Artikel Informasi Untuk Pejuang Dua Garis

Bagi sister dan paksu yang sedang berjuang pada infertilitas dan memilih untuk melakukan In Vitro Fertilization (IVF), tentu teknologi ini menawarkan harapan dalam perjalanan sister dan paksu untuk menjadi orang tua. Untuk itu tentunya setidaknya sebelum menentukan proses IVF dapat membuat pertimbangan akan dilakukan dimana agar tidak sampai salah pilih. MDG dalam hal ini akan menjabarkan kira-kira bagaimana cara menentukan ketepatan pemilihan program. Baca sampai habis ya!
In Vitro Fertilization (IVF)
Awal mula IVF sudah ada jauh sebelum tahun 1978, IVF memerlukan waktu dan sumber daya untuk dikembangkan, dengan banyak penemuan penting yang diperlukan agar IVF menjadi perawatan infertilitas modern yang kita miliki saat ini.
Selama tahun 1920-an hingga 1960-an, berbagai inovasi dan penemuan membantu meletakkan dasar bagi IVF, dari tahun 1923 peneliti medis mengidentifikasi hormon kesuburan wanita estrogen, pada tahun 1929 peneliti medis mengidentifikasi hormon kesuburan wanita progesteron, 1943 suplemen hormon dikembangkan untuk kesuburan
1950 pengujian IVF pada tikus dan kelinci, 1960 obat untuk meningkatkan kesuburan dikembangkan, 1968 peneliti pertama kali mengambil dan membuahi sel telur manusia1969 peneliti medis membuahi sel telur manusia pertama.
Faktor-faktor utama dalam memilih Program IVF
Proses temuan IVF memerlukan proses yang panjang dan terus dikembangkan, setelah mengetahui proses tersebut jika sister dan paksu menjalani program IVF, tentu memerlukan pertimbangan, setidaknya perhatikan hal berikut sebagai faktor dalam memilih tempat untuk program IVF.
Pertama adalah tingkat keberhasilan, yang menjadi penting tentu berkaitan dengan salah satu faktor penting saat memilih program IVF. Meski demikian sebagian besar program memiliki tingkat kehamilan yang sama.
Proses keberhasilan ini dapat dilihat dari apakah program tersebut mendorong pasien untuk melakukan beberapa siklus di awal? Program tersebut kemudian dapat memilih embrio terbaik dari 3 siklus, bukan 1 siklus, sehingga memberikan keberhasilan yang lebih baik. Apakah program tersebut membekukan embrio berkualitas buruk? Beberapa program tidak membekukan embrio berkualitas BB karena keberhasilannya lebih rendah. Sementara embrio AA dapat memberi tingkat kehamilan 80% saat ditransfer sedangkan BB dapat memberi tingkat kehamilan 50%.
Pertimbangan selanjutnya adalah tim yang berpengalaman, apakah penyedia layanan adalah MD atau DO atau tingkat menengah? Apakah penyedia layanan melakukan pelatihan fellowship 3 tahun yang diakreditasi oleh American Society of Reproductive Medicine? bisa juga menjadi pertimbangan.
Yang menjadi faktor penting selanjutnya adalah rencana perawatan yang dipersonalisasi – dimulai dari seberapa sering sister dan paksu menemui penyedia layanan yang sama atau menemui penyedia layanan yang baru setiap kali kunjungan? Siapa yang membuat kalender IVF, dokter atau perawat? karena penting memilih program yang menyesuaikan pendekatan dengan rencana yang dipersonalisasi yang dibuat oleh dokter.
Tentu saja yang perlu diperhatikan yang lainnya perihal transparansi biaya, beberapa program menambahkan biaya setelah dan sebelum perawatan dimulai. Memahami kewajiban keuangan di awal sehingga dapat membuat plan anggaran dengan tepat adalah hal yang penting.
Hal lain yang dapat dipertimbangkan adalah pilihan telehealth, apakah program tersebut menawarkan jam kerja yang nyaman dan pilihan telehealth untuk menghemat waktu perjalanan dan waktu libur kerja.
Yang terakhir sister dapat melihat dari proses mempertimbangkan lokasi, karena kunjungan yang sering mungkin diperlukan untuk IVF. Sering kali ada lebih dari 10 kunjungan dalam satu bulan ke pusat kesuburan. Memilih program yang tepat merupakan keputusan penting, karena sister perlu merasa nyaman dengan dokter dan staf perawat yang merawat sister. Karena proses ini melibatkan emosional, tenaga, pikiran, dan juga finansial maka tidak salah jika segalanya perlu diperhatikan dan dipikirkan baik-baik. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id
Referensi
- https://www.rockymountainfertility.com/blog/how-to-choose-the-right-ivf-program
- https://www.pfcla.com/blog/history-of-ivf

Salah satu dari kasus infertilitas tertinggi untuk perempuan adalah Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS). Ia hadir sebagai salah satu gangguan hormonal yang umum terjadi pada wanita usia reproduktif, hal tersebut ditandai melalui peningkatan kadar androgen, ketidakteraturan menstruasi, dan adanya kista pada ovarium.
Seperti yang sister ketahui salah satu aspek penting dalam pengelolaan PCOS adalah penggunaan anti-androgen, yang bertujuan untuk mengurangi efek negatif dari kelebihan hormon androgen. Kira-kira ada nggak sih efek dari penggunaan anti androgen. MDG akan mencoba menjelaskan lebih lanjut, baca sampai habis ya!
Memahami apa itu Anti-androgen untuk PCOS
Anti-androgen bekerja dengan menurunkan kadar hormon androgen dalam tubuh. Beberapa jenis obat anti-androgen yang dapat digunakan untuk PCOS, di antaranya, Spironolactone (Aldactone, Pfizer), Flutamide (Eulexin, Schering/Merck), Finasteride (Propecia, Merck).
Anti-androgen dapat dipertimbangkan jika kontrasepsi oral kombinasi (COCP) tidak efektif, tidak dapat ditoleransi, atau tidak menunjukkan respons yang optimal.
Penggunaan Anti-Androgen dengan kombinasi COCP
Penggunaan anti-androgen bersama dengan Combined Oral Contraceptive Pills (COCP) pada pasien dengan Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah pendekatan yang sering dipertimbangkan untuk menangani gejala hiperandrogenisme, dimana gejala berkaitan dengan hirsutisme, jerawat dan alopesia androgenik.
Dalam artikel dengan judul Correction of meta-analysis after retraction of article on the effects of anti-androgens in polycystic ovary syndrome, penelitian tersebut mengevaluasi penggunaan anti-androgen (misalnya, finasteride, flutamide, spironolactone) dibandingkan dengan berbagai intervensi dalam penanganan sindrom ovarium polikistik (PCOS).
Bahwa anti-androgen tidak boleh digunakan untuk hiperandrogenisme pada PCOS, tetapi dapat dipertimbangkan untuk hirsutisme ketika COCP dikontraindikasikan, tidak dapat ditoleransi dengan baik, atau tidak efektif.
Dari sini sister dan paksu dapat menjadikan pertimbangan, terutama bagi sister yang memiliki PCOS, agar lebih hati-hati dan dapat memilah dalam mengkonsumsi anti-androgen. Untuk informasi menarik lainnya sister dapat follow Instagram @menujuduagris.id
Referensi
- Alesi, S., Forslund, M., Melin, J., Romualdi, D., Peña, A., Tay, C. T., … & Mousa, A. (2025). Correction of meta-analysis after retraction of article on the effects of anti-androgens in polycystic ovary syndrome. Clinical Medicine, 79.
- Alesi, S., Forslund, M., Melin, J., Romualdi, D., Peña, A., Tay, C. T., … & Mousa, A. (2023). Efficacy and safety of anti-androgens in the management of polycystic ovary syndrome: a systematic review and meta-analysis of randomised controlled trials. EClinicalMedicine, 63.

Baik sister dan paksu yang bekerja selain mendapatkan keuntungan, juga berpotensi dihadapkan dengan resiko yang tinggi terutama berkaitan dengan dampak pada infertilitas. Hal ini tentu harus dipahami, agar dapat mengurangi resiko yang ada di masa depan. MDG akan menjelaskan lebih lanjut seperti apa sebuah pekerjaan berpengaruh pada infertilitas. Baca sampai habis ya!
Ritme Pekerjaan dalam Ruang Suhu Tinggi
Spesialis okupasi RSU Bunda Jakarta, Dr Kasyunnil Kamal MS SpOK mengungkapkan, pajanan dan efek yang mungkin ditimbulkan di lokasi pekerjaan, di antaranya adalah paparan panas. Baik bersumber dari matahari maupun mesin, keduanya berpotensi menurunkan jumlah sperma, motilitas atau kecepatan gerak sperma ke dalam indung telur, dan perubahan pada bentuk sperma.
Pada cahaya berupa Radiasi di tempat kerja seperti radiasi pengion bermuatan listrik diketahui dapat menyebabkan ketiadaan sperma dalam cairan semen (azoospermia). Bahkan, radiasi non pengion elektromagnetik dengan energi rendah seperti pada inframerah dan gelombang mikro, dapat juga menurunkan jumlah motilitas sperma.
Hal tersebut dapat ditemui di beberapa pekerjaan pria yang menimbulkan gangguan infertilitas, antara lain, pengemudi profesional jarak jauh, pekerja pabrik bahan kimia, tukang las, bahkan pekerja kantoran sekalipun.
Tidak hanya itu jenis pekerjaan yang mengharuskan pria menggunakan baju terproteksi khusus juga bisa menjadi salah satu penyebabnya. Selain itu, kebiasaan duduk terlalu lama tanpa diimbangi konsumsi air putih.
Jadi apa yang Dapat dilakukan?
Pertama dapat melakukan olahraga, meski demikian menurut beberapa penelitian seperti yang dilakukan oleh Joskow 2016 dengan judul “The Impact of Intense Exercise on Semen Quality” dengan temuan bahwa aktivitas fisik yang intensif dapat mempengaruhi konsentrasi air mani, serta jumlah spermatozoa yang motil dan morfologinya normal. Latihan dengan intensitas yang lebih tinggi dan dengan beban yang meningkat dikaitkan dengan perubahan yang lebih mendalam pada kualitas air mani.
Selain itu juga dapat mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, hal ini seperti konsumsi vitamin yang mengandung vitamin B12, vit C, kacang-kacangan, likopen, membatasi kafein dan alkohol. Selama bekerja paksu juga diperlukan untuk mengelola stress, dan bila perlu dapat mengkonsumsi suplemen.
Setelah mengetahui pembahasan kali ini, menunjukkan bahwasanya menjaga kesehatan reproduksi adalah hal penting bagi pria, terutama bagi paksu dan sister yang sedang merencanakan kehamilan. Untuk itu setidaknya paksu mulai untuk memperhatikan lingkungan kerja dan melakukan langkah-langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan reproduksi. Informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagris.id
Referensi
- https://www.republika.co.id/berita/oekmkh13/jenis-pekerjaan-pengaruhi-kesuburan-pria
- Jóźków, P., & Rossato, M. (2017). The impact of intense exercise on semen quality. American journal of men’s health, 11(3), 654-662.
- https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/cara-meningkatkan-kualitas-sperma

Preconception atau perawatan pra-konsepsi, adalah serangkaian langkah yang diambil oleh pasangan yang merencanakan kehamilan untuk memastikan kesehatan optimal sebelum terjadinya konsepsi. Tentu persiapan ini menjadi sangat penting karena dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan bayi, serta mengurangi risiko komplikasi selama kehamilan sehingga dampaknya ada skala jangka pendek dan panjang. MDG berusaha menunjukkan bagaimana proses ini dilihat sebagai bagian yang sangat krusial, baca sampai habis ya!
Apa itu Preconception health?
Preconception health atau kesehatan prakonsepsi adalah kesehatan wanita dan pria dalam usia reproduksi sebelum hamil. Karena ini berkaitan dengan masa reproduksi sebelum hamil maka akan memiliki banyak ruang dan penanganan yang dapat diupayakan.
Setidaknya periode prakonsepsi dapat dilihat dalam tiga cara berbeda, pertama dari sudut pandang biologis sebagai hari-hari dan minggu-minggu sebelum perkembangan embrio, kemudian dari perspektif individu sebagai waktu untuk ingin hamil dan melalui sudut pandang populasi sebagai setiap saat seorang wanita berada pada usia subur.
Melalui penelitian dengan judul “Defining preconception: exploring the concept of a preconception population” oleh Hill 2020 yang menemukan adanya empat perspektif kunci untuk konsep populasi prakonsepsi diturunkan, pertama adalah disengaja, potensial, kesehatan masyarakat dan terakhir perjalanan hidup.
Bagaimana Sekala Umum dipengaruhi?
Faktor gaya hidup yang buruk dan status berat badan yang tidak sehat sebelum kehamilan kini diakui sebagai faktor penting yang terkait dengan penurunan kesuburan.
Penambahan berat badan gestasional yang berlebihan, retensi berat badan pasca persalinan, dan status berat badan jangka panjang yang tinggi pada ibu dan keturunan.
Lebih jauh, periode prakonsepsi dianggap sebagai kesempatan unik untuk mengurangi faktor risiko yang terkait dengan penyakit tidak menular pada keturunan Mekanisme yang menyebabkan kesehatan prakonsepsi ibu dapat mempengaruhi kesehatan keturunan meliputi perubahan epigenetik pada ekspresi gen yang terjadi segera setelah pembuahan, melalui hasil kehamilan yang lebih buruk yang terkait dengan kelebihan atau kekurangan gizi ibu, atau melalui dampak lingkungan dan sosial.
Untuk itu setidaknya sister dan paksu dapat melakukan pemeriksaan kesehatan, edukasi gizi, dan dukungan mental, sehingga pasangan dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk perjalanan menuju kehamilan yang sehat. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id
Referensi
- Hill, B., Hall, J., Skouteris, H., & Currie, S. (2020). Defining preconception: exploring the concept of a preconception population. BMC pregnancy and childbirth, 20, 1-11.
- https://www.thelancet.com/series/preconception-health

Masa depan infertilitas memiliki banyak tantangan, secara global sudah mencoba untuk mencari solusinya, baik dengan adanya IVF ataupun ART yang lain. Namun baru-baru saja banyak diperbincangkan di Dunia berkaitan dengan tantangan infertilitas, seperti artikel yang dirilis akun @businessweek dengan judul “the global trade: a story of extraction, exploitation and opportunity” hal ini berkaitan dengan sudut pandang ekonomi global. MDG akan memperlihatkan bagaimana hal ini dipandang melalui sudut pandang ekonomi. Baca sampai habis ya!
Bagaimana Dunia Melihat Infertilitas di masa depan?
Hal ini bisa kita lihat bagaimana penelitian Associate Professor Amrita Pande dari UCT, mencakup segala hal yang berkaitan dengan pembuatan bayi. Professor Amrita Pande, seorang sosiolog dan etnografer feminis di University of Cape Town (UCT), berupaya menjawab pertanyaan utama pada topik ini melalui penelitiannya tentang pasar fertilitas global.
Dimana adanya kemungkinan infertilitas dapat diupayakan melalui banyak cara, terutama negosiasi dengan undang-undang yang ada seperti Hal ini berkaitan dengan industri sekarang terjadi di banyak negara dan melibatkan berbagai jenis pelaku reproduksi atau pekerja, termasuk penyedia sel telur, ibu pengganti, perantara, dokter, dan calon orang tua.
Seperti apa realisasinya?
Pande menunjukkan bagaimana ketersediaan sel telur, dapat disediakan oleh “bank sel telur di New Delhi” yang dapat dilakukan pencocokan dengan donor sel telur yang berasal dari Ukraina, Afrika Selatan, atau negara lain. Sperma dari calon ayah akan digunakan untuk membuahi sel telur ini.
Bahkan dalam skala internasional memunculkan banyak temuan baru seperti bagaimana percampuran ini dapat dikembangkan?, penelitian Pande dengan judul “Mix or Match?”: Transnational Fertility Industry and White Desirability”.
Berdasarkan mobile ethnography dari industri fertilitas lintas negara, penelitian tersebut menunjukkan bagaimana para ahli fertilitas dan calon orang tua bersama-sama menghasilkan keinginan akan ras kulit putih melalui “pencocokan ras” untuk intended parents kulit putih, heteroseksual, dan “hibridisasi strategis”, atau pencampuran gamet yang strategis, untuk beberapa intended parents sesama jenis yang tidak mengidentifikasi diri sebagai kulit putih
Dalam artikel kali ini menjadi menarikmenarik, bagaimana fakta tentang bagaimana cara dunia melihat permasalahan infertilitas, tentu dari berbagai sudut pandang salah satunya adalah perspektif keuntungan yang dapat diraih dari permasalahan infertilitas yang ada. Untuk itu pembahasan lebih lanjut MDG akan mengajak sister dan paksu melihat seperti apa tantangan yang dihadapkan di masa depan, terlepas setelah mengetahui potensi atau harapan baru bagi sister dan paksu. Dan tentu semua memerlukan untuk dipertimbangkan dari segala konsekuensi yang ada. Oh ya untuk informasi menarik lainnya sister dapat follow Instagram @menujuduagaris.id
Referensi
- https://www.bloomberg.com/graphics/2024-fertility-egg-trade/
- https://humanities.uct.ac.za/articles/2019-11-18-flows-global-fertility-market
- Pande, A. (2021). “Mix or Match?”: Transnational Fertility Industry and White Desirability. Medical Anthropology, 40(4), 335-347.

Kehadiran Fertilisasi in vitro telah merevolusi perawatan infertilitas dan hadir menawarkan harapan bagi pasangan yang ingin hamil. Pada proses IVF ada salah satu komponen IVF yang hadir dan mendukung program, hal ini dilakukan melalui pengujian genetik praimplantasi. MDG akan menjelaskan bagaimana PTG hadir sebagai langkah yang penting dalam proses IVF dan bagaimana hal itu dapat bermanfaat. Baca sampai habis ya!
Apa itu Preimplantation Genetic Testing
PGT merupakan prosedur mutakhir yang digunakan untuk mengidentifikasi kelainan genetik pada embrio yang dibuat melalui fertilisasi in vitro (IVF). Ia memiliki tujuan untuk membantu dokter dalam memilih embrio yang diprediksi bebas dari kondisi genetik atau kelainan kromosom tertentu untuk ditransfer. Pengujian ini memberi pasien kesempatan untuk mengurangi kemungkinan penyakit genetik pada anak-anak mereka di masa depan sebelum kehamilan.
PGT melibatkan pembuangan beberapa sel yang menjadi bagian dari plasenta pada Hari ke-5, 6 atau 7. Pengujian tersebut mengevaluasi kromosom atau materi genetik dalam sel-sel tersebut, mencari kelainan kromosom. PGT juga digunakan untuk mengidentifikasi penyakit tertentu.
Setidaknya ada 3 jenis metode PGT, pertama adalah PGT-A, Jenis screening ini biasa juga dikenal dengan aneuploidi. Sesuai namanya, tes ini dilakukan untuk embrio aneuploidi. Umumnya, PGT-A diaplikasikan untuk embrio dari wanita-wanita usianya sudah lanjut atau standar usianya lebih tua.
Kedua, ada PGT-M (Preimplantation Genetic Testing for Monogenic Disorders) Screening jenis ini dilakukan untuk menghindari resiko adanya kelainan genetik tertentu yang berasal dari salah satu gen orang tuanya atau bisa juga dari gen kedua orang tuanya sekaligus.
yang terakhir adalah PGT-SR, PGT ini dilakukan untuk restrukturisasi genetik dengan maksud menurunkan resiko lahirnya gen cacat pada struktur kromosom pasangan yang mana terdapat translokasi berimbang.
Mengapa Penting melakukan PGT
Alasan terpenting dalam penggunaan PGT adalah berperan dalam membantu memilih embrio yang paling sehat untuk dipindahkan. Dengan memeriksa kromosom sebelum implantasi, memungkinkan pemindahan embrio dengan peluang tertinggi untuk menghasilkan kehamilan dan peluang terendah untuk keguguran.
Selain itu juga dapat mengurangi risiko penularan penyakit genetik, seperti fibrosis kistik atau anemia sel sabit. PGT membantu orang tua dalam membuat keputusan yang tepat tentang potensi kesehatan anak mereka nantinya.
Selain itu dengan melakukan PGT dengan pemilihan embrio yang sehat secara genetik secara cermat meningkatkan peluang keberhasilan kehamilan sehingga mengurangi risiko kegagalan IVF. Tentu hal ini menimbulkan efisiensi yang baik terutama pada pembiayaan.
Dengan berbagai manfaatnya, termasuk peningkatan peluang keberhasilan kehamilan, pengurangan risiko keguguran, dan minimisasi risiko penyakit genetik, PGT tentu dapat dipertimbbangkan untuk kesuksesan program IVF sister dan paksu. Meski demikian sister dan paksu tetap harus mengkonsultasikan dengan dokter, semoga usaha sister dan paksu mendapat hasil yang diinginkan. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram.
Referensi
- https://www.rockymountainfertility.com/blog/is-pgt-necessary
- https://fertility.wustl.edu/treatments-services/genetic-counseling/preimplantation-genetic-testing-pgt/
- https://imtb.id/apa-itu-preimplantation-genetic-testing-pgt-pada-ivf/
- https://crh.ucsf.edu/fertility-treatment/preimplantation-genetic-testing-pgt/

Induksi ovulasi hadir sebagai salah satu metode yang digunakan untuk membantu perempuan yang mengalami kesulitan dalam ovulasi, yang merupakan proses pelepasan sel telur dari ovarium. Metode ini dapat digunakan bagi sister dan paksu yang mengalami masalah ovulasi sebagai penyebab infertilitas. Lebih detail MDG akan menjelaskan lebih detail bagaimana induksi ovulasi berperan dalam infertilitas. untuk itu baca sampai habis ya!
Apa yang Dimaksud dengan Induksi Ovulasi
Stimulasi atau induksi ovulasi adalah prosedur pengobatan untuk memicu pertumbuhan jumlah sel telur yang keluar setiap bulannya. Pengobatan mencakup pemberian obat yang diminum atau suntikan obat. Pengobatan ini biasanya diberikan kepada wanita yang ovulasinya tidak teratur. Ovulasi proses keluarnya sel telur dari indung telur dan siap untuk dibuahi, proses ini terjadi 14 hari sebelum periode menstruasi dimulai.
Jenis Obat Apa yang dapat Digunakan untuk Induksi Ovulasi?
Ada beberapa jenis obat yang digunakan pertama bermanfaat untuk merangsang ovarium dan pelepasan sel telur. Pertama, dapat menggunakan terapi klomifen sitrat, juga dikenal sebagai Clomid (clomiphene citrate), ia merupakan bentuk obat yang diberikan secara oral selama siklus menstruasi wanita. Namun tidak semua perempuan akan merespons klomifen sitrat. Karena bagi yang mengalami obesitas atau memiliki kondisi medis tertentu seperti hipogonadisme hipogonadotropik cenderung tidak merespons.
Kedua, mirip dengan terapi klomifen, letrozole adalah bentuk lain dari terapi induksi ovulasi. Penggunaan letrozole tidak diindikasikan oleh FDA untuk induksi ovulasi/terapi kesuburan. Mereka yang menggunakan Letrozole menggunakannya di luar label. Letrozole telah menjadi lebih populer sebagai agen induksi ovulasi dalam 5 tahun terakhir karena memiliki lebih sedikit efek samping jika dibandingkan dengan Clomiphene. Letrozole sering digunakan untuk perempuan dengan lapisan endometrium yang buruk atau mereka yang tidak merespons Clomiphene.
Ketiga, terapi gonadotropin yang merupakan sejenis obat yang diberikan sebagai suntikan dan dirancang untuk merangsang perkembangan banyak sel telur. Obat ini jauh lebih “kuat” daripada obat oral, dan sering kali merangsang lebih banyak sel telur untuk berkembang. Jenis terapi ini dapat mengakibatkan peningkatan risiko kelahiran kembar, dan karena peningkatan risiko kelahiran kembar, beberapa kasus dari perempuan yang tidak berovulasi bukanlah kandidat yang baik untuk terapi ini.
Pada beberapa kasus Induksi ovulasi merupakan pilihan yang efektif bagi sister dan paksu yang mengalami kesulitan hamil akibat gangguan ovulasi. setelah melihat apa saja pengobatan yang dapat dilakukan, sister dan paksu dapat menjadikan pertimbangan untuk membuat keputusan yang tepat dalam upaya mencapai kehamilan. Meski demikian tentu saja tetap sister dan paksu perlu untuk melakukan konsultasi dengan dokter spesialis kesuburan untuk mendapatkan penilaian menyeluruh dan rekomendasi yang sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagris.id
Referensi
- https://www.rockymountainfertility.com/blog/the-benefits-of-ovulation-induction-info-from-a-fertility-doctor
- https://hellosehat.com/kehamilan/kesuburan/program-hamil/induksi-ovulasi/
- https://www.mitrakeluarga.com/fasilitas-layanan/layanan/ivf-bayi-tabung/induksi-ovulasi
- https://fertilitynj.com/services/ovulation-induction/

Bagi sebagian orang mengira bahwa haid lancar sudah pasti tidak akan dihadapkan oleh infertilitas, tapi siapa sangka jika bagi sebagian orang dapat mengalami infertilitas seperti salpingitis. Untuk itu MDG akan mencoba menunjukkan bagaimana kasus ini menjadi momok yang perlu sister ketahui, baca sampai habis ya!
Penjelasan tentang Salpingitis
Salpingitis adalah keadaan inflamasi pada tuba falopi yang tergolong dalam spektrum penyakit radang panggul (PID). Salpingitis sering disebabkan oleh penyakit menular seksual, seperti gonore dan klamidia. Etiologi lain antara lain infeksi Gardnerella vaginalis, Escherichia coli, dan Haemophilus influenzae.
Salpingitis dan dampak pada Infertilitas
Salpingitis isthmica nodosa (SIN), yang juga disebut sebagai divertikulosis tuba fallopi, memiliki insidensi 0,6% hingga 11% pada wanita subur yang sehat dan sangat terkait dengan infertilitas dan kehamilan ektopik.
Kehamilan ektopik ini sendiri merupakan kondisi ketika sel telur yang telah dibuahi berkembang di luar rahim, biasanya di tuba falopi. Kehamilan ektopik merupakan jenis keguguran dini yang umumnya terjadi 6–8 minggu setelah periode menstruasi terakhir.
Sebelum itu mari kita pahami bagaimana anatomi tuba falopi yang digambarkan memiliki panjang 10 hingga 14 cm dan diameter luar sekitar 1 cm. Tuba fallopi digambarkan memiliki empat bagian berbeda: fimbria, infundibulum, ampula, dan isthmus (yang menghubungkan tuba falopi ke rahim). Lumen di isthmus relatif kecil (1-2 mm) dan dikelilingi oleh dinding otot berlapis tiga. Dinding ini terdiri dari lapisan tengah melingkar, diapit di antara lapisan longitudinal dalam dan luar.
Setelah mengetahui anatomi tersebut, kehadiran SIN menyebabkan pembengkakan nodular (berdiameter hingga beberapa sentimeter) terutama di bagian isthmus hal ini dapat melibatkan semua bagian tuba fallopi lainnya.
Melihat pengertian tersebut, dapat kita ketahui ternyata salpingitis adalah kondisi medis serius yang memerlukan perhatian segera. Dengan memahami proses tersebut tentang penyebab, gejala, dan pengobatan, sister dan paksu dapat mengambil langkah-langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan reproduksi. Dan jika mengalami gejala yang mencurigakan, penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis untuk evaluasi lebih lanjut. Untuk informasi menarik lainnya follow Instagram @menujuduagaris.id
Referensi
- https://www.alomedika.com/penyakit/obstetrik-dan-ginekologi/salpingitis
- https://www.alodokter.com/salpingitis
- https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK563165/