Artikel Informasi Untuk Pejuang Dua Garis

Diminished Ovarian Reserve (DOR) hadir sebagai kondisi di mana ovarium kehilangan potensi reproduksi normalnya, hal ini tentu akan berdampak negatif pada kesuburan wanita. DOR memiliki banyak faktor termasuk penuaan, penyakit, atau cedera. Melalui sebuah penelitian menyatakan bahwa distribusi kelainan pada pihak wanita yang paling banyak ditemukan adalah kelainan pada ovarium, yang diikuti oleh faktor tuba dan uterus. faktanya salah satu penyebab infertilitas pada wanita antara lain rendahnya cadangan ovarium atau biasa disebut dengan Diminished Ovarian Reserve (DOR).
Memahami DOR dan Prognosis untuk Fertilitas
Bagaimana sister memahami maksud dari arti cadangan ovarium rendah untuk kesuburan? hal ini berkaitan dengan keadaan seorang perempuan dengan DOR yang tidak diobati hingga mengalami kesulitan hamil.
Selain itu pasien dengan DOR akan mengalami risiko tingkat keguguran tinggi dari setiap diagnosis infertilitas. Ini karena sekitar 95% kualitas embrio berasal dari telur. Embrio dengan kualitas buruk lebih kecil kemungkinannya untuk berkembang dan ditanam di dalam rahim, dan lebih cenderung menyebabkan keguguran bahkan ketika implantasi.
Ketahui Gejala dan Diagnosis DOR
Sebagian besar wanita dengan DOR tidak menunjukkan gejala yang signifikan. Namun, seiring berjalannya waktu, beberapa mungkin mengalami perubahan siklus menstruasi, seperti siklus yang lebih pendek dari biasanya. Ketika menopause mendekat, gejala seperti hot flashes, kesulitan tidur, dan kekeringan vagina bisa muncul.
Diagnosis DOR biasanya dilakukan melalui serangkaian tes yang mengukur cadangan ovarium dan kualitas sel telur. Tes ini termasuk pengukuran hormon Follicle Stimulating Hormone (FSH), Estradiol, dan Anti-Müllerian Hormone (AMH) yang merupakan indikator penting dari cadangan ovarium.
juga dilakukan ultrasonografi transvaginal yang digunakan untuk menghitung jumlah folikel antral yang terlihat di ovarium].
Hasil dari pengecekan dapat dilihat jika FSH di atas 12 mIU/mL maka akan dianggap sebagai tanda awal penurunan cadangan ovarium, sedangkan AMH dapat dilakukan untuk memberikan gambaran lebih baik mengenai jumlah sel telur yang tersedia.
Pengobatan DOR
Sudah banyak kebaruan yang hadir sebagai alternatif dan hadir untuk pengobatan DOR, diantaranya adalah stimulasi ovarium terkoordinasi (COH), Metode ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah sel telur yang dihasilkan dalam satu siklus dengan menggunakan hormon stimulasi ovulasi.
Selain itu juga ada In Vitro Fertilization (IVF) IVF Prosedur ini melibatkan pengambilan sel telur dari ovarium dan fertilisasi di laboratorium sebelum dimasukkan kembali ke rahim.
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang DOR dan pengobatan yang tepat, banyak dari perempuan yang dapat sister dan paksu dapati yang berhasil menemukan cara yang tepat dan sesuai untuk mengatasi tantangan kesuburan terutama pada kasus DOR. Untuk itu dapat mulai diupayakan dan berkonsultasi pada ahlinya sehingga permasalahan ini dapat diatasi dengan baik. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagris.id
Referensi
- https://www.columbiadoctors.org/treatments-conditions/diminished-ovarian-reserve
- Utami T (2012). Faktor Penyebab Infertilitas Primer di Klinik Infertilitas Permata Hati RSUP dr. Sardjito Periode 1 September 2011 – 31 Desember 2011. Yogyakarta: Medical Faculty Universitas Islam Indonesia.
- https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4681731/
- https://fertility.womenandinfants.org/services/women/diminished-ovarian-reserve
- https://www.onefertilitykitchenerwaterloo.com/low-ovarian-reserve-dor-causes-symptoms-treatment/
- https://hellodoktor.com/kesihatan-wanita/wanita-lain/masalah-kesuburan/
- https://prostem.co.id/en/diminished-ovarian-reserve/

FABM paling sering disebut sebagai perencanaan keluarga alami natural family planning (NFP), yang didefinisikan oleh WHO sebagai “metode perencanaan untuk menghindari kehamilan dengan mengamati tanda dan gejala alami dari fase subur dan tidak subur dari siklus menstruasi”. Metode ini juga sebagai jalan suksesnya kehamilan dengan mengetahui secara detail maka perencanaan kehamilan dapat dilaksanakan. MDG akan menjelaskan lebih lanjut bagaimana metode ini dapat dilakukan. Baca sampai habis ya!
Memahami Fertility Awareness-Based Methods (FABM)
Metode Fertility Awareness-Based Methods (FABM) adalah kelas metode kontrasepsi yang penggunanya menentukan kesuburan harian mereka berdasarkan data fisiologis pribadi sister. Prinsip kontrasepsi yang mendasari FABM adalah bahwa seseorang dapat mengurangi kemungkinan kehamilan. Sedangkan program kehamilan menaikkan kehamilan dengan definisi tersebut bagi yang ingin memprogram kehamilan untuk tidak melakukan hubungan seksual atau menggunakan metode berbasis koitus (kondom, diafragma, tutup serviks, penarikan, spermisida, spons, dan film) pada hari-hari subur. Dan dapat melakukan hubungan seksual pada hari-hari subur.
Apa saja Jenis kategori FABM
Untuk melakukan hal tersebut diperlukan banyak metode setidaknya ada enam jenis atau kategori FABM yang berbeda, berdasarkan biomarker atau indikator kesuburan yang digunakan untuk mengidentifikasi ovulasi dan masa subur. diantara metode ada Ini termasuk metode cairan serviks (lendir), metode basal body temperature (BBT), metode hormon urin, metode simpto-termal, metode simpto-hormonal, dan metode berbasis kalender (yaitu, berbasis panjang siklus).
Terakhir, metode amenore laktasi adalah metode alami yang efektif yang dapat digunakan wanita dalam 6 bulan pertama pasca persalinan selama dia belum mengalami menstruasi kembali dan bayinya disusui secara eksklusif di payudara.
Efektivitas FABM dalam Mencapai Kehamilan
Untuk implementasi pada mencapai kehamilan program FABM berperan secara efektif dalam membantu pasangan mencapai kehamilan. Dengan melihat jendela subur yang berlangsung sekitar 5 hari sebelum ovulasi hingga 24 jam setelah ovulasi. Tingkat keberhasilan kehamilan per siklus dapat berkisar antara 20% hingga 40%, tergantung pada karakteristik populasi, usia, dan frekuensi hubungan seksual selama periode subur.
Penggunaan juga memiliki kelebihan diantaranya adalah biaya rendah karena tidak memerlukan alat kontrasepsi mahal, aman karena menghindari penggunaan hormon atau obat-obatan juga fleksibilitas mudah dihentikan kapan saja jika pasangan ingin hamil
Meski demikian efektivitas metode ini sangat bergantung pada konsistensi dan ketepatan dalam mengikuti instruksi.
Setelah sister dan paksu mengetahui banyak metode, kini dapat dengan bijak menggunakan untuk kebutuhan perencanaan kehamilan. Informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id
Referensi
- Duane, M., Stanford, J. B., Porucznik, C. A., & Vigil, P. (2022). Fertility awareness-based methods for women’s health and family planning. Frontiers in Medicine, 9, 858977.
- Simmons, R. G., & Jennings, V. (2020). Fertility awareness-based methods of family planning. Best Practice & Research Clinical Obstetrics & Gynaecology, 66, 68-82.
- https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/download/15315/12115/48878
- https://www.plannedparenthood.org/learn/birth-control/fertility-awareness
- Simmons, R. G., & Jennings, V. (2020). Fertility awareness-based methods of family planning. Best Practice & Research Clinical Obstetrics & Gynaecology, 66, 68-82.

Periode pra-konsepsi adalah fase penting yang berlangsung dari tiga bulan hingga satu tahun sebelum terjadinya konsepsi. Fase ini merupakan waktu yang krusial bagi calon ibu dan ayah untuk mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan emosional sebelum kehamilan. Kesehatan selama periode ini tidak hanya mempengaruhi peluang untuk hamil, tetapi juga kesehatan janin dan ibu selama kehamilan serta setelah melahirkan. Jadi penasaran kan mengapa sampai se berdampak itu? baiklah MDG akan membawakan topik tersebut. Baca sampai habis ya!
Pahami apa itu Masa Pra-konsepsi
Masa prakonsepsi adalah masa sebelum terjadinya kehamilan, yaitu sebelum sel ovum dan sperma bertemu. Masa ini juga dikenal sebagai masa Wanita Usia Subur (WUS). Masa pra-konsepsi sendiri idealnya berlangsung selama 3 bulan hingga 1 tahun sebelum konsepsi.
Waktu yang paling ideal adalah sekitar 100 hari sebelum konsepsi, saat ovum dan sperma sudah matang. Periode pra-konsepsi merupakan jendela waktu yang kritis untuk mencapai hasil reproduksi dan kehamilan yang optimal
Hubungan Pola Hidup sehat dengan Masa Prakonsepsi
Melihat bagaimana masa tersebut sangat penting, maka sister dan paksu perlu mengatur strategis untuk proses kehamilan salah satunya melalui pola hidup yang sehat dengan asupan buah dan sayur serta pemberhentian kebiasaan merokok selama periode ini karena dapat mempengaruhi peluang pembuahan, pertumbuhan janin, dan hasil neonatal.
Hubungan antara periode prakonsepsi dan pola hidup sehat sangat erat. Dengan menerapkan gaya hidup sehat selama masa prakonsepsi, calon orang tua tidak hanya meningkatkan peluang untuk hamil tetapi juga memastikan kesehatan yang optimal bagi ibu dan bayi di masa depan. Oleh karena itu, pendidikan tentang pentingnya kesehatan prakonsepsi harus terus ditingkatkan agar lebih banyak pasangan memahami langkah-langkah yang perlu diambil untuk mencapai kehamilan yang sehat dan berkualitas.
Langkah yang Dapat Dilakukan
Sebelum menentukan rencana tersebut maka proses pra-konsepsi harusnya sudah dimulai dengan menjaga pola makan seimbang, menghindari kebiasaan buruk, mengolah stress, dan mengontrol kondisi medis yang ada.
Mengkonsumsi nutrisi yang tepat, asupan vitamin dan mineral, serta perawatan kesehatan yang tepat dapat memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan yang optimal.
Sister dan paksu juga sudah harus tahu faktor risiko seperti penyakit menular, penyakit kronis, atau riwayat keluarga juga merupakan bagian penting dari pra konsepsi.
Terakhir bukan hanya aspek kesehatan fisik, tahap pra konsepsi juga berfokus pada kesehatan reproduksi dan kebijaksanaan dalam perencanaan kehamilan.
Setelah mengetahui bagaimana pentingnya pra-konsepsi sister dan paksu dapat semakin bijak untuk mempersiapkan dengan baik sehingga proses kehamilan berjalan lancar. Dan tentu saja perlu untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut agar tidak terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan. Untuk informasi menarik lainnya dapat follow Instagram @menujuduagris.id
Referensi
- Hojeij, B., Schoenmakers, S., Willemsen, S., van Rossem, L., Dinnyes, A., Rousian, M., & Steegers-Theunissen, R. P. (2023). The Effect of an eHealth Coaching Program (Smarter Pregnancy) on Attitudes and Practices Toward Periconception Lifestyle Behaviors in Women Attempting Pregnancy: Prospective Study. Journal of Medical Internet Research, 25, e39321.
- Nurfulaini, N., Mumthi’ah Al Kautsar, A., & Alza, N. (2021). Manajemen Asuhan Kebidanan pada Prakonsepsi dengan Kekurangan Energi Kronis. Jurnal Midwifery, 3(1), 42-51.
- https://www.orami.co.id/magazine/kesehatan-reproduksi-remaja

Pilates telah menjadi pilihan populer bagi banyak wanita bahkan baru-baru ini menjadi trend di TikTok, ternyata pada konteks hamil sister dapat menjadikan sebagai bentuk latihan fisik yang aman dan bermanfaat.
Latihan ini tidak hanya membantu menjaga kebugaran fisik, tetapi juga memberikan berbagai manfaat kesehatan yang signifikan selama kehamilan. MDG tertarik ingin memaparkan kepada sister untuk dapat menjadi pertimbangan pilihan olahraga dan merealisasikan kesuksesan kehamilan. Baca sampai habis ya!
Apa itu Pilates dan Fungsinya untuk Kehamilan
Secara internasional, pilates dianggap sebagai latihan utama untuk meningkatkan fungsi fisik, psikologis, dan motorik. Latihan ini mencakup serangkaian latihan tekanan rendah yang membangun kekuatan dan fleksibilitas di seluruh tubuh.
Dalam konteks kehamilan saat melakukan pilates, proses dari penerapan teknik pernapasan standar sangat penting dan membantu mengaktifkan otot-otot penstabil, terutama transversus abdominis yang berhubungan dengan panggul, yang meningkatkan kekuatan panggul dan batang tubuh.
Gerakan pilates dapat dilakukan sesuai dengan perubahan fisiologis kehamilan, latihan teratur telah terbukti memperkuat otot dasar panggul dan meningkatkan fungsi strukturalnya. Latihan kontraksi otot dasar panggul merupakan bagian dari pilates modern.
Latihan dasar panggul telah terbukti mencegah persalinan kala dua yang berkepanjangan pada sekitar satu dari delapan wanita selama kehamilan. Sebuah penelitian menunjukkan bagaimana pilates yang dilakukan selama kehamilan, pilates menggunakan teknik pernapasan diafragma, yang membantu ibu mempersiapkan diri untuk melahirkan.
Dan melalui teknik tersebut yang diajarkan dalam pilates mempersiapkan ibu untuk menggunakan teknik ini selama persalinan. Peningkatan kemampuan otot-otot dasar panggul dan batang tubuh, fleksibilitas, dan pernapasan yang tepat dalam latihan Pilates dapat memperlancar proses persalinan
Bagaimana Kata Studi?
Dalam penelitian dengan judul “The effectiveness of a Pilates exercise program during pregnancy on childbirth outcomes: a randomised controlled clinical trial” Berdasarkan hasil penelitian ini, latihan Pilates selama kehamilan dapat memperbaiki proses persalinan dan meningkatkan kepuasan ibu terhadap proses persalinan, tanpa menimbulkan komplikasi bagi ibu dan bayi.
Setelah melihat fakta tersebut sister dapat mengetahui bahwa pilates merupakan bentuk latihan yang efektif dan aman bagi ibu hamil. Meski demikian tetap penting untuk sister dan paksu melakukan konsultasi pada dokter kandungan sister sebelum memulai program latihan dan memilih instruktur yang berpengalaman untuk memastikan keamanan serta efektivitas latihan. Untuk informasi menarik lainnya dapat follow Instagram @menujuduagaris.id
Referensi
- Bø K, Herbert RD. There is not yet strong evidence that exercise regimens other than pelvic floor muscle training can reduce stress urinary incontinence in women: a systematic review. J Phys. 2013;59(3):159–68.
- Salvesen KÅ, Mørkved S. Randomised controlled trial of pelvic floor muscle training during pregnancy. Bmj. 2004;329(7462):378–80. https://doi.org/1 0.1136/bmj.38163.724306.3A.
- Ghandali, N. Y., Iravani, M., Habibi, A., & Cheraghian, B. (2021). The effectiveness of a Pilates exercise program during pregnancy on childbirth outcomes: a randomised controlled clinical trial. BMC pregnancy and childbirth, 21, 1-11.

Melihat bagaimana fenomena yang ada di masyarakat banyak ditemui ibu hamil yang mengkonsumsi jamu gendong seperti kunyit asam dan cabe puyang dengan alasan setelah minum jamu tersebut rasa capek dan pegal, menghilangkan mual muntah, menghilang lesu dan lemah, menguatkan janin dan menenangkan pikiran. Melihat realitas tersebut pada konteks kehamilan apakah benar jamu dapat menjadi alternatif untuk mendukung fertilitas, MDG akan menjabarkan bagaimana jamu dalam konteks ini baca sampai habis ya!
Mengetahui apa itu Jamu dan Manfaatnya
Jamu merupakan obat jadi atau ramuan bahan alam yang berasal dari tumbuhan, hewan, mineral, sediaan galenik atau campuran bahan tersebut yang secara tradisional telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.
Jamu tradisional telah diterima secara luas di hampir seluruh Negara di dunia. Menurut WHO (World Health Organization) dari 5.324.562 jiwa negara – negara di Asia seperti Afrika sebanyak 80% menggunakan jamu tradisional untuk pengobatan primer.
Disisi lain banyak wanita di Indonesia yang mengkonsumsi jamu diantaranya adalah 61,87% dan 33,3 % yang merupakan ibu hamil.
Melihat hal tersebut, faktanya jamu memang memiliki manfaat, seperti jamu dari jahe atau akar jahe yang dapat digunakan untuk meminimalisir gejala morning sickness atau mual dan muntah yang biasa terjadi pada trimester pertama ibu hamil.
Begitu juga dengan kunyit, ia menjadi salah satu jamu yang memiliki manfaat membantu dalam meningkatkan tumbuh kembang otak janin karena dengan rutin mengkonsumsi kunyit dapat meminimalisir risiko peradangan tinggi yang dapat menimbulkan gangguan saraf bayi saat dilahirkan. Selain itu, manfaat kunyit lainnya adalah meminimalisir risiko preeklampsia, memperbaiki saluran cerna, menjaga kesehatan mulut, memperlancar peredaran darah, serta menambahkan energi sehingga ibu hamil tetap produktif.
Bagaimana efek sampingnya
Setelah mengetahui apa itu jamu dan manfaatnya, sister dan paksu juga perlu mengetahui adakah efek samping yang ditimbulkan bila mengkonsumsi jamu saat hamil, salah satunya adalah menyebabkan asfiksia yang dapat menyebabkan kematian neonatus antara 8-35% di negara maju, sedangkan di negara berkembang antara 31-56,5%. Insidensi asfiksia pada menit pertama 47/1000 lahir hidup dan pada 5 menit 15,7/1000 lahir hidup untuk semua neonatus. Insidensi asfiksia neonatorum di Indonesia kurang lebih 40/1000.
Untuk itu bagi sister dan paksu yang akan mengkonsumsi jamu perlu untuk mencari tahu kandungan di dalam jamu tersebut. Terlebih jamu dalam kemasan. Pilihlah jamu yang memang mengandung bahan-bahan alami. Hindari jamu tradisional yang memiliki kandungan berupa steroid, obat-obatan, maupun bahan kimia. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id
Referensi
- Sukarharjokad. (2018). Tanaman Herbal Untuk Pengobatan Tradisional. Yogyakarta :Sakti
- https://www.morulaivf.co.id/id/blog/jamu-untuk-ibu-hamil/
- https://www.klikdokter.com/ibu-anak/kehamilan/bolehkah-ibu-hamil-minum-jamu-tradisional?srsltid=AfmBOor-2pQkO-jpezN1H1adNofMJ-mu5scV5JC252E7sDewEu6HBRmG
- Ningsih, E. W. (2021). HUBUNGAN KONSUMSI JAMU DENGAN KUALITAS HIDUP IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PINTU PADANG KECAMATAN BATANG ANGKOLA.

Deteksi dan pemantauan ovulasi penting bagi fertilitas perempuan karena masa ini dinilai efektif untuk program alami, Masa subur dimulai sekitar 3–5 hari (masa hidup sperma) sebelum ovulasi dan berlanjut hingga sekitar 1–2 hari (masa hidup oosit) setelah ovulasi.
Melihat hal tersebut untuk itu penting bagi sister dan paksu untuk mempertimbangkan kebutuhan dalam mengidentifikasi masa subur ini, MDG akan menjabarkan metode untuk mengetahui masa subur menurut para ahli dan juga apa saja penghambatnya, untuk itu baca sampai habis ya!
Metode-metode Untuk Mengetahui Ovulasi
Metode pertama adalah Luteinizing, Penelitian yang dilakukan oleh Guermandi dkk menggunakan metode Luteinizing Hormone (LH) mengamati masa subur melalui urine yang diuji menggunakan LH strip test.
Metode kedua adalah Standard days menurut penelitian Lundgren dengan menentukan masa subur pada satu siklus menstruasi pada hari ke-8 hingga hari ke-10 sebagai penanda masa puncak kesuburan wanita. Metode ini sesuai dengan siklus menstruasi antara 26-32 hari, namun metode ini kurang efektif karena perubahan hormone dan gaya hidup membuat siklus berubah-ubah dengan akurasi hasil pembacaan 78%.
Metode ketiga adalah peak day, menurut Porucznik dkk metode peak day adalah metode yang baru dalam monitor ovulasi. Menurut Porucznik dkk metode Peak Day adalah metode yang baru dalam monitor ovulasi. Metode ini memandu wanita untuk mengidentifikasi masa subur dengan estimasi hasil ovulasi menggunakan kalender khusus. Kalender ini berfungsi untuk mengidentifikasi lendir servik dalam identifikasi hari masa subur.
Apa Saja Penghambat Ovulasi
Meski demikian selain metode mengetahui ovulasi, sister dan paksu juga kerap dihadapkan dengan hambatan yang ada diantaranya adalah:
Hipotiroidisme, hadir sebagai gangguan yang dapat terjadi ketika kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon tiroid dalam jumlah sedikit. Gejala hipotiroidisme tergantung pada tingkat keparahannya, seperti mudah merasa lelah, otot melemah, dan siklus haid tidak teratur.
Hipertiroidisme, disebut sebagai tiroid yang terlalu aktif karena mampu memproduksi dan melepaskan hormon tiroid dalam jumlah tinggi. Gejalanya dapat berupa detak jantung yang cepat, berat badan menurun, nafsu makan menurun, dan cemas.
Sindrom ovarium polikistik (PCOS), masalah hormon yang terjadi selama masa reproduksi wanita. Tanda dan gejalanya, seperti siklus haid tidak teratur, jerawat parah, dan pertumbuhan rambut berlebih.
yang terakhir adalah kegagalan ovarium prematur, hal ini terjadi ketika ovarium berhenti berfungsi sebagaimana mestinya sebelum usia 40 tahun. Gejalanya meliputi sulit untuk hamil, vagina kering, dan menstruasi terlambat.
Setelah sister dan paksu mengetahui bagaimana metode dan hambatan pada ovulasi, langkah selanjutnya adalah pahami kasus secara signifikan terkait fertilitas yang sister dan paksu, karena ini berpengaruh pada keputusan yang tepat dalam penerapan pemilihan metode ovulasi. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id
Referensi
- https://ciputrahospital.com/ovulasi-adalah-tanda-subur-apakah-gejala-awal-kehamilan/
- https://www.cochranelibrary.com/cdsr/doi/10.1002/14651858.CD010287.pub4/full
- Wicaksana, I. S., Setiawidayat, S., & Effendy, D. U. (2020). Metode Hidden Markov Model Untuk Pemantauan Masa Subur Wanita Berbasis Android. JASEE Journal of Application and Science on Electrical Engineering, 1(01), 26-39.
- M. Ersyari, R. Wihardja, Dan M. Dardjan, “Determination Of Ovulation In Women Using Saliva Ferning Test,” Padjadjaran J. Dent., Vol. 26, No. 3, 2014.
- Parmawati, “Merencanakan Atau Mencegah Kehamilan Secara Efektif Dan Efisien Dengan Monitor Ovulasi?: Studi Literatur,” 2015.

Proses menjalani perencanaan program hamil memiliki banyak pilihan salah satunya adalah program alami, pada proses ini tidak membutuhkan alat berbantuan. hal yang tak kalah penting diperhatikan untuk sister dan paksu adalah turut memperhatikan tanda-tanda ovulasi. Melihat urgensi yang signifikan bagi sister dan paksu MDG akan membawakan topik ini untuk dapat dipelajari lebih detail, untuk itu baca sampai habis ya!
Pahami Proses Ovulasi dan Masa Subur
Ovulasi hadir sebagai salah satu tahap utama dalam siklus reproduksi sister. Memahami proses ini adalah ketika sebuah sel telur matang dilepaskan dari ovarium dan bergerak menuju tuba falopi. Proses ini biasanya terjadi sekali dalam satu siklus menstruasi, sekitar pertengahan siklus, atau pada hari ke-14 dari siklus yang berlangsung selama 28 hari.
Mengapa proses ovulasi merupakan fase yang krusial untuk pembuahan? hal ini dikarenakan sel telur hanya dapat bertahan hidup selama 12 hingga 24 jam setelah dilepaskan. Jika sperma berhasil membuahi sel telur dalam rentang waktu tersebut, kehamilan secara alami dapat berhasil.
Sedangkan pemicu dari ovulasi adalah peningkatan hormon luteinizing (LH), yang terjadi akibat perubahan kadar estrogen dalam tubuh. Saat sel telur dilepaskan, lendir serviks juga berubah menjadi lebih encer dan licin, memudahkan sperma bergerak menuju sel telur.
Apa saja Tanda-tanda terjadinya Ovulasi?
Membicarakan tanda-tanda ovulasi antara satu dengan yang lain berbeda dari satu perempuan dengan perempuan lainnya, sampai pada memiliki gejala yang berbeda-beda. meski demikian tanda-tanda yang kerap dialami wanita selama dalam masa ovulasi adalah sebagai berikut.
Terjadinya peningkatan suhu basal tubuh, umumnya meningkat sekitar 0,5 sampai dengan 1 derajat Celcius daripada biasanya. Keputihan, peningkatan gairah seksual, nyeri panggul ringan, nyeri atau kram perut ringan (mittelschmerz), payudara terasa lembut saat ditekan, perut kembung, perubahan suasana hati (mood), perubahan nafsu makan, serviks atau leher rahim terasa kencang.
Dengan memahami perubahan pada tubuh selama siklus menstruasi dan menggunakan metode pemantauan yang tepat, sister dan paksu dapat meningkatkan peluang untuk berhasil dalam program hamil. Untuk informasi menarik lainnya dapat follow Instagram @menujuduagaris.id
Referensi
- https://www.halodoc.com/artikel/ovulasi-dan-masa-subur-serta-kaitannya-dengan-peluang-kehamilan?srsltid=AfmBOooFm0jRoZ3BKfCYubsMiEmuZ8CUbC6srtKlmBTNaESG4atqcFmD
- https://ciputrahospital.com/ovulasi-adalah-tanda-subur-apakah-gejala-awal-kehamilan/
- https://www.alodokter.com/yang-perlu-diketahui-tentang-ovulasi
- https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-ovulasi

Bayangkan jika sister dan paksu dihadapkan dengan penyakit yang ada disekitar ruang reproduksi, dan mengharuskan untuk melakukan metode bedah. Yang mana metode tersebut cenderung memiliki dampak pada infertilitas bahkan ke pengangkatan rahim.
Di era teknologi ternyata sudah hadir salah satu metode non-invasif yaitu Ablasi Frekuensi Radio (RFA) ia menjadi prosedur medis yang dapat dilakukan untuk pengobatan fibroid rahim, atau mioma uteri. MDG dalam hal ini akan menjelaskan lebih detail apa itu metode RFA, baca sampai habis ya!
Mengenal apa itu Ablasi Frekuensi Radio (RFA)
Radiofrekuensi ablasi, radiofrequency ablation atau RFA adalah tindakan minimal invasif yang menggunakan gelombang radio untuk menghambat kerja dari serabut saraf dalam membawa sinyal rasa sakit menuju otak.
RFA adalah tindakan medis yang kerap digunakan untuk meredakan nyeri kronis yang timbul akibat beberapa kondisi, seperti low back pain, nyeri sendi, nyeri pada wajah yang disebabkan trigeminal neuralgia, dan nyeri kanker. Terapi RFA juga dilakukan untuk menangani gangguan irama jantung (aritmia) hingga menghambat pertumbuhan tumor dengan membunuh sel-sel tumor.
Mekanisme Kerja RFA
Tahapan yang dijalani dalam prosedur RFA adalah pertama, Dokter akan menggunakan monitor untuk memantau kondisi pasien akan tetap sadar agar bisa menjawab pertanyaan dari dokter selama prosedur. Kemudian dokter akan memberikan obat bius lokal di area kulit tempat jarum RFA akan dimasukkan.
Kemudian jarum tipis dimasukkan ke area di mana akan sedikit merasakan nyeri. Penempatan jarum dipandu oleh teknologi pencitraan sinar-X real-time yang disebut fluoroskopi. Setelah jarum mencapai lokasi yang diinginkan, dokter akan melakukan tes untuk memastikan posisinya tepat. Tes ini melibatkan memasukkan mikroelektrode melalui jarum berongga. Dokter akan menanyakan apakah pasien merasakan sensasi kesemutan (atau ketidaknyamanan atau kontraksi otot). Ini menandakan lokasi yang tepat telah ditemukan untuk perawatan. Anestesi lokal disuntikkan melalui jarum untuk mematikan area target.
Arus radiofrekuensi dikirim melalui jarum untuk memanaskan bagian saraf yang telah diidentifikasi. Arus tersebut menghancurkan area saraf tersebut, menghentikannya dari mengirimkan sinyal nyeri ke otak pasien. Lebih dari satu saraf dapat diobati selama prosedur prosedur ablasi frekuensi radio memakan waktu kurang lebih antara 15 menit hingga dua jam untuk diselesaikan, tergantung pada lokasi perawatan dan jumlah perawatan yang dilakukan.
Keuntungan RFA
Karena program menggunakannNon-invasif RFA tidak memerlukan sayatan besar, sehingga mengurangi risiko infeksi dan komplikasi pasca operasi. Selain itu waktu pemulihan juga cenderung cepat, dimana biasanya dapat kembali beraktivitas normal dalam waktu singkat setelah prosedur.
Dalam banyak kasus, ukuran fibroid dapat berkurang hingga 70% dalam waktu enam bulan setelah prosedur, yang juga membantu meredakan gejala seperti nyeri dan perdarahan. Metode ini juga mengurangi risiko komplikasi yang lebih rendah dibandingkan dengan pembedahan tradisional seperti histerektomi atau miomektomi.
Sebuah penelitian dengan judul ‘Evaluasi pasca Radiofrequency Thermal Ablation pada Mioma Uteri dan Adenomiosis” juga menunjukkan bahwa metode RFA, miolisis dengan radiofrequency thermal ablation telah berhasil mengurangi volume mioma uteri dan adenomiosis serta menghilangkan gejalanya
Ablasi Frekuensi Radio (RFA) merupakan pilihan terapi yang menjanjikan terutama bagi sister dan paksu yang menderita fibroid rahim dan mengalami gejala yang mengganggu. Meski demikian sebelum memutuskan prosedur ini, penting untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk mengevaluasi kondisi kesehatan secara menyeluruh dan menentukan rencana yang paling tepat. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id
Referensi
- https://herminahospitals.com/id/articles/penangan-nyeri-kronik-dengan-ablasi-radiofrekuensi
- https://abdiwaluyo.com/health-info/dari-rasa-nyeri-hingga-sehat-peran-hifu-dalam-pengobatan-mioma-uteri/
- https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-radiofrequency-ablation
- https://patella.id/artikel/rfa-radio-frekuensi-ablasi/#:~:text=meredakan%20nyeri%20Anda.-,Tahapan%20pelaksanaan%20prosedur%20RFA,saraf%20dapat%20diobati%20selama%20prosedur
- DINATA, F., WIWEKO, B., & HESTIANTORO, A. (2007). Evaluasi pasca Radiofrequency Thermal Ablation pada Mioma Uteri dan Adenomiosis. Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology.