects of fish oil supplementation on pregnancy outcomes in pregnant women referred to kosar hospital. Iranian Journal of Pharmaceutical Research: IJPR, 19(3), 241.
- https://www.rockymountainfertility.com/blog/10-things-to-avoid-while-trying-to-conceive