Artikel Informasi Untuk Pejuang Dua Garis

Sister dan paksu yang sedang menjalani IVF perlu untuk mengetahui apa itu PGT-A. Preimplantation Genetic Testing for Aneuploidi (PGT-A) hadir sebagai salah satu teknologi reproduksi mutakhir yang dirancang untuk meningkatkan tingkat keberhasilan fertilisasi in vitro (IVF) ia berguna untuk menilai kesehatan kromosom embrio sebelum implantasi. MDG akan membahas bagaimana detail proses ini dilakukan agar dapat menjadi pertimbangan yang memungkin untuk sister, baca sampai habis ya!
Pahami dulu apa itu Preimplantation genetic testing for aneuploidy (PGT-A)
PGT-A, yang sebelumnya dikenal sebagai Preimplantation Genetic Screening (PGS), digunakan selama siklus IVF untuk mengevaluasi jumlah kromosom dalam embrio. Setiap embrio manusia biasanya mengandung 46 kromosom, yang tersusun dalam 23 pasang.
PGT-A menyaring aneuploidi, yang merujuk pada jumlah kromosom yang tidak normal baik terlalu banyak ataupun terlalu sedikit yang dapat menyebabkan kondisi seperti sindrom Down, sindrom Turner, atau sindrom Edwards.
Kemajuan dalam pengujian genetik praimplantasi untuk aneuploidi (PGT-A) telah mengubah teknologi reproduksi. PGT-A memungkinkan penyaringan embrio sebelum implantasi. Ini mengidentifikasi kelainan kromosom yang dapat menyebabkan keguguran atau kelainan genetik.
Proses ini melibatkan pengambilan beberapa sel dari embrio pada tahap blastokista. Sel-sel ini kemudian dianalisis untuk mendapatkan informasi genetik. Perbaikan terkini telah membuat pengujian ini lebih cepat dan lebih akurat. Hasilnya, lebih banyak pasangan dapat membuat keputusan yang tepat tentang embrio mana yang akan ditanamkan.
Teknologi ini secara signifikan meningkatkan peluang kehamilan yang sehat. Pasangan yang menghadapi infertilitas karena masalah genetik sangat diuntungkan oleh PGT-A. Kemampuan untuk memilih embrio yang secara genetik normal mengurangi risiko yang terkait dengan komplikasi kehamilan.
Pertimbangan dan Keterbatasan
Meskipun PGT-A menawarkan banyak manfaat, sister dan paksu tetap harus tau bahwa metode ini belum tentu sempurna dan ada keterbatasan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa meskipun dapat meningkatkan hasil untuk populasi tertentu, penggunaan rutinnya pada semua pasien IVF mungkin tidak dapat dibenarkan karena hasil yang bervariasi pada kelompok pasien yang berbeda. Selain itu, masih ada perdebatan mengenai efektivitasnya dalam mengurangi tingkat keguguran secara universal, karena faktor lain dapat berkontribusi terhadap keguguran di luar kelainan kromosom.
Untuk itu faktanya, semua metode sister dan paksu tetap harus disesuaikan pada kebutuhan dan permasalahan yang kalian miliki, di lain sisi sister dan paksu dapat mempertimbangkan PGT-A yang hadir hadir sebagai kemajuan signifikan dalam teknologi reproduksi, ia turut memberikan kontrol yang lebih besar kepada calon orang tua atas peluang mereka untuk mencapai kehamilan yang sehat. Untuk informasi menarik lainnya follow Instagram @Menujuduagris.id
Referensi
- https://www.alphafertilitycentre.com/ivf-treatment-options/preimplantation-genetic-testings-pgt/pgt-a-preimplantation-genetic-testing-for-aneuploidies
- https://www.hfea.gov.uk/treatments/treatment-add-ons/pre-implantation-genetic-testing-for-aneuploidy-pgt-a/
- https://www.inovifertility.com/blog/fertility-treatment-technology/
- https://www.asrm.org/practice-guidance/practice-committee-documents/the-use-of-preimplantation-genetic-testing-for-aneuploidy-a-committee-opinion-2024/

Fakta tentang angka fertilitas yang terus naik telah menjadi tantangan global, Menurut laporan the World Health Organization, infertilitas faktor pria bertanggung jawab lebih banyak dari setengah kasus infertilitas. Hal ini berkaitan dengan kurangnya karakteristik yang diinginkan dalam motilitas sperma, morfologi, dan integritas DNA.
Dalam beberapa tahun terakhir, telah ditunjukkan bahwa metode klinis termasuk density gradient centrifugation yang pada puncak resikonya dapat menyebabkan kerusakan pada DNA sperma dan invasif. Lalu kira-kira ada tidak ya metode yang minimal invasif? MDG akan mencoba menjabarkan baca sampai habis ya!
Metode Mikrofluida dengan Minimum Invasif
Metode mikrofluida merupakan proses penyortiran sperma dengan prosedur non-invasif. Teknologi ini membantu memilih sperma yang motil dengan cara yang tepat. Teknologi ini menggunakan saluran kecil untuk memisahkan sperma yang sehat dari sperma yang kurang aktif. Proses ini meniru seleksi alam, dimana memungkinkan sperma terbaik mencapai sel telur.
Pada tahun 2016, para peneliti menunjukkan bahwa perangkat mikrofluida meningkatkan tingkat pembuahan. Penelitian tersebut menunjukkan bagaimana metode ini dapat meningkatkan peluang kehamilan dibandingkan dengan teknik tradisional. Kemajuan ini memungkinkan hasil yang lebih baik dalam perawatan IVF.
Sebuah penelitian dengan judul “Enhanced sperm isolation via bulk acoustic waves for high-throughput motility screening” menemukan dengan menggunakan mikro vorteks yang dibuat oleh osilasi gelembung yang disebabkan oleh gelombang akustik massal, metode ini dapat menjebak sperma dengan motilitas yang lebih rendah. Sebaiknya, sperma yang sangat motil mengatasi kekuatan mikro vorteks dan dipandu ke kolam outlet dengan mengikuti batas saluran.
Hasilnya, lebih dari 50% dan 44% peningkatan dalam motilitas progresif dan viabilitas sperma, serta 40% peningkatan dalam integritas DNA, diamati dalam analisis sperma yang diambil dari kumpulan hasil. Selain cepat dan non-invasif, perangkat yang diusulkan mendapat manfaat dari metode mudah untuk pengambilan sperma dan tidak memerlukan praproses sampel sperma mentah
Tantangan dan Masa Depan Metode Mikrofluida
Meskipun memiliki banyak keunggulan, penggunaan teknologi mikrofluida ternyata juga dihadapkan oleh beberapa tantangan. Yang perlu sister dan paksu pertimbangkan, Salah satunya adalah ketika dihadapkan pada proses menjaga stabilitas aliran dan parameter lingkungan selama eksperimen. Variabilitas suhu dan pH dapat mempengaruhi hasil pengukuran dan interaksi sel.
Melalui teknologi mikrofluida telah menawarkan pendekatan non-invasif yang menjanjikan untuk manipulasi sel biologis. Teknologi satu ini masih memungkinkan penelitian mendalam tentang perilaku sel tanpa merusak integritasnya. Tentunya seiring dengan perkembangan lebih lanjut di bidang ini, diharapkan akan ada lebih banyak aplikasi praktis yang dapat meningkatkan diagnosis dan pengobatan di bidang kesehatan. Informasi menarik lainnya sister dapatkan di Instagram kami di @menujuduagaris.id
Referensi
- https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/39496817/
- https://www.inovifertility.com/blog/fertility-treatment-technology/
- https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2666138123000129?ref=pdf_download&fr=RR-2&rr=8e4821972f62ce87
- https://hannainst.id/metode-pengukuran-mikrofluida-dalam-laboratorium-untuk-aplikasi-biomedis/

DNA fragmentation index (DFI) hadir sebagai indikator untuk menentukan kualitas sperma. DFI mampu menganalisis kerusakan DNA sperma, hal ini tentu sebaiknya dipertimbangkan jika sister dan paksu ingin mengetahui penyebab infertilitas terutama berkaitan dengan sperma. Untuk itu pada kesempatan ini MDG akan membahas DFI agar sister dan paksu dapat memiliki pertimbangan yang tepat untuk program kehamilan. Baca sampai habis ya!
Apa itu DNA Fragmentation Index (DFI)?
Indeks fragmentasi DNA sperma (DFI) hadir berfungsi sebagai metrik untuk mengevaluasi integritas DNA sperma dengan mengukur tingkat fragmentasi kromatin dalam sel sperma. Indeks ini telah muncul sebagai penanda baru untuk menilai kualitas sperma, dengan relevansi khusus terhadap perkembangan embrio dan hasil kehamilan. Tentunya DFI menjadi metode yang sangat penting dilakukan.
Melihat Keberhasilan Penggunaan DFI
Sebelum lebih jauh mengetahui tentang DFI, sister perlu tau apa itu “prediksi D3” hal ini berkaitan dengan embrio hari ke-3 (D3) disebut sebagai “embrio tahap pembelahan”. Ini berarti embrio membelah (atau membelah) tetapi embrio itu sendiri tidak bertambah besar. Embrio biasanya terdiri dari 6-8 sel di dalam lapisan luar yang disebut zona pelusida juga dikenal sebagai cangkang.
GENESIS menggunakan jumlah sel dan tingkat fragmentasi untuk menilai kualitas embrio D3. Biasanya, jumlah sel yang lebih banyak dengan fragmentasi yang lebih rendah dianggap lebih baik, misalnya 8A pada D3 adalah tingkat terbaik. Proses ini dapat dilakukan melalui DNA Fragmentation Index.
Sebuah penelitian dengan judul “The effect of sperm DNA fragmentation on in vitro fertilization outcomes of unexplained infertility” menemukan bahwa Indeks Fragmentasi DNA Sperma (DFI) semakin diakui sebagai parameter untuk mengevaluasi kemandulan pria. DFI sperma hadir sebagai langkah yang baik untuk prediksi embrio D3 berkualitas baik pada pasangan infertilitas yang tidak dapat dijelaskan sekalipun.
Hasil DFI (DNA Fragmentation Index) yang normal adalah 15% atau kurang. DFI yang baik hingga sedang adalah 15–25%, sedang hingga buruk adalah 25–50%.
Bagaimana Jika Hasil DFI Tinggi?
Pasien disarankan untuk mencari intervensi medis atau perubahan gaya hidup. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas sperma adalah mengurangi paparan toksikan, mengonsumsi antioksidan, menjaga testis tetap dingin, menurunkan nilai BMI, menghindari beberapa obat, mengurangi stres, memperbaiki varikokel yang besar
Bagaimana lebih baik melakukan tes DNA Fragmentation Index (DFI) terlebih dahulu bukan? dibanding dihadapkan pada keterlambatan penanganan?. Melalui informasi ini sister dan paksu dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam merencanakan kehamilan dan menangani masalah kesuburan secara lebih efektif. Mulai kini sister dan paksu dapat mulai memperhatikan sperma, dan bila perlu juga dapat mengetahui kualitas DNA spermatozoa melalui DFI sebagai indikator penting kesuburan agar dapat meningkatkan kualitasnya sebelum melakukan program kehamilan. Informasi menarik lainnya follow Instagram @menujuduagris.id ya!
Referensi
- https://www.alodokter.com/mengenal-dna-fragmentation-index-dfi-dalam-tes-kesuburan-pria#:~:text=Pada%20beberapa%20kasus%2C%20hasil%20analisis,dilakukan%20pemeriksaan%20DNA%20fragmentation%20index.
- https://www.elsevier.es/en-revista-clinics-22-articulo-the-effect-sperm-dna-fragmentation-S1807593223000972
- https://www.genesisfertility.com/blog/understanding-embryo-grading/

Metabolisme energi merupakan faktor kunci yang mendukung fungsi sperma terutama dalam proses motilitas. Motilitas yang baik menunjukkan bahwa sperma dapat mencapai sel telur dan melakukan pembuahan. Mempertahankan motilitas sperma dan modifikasi protein aktif seperti fosforilasi dapat menjadi alasan mengapa sperma membutuhkan lebih banyak Adenosin trifosfat (ATP) daripada sel-sel lain. MDG dalam hal ini akan mengajak sister dan paksu memahami bagaimana ATP dan motilitas berperan. Baca sampai habis ya!
Peran Adenosin trifosfat (ATP) pada Motilitas Sperma
Mengapa ATP berperan penting pada infertilitas pria, terutama dalam mendorong motilitas sperma? Sperma membutuhkan energi dalam bentuk ATP untuk bergerak, yang diperoleh dari proses respirasi (fosforilasi oksidatif) dalam mitokondria pada bagian midpiece ekor spermatozoa. Setelah disintesis di dalam mitokondria, ATP ditransportasikan ke aksonema bagian ekor, untuk selanjutnya dikonversi oleh enzim ATPase yang ada di bagian tersebut menjadi energi bagi pergerakan sperma. Sebagian besar ATP yang dibentuk pada sperma digunakan untuk pergerakannya.
VDAC (Voltage Dependent Anion Channel) atau dikenal dengan nama porin adalah kanal utama yang terdapat pada membran luar mitokondria. VDAC memiliki peran penting dalam pengaturan komunikasi antar sel. Ion-ion. ADP/ATP, metabolit-metabolit bergerak dari dalam keluar mitokondria atau sebaliknya melalui kanal tersebut.
Fungsi L-arginin untuk meningkatkan ATP
Patel et al.1998 menyatakan bahwa keberadaan L-arginin atau asam amino dalam konsentrasi rendah tidak hanya meningkatkan metabolisme dan spermatogenesis, tetapi juga meningkatkan sintesis Adenosin Trifosfat (ATP), yang merupakan komponen esensial kaya energi untuk motilitas sperma. sehingga diperlukannya L-Arginin berperan penting untuk meningkatkan dan mempertahankan motilitas spermatozoa. selain itu paksu juga dapat merubah pola makan dan gaya hidup dan melakukan olahraga.
Setelah memahami bagaimana kompleksitas ATP, sister dan paksu sudah dapat menjadi lebih tau ternyata ketersediaan ATP sangat mempengaruhi motilitas pada sperma sehingga pemahaman tentang mekanisme ini sangat penting dalam konteks kesuburan pria. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagris.id.
Referensi
- Caroppo, E., & Dattilo, M. (2022). Sperm redox biology challenges the role of antioxidants as a treatment for male factor infertility. F&S Reviews, 3(1), 90-104.
- https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17644971/
- Suryaningsih, H., Sabdoningrum, E. K., & Susilowati, S. (2017). PENAMBAHAN L–ARGININ DALAM PENGENCER TRIS KUNING TELUR SETELAH EKUILIBRASI 2 JAM TERHADAP MOTILITAS DAN MEMBRAN PLASMA UTUH SPERMATOZOA DOMBA SAPUDI THE ADDITION OF L–ARGININE IN TRIS EGG YOLK DILUENT AFTER TWO HOUR EQUILIBRATION TIME TO THE MOTILITY AND (Doctoral dissertation, Universitas Airlangga).

Mikotoksin adalah senyawa beracun yang dihasilkan oleh jamur (fungi) tertentu, yang dapat mencemari bahan pangan dan pakan ternak. Faktanya paparan mikotoksin memiliki dampak serius pada kesehatan reproduksi. Mikotoksin ini sangat bervariasi dalam hal struktur dan efek biokimia, oleh karena itu dengan lebih memahami aspek toksikologi dan patologis mikotoksin, kita dapat lebih siap untuk melawan penyakit, serta kerusakan biologis yang ditimbulkannya. Dalam artikel ini, MDG akan menjabarkan bagaimana mikotoksin diproduksi dan pengaruhnya pada fertilitas. Baca sampai habis ya!
Sumber Racun Mikotoksin dan Dampaknya pada Fertilitas
Mikotoksin adalah produk jamur berbahaya yang bisa ditemui di mana-mana dan tidak dapat dihindari yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia, hal ini bisa ditemukan di hampir semua jenis makanan, dengan prevalensi yang lebih tinggi di lingkungan yang panas dan lembab.
Jamur yang dapat menghasilkan mikotoksin tumbuh pada banyak bahan makanan seperti sereal, buah kering, kacang-kacangan, dan rempah-rempah. Pertumbuhan jamur dapat terjadi sebelum panen atau setelah panen, selama penyimpanan, pada/di dalam makanan itu sendiri, sering kali dalam kondisi hangat, lembab, dan basah. Sebagian besar mikotoksin bersifat stabil secara kimiawi dan dapat bertahan dalam proses pengolahan makanan.
Mikotoksin dapat mengganggu reproduksi wanita dan pria. Mikotoksin dapat bertindak sebagai pengganggu endokrin yang terlibat dalam gangguan reproduksi wanita, seperti endometriosis, sindrom ovarium polikistik (PCOS), dan kegagalan ovarium prematur (POF)
Cara Meminimalisir Konsumsi Mikotoksin
Untuk meminimalkan risiko kesehatan akibat mikotoksin, sister dan paksu dapat mulai melakukan hal berikut:
- Periksa biji-bijian utuh (terutama jagung, sorgum, gandum, beras), buah ara kering, dan kacang-kacangan seperti kacang tanah, pistachio, kacang almond, kacang kenari, kelapa, kacang Brazil, dan kacang hazel yang semuanya secara berkala terkontaminasi aflatoksin untuk mencari bukti adanya jamur, dan buang semua yang tampak berjamur, berubah warna, atau layu.
- hindari kerusakan pada biji-bijian sebelum dan selama pengeringan, serta dalam penyimpanan, karena biji-bijian yang rusak lebih rentan terhadap serangan jamur dan karenanya kontaminasi mikotoksin.
- Belilah biji-bijian dan kacang-kacangan sesegar mungkin, Pastikan makanan disimpan dengan benar – terbebas dari serangga, kering, dan tidak terlalu hangat.
- tidak menyimpan makanan dalam jangka waktu lama sebelum digunakan; dan pastikan pola makan yang beragam – hal ini tidak hanya membantu mengurangi paparan mikotoksin, tetapi juga meningkatkan gizi.
Setelah mengetahui hal tersebut, baik sister maupun paksu untuk lebih berhati-hati dan menjaga apa yang akan dikonsumsi agar tidak berdampak pada keburukan terutama terkait dengan fertilitas. Untuk informasi menarik lainnya dapat follow Instagram @menujuduagaris.id.
Referensi
- Tkachev, A. V., Tkacheva, O. L., Zubova, T. V., Pleshkov, V. A., & Smolovskaya, O. V. (2020). Effect of Mycotoxins on the Spermatozoa and Embryos of Animals. Advances in Animal and Veterinary Sciences, 8(S3), 47-55.
- https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6784030/
- https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mycotoxins
- https://www.ajrh.info/index.php/ajrh/article/view/863

Mitokondria juga disebut sebagai “pembangkit tenaga sel,” karena hadirnya memainkan peran vital dalam berbagai fungsi seluler, termasuk dalam proses reproduksi pria. Dalam konteks spermatozoa, mitokondria bertanggung jawab untuk menghasilkan energi yang diperlukan untuk motilitas dan viabilitas sperma. MDG akan menjabarkan topik ini lebih dalam, baca sampai habis ya!
Memahami Fungsi Spermatozoa
Spermatozoa atau sel sperma adalah hasil produksi dari testis yang terdiri dari beberapa sel germinal yang sudah matang. Spermatozoa bersama dengan plasma seminalis berkomposisi dari cairan yang dikeluarkan pada saat seorang pria mengalami ejakulasi disebut sebagai semen
Spermatozoa hadir sebagai sel yang sangat terspesialisasi dengan struktur unik yang terdiri dari semua elemen yang diperlukan untuk berbagai tahap pembuahan dan untuk berkontribusi pada perkembangan embrio awal.
Spermatozoa dewasa terdiri dari bagian depan, leher, dan ekor atau flagel. Kepala terdiri dari akrosom yang mengandung enzim yang diperlukan untuk interaksi gamet dan nukleus yang membawa genom haploid yang diwariskan kepada keturunan. Leher mengandung sentriol proksimal yang ketika dibawa ke oosit, berperan dalam mengatur pembelahan sel embrio.
Selain itu, spermatozoa menyediakan komponen yang diperlukan untuk aktivasi oosit, fosfolipase C-zeta, serta berbagai protein dan RNA dimana memiliki dampak epigenetik pada perkembangan embrio awal.
Hubungan Mitokondria dengan Spermatozoa
Selubung mitokondria menghasilkan Adenosin trifosfat (ATP) yang diperlukan untuk fungsi sperma. Lebih jauh, literatur ilmiah berteori bahwa struktur ini juga memiliki peran protektif bagi genom mitokondria karena motilitas spermatozoa sangat bergantung pada jumlah dan fungsi mitokondria. Dimana setiap spermatozoa mengandung sekitar 70-80 mitokondria di bagian tengahnya, dan setiap mitokondria memiliki satu salinan DNA mitokondria (mtDNA).
Mutasi atau kerusakan pada mtDNA dapat mengganggu produksi ATP, sehingga mempengaruhi kemampuan sperma untuk bergerak dengan efektifkan kekakuan flagela dan melindungi terhadap stres osmotik. Hubungan antara struktur mitokondria dan infertilitas pria telah menunjukkan bahwa struktur flagela midpiece mempengaruhi motilitas dan metabolisme sperma.
Cara Meningkatkan Mitokondria Pada Pria
Selain mengatur pola makan dan nutrisi, juga dapat melalui suplemen sering kali menjadi komponen penting dari strategi terapi nutrisi yang dipersonalisasi, Suplemen yang dapat membantu meningkatkan fungsi mitokondria diantaranya adalah:
Asetil-L karnitin: Membantu mengangkut asam lemak ke mitokondria untuk produksi energi
Asam alfa-lipoat: Bertindak sebagai antioksidan yang kuat
COQ10: dalam bentuk suplemen
NAD+: mendukung produksi energi dan perbaikan sel
PQQ: meningkatkan biogenesis mitokondria
Cara lainnya dapat melakukan Puasa intermiten (IF) menawarkan banyak manfaat bagi kesehatan mitokondria, mendukung peningkatan, juga dapat melakukan olahraga. Dengan mengetahui materi ini MDG berharap sister dan paksu dapat lebih paham dan mulai menjaga keseimbangan kesehatan demi kebaikan keberlangsungan fertilitas. Informasi menarik lainnya sister dapat akses di Instagram @menujuduagris.id.
Referensi
- Boguenet, M., Bouet, P. E., Spiers, A., Reynier, P., & May-Panloup, P. (2021). Mitochondria: their role in spermatozoa and in male infertility. Human Reproduction Update, 27(4), 697-719.
- chrome-extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj/https://repository.unissula.ac.id/14250/5/babI.pdf
- https://nutritiondiets.co.uk/health/7-ways-to-support-your-mitochondria-for-better-health-and-ageing/

Tuba falopi menjadi bagian yang sangat penting dalam program kehamilan, melihat ia menjadi saluran dengan panjang sekitar 10-13 cm dan diameter sekitar 1 cm yang memiliki peran menghubungkan antara indung telur (ovarium) dan rahim. Untuk itu permasalahan seperti penyumbatan atau kerusakan akan menyulitkan untuk hamil.
Bahkan data di Indonesia sekitar 15% pasangan suami istri mengalami subfertilitas dan masalah tuba berkontribusi pada 40 % subfertilitas di negara-negara Asia. Meski demikian tentu masih ada peluang untuk hamil, MDG akan mengenalkan kepada sister dan paksu bagaimana metode HyFoSy berperan tinggi. Baca sampai habis ya!
Apa itu HyFoSy dan bagaimana prosedurnya?
Hysterosalpingo-foam sonography (HyFoSy), yang merupakan teknologi pemeriksaan patensi tuba yang baru dan bersifat bedside dengan nilai diagnostik yang lebih superior dan tingkat kenyamanan pasien yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemeriksaan HSG.
Seperti hasil penelitian oleh Tantry dkk 2020, menunjukkan bagaimana tingkat keberhasilan dan tingkat nyeri yang secara signifikan lebih rendah, maka HyFoSy dapat menjadi alternatif pengganti HSG maupun di daerah-daerah lain di Indonesia yang tidak memiliki fasilitas HSG.
Begitu pula temuan dari penelitian Gonzales dkk, 2022 dengan judul “Is hysterosalpingo-foam sonography (HyFoSy) more tolerable in terms of pain and anxiety than hysterosalpingography (HSG)? A prospective real-world setting multicentre study” menunjukkan bahwa HyFoSy memiliki toleransi yang lebih tinggi terhadap rasa sakit dan kecemasan. Mengapa demikian?
Jika melihat dari prosedur ini digambarkan berupa bedside selama sekitar 10 menit yang hanya membutuhkan mesin USG transvaginal dan kit busa ExEm yang mengandung hidroksietil selulosa-gliserol. Meski demikian sister dan paksu perlu melihat bagaimana kelebihan dan kekurangan dari metode ini.
Kelebihan dan Efek Samping Metode HyFoSy
Kelebihan metode ini adalah tidak adanya radiasi atau bahan kontras beryodium yang terlibat. HyFoSy lebih nyaman dibandingkan HSG karena cairan yang disuntikkan menghasilkan lebih sedikit iritasi dibandingkan pewarna yang digunakan dalam HSG.
Meski demikian terkadang akan ada efek samping seperti kram perut, keluar sisa busa atau cairan dari vagina dan reaksi alergi terhadap bahan busa, walau sangat jarang terjadi. Untuk itu perlu bagi sister dan paksu berkonsultasi pada dokter demi keamanan sister dan paksu dalam menjalani motode ini. Untuk Informasi menarik lainnya dapat follow Instagram @menujuduagaris.id
Referensi
- https://www.alodokter.com/kaitan-tuba-falopi-tersumbat-dan-kemandulan-serta-pengobatannya
- https://lib.ui.ac.id/m/detail.jsp?id=20515678&lokasi=lokal
- https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/hyfosy-hysterosalpingo-foam-sonography/
- https://bmcwomenshealth.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12905-022-01606-3

Human papillomavirus (HPV) adalah infeksi menular seksual yang dapat menyerang kulit, tenggorokan dan area genital. Hampir semua orang yang aktif secara seksual dapat terinfeksi dan biasanya tanpa gejala. Meski demikian, sistem kekebalan tubuh juga turut membersihkan HPV dari tubuh. MDG akan menjabarkan ke sister dan paksu bagaimana HPV dapat berdampak pada infertilitas. Baca sampai habis ya!
Pahami Dampak HPV pada Infertilitas
Infeksi jangka panjang (persisten) dengan jenis human papillomavirus (HPV) berisiko tinggi menyebabkan hampir semua kanker serviks . Ditemukan dua jenis berisiko tinggi, HPV 16 dan HPV 18 , menyebabkan 70% kanker serviks di seluruh dunia.
Dari penyakit kanker ini yang kemudian mempengaruhi insufisiensi serviks, yang dapat menyebabkan serviks melebar dan menipis sebelum kehamilan mencapai usia kehamilan. Selain itu pengobatan kanker serviks juga berdampak pada infertilitas. Dampak lainnya tentu saja melalui pengobatan.
Bagaimana Pengobatan HPV Mempengaruhi Kesuburan?
Infeksi HPV tidak selalu memerlukan pengobatan. Namun jika dokter memutuskan bahwa mereka perlu mengangkat sel abnormal, mereka akan menggunakan beberapa teknik seperti krioterapi, atau pembekuan dan pengangkatan jaringan abnormal, biopsi kerucut untuk mengangkat sebagian serviks, A loop electrosurgical excision procedure (LEEP) yang melibatkan pengangkatan sel dengan lilitan kawat yang membawa muatan listrik.
Prosedur tersebut dapat tertu berpengaruh pada kemampuan sister untuk hamil atau mencapai masa kehamilan penuh. Ini karena pengangkatan sel dapat mengubah produksi lendir serviks. Kondisi ini juga dapat menyebabkan stenosis, atau penyempitan pembukaan serviks.
Tahap yang paling akhir yang dapat berpengaruh pada kesuburan ketika dilakukan operasi pengangkatan rahim (histerektomi radikal) radioterapi sebagai bagian dari pengobatan yang memengaruhi rahim. Radioterapi juga dapat menghentikan kerja ovarium.
Cara Menghindari Virus HPV
Cara terbaik untuk memastikan penyebaran dan tidak tertular PMS seperti HPV adalah dengan menghindari kontak seksual pada banyak orang dalam melakukan seks vaginal, oral, dan anal, serta kontak genital lainnya. Juga dapat menurunkan peluang tertular atau menyebarkan HPV dapat melakaukan vaksin HPV.
Secara keseluruhan HPV dapat memiliki dampak pada kesuburan baik pada pria maupun wanita, sehingga penting bagi sister dan paksu yang memiliki kekhawatiran tentang HPV untuk melakukan pengecekan guna mendapatkan informasi dan penanganan yang tepat. Informasi menarik lainnya follow Instagram @menujuduagris.id.
Referensi
- https://www.healthline.com/health/sexually-transmitted-diseases/hpv-and-fertility#hpv-and-fertility
- https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cervical-cancer?gad_source=1&gclid=Cj0KCQiAire5BhCNARIsAM53K1iodmsrks_6sh8d-dGCj_aT7qhkmtNeNcictshySHqn-Gvt9G_0Gb8aAuExEALw_wcB
- https://www.cancer.gov/types/cervical/causes-risk-prevention
- https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/cervical-cancer/living-with/fertility
- https://www.plannedparenthood.org/learn/stds-hiv-safer-sex/hpv/how-can-i-make-sure-i-dont-get-or-spread-hpv