• Skip to main content
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Artikel Informasi Untuk Pejuang Dua Garis

Jangan Sampai Niat Menyembuhkan dengan Injeksi Testosteron tanpa tahu Efek Sampingnya

October 26, 2024

 

Injeksi testosterone menjadi salah satu metode terapi yang digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan reproduksi pada pria, terutama yang berkaitan dengan kadar hormon testosteron yang rendah. Sedangkan testosterone merupakan hormon steroid yang memiliki peran penting dalam perkembangan sistem reproduksi pria, produksi sperma, dan kesuburan. Disisi lain juga ada dampak yang perlu dipahami, pada kesempatan kali ini MDG akan mencoba melihat dua sudut pandang baik melihat manfaat dan juga efek sampingnya, meski begitu apakah program ini baik digunakan? agar sister paham untuk itu baca sampai akhir ya!

Memahami Hormon Testosteron dan Penyebab turunnya

Dalam tubuh pria, hormon testosteron diproduksi oleh testis (buah zakar), kehadirannya memberi pengaruh terhadap kepadatan tulang, massa dan kekuatan otot, pertumbuhan rambut, produksi sel darah merah, distribusi lemak, gairah seks, sampai produksi sperma.

Tingkat hormon testosteron normal pada pria adalah 300–1.000 ng/dL. Selanjutnya produksi hormon ini akan menurun secara alami setelah pria memasuki usia 30 tahun. Selain itu, ada juga penyebab lain yang bisa menyebabkan berkurangnya testosteron. Diantaranya adalah cedera pada testis, radiasi kemoterapi kelenjar di bawah otak, dan obat-obatan yang mempengaruhi kelenjar ini, seperti steroid. Sehingga diperlukan injeksi testosteron.

Manfaat dan resiko Injeksi Hormon Testosteron

Program injeksi testosteron dapat memberikan manfaat bagi pria yang mengalami kekurangan hormon ini. Beberapa manfaat tersebut antara lain, meningkatkan gairah seksual dimana dapat membantu meningkatkan libido pada pria, kemudian perbaikan gejala disfungsi ereksi, peningkatan jumlah sperma dan meningkatkan massa otot dan energi. Namun siapa sangka jika injeksi testosteron juga memiliki resiko yang harus diwaspadai.

Risiko dan efek samping yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah potensi penurunan produksi sperma. Pemberian testosteron dapat menghambat produksi hormon lain yang diperlukan untuk spermatogenesis, sehingga mengurangi jumlah sperma dan bahkan menyebabkan testis menyusut.

Risiko lainnya adalah serangan jantung dan stroke, terutama pada pria yang lebih tua atau mereka dengan riwayat penyakit jantung, juga waspada pada reaksi alergi termasuk gatal-gatal atau pembengkakan di lokasi suntikan.

Fakta lainnya juga jika kadar testosteron meningkat, tubuh akan merespons dengan mengeluarkan hormon inhibin, yang dapat menurunkan produksi sperma dengan cara menghambat pelepasan hormon perangsang folikel (FSH) dari kelenjar pituitari. Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan kadar hormon dalam tubuh agar fungsi reproduksi tetap optimal.

Melihat hal tersebut penting untuk sister dan paksu jika sebelum memulai terapi ini, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memahami manfaat dan risiko serta untuk memonitor dampaknya terhadap kesuburan. Tentu harus disesuaikan dengan kebutuhan dari permasalahan infertilitas yang sister dan paksu hadapi. Untuk informasi menarik lainnya  jangan lupa follow Instagram @menujuduagris.id

Referensi

  • https://www.alodokter.com/suntik-hormon-testosteron-ada-manfaat-dan-risikonya
  • https://hellosehat.com/pria/gangguan-hormon-pria/suntik-hormon-testosteron/
  • https://www.popmama.com/pregnancy/getting-pregnant/sysilia-tanhati/apakah-suntik-testosteron-bermanfaat-untuk-kesuburan
  • https://hellosehat.com/obat-suplemen/testosterone-dan-turunannya/
  • https://www.alodokter.com/komunitas/topic/bahaya-suntik-hormon-testosterone
  • https://www.halodoc.com/artikel/suntik-hormon-testosteron-ketahui-manfaat-dan-bahayanya
  • https://www.alodokter.com/suntik-hormon-testosteron-ada-manfaat-dan-risikonya
  • https://hellosehat.com/pria/penyakit-pria/bahaya-testosteron-rendah/

Pahami Jenis-jenis Uterine Pathologies atau Kelainan Rahim

October 22, 2024

Uterine pathologies, atau kelainan pada rahim, tentu saja memiliki dampak signifikan terhadap fertilitas terutama pada perempuan. Pada kesempatan kali ini MDG akan membahas jenis-jenis kelainan rahim mekanisme dampaknya terhadap fertilitas, serta pendekatan diagnosis dan pengobatan. Baca sampai habis ya sister!

Jenis-Jenis Uterine pathologies  atau Kelainan Rahim

Yang pertama adalah fibroid uterus atau sering disebut mioma, fibroid adalah tumor jinak yang paling umum ditemukan pada wanita usia reproduksi. Mereka dapat muncul di berbagai lokasi dalam rahim dan bervariasi dalam ukuran. Fibroid ini dapat menyebabkan masalah seperti pendarahan berat dan nyeri panggul.

Selanjutnya sister dapat mengenali apa itu polip endometrium, Polip merupakan pertumbuhan jinak yang terjadi di lapisan dalam rahim. pada jenis ini dapat menyebabkan perdarahan abnormal dan berpotensi mempengaruhi fertilisasi dimana  mengganggu proses implantasi embrio.

Ada yang disebut adenomyosis, ini adalah kondisi di mana jaringan endometrium tumbuh ke dalam dinding otot rahim, yang dapat menyebabkan nyeri hebat dan pendarahan berat, serta berpotensi mengganggu kehamilan.

Yang terakhir adalah endometriosis, meskipun bukan kelainan langsung pada rahim, endometriosis melibatkan pertumbuhan jaringan endometrium di luar rahim dan dapat menyebabkan adhesi serta nyeri yang mempengaruhi fertilitas. Dari dampak yang dirasakan berpotensi mempengaruhi fertilitas, seperti apa dampaknya.

Dampak Terhadap Fertilitas

Kelainan rahim dapat mempengaruhi fertilitas melalui beberapa mekanisme:

Pada fibroid besar atau disebut polip ini dapat menghalangi saluran tuba falopi, menghambat transportasi sperma atau sel telur ke lokasi fertilisasi. Fibroid juga mempengaruhi pola kontraksi uterus yang normal, sehingga mengganggu proses implantasi embrio. Kelainan ini dapat mengubah faktor-faktor yang diperlukan untuk implantasi embrio, seperti kadar sitokin dan faktor pertumbuhan lainnya.

Kemudian seperti pencegahan yang tepat

hal ini dikaitkan dengan gejala dan jenisnya:

  1. Medikamentosa, obat hormonal dapat digunakan untuk mengontrol gejala atau mengecilkan ukuran fibroid.
  2. Intervensi bedah, myomectomy (pengangkatan fibroid) atau hysterectomy (pengangkatan rahim) mungkin diperlukan jika gejala parah atau jika ada dampak signifikan terhadap fertilitas.
  3. Pendekatan non-Invasif, beberapa kasus mungkin hanya memerlukan pemantauan jika tidak ada gejala yang signifikan.

Uterine pathologies seperti fibroid dan polip endometrium memiliki potensi besar untuk mempengaruhi fertilitas wanita. sister dapat mengetahui diagnosis dini dan intervensi yang tepat agar dapat mengatasi masalah ini dan meningkatkan peluang kehamilan. Untuk informasi lainnya bisa di cek di Instagram kami @menujuduagris.id
Referensi

  • https://cdkjournal.com/index.php/cdk/article/view/208
  • https://media.neliti.com/media/publications/398781-fibroid-uterus-dan-infertilitas-4fe798c4.pdf
  •  https://umj.ac.id/kabar-kampus/2023/09/masalah-fertilitas-jadi-bahasan-mini-symposium-fkk-umj/
  • https://journal.untar.ac.id/index.php/tmj/article/download/13729/8438/41256
  • https://www.gleneagles.com.sg/id/conditions-diseases/uterine-fibroid/symptoms-causes
  • https://www.alomedika.com/penyakit/obstetrik-dan-ginekologi/perdarahan-uterus-abnormal/penatalaksanaan
  • http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-mog0983e50315full.pdf
  • https://mks-fk.ejournal.unsri.ac.id/index.php/mks/article/download/105/103/107

Bootcamp Session 5: Nutrisi dan Rencana Makanan untuk Kesuburan

October 20, 2024

19 Oktober 2024,– Sesi kelima Bootcamp yang diadakan Sunfert dan Menuju Dua Garis membahas Nutrisi dan Plan Makanan untuk Kesuburan, yang sekaligus menjadi sesi penutup dari bootcamp MDG dan Sunfert, acara berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Menghadirkan dua ahli, Devina Kusnadi, BSc, MND APD, seorang Ahli Gizi yang fokus pada fertilitas, kehamilan, dan kesehatan wanita (terutama PCOS), serta Ken Kurniawan Sutanto, S.E., atau lebih dikenal sebagai Chef Ken, seorang koki profesional dan konsultan FnB, acara ini memberikan materi yang sangat komprehensif terkait nutrisi untuk kesuburan.

Devina memulai sesi dengan memberikan pemaparan mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi fertilitas serta kunci keberhasilan kehamilan. Ia menjelaskan pola makan yang baik untuk kesuburan wanita dan pria, serta kondisi medis lainnya seperti PCOS. Tidak hanya itu, ia juga membahas pentingnya suplementasi dan perubahan gaya hidup untuk meningkatkan peluang kehamilan. Devina menunjukkan bahwa pola makan yang tepat dapat meningkatkan keberhasilan IVF hingga 20%, dengan berfokus pada nutrisi yang seimbang, disesuaikan dengan kondisi individu, ukuran tubuh, dan kebutuhan medis.

Sementara itu, Chef Ken membawa perspektif yang berbeda namun saling melengkapi dengan menunjukkan bagaimana cara memasak yang benar dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi. Ia menyoroti bahwa metode memasak yang salah, seperti menggunakan panas tinggi dan teknik kering (Dry-High Heat Cooking), dapat membentuk senyawa berbahaya bernama Advanced Glycation End-products (AGEs) yang berdampak negatif pada kesuburan. Chef Ken juga memberikan berbagai contoh teknik memasak yang lebih sehat seperti blansir, pan-seared, oven-baked, kukus, poach, boiling, dan air-fry. Tidak ketinggalan, Chef Ken juga berbagi contoh meal plan, daftar belanja, hingga bahan superfood lokal yang mudah ditemukan di Indonesia, untuk mempermudah peserta dalam menerapkan rencana nutrisi mereka.

Sebelum acara ditutup Mizz Rosie juga secara transparan memilih pemenang hingga terpilih pemenang untuk free fertility screening, 3 pemenang konsultasi dengan dr.Lim, 3 pemenang konsultasi dengan dr. Eeson, 3 pemenang konsultasi dengan dr. Sumi, 5 pemenang cek AMH di @prodia dan 5 pemenang analisa sperma di @prodia.

Antusiasme peserta sangat terlihat selama sesi ini. Banyak peserta merasa menemukan komunitas baru yang memahami perjuangan mereka, dan merasa didukung oleh lingkungan yang positif dan saling menguatkan. Acara ini tidak hanya berakhir dengan pengetahuan yang kaya, tetapi juga dengan motivasi dan semangat untuk saling mendukung di antara para peserta. Semoga akan banyak sesi-sesi yang membahas tentang fertilitas lebih banyak nantinya. Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi Instagram kami @menujuduagaris.id dan @sunfertindonesia, jangan lupa untuk pantau terus ya!

Bootcamp Session 4 – Menuju Dua Garis & Sunfert: Jadi lebih Paham dengan Proses IVF

October 20, 2024

Surabaya – Bootcamp Sesi 4 “Menuju Dua Garis & Sunfert 2024” berhasil diselenggarakan pada 19 Oktober 2024, acara dimulai pukul 17.00 WIB. Sesi kali ini dibuka oleh Dr. Sumithra Devi Vallapan dengan tema menarik “Deep Dive into IVF Procedure” yang memberikan wawasan mendalam terkait berbagai tahapan In Vitro Fertilization (IVF). Acara diawali dengan sambutan hangat dari Mizz Rosie, yang memperkenalkan Dr. Sumitra sebelum dilanjutkan dengan sesi materi.

Dalam sesi ini, Dr. Sumithra menjelaskan secara detail proses IVF yang mencakup jadwal stimulasi, gambaran pemeriksaan ultrasonografi transvaginal, hingga prosedur pengambilan sel telur dan fertilisasi menggunakan metode Intra-Cytoplasmic Sperm Injection (ICSI). Tidak hanya sampai di situ, Dr. Sumithra juga memberikan pemaparan mengenai tahap pemindahan embrio ke rahim, serta membahas berbagai mitos seputar IVF yang masih sering ditemui di masyarakat. Beberapa mitos yang dijabarkan adalah anggapan bahwa wanita dapat mengandung hingga menopause selama siklus haidnya teratur, atau bahwa siapa pun yang menjalani IVF pasti berhasil. Dr. Sumithra menekankan pentingnya pemahaman yang benar untuk melawan stigma bahwa masalah kesuburan adalah semata-mata masalah istri, dan bahwa kualitas klinik IVF sangat bervariasi.

Bootcamp ini dihadiri oleh peserta dengan antusias tinggi, dengan berbagai pertanyaan yang menunjukkan kedalaman ketertarikan mereka terhadap topik ini. Salah satu pertanyaan yang menonjol datang dari seorang peserta yang menceritakan pengalamannya saat menjalani IVF: ia memiliki sembilan telur yang siap diambil, namun pada saat pengambilan, hanya dua telur yang berhasil ditemukan untuk dilakukan proses pembuahan, sementara telur lainnya tidak memiliki isi (oosit kosong). Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar, terutama karena dokter yang menangani kasus tersebut belum menemukan solusi yang tepat.

Secara keseluruhan, sesi kali ini tidak hanya memberikan informasi teknis terkait IVF, tetapi juga membantu mengedukasi peserta mengenai berbagai tantangan yang mungkin terjadi selama proses IVF. Dengan penyampaian yang jelas dan mendetail, Dr. Sumithra memberikan wawasan yang sangat berharga, yang diharapkan dapat membantu sister dan paksu dalam perjalanan menuju keberhasilan kehamilan. Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi Instagram kami @menujuduagaris.id dan @sunfertindonesia, jangan lupa untuk pantau terus ya!

Fertility Bootcamp MDG & Sunfert: Memahami Faktor Kesuburan Pria

October 19, 2024

 

 

Bootcamp Fertilitas MDG Sunfert yang ke-3 sukses diselenggarakan pada tanggal 18 Oktober 2024 dengan tema “Faktor Kesuburan Pria.” Acara ini menghadirkan Dr. Eeson Sinthamoney, seorang spesialis fertilitas. Acara ini dihadiri oleh sekitar 300 peserta dari berbagai negara melalui platform Zoom.

Acara dibuka oleh Mizz Rosie founder  Menuju Dua Garis dan Chef Ken, yang berbagi pengalaman pribadi mereka sebagai “pejuang dua garis” dalam menghadapi masalah fertilitas. Chef Ken secara terbuka menceritakan tentang kondisinya yang mengalami infertilitas sperma jenis OAT (Oligozoospermia, Asthenozoospermia, Teratozoospermia). Dengan membagikan pengalaman ini, mereka berharap dapat memberikan motivasi kepada komunitas “Menuju Dua Garis.” Chef Ken menyampaikan pesan kepada para suami agar tidak merasa sedih atau kecil hati, menekankan bahwa mereka tidak sendirian. “Fokuslah pada solusi dan cara untuk mencapainya,” katanya.

Selanjutnya, Dr. Eeson Sinthamoney memberikan materi mendalam tentang infertilitas pada pria, yang mencakup berbagai aspek seperti:

– Memahami anatomi dan fisiologi sistem reproduksi pria

– Pengaturan hormon dan komposisi cairan mani

– Karakteristik semen dan kelainan pada sperma

– Penyebab utama dan penyebab lain yang kurang umum dari infertilitas pria

– Faktor genetik, diagnosis, dan pilihan pengobatan untuk infertilitas pria

– Teknik pengambilan sperma secara bedah pada pasien azoospermia

– Prognosis untuk infertilitas pria

Dalam kesimpulannya sebelum sesi tanya jawab, Dr. Eeson menekankan pentingnya tidak meremehkan masalah infertilitas pria, dengan menyatakan, “Ini bukan masalah kecil, kebanyakan terkait genetika, perlu dilakukan tes lebih lanjut, dan jangan membuang waktu.”

Sesi tanya jawab berlangsung sangat menarik dengan antusiasme tinggi dari para peserta, yang terbukti dengan lebih dari 150 pertanyaan yang diajukan melalui Slido. Salah satu pertanyaan menonjol datang dari seorang peserta bernama Zuwita, yang menanyakan tentang kasus azoospermia dengan kadar FSH, LH, dan prolaktin yang tinggi, inhibin rendah, tidak merokok, tidak mengkonsumsi alkohol, dan hasil USG testis yang tidak menunjukkan adanya sumbatan. Ia ingin mengetahui apa penyebab dari kondisi tersebut.

Acara ini berhasil memberikan informasi yang sangat berharga serta membangun rasa kebersamaan di antara para peserta. Untuk informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagris.id dan @sunfertindonesia

Bootcamp MDG & Sunfert Hari Kedua: “Ketidaksuburan Wanita” bersama dr. Lim Lei Jun

October 16, 2024

 

Surabaya Indonesia, Bootcamp hari kedua dengan tema “Ketidaksuburan Wanita” yang dipandu oleh dr. Lim Lei Jun, seorang spesialis fertilitas dari Sunfert International Fertility Centre, berlangsung sukses pada tanggal 12 Oktober 2024. Acara ini dibuka dengan hangat oleh host Estivani, dan diikuti sambutan inspiratif dari Mizz Rosie, founder komunitas Menuju Dua Garis, yang memberikan apresiasi kepada Dr. Lim.

Dalam sesi ini, Dr. Lim membahas berbagai aspek penting seputar ketidaksuburan, dimulai dengan definisi ketidaksuburan itu sendiri. Pembahasan dilanjutkan dengan penyebab-penyebab ketidaksuburan, termasuk kondisi umum seperti Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) dan Endometriosis. Dr. Lim juga menyoroti pentingnya penanganan berbasis masalah untuk membantu para peserta memahami kondisi mereka lebih baik.

Acara ini mendapatkan antusiasme tinggi dari para peserta, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Sebanyak 300 pertanyaan terkumpul, menunjukkan betapa mendalamnya keingintahuan dan kebutuhan akan informasi yang tepat terkait fertilitas. Salah satu pertanyaan anonim yang mencolok bertanya, “Is it possible to have a regular cycle (27-29 days), normal blood sugar, AMH, BMI, but still be anovulatory? Is it part of PCOS? What causes it and how to treat it?” Pertanyaan ini menggambarkan masih banyaknya ketidakpahaman yang ada di masyarakat mengenai isu fertilitas.

Kehadiran bootcamp ini bertujuan untuk menyediakan platform bagi para pejuang garis biru untuk mengakses informasi yang akurat dan bermanfaat. Dengan kolaborasi antara para ahli dan komunitas, kami berharap dapat memberdayakan lebih banyak wanita dalam perjalanan mereka menuju kesehatan reproduksi yang lebih baik.

Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi Instagram kami yaitu @menujuduagaris.id dan @sunfertindonesia, jangan lupa untuk pantau terus ya! Karena aka nada sesi 3 bahkan 4 di minggu yang akan datang.

Fertility Bootcamp: Memulai Perjalanan Menuju Keberhasilan IVF

October 15, 2024

 

Surabaya, 11 Oktober 2024 – Menuju Dua Garis berkolaborasi dengan Sunfert telah berhasil mengadakan acara “Fertility Bootcamp” yang didukung oleh Prodia telah  sukses diadakan secara online, dihadiri oleh 400 peserta dari berbagai penjuru Indonesia. Acara ini dipandu oleh host Estivani dan dibuka dengan sesi pengantar oleh Mizz Rosie selaku founder Menuju Dua Garis, yang memperkenalkan kegiatan, tujuan dan ajakan untuk bersinergi menjadi pejuang dua garis.

Sesi pertama dimulai dengan materi “What to Prepare & Expect When About to Start IVF” yang disampaikan oleh CT Ong, seorang konselor berlisensi dan terdaftar di Malaysia. Peserta sangat antusias mengikuti sesi ini, yang memberikan wawasan berharga bagi mereka yang sedang menjalani proses IVF.

Resonansi positif dari acara ini terlihat jelas melalui interaksi di kolom chat. Banyak peserta mengungkapkan kegembiraan dan semangat untuk saling mendukung dalam perjalanan mereka. Selvy Hardiyanti Bintang mengungkapkan, “di sini kita jadi punya banyak teman seperjuangan semangat ya untuk kita semua,” sementara Rini menambahkan, “Mizz Rosi, terima kasih sudah ada untuk support kami pejuang dua garis.”

Acara ini tidak hanya memberikan informasi penting, tetapi juga membangun komunitas bagi para pejuang dua garis di Indonesia. Dengan dukungan dari Menuju Dua Garis dan Sunfert, diharapkan kegiatan ini dapat terus memperkuat semangat dan pengetahuan para peserta dalam menghadapi tantangan yang ada.

Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi Instagram kami yaitu @menujuduagaris.id dan @sunfertindonesia, jangan lupa untuk pantau terus ya! Karena aka nada sesi 2, 3 bahkan 4 di minggu yang akan datang.

 

 

Waspada pada Sexually Transmitted Infections (STIs) dan Pengaruhnya pada Fertilitas

October 14, 2024

Sexually Transmitted Infections (STIs) merupakan masalah kesehatan global yang signifikan, tetapi memiliki dampak yang luas terhadap kesehatan reproduksi, termasuk fertilitas. Dalam artikel ini, MDG akan membahas hubungan antara STIs dan fertilitas, serta bagaimana mekanisme yang mendasari dampak tersebut.

Memahami apa itu  STIs

Menurut data terbaru  terdapat lebih dari 30 jenis bakteri, virus, dan parasit yang dapat ditularkan melalui kontak seksual. Pada tahun 2020, diperkirakan ada 374 juta infeksi baru di seluruh dunia, dengan prevalensi STIs seperti klamidia dan gonore yang tinggi. Di Indonesia sendiri, prevalensi STIs mencapai 6% pada tahun 2022.

Salah satu infeksi yang berhubungan dengan fertilitas adalah Klamidia, dimana ia bisa sebagai penyebab utama infertilitas wanita, klamidia dapat menyebabkan penyakit radang panggul atau PID, jika tidak diobati perempuan dengan riwayat infeksi klamidia memiliki tingkat kehamilan spontan yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak terinfeksi.

Infeksi lainnya yang berhubungan dengan fertilitas adalah gonore, seperti klamidia gonore juga dapat menyebabkan PID. Selain itu, infeksi ini dapat merusak epididimis pada pria, dan bahkan mengganggu transportasi sperma. Yang terakhir adalah mycoplasma genitalium, Meskipun sering asimptomatik, infeksi ini dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan pada organ reproduksi. Kemudian kira-kira apa yang dapat dilakukan agar terhindar dari virus tersebut?

Upaya Pencegahan dan Deteksi Dini

Deteksi dini dan pengobatan STIs sangat penting untuk mencegah dampak jangka panjang terhadap fertilitas. Beberapa langkah pencegahan meliputi:

  1. Pemeriksaan rutin, melakukan tes STI secara rutin bagi individu yang aktif secara seksual dapat membantu mendeteksi infeksi lebih awal.
  2. Edukasi kesehatan seksual, hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran mengenai risiko STIs dan pentingnya penggunaan alat pelindung seperti kondom yang dapat mengurangi penyebaran infeksi.
  3. Akses ke perawatan kesehatan, dengan memastikan akses mudah ke layanan kesehatan untuk diagnosis dan pengobatan STIs adalah kunci untuk mengurangi dampaknya terhadap fertilitas.

 

STIs memiliki dampak signifikan terhadap fertilitas baik pada pria maupun wanita. Dengan memahami hubungan ini dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat, sister dapat mengurangi risiko infertilitas terkait STIs. Untuk informasi menarik lainnya ada di Instagram @menujuduagris.id jangan lupa untuk follow ya!

Referensi

  • https://journal.fikes-umw.ac.id/index.php/mjph/article/view/311
  • https://www.yourfertility.org.au/everyone/health-medical/sexually-transmitted-infections-stis
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5193130/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8634744/
  • https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/sexually-transmitted-infections-(stis)
  • https://www.mdpi.com/1422-0067/22/4/2170
  • https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/sexually-transmitted-diseases
  • https://www.researchgate.net/publication/375121945_The_Impact_of_Sexually_Transmitted_Infections_on_Male_and_Female_Infertility_Literature_Review
  • « Previous
  • 1
  • …
  • 63
  • 64
  • 65
  • 66
  • 67
  • …
  • 74
  • Next »
ayo-gabung-mdg

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.