• Skip to main content
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Artikel Informasi Untuk Pejuang Dua Garis

Kenali Dispareunia yang Ternyata Mayoritas Dialami Perempuan

November 8, 2024

Dispareunia adalah istilah medis yang merujuk pada rasa nyeri yang dialami saat berhubungan seksual. Penyakit ini dapat mengurangi kualitas kehidupan seksual sister dan paksu yang kemudian menjadi pertanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius dalam konteks fertilitas, dispareunia dapat berperan sebagai faktor yang mengganggu kemampuan pasangan untuk hamil. Kira-kira apa penyebab dari dispareunia, dan siapa saja yang rawan terkena, MDG akan mencoba menjabarkan. Baca sampai habis ya!

Mengetahui Dispareunia dan Penyebabnya

Dispareunia ditandai oleh rasa sakit yang terjadi sebelum, selama, atau setelah hubungan seksual. Rasa sakit ini bisa bervariasi dari tajam, terbakar, hingga seperti kram menstruasi. Nyeri dapat dirasakan di area genital luar seperti vulva atau penis, maupun di bagian dalam seperti vagina atau perut bagian bawah. Dispareunia atau painful intercourse bisa terjadi baik pada laki-laki maupun pada perempuan. Kendati demikian dispareunia lebih sering terjadi pada perempuan ketimbang laki-laki. 

Pada wanita, dispareunia dibedakan menjadi 2 (dua) jenis berdasarkan lokasi nyeri yang timbul, yaitu : nyeri masuk (dispareunia intraorbital atau superfisial). Nyeri ini dirasakan di pintu masuk vagina selama penetrasi awal. Beberapa faktor yang terkait dengan nyeri masuk dapat berupa kurangnya pelumasan, cedera, atau infeksi. Yang kedua adalah nyeri dalam atau (collision dyspareunia). Ini adalah nyeri yang terjadi pada penetrasi yang dalam dan dapat terasa lebih buruk pada posisi seksual tertentu.

Dampak Dispareunia pada Fertilitas

Pertama akan mengalami gangguan hubungan seksual, dimana ketidaknyamanan selama hubungan seksual dapat mengurangi frekuensi hubungan, yang penting untuk pembuahan. Yang pada akhirnya akan berdampak pada psikologis, dimana rasa sakit yang berkepanjangan saat berhubungan intim dapat menyebabkan stres emosional dan psikologis, yang juga dapat mempengaruhi libido dan keinginan untuk berhubungan seksual, sehingga berdampak pada peluang kehamilan.

Pelvic Floor Muscles (PFMs) Sebagai Rehabilitasi 

Karena etiologinya yang multifaktorial, pendekatan multidisiplin mungkin diperlukan untuk mengatasinya. Faktor muskuloskeletal memainkan peran penting; dengan demikian, merehabilitasi dasar panggul dan memodifikasi pelvic floor muscles (PFM) atau tonus otot dasar panggul dapat menjadi cara yang efektif untuk mengatasi disfungsi ini.

Dispareunia menjadi kondisi yang akhirnya tidak bisa dianggap sepele karena dapat memiliki dampak signifikan terhadap kualitas hidup seksual dan kesuburan. Untuk itu sister dan paksu yang mengalami gejala dispareunia untuk berkonsultasi dengan profesional medis guna mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Untuk mendapatkan informasi menarik lainnya dapat follow Instagram @menujuduagaris.id.

Referensi

  • https://hellosehat.com/seks/tips-seks/dispareunia/
  • https://www.alodokter.com/dispareunia
  • https://ciputrahospital.com/karakteristik-wanita-tidak-subur/
  • https://www.ciputramedicalcenter.com/dispareunia-adalah-sakit-saat-berhubungan-intim/
  • https://www.halodoc.com/kesehatan/dispareunia
  • https://link.springer.com/article/10.1007/s00192-019-04019-3

 

Mengenal Penyebab Erectile Dysfunction (ED) pada Pria

November 7, 2024

 

Berdasarkan Jurnal Ilmiah Departemen Urologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang terbit pada tahun 2019, dari total 255 responden yang mengisi survei, 35,6 persen diantaranya mengalami disfungsi ereksi atau sebesar 92 responden. Oleh karena itu, penyakit disfungsi ereksi dan gangguan kesuburan pria tidak bisa dianggap remeh. MDG akan menjabarkan bagaimana disfungsi ereksi terjadi, dan bagaimana cara mengatasinya. Baca sampai habis ya!

Definisi dan Dampak ED

Ereksi adalah fenomena neuromuskular yang melibatkan interaksi kompleks antara sistem saraf, pembuluh darah, otot polos, hormon, dan faktor psikologis. Ketika seorang pria terangsang secara seksual, otak mengirimkan sinyal yang menyebabkan pembuluh darah di penis melebar, sehingga meningkatkan aliran darah dan menghasilkan ereksi. 

Disfungsi ereksi atau impotensi dapat berdampak pada berbagai aspek kehidupan, seperti kehidupan seksual, hubungan personal dengan pasangan, masalah reproduksi, psikologis hingga ke potensi komplikasi lain. 

Penyebab Disfungsi Ereksi

Ponco, Guru Besar Ilmu Urologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menjelaskan terkait jenis disfungsi ereksi yang dapat diderita seseorang berdasarkan penyebabnya. Pertama, ada disfungsi ereksi organik ia hadir sebagai penyakit sistemik atau cacat organik yang mempengaruhi fungsi ereksi penis. Penyakit yang menyebabkan disfungsi ereksi organik antara lain adalah diabetes, penyakit jantung, hipertensi, dan penyakit neurologis.

Sedangkan disfungsi ereksi akibat masalah hormon juga trauma atau cedera fisik juga termasuk dalam klasifikasi disfungsi ereksi organik. Selain itu ada disfungsi ereksi psikogenik yakni jenis disfungsi ereksi yang terjadi karena masalah psikologis, seperti kecemasan, depresi, atau trauma psikologis. Terakhir  adalah disfungsi ereksi campuran, merupakan disfungsi ereksi yang disebabkan karena campuran dari masalah psikogenik dan organik.

Dari melihat penyebab tersebut terdapat potensi terjadi ketika pasangan sedang melakukan proses Perawatan infertilitas, dimana menimbulkan stres tambahan – emosional, fisik, dan finansial. Banyak yang memerlukan prosedur invasif fisik. Ini dapat mempengaruhi citra diri, hasrat, dan kinerja seksual seseorang. Bagi banyak pasangan, bercinta adalah cara untuk terhubung secara emosional. Ketika kehidupan seks mereka dikaitkan dengan kegagalan, frustrasi, kemarahan, dan kebencian, mereka dapat kehilangan cara untuk menunjukkan emosi mereka.

Pengobatan yang dapat dilakukan

Pengobatan untuk disfungsi ereksi bergantung pada penyebabnya dan dapat mencakup:

Perubahan gaya hidup: Meningkatkan aktivitas fisik, mengurangi berat badan, berhenti merokok, dan mengurangi konsumsi alkohol. Terapi Psikologis: Konsultasi dengan psikolog atau terapis untuk mengatasi masalah emosional atau hubungan.

Medikasi: Obat-obatan seperti inhibitor PDE5 (misalnya sildenafil) sering diresepkan untuk membantu meningkatkan aliran darah ke penis. Intervensi Bedah: Dalam beberapa kasus, prosedur bedah mungkin diperlukan jika metode lain tidak efektif.

Disfungsi ereksi adalah masalah umum yang dapat mempengaruhi pria dari segala usia. Namun memiliki pengaruh yang signifikan, sehingga penting untuk paksu untuk mencari bantuan medis. Dengan diagnosis yang tepat dan pengobatan yang sesuai, baik sister maupun paksu akhirnya dapat mengatasi disfungsi ereksi dan meningkatkan kualitas hidup dan hubungan. Untuk informasi menarik lainnya follow Instagram @menujuduagris.id

Referensi

  • https://iaui.or.id/public-section/disease/disfungsi-ereksi
  • https://www.alodokter.com/melacak-penyebab-gangguan-ereksi
  • https://fk.ui.ac.id/infosehat/mengenali-disfungsi-ereksi-pada-pria/
  • https://www.reproductivefacts.org/news-and-publications/fact-sheets-and-infographics/sexual-dysfunction-and-infertility/

 

Reactive Oxygen Species (ROS) dan Hubungannya pada Fertilitas Pria

November 7, 2024

Reactive Oxygen Species (ROS) adalah molekul yang sangat reaktif yang terbentuk selama proses metabolisme seluler, terutama dalam mitokondria. Meskipun ROS memiliki peran penting dalam berbagai proses fisiologis, ketidakseimbangan antara ROS dan antioksidan dapat menyebabkan banyak kasus infertilitas, terutama pada sperma pria. Untuk itu MDG akan membahas bagaimana ROS dapat mempengaruhi infertilitas pada pria, baca sampai habis ya!

Hubungan ROS dengan Fertilitas Pria

Hampir setiap ejakulasi manusia dianggap terkontaminasi dengan sumber -sumber potensial ROS. Semen manusia diketahui mengandung berbagai jenis sel seperti spermatozoa dewasa dan tidak matang, sel bundar dari berbagai tahap spermatogenesis, leukosit, dan sel epitel. Dari jenis sel yang berbeda ini, leukosit dan spermatozoa telah terbukti menjadi dua sumber utama ROS.

Melalui 4 Spesies nitrogen reaktif (nitro oksida nitonya nitrous , peroxynitrite, ion nitroxyl dll) yang merupakan radikal nitrogen bebas ia juga hadir sebagai subkelas ROS. Hal ini telah terbukti memiliki efek merugikan pada fungsi sperma normal yang menghambat motilitas dan kompetensi sperma untuk zona binding. 

 Tetesan sitoplasma (kelebihan sitoplasma residual) menyebabkan kualitas sperma yang buruk dan peningkatan generasi ROS. Struktur ini, yang merupakan hasil dari spermatogenesis yang rusak adalah sumber utama ROS. Studi menunjukkan bahwa retensi sitoplasma residual oleh spermatozoa berkorelasi positif dengan generasi ROS melalui mekanisme yang dapat dimediasi oleh enzim sitosolik glukosa fosfat dehydrogenase.

Dapat dilihat ternyata Spesies Oksigen Reaktif (ROS) turut menyebabkan infertilitas pada pria. Dimana ia dapat merusak membran dan DNA sperma. Kerusakan ini dapat menyebabkan penurunan motilitas sperma, reaksi akrosom yang tidak sempurna, dan hilangnya kesuburan.

Ketahui 2 Faktor Eksentrik dan Intrinsik pada penyebab ROS

Pada faktor eksentrik diantaranya adalah, paparan industri, merupakan penyebab peningkatan produksi ROS dan kerusakan DNA sperma. Paparan logam berat (misalnya, kadmium, timbal, besi, dan tembaga), pestisida, ftalat, dan polusi dapat menyebabkan kerusakan sperma.

Selain itu juga Merokok dikaitkan dengan penurunan signifikan dalam kepadatan sperma, jumlah sperma total, motilitas sperma, dan morfologi sperma dan meminum alkohol. Sedangkan pada faktor intrinsik Leukosit spermatik adalah sumber intrinsik ROS dimana  menghasilkan hingga 1000 kali lipat lebih banyak ROS daripada metabolisme aerobik. Selain itu juga ROS lebih tinggi pada pasien dengan male accessory gland infections (MAGI) termasuk uretra, prostat, vesikula seminalis, duktus deferen, kelenjar Cowper, epididimis, atau testis. 

Setelah memahami pemaparan tersebut, sister dan paksu jadi semakin mengetahui bahwa Reactive Oxygen Species (ROS) memiliki dampak signifikan terhadap kualitas sperma pria. Kadar ROS yang tinggi berkaitan erat dengan penurunan motilitas, vitalitas, serta kerusakan DNA spermatozoa. Oleh karena itu, penting bagi sister untuk mengingatkan paksu untuk menjaga keseimbangan melalui gaya hidup sehat serta asupan nutrisi yang tepat. Informasi menarik lainnya bisa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2090598X17301316
  • https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1600-0897.2007.00559.x

 

Oxidative Stress dan Hubungannya dengan Kesuburan dan Kesehatan Reproduksi

November 6, 2024

Ketika berfungsi dengan baik radikal bebas seperti  reactive oxygen species dapat membantu melawan patogen penyebab infeksi. Namun, jika ada lebih banyak radikal bebas yang ada daripada yang dapat diseimbangkan oleh antioksidan, akan memunculkan stres oksidatif dan memicu banyak masalah kesehatan salah satunya adalah kesehatan reproduksi. MDG akan membahas lebih lanjut mengenai stress oksidatif  dan bagaimana menguranginya, untuk itu baca sampai habis ya sister!

Mengapa terjadi Stress Oksidatif?

Stres oksidatif terjadi ketika terdapat kelebihan radikal bebas dalam tubuh, yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan jaringan. Radikal bebas adalah reactive oxygen species (ROS) yang dapat terbentuk sebagai hasil dari proses metabolisme normal, serta di bawah pengaruh faktor eksternal seperti polusi lingkungan, radiasi UV, dan pola makan. 

Yang menjadi pemicu dari adanya stress oksidatif diantaranya adalah, hidup yang tidak teratur, makan sembarangan, merokok.  

Dampak  Stress Oksidatif pada Infertilitas

Stres oksidatif memiliki dampak yang signifikan terhadap kesuburan. Pada pria, hal ini dapat menyebabkan kerusakan DNA pada sperma, yang dapat mengakibatkan berkurangnya kualitas air mani, berkurangnya motilitas sperma dan peningkatan jumlah sperma yang cacat, dan kerusakan radikal bebas pada membran sel sperma yang menyebabkan berkurangnya jumlah sperma yang tersedia.

Pada wanita, stres oksidatif dapat mempengaruhi kualitas sel reproduksi wanita, yang dapat menyebabkan masalah dengan pematangannya dan implantasi embrio di rahim dan juga dapat mempengaruhi fungsi ovarium dan mengganggu regulasi hormonal siklus menstruasi. 

Cara apa yang dapat dilakukan?

Keseimbangan yang tepat antara elemen jejak dan mikronutrien adalah kunci untuk melindungi dari stres oksidatif dan menjaga kesehatan reproduksi. Suplementasi antioksidan t seperti zinc, selenium,  copper, manganese, kromium, dan zat besi, vit c, Beta carotene, vit E membantu mengurangi stres oksidatif. 

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang stres oksidatif dan dampaknya terhadap kesehatan, mulai saat ini sister dan paksu dapat mengurangi dan mengolah agar berkurang stress oksidatif, sehingga tidak berdampak semakin fatal pada kesehatan reproduksi baik pada sister terutama pada paksu pada kualitas sperma. Untuk informasi menarik lainnya dapat follow Instagram @menujuduagris.id. 

Referensi

  • https://www.mdpi.com/1422-0067/25/17/9409
  • https://my.clevelandclinic.org/health/articles/oxidative-stress
  • https://www.halodoc.com/artikel/kenali-4-bahaya-stres-oksidatif-bagi-kesehatan-tubuh?srsltid=AfmBOoo8GY1zSkA194DK7DOnQo7a2y4y5cOoHf-83p8sRniGHF2r9nCz
  • https://www.klikdokter.com/info-sehat/kesehatan-umum/empat-kebiasaan-ini-dapat-tingkatkan-stres-oksidatif?srsltid=AfmBOoq8sfDG2lffFpZV4Emfj4AM5sbhhDI1qklX2VTG3HgTFvxYjjo_

Pahami Apa itu Sex Hormone Binding Globulin (SHBG) dan Hubungannya dengan Infertilitas

November 5, 2024

 

SHBG atau Sex Hormone Binding Globulin adalah protein yang diproduksi oleh hati yang mengikat dan mengangkut hormon seks dalam darah. Hormon seks yang diikat oleh SHBG adalah testosteron, estradiol, dan dihidrotestosteron (DHT). Kemudian kira-kira apa yang menjadikan gen ini penting? yuk sister jadi lebih tau dengan SHBG.

Struktur dan Sintesis SHBG

Gen SHBG terdiri atas 4.3 kilobasa (kbs), terletak  pada  kromosom  17  p  3.1. Gen  SHBG  di  dalam  hepatosit  berperan  mengkode  sintesis  protein  SHBG.  Gen  SHBG  di  dalam  hepatosit  memiliki kesamaan dengan gen androgen binding protein   (ABP)   di   sel   sertoli   pada   testis, sehingga ABP juga disebut sebagai SHBG testis). SHBG  maupun  ABP  dikenal  sebagai  protein  pengikat hormon steroid seks.

Dalam sintesis protein SHBG ada 2 tahap, yaitu  tahap  awal  dan  tahap  lanjutan.  Pada  tahap  awal  tersebut  terjadi  sintesis  prekursor  protein  SHBG  di  ribosom,  sedangkan  tahap  selanjutnya  terjadi   pematangan   prekursor   protein   SHBG   menjadi    protein  SHBG  matang  di  dalam  badan  Golgi dengan proses glikosilasi.

Fungsi SHBG Pada Fertilitas 

Normalnya hormon dalam tubuh manusia ada dalam keadaan bebas atau terikat protein (terikat). Hormon bebas aktif secara biologis, dan dapat memiliki pengaruh langsung pada jaringan dan organ targetnya. Sementara itu, hormon terikat tidak aktif secara biologis, dan tidak dapat bekerja pada targetnya hingga dilepaskan dari keadaan terikat. SHBG mengikat hormon seks tertentu, dan mengangkutnya ke berbagai area tubuh.

Proporsi hormon seks yang beredar dalam keadaan terikat bergantung pada kadar hormon SHBG dalam darah. Jika kadar SHBG tinggi, sebagian besar hormon seks akan terikat padanya, sehingga sebagian kecil akan bebas dan aktif secara biologis. Jika kadar SHBG rendah, sebagian kecil hormon seks dalam sirkulasi terikat protein, sehingga sebagian besar beredar dalam keadaan bebas.

Kadar SHBG yang terlalu tinggi atau rendah dapat menyebabkan masalah karena mempengaruhi proporsi hormon seks yang aktif secara biologis. Ketidakseimbangan tersebut dapat mengganggu ekosistem hormonal yang rapuh yang ada di tubuh kita.

Contoh pada kasus infertilitas ketika seseorang dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS), gangguan yang dikaitkan dengan sindrom metabolik, cenderung memiliki kadar SHBG yang rendah (2,5,8). Hal ini mungkin disebabkan oleh kadar androgen yang tinggi (sekelompok hormon yang mencakup testosteron) yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon seks dan menekan produksi SHBG pada orang dengan PCOS.

Apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kadar SHBG?

Sebuah penelitian telah menemukan bahwa hal-hal berikut dapat meningkatkan kadar SHBG, secara keseluruhan adalah pola makan, pertama dapat melakukan olahraga teratur, kemudian meningkatkan serat dan kurangi gula dalam makanan, sebuah studi tahun 2000 yang melibatkan pria berusia antara 40 dan 70 tahun menemukan bahwa asupan serat meningkatkan kadar SHBG, sementara asupan protein menurunkan kadarnya. 

Selanjutnya adalah menurunkan berat badan, dimana sebuah penelitian menunjukkan bahwa ketika anak-anak yang mengalami obesitas kehilangan berat badan, kadar SHBG dapat meningkat secara signifikan.

Setelah mengetahui paparan tersebut, ternyata Globulin pengikat hormon seks (SHBG) komponen vital dalam sistem endokrin manusia yang berperan dalam mengatur ketersediaan hormon steroid seks. tidak hanya itu fungsinya juga dapat mempengaruhi komponen lain dalam tubuh, yang sister dapat cari lebih dalam mengenai hubungan SHBG dengan penyakit lainnya. dalam artikel ini setidaknya sister dan paksu mulai memahami fungsi dan regulasi SHBG, harapannya dengan begitu akan mulai hidup lebih sehat lagi untuk jangka kehidupan yang lebih baik dan berkualitas. Untuk informasi menarik lainnya follow Instagram @menujuduagaris.id ya!

Referensi 

  • https://jbiomedkes.org/index.php/jbk/article/view/75
  • https://ada.com/hormones/sex-hormone-binding-globulin-shgb/
  • https://helloclue.com/articles/cycle-a-z/sex-hormone-binding-globulin-shbg-101
  • https://www.healthline.com/health/secondary-adrenal-insufficiency#treatment

 

Peran dan Fungsi Follicle Stimulating Hormone (FSH) pada Kesuburan

November 4, 2024

 

 

 

Hormon perangsang folikel, atau disebut Follicle Stimulating Hormone (FSH), menjadi salah satu hormon yang berperan penting dalam sistem reproduksi manusia. Ia diproduksi oleh kelenjar pituitari, FSH memiliki fungsi utama dalam mengatur perkembangan folikel di ovarium pada wanita dan proses spermatogenesis di testis pada pria. MDG kali ini akan menjabarkan lebih lanjut mengenai pembahasan FSH, baca sampai habis ya!

Definisi FSH

Terlebih dahulu sister perlu tau apa itu hormon perangsang folikel (FSH) ia merupakan hormon yang diproduksi dan dilepaskan oleh kelenjar pituitari yang berperan dalam perkembangan seksual dan reproduksi. Hormon ini juga mempengaruhi fungsi ovarium dan testis.

Fungsi FSH pada Fertilitas

Pada pria FSH, bersama dengan testosteron, diperlukan untuk mempertahankan jumlah dan fungsi sperma normal. Penelitian telah menunjukkan bahwa kekurangan FSH tidak hanya menurunkan jumlah sperma tetapi juga mempengaruhi kualitas sperma yang tersisa. 

Sedangkan pada perempuan, FSH merangsang sel granulosa dalam folikel ovarium untuk mensintesis aromatase, yang mengubah androgen yang diproduksi oleh sel teka menjadi estradiol. FSH dan hormon lain yang disebut hormon luteinisasi (LH) membantu mengendalikan siklus menstruasi (menstruasi). FSH membantu ovulasi saat sel telur dilepaskan setiap bulan oleh ovarium. Jumlah FSH bervariasi sepanjang siklus menstruasi. Kadar tertingginya terjadi sebelum ovulasi. Lalu kira-kira berapa normal FSH yang ada pada tubuh, dan bagaimana dampaknya jika tidak normal

Dampak  dan Solusi pada Kadar FSH yang Tidak Normal

Sebuah studi tentang kadar FSH hari ke-3 dan hasil fertilisasi in vitro (IVF) menunjukkan bahwa orang dengan kadar FSH hari ke-3 lebih rendah dari 15 mili-international unit per milliliter (mIU/mL) memiliki peluang lebih baik untuk hamil dengan upaya IVF jika dibandingkan dengan orang dengan kadar FSH antara 15 mIU/ml dan 24,9 mIU/ml. Sedangkan bagi orang dengan kadar FSH lebih dari 25 mIU/ml, tingkat kehamilan lebih rendah.

Untuk itu penting memeriksa kadar FSH, karena melalui tes ini dapat membantu mengetahui penyebab infertilitas, mendiagnosis kondisi yang terkait dengan disfungsi ovarium atau testis dan membantu dalam diagnosis kondisi hipofisis atau hipotalamus, yang dapat memengaruhi produksi FSH, Selain itu sister dan paksu dapat mulai menjaga keseimbangan hormon ini.

Dimulai dengan tidur yang cukup, mengelola stres, mengkonsumsi makanan sehat berserat tinggi, lemak sehat, dan hindari konsumsi gula berlebih, jika diperlukan dapat menggunakan suplemen sesuai resep dokter. 

Setelah melihat informasi tersebut, kita jadi lebih paham ternyata Hormon perangsang folikel (FSH) memainkan peran sentral dalam sistem reproduksi. Dengan fungsinya yang vital dalam pertumbuhan folikel dan produksi sperma, pemahaman tentang kadar dan fungsi hormon ini sangat penting, baik paksu dan sister jangan lupa untuk tes kadar FSH agar tidak salah langkah untuk keputusan yang akan diambil, informasi menarik lainnya follow Instagram @menujuduagris.id

Referensi

  • Nieschlag E, Simoni M, Gromoll J, Weinbauer GF. Role of FSH in the regulation of spermatogenesis: clinical aspects. Clin Endocrinol (Oxf). 1999 Aug;51(2):139-46.
  • https://my.clevelandclinic.org/health/articles/24638-follicle-stimulating-hormone-fsh
  • https://www.healthdirect.gov.au/follicle-stimulating-hormone
  • https://www-mountsinai-org.translate.goog/health-library/tests/follicle-stimulating-hormone-fsh-blood-test?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sge#:~:text=Hasil%20Normal,12%2C4%20IU/L)
  • https://my-clevelandclinic-org.translate.goog/health/articles/24638-follicle-stimulating-hormone-fsh?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sge&_x_tr_hist=true

Memahami Motilitas Sperma dan Pengaruhnya Pada Infertilitas Pria

November 4, 2024

Motilitas sperma hadir sebagai salah satu faktor kunci dalam menentukan kesuburan pria. Proses ini digambarkan melalui kemampuan sperma untuk bergerak secara efisien melalui saluran reproduksi wanita. MDG akan mengajak sister dan paksu untuk membahas bagaimana pengaruh motilitas sperma terhadap kesuburan. Baca sampai habis ya!

Apa itu Motilitas Sperma?

Motilitas sperma sendiri merupakan sebuah kemampuan sperma untuk bergerak atau berenang secara efisien melalui sistem reproduksi pasangan wanita untuk membuahi sel telur. Dua jenis umum motilitas sperma diantaranya adalah, motilitas progresif dimana sperma cenderung bergerak dalam garis lurus atau lingkaran besar. Kemudian ada motilitas non-progresif, dimana sperma tidak bergerak dalam garis lurus, atau berenang dalam lingkaran yang sangat kecil.

Pengaruh Motilitas Sperma terhadap Infertilitas

Mengapa motilitas ini menjadi penting dan berdampak pada infertilitas? Karena agar berhasil dibuahi, sperma harus memiliki motilitas progresif yang memungkinkannya bergerak setidaknya 25 mikrometer per detik, melalui lendir serviks untuk mencapai dan membuahi sel telur. Motilitas sperma yang buruk, atau asthenozoospermia, didiagnosis ketika kurang dari 32 persen sampel sperma menunjukkan motilitas progresif.

Ada berbagai mekanisme yang mengatur dan meningkatkan motilitas sperma. Beberapa molekul permukaan pada sel sperma dapat mengatur motilitas, sehingga menunjukkan kemungkinan penerapannya sebagai pengobatan untuk infertilitas yang disebabkan oleh gangguan motilitas. 

Motilitas sperma diatur oleh pH intraseluler dan ekstraseluler, bersama dengan konsentrasi ion kalsium (Ca2+) dan ion karbonat (HCO3−). Selain itu, sel sperma memiliki serangkaian protein permukaan yang memainkan peran penting dalam fungsi dan motilitasnya. Indikasi molekul permukaan menghadirkan peluang baru untuk memahami motilitas sperma dan kemungkinan mengobati infertilitas yang disebabkan oleh gangguan fungsi sperma.

Cara meningkatkan Motilitas pada Sperma

Motilitas sperma bagi kebanyakan pria dapat ditingkatkan melalui beberapa perubahan gaya hidup, misalnya menjaga berat badan yang sehat, berhenti merokok, dan berolahraga secara teratur. Perlu diketahui bahwa dibutuhkan waktu sekitar tiga bulan agar kualitas sperma, secara umum, terlihat membaik, yang berarti paksu harus memulainya setidaknya tiga bulan sebelum mulai mencoba untuk memiliki bayi.

Fokus pada pola makan merupakan faktor penting dalam meningkatkan motilitas sperma. Pola makan yang sehat dan bervariasi dengan buah dan sayuran mengandung banyak antioksidan, yang dikaitkan dengan kualitas sperma yang tinggi. Dalam daftar di bawah ini, kami telah mengumpulkan beberapa makanan yang dikatakan memiliki dampak positif pada motilitas sperma termasuk sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, sereal utuh, akar maca, makanan laut, kerang.

Motilitas sperma ternyata hadir sebagai indikator penting dari kesuburan. Untuk itu penting bagi sister dan paksu untuk memastikan bahwa motilitas berada pada tingkat optimal. Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi motilitas dan melakukan pemeriksaan secara rutin, sister dan paksu dapat memiliki ketepatan untuk program kehamilan. Informasi selanjutnya dapat di cek di Instagram @menujuduagris.id.

Referensi

  • https://mefj.springeropen.com/articles/10.1186/s43043-022-00094-7
  • https://www.vierafertility.com/blog/understanding-sperm-motility-and-its-effects-on-fertility/
  • https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0015028216458024
  • https://www.cryosinternational.com/en-gb/dk-shop/private/blog/low-sperm-motility–what-is-it/

 

Pahami Teknologi Berbantu ICSI dan IMSI Sebelum melakukan Program IVF

November 4, 2024

Program bayi tabung adalah salah satu teknik reproduksi yang disebut juga in vitro fertilization (IVF). Proses bayi tabung ini mempertemukan sperma suami dengan ovum atau sel telur istri di luar hingga tercapai pembuahan. Setahun terakhir, teknik baru dalam pemilihan sperma diterapkan di klinik-klinik kesuburan di Indonesia. Teknik tersebut, yaitu Intracytoplasmic morphologically selected sperm injection (IMSI). Pada kesempatan ini MDG akan mengajak sister memahami metode ICSI juga IMSI, baca sampai akhir ya!

Pahami Definisi dan Proses program ICSI dan IMSI

ICSI atau intracytoplasmic sperm injection adalah prosedur penyuntikan satu sperma hidup ke pusat sel telur (sitoplasma) yang telah matang. Berikut tahap-tahap yang dilakukan pada prosedur ICSI mula-mula sel telur yang sudah matang diangkat menggunakan pipet khusus, Sperma diambil menggunakan jarum yang sangat halus, tajam, dan berongga. Selanjutnya jarum dimasukkan ke dalam sitoplasma sel telur secara hati-hati dan langsung menembus bagian luar sel telurnya. Sperma disuntikkan ke dalam sitoplasma, lalu jarum secara perlahan dikeluarkan. Sel telur yang akan dibuahi kemudian diperiksa pada hari berikutnya untuk mencari tahu apakah pembuahan berhasil dilakukan. Jika pembuahan berhasil, maka transfer embrio akan dilakukan ke dalam rahim wanita. 

Intracytoplasmic Morphologically Selected Sperm Injection Juga dikenal sebagai IMSI, Prosedur ini memungkinkan dokter untuk membedakan struktur sperma dan menyingkirkan variasi yang dicurigai. Dokter melakukan prosedur ini menggunakan mikroskop pencitraan digital pembesaran tinggi selama penyuntikan ke dalam sel telur. Tahapannya dimulai dari dokter melakukan seleksi awal sperma dari sampel segar yang dikumpulkan. Seleksi dilakukan di bawah mikroskop yang 15 kali lebih kuat dari mikroskop biasa. Morfologi internal sperma diperiksa menggunakan mikroskop. Dokter menyingkirkan sperma abnormal pada tahap ini segera setelah pemeriksaan. Setelah membuang sperma abnormal, dokter memilih sperma normal dan menempatkannya dalam kateter. Sperma ini kemudian ditempatkan di tengah sel telur.

Perbandingan Keberhasilan Program ICSI dan IMSI

Sebuah penelitian teixeira Dkk (2020) dengan judul “Regular (ICSI) versus ultra‐high magnification (IMSI) sperm selection for assisted reproduction” menemukan bukti terkini dari randomised controlled trials membantah penggunaan klinis suntikan sperma IMSI. Penelitian tersebut menemukan bukti berkualitas rendah, hal ini menjadikan IMSI dapat meningkatkan kemungkinan keguguran.

Meski demikian, dikutip dari IMTB Jika dibandingkan dengan metode konvensional, tingkat ICSI dan IMSI ini lebih tinggi. Berdasarkan literatur medis Cochrane, terdapat perbandingan antara tingkat keberhasilan penggunaan metode ICSI dan IMSI. Pada tingkat kelahiran klinis, keberhasilan ICSI mencapai 32%. Sedangkan IMSI Tingkat keberhasilannya 35 hingga 44%.

Resiko keguguran pada penggunaan metode ICSI cukup rendah, yaitu hanya 7% saja. Lebih dari itu penggunaan metode IMSI resiko kegugurannya bisa lebih rendah sekitar 5% dan bisa juga lebih tinggi, yaitu hingga 10%.

Teknologi berbantu seperti ICSI dan IMSI memang hadir diantara sister dan paksu dan menawarkan harapan baru. Dengan pemilihan sperma yang lebih baik dan teknik injeksi yang canggih, peluang untuk mencapai kehamilan yang sukses meningkat secara signifikan. Tentu ini bukan menjadi faktor tunggal untuk keberhasilan IVF, sister dan paksu perlu untuk melakukan persiapan fisik dan mental agar proses berjalan lancar dan efektif. Informasi menarik lainnya follow Instagram @menujuduagris,id

 

Referensi

  • https://www.morulaivf.co.id/id/blog/apa-itu-icsi-dan-bagaimana-prosedur-ini-dilakukan/
  • https://www.shreeivfclinic.com/infertility/imsi/
  • https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7033651/
    https://imtb.id/icsi-dan-imsi-prosedur-canggih-tingkatkan-keberhasilan-ivf/#:~:text=pada%20proses%20implantasi.-,Tingkat%20Keberhasilan%20IVF%20dengan%20ICSI%20dan%20IMSI,tinggi%2C%20yaitu%20hingga%2010%25.
  • « Previous
  • 1
  • …
  • 61
  • 62
  • 63
  • 64
  • 65
  • …
  • 74
  • Next »
ayo-gabung-mdg

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.