• Skip to main content
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Artikel Informasi Untuk Pejuang Dua Garis

Ketahui penerapan Metode Hidden Markov untuk Mengetahui Akurasi Kesuburan

December 10, 2024

Ovulasi (Masa Subur) pada wanita adalah suatu masa dalam siklus menstruasi wanita. Siklus berkisar di  26-32 hari kalender, dari tanggal tersebut yang bertepatan pada tanggal 12 hingga hari ke 18 adalah masa tersubur dari wanita. 

Masa subur dihitung sejak hari pertama haid terjadi. Penentuan masa subur ini masih terpaku pada perhitungan menurut kalender, namun perhitungan menurut kalender masih kurang akurat karena masa subur seseorang masih dipengaruhi oleh hormone seseorang itu sendiri. Jadi kira-kira seperti apa ketepatannya untuk sister yang ingin program secara alami. MDG akan mencoba mengenalkan salah satu metodenya baca sampai habis ya!

Apa itu Metode Hidden Markov

Hidden markov model  (HMM) adalah salah satu metode yang sering digunakan untuk pencocokan citra. Awal Mula  HMM diperkenalkan pada akhir tahun 1960-an oleh Baum dan rekan-rekannya. 

HMM adalah model statistik yang mengasumsikan bahwa sistem yang dimodelkan menghasilkan proses Markov, yaitu, proses stokastik dengan distribusi probabilitas kondisional dari keadaan masa depan yang hanya bergantung pada keadaan saat ini. 

Proses ini dilakukan mulai dari observasi adalah fungsi probabilitas dari keadaan yang tidak dapat diamati (tersembunyi), tetapi dapat diamati melalui serangkaian proses stokastik lain yang menghasilkan urutan observasi (misalnya, deret waktu RR dan tekanan darah). 

HMM hadir sebagai pendekatan berbasis probabilitas yang digunakan untuk menganalisa dan memprediksi urutan data yang tidak terlihat (hidden states) berdasarkan data yang dapat diamati (observed data). Dalam konteks kesuburan, HMM digunakan untuk mengidentifikasi masa subur wanita melalui analisis pola citra saliva.

Penerapan pada Kesuburan wanita 

Sebelumnya sudah ada metode yang dapat diterapkan,  salah satunya menggunakan metode servik, monitoring suhu basal, metode peak day dan metode standard day. 

Proses penerapan HMM adalah dengan dikembangkan melalui metode saliva ferning, yaitu dengan mendeteksi melalui kristal air liur. Citra saliva ferning didapat melalui mikroskop digital dengan perbesaran 100 kali. Citra akan diklasifikasikan berdasarkan pola citra dengan pola acak, pola titik garis dan pola garis yang dominan. 

Berdasarkan perbedaan pola citra maka akan diklasifikasikan untuk menentukan masa tidak subur, masa transisi, dan masa subur yang sedang berlangsung. Nilai piksel dari citra akan diidentifikasi menggunakan metode hidden markov model dan ditampilkan pada smartphone android. 

Metode Hidden Markov Model merupakan alat yang efektif untuk mengidentifikasi masa subur wanita dengan akurasi tinggi. Dengan penerapan teknik ini pada analisis citra saliva, sister dan paksu memungkinkan untuk memperoleh informasi yang lebih akurat mengenai kesuburan mereka. Meski demikian penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi hasil analisis agar dapat memaksimalkan keakuratan pemantauan kesuburan.

Referensi

Wicaksana, I. S., Setiawidayat, S., & Effendy, D. U. (2020). Metode Hidden Markov Model Untuk Pemantauan Masa Subur Wanita Berbasis Android. JASEE Journal of Application and Science on Electrical Engineering, 1(01), 26-39.

Baier, V., Baumert, M., Caminal, P., Vallverdú, M., Faber, R., & Voss, A. (2005). Hidden Markov models based on symbolic dynamics for statistical modeling of cardiovascular control in hypertensive pregnancy disorders. IEEE transactions on biomedical engineering, 53(1), 140-143.

Kenali Kondisi Medis Obstruksi Duktus Ejakulatorius yang berimbas pada Kualitas Sperma

December 9, 2024

 

Obstruksi duktus ejakulatorius hadir sebagai salah satu kondisi medis yang terjadi ketika terdapat sumbatan pada saluran yang menyalurkan sperma dari testis ke uretra. Kondisi ini dapat berkontribusi terhadap masalah kesuburan, khususnya azoospermia dengan jenis obstruktif, pada keadaan ini meskipun sperma diproduksi, tidak dapat dikeluarkan dengan benar saat ejakulasi. MDG akan berupaya menjelaskan bagaimana keadaan tersebut, baca sampai habis ya!

Penyebab Obstruksi Duktus Ejakulatorius

Obstruksi duktus ejakulatorius dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kondisi Kongenital, kista saluran Müllerian atau sinus urogenital, yang sering kali bersifat bawaan, dapat menyebabkan obstruksi. Congenital Bilateral Absence of Vas Deferens (CBAVD) juga dapat berperan, di mana terdapat kelainan genetik yang mengakibatkan tidak adanya vas deferens.

Juga dapat terjadi melalui pasca inflamasi seperti infeksi atau peradangan pada uretra dan prostat (uretra-prostatitis) karena hal tersebut dapat menyebabkan obstruksi sekunder pada duktus ejakulatorius.

Juga kemungkinan penyebab external seperti trauma atau pembedahan, cedera fisik atau prosedur bedah yang melibatkan area genital juga dapat menyebabkan kerusakan pada saluran ejakulasi.

Gejala pada Obstruksi Duktus Ejakulatorius

Obstruksi saluran ejakulasi merupakan penyebab infertilitas pria yang jarang terjadi tetapi dapat diperbaiki dengan pembedahan. Selain itu ada penggunaan ultrasonografi transrektal resolusi tinggi, dapat menemukan saluran ejakulasi yang terkait dengan infertilitas. 

Diagnosis harus dicurigai pada pria infertil dengan oligospermia atau azoospermia dengan volume ejakulasi rendah, karakteristik seks sekunder normal, testis, dan profil hormonal, dan vesikula seminalis yang melebar, kista garis tengah, atau kalsifikasi pada ultrasonografi transrektal. 

Implikasi Terhadap Kesuburan

Obstruksi duktus ejakulatorius merupakan salah satu penyebab azoospermia obstruktif, yang terjadi pada 1-5% kasus azoospermia secara keseluruhan. Meskipun produksi sperma masih berlangsung, sumbatan ini menghalangi sperma untuk mencapai uretra dan keluar saat ejakulasi. Hal ini dapat menjadi tantangan besar bagi pasangan yang ingin memiliki anak.

Tatalaksana obstruksi duktus ejakulatorius tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan obstruksi. Beberapa pendekatan pengobatan meliputi pembedahan hal ini dilakukan untuk menghilangkan sumbatan atau memperbaiki saluran yang terhambat. Kemudian ada teknik reproduksi bantuan seperti aspirasi sperma dari epididimis (PESA) atau ekstraksi sperma testis (TESE) untuk membantu pasangan mencapai kehamilan.

Obstruksi duktus ejakulatorius adalah kondisi serius yang dapat mempengaruhi kesuburan pria. melalui penjelasan singkat tersebut paksu dan sister dapat mulai memahami dan dapat mencari tahu lebih lanjut baik, tentu saja perlu pemeriksaan lebih dalam pada dokter spesialis agar tidak sampai salah dalam membuat keputusan. Informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagris.id

Referensi 

  • https://www.alomedika.com/penyakit/andrologi/azoospermia/patofiologi
  • https://blog.angsamerah.com/apakah-itu-cek-sperma/
  • https://www.alomedika.com/penyakit/andrologi/azoospermia/etiologi
  • http://scholar.unand.ac.id/466583/9/BAB%201%20Pendahuluan.pdf
  • https://library.fk.ui.ac.id/?p=fstream-pdf&fid=1446&bid=24959
  • Avellino, G. J., Lipshultz, L. I., Sigman, M., & Hwang, K. (2019). Transurethral resection of the ejaculatory ducts: etiology of obstruction and surgical treatment options. Fertility and sterility, 111(3), 427-443.

 

Ketahui Inhibitor Aromatase (letrozole) yang Berdampak Baik pada Infertilitas Perempuan

December 8, 2024

Infertilitas merupakan masalah kesehatan yang mempengaruhi banyak pasangan di seluruh dunia. Salah satunya adalah PCOS yang dialami oleh wanita,  salah satu pendekatan dalam pengobatan infertilitas, khususnya pada wanita dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS) atau infertilitas yang tidak dapat dijelaskan, adalah penggunaan inhibitor aromatase, seperti letrozole. MDG akan menjelaskan lebih detail bagaimana bagaimana letrozole berfungsi. Baca sampai habis ya!

Pahami apa itu Inhibitor aromatase (letrozole)

Awalnya Inhibitor aromatase hadir dengan fungsinya yaitu untuk menghalangi enzim aromatase, yang mengubah hormon androgen menjadi sejumlah kecil estrogen dalam tubuh. Dokter menggunakan inhibitor aromatase untuk mengobati kanker payudara reseptor hormon positif yang bergantung pada estrogen untuk tumbuh. 

Seiring berjalannya waktu pengobatan ini juga dilakukan untuk infertilitas terutama pada PCOS, pada penerapannya Letrozole mencegah konversi androstenedion dan testosteron menjadi estrogen dan estradiol, sehingga mengurangi kadar estrogen dalam tubuh. 

Penurunan kadar estrogen ini dapat merangsang hipotalamus untuk meningkatkan produksi hormon perangsang folikel (FSH) dan luteinizing hormone (LH), yang berperan penting dalam proses ovulasi. Dari ini peran letrozole adalah penghambat aromatase (menurunkan produksi estrogen) yang digunakan untuk mengobati infertilitas pada penderita PCOS.

Manfaat Letrozole bagi Penderita PCOS

Letrozole tidak membantu mengatasi gejala umum PCOS dan diresepkan semata-mata untuk meningkatkan kesuburan. Mengonsumsi letrozole secara signifikan meningkatkan peluang kehamilan dan kelahiran asalkan digunakan dengan benar dan hubungan seksual dilakukan setelahnya. Hasil yang lebih baik terkadang dapat diperoleh dengan menggunakan inseminasi intrauterin (meletakkan sperma langsung ke dalam rahim), yang dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk hamil dan stres terkait.

Bahkan Menurut sebuah penelitian dengan judul “Aromatase inhibitors (letrozole) for ovulation induction in infertile women with polycystic ovary syndrome” Letrozole memberikan meningkatkan angka kelahiran hidup dan angka kehamilan pada wanita infertil dengan PCOS anovulasi, dibandingkan dengan SERM, bila digunakan untuk induksi ovulasi, diikuti dengan hubungan seksual. 

Dosis dan Konsumsi Letrozole untuk PCOS

Letrozole tersedia dalam satu dosis: tablet oral 2,5 miligram. Untuk kesuburan, sister dapat mengonsumsi 2,5 hingga 7,5 mg setiap hari (satu hingga tiga tablet) mulai antara hari ketiga dan ketujuh siklus menstruasi. Lima hari setelah perawatan terakhir, sister dan paksu dapat melakukan hubungan seksual dua hari sekali atau inseminasi intrauterin.

Meski demikian dosisnya lebih rendah atau akan berubah jika sister memiliki kondisi ginjal atau hati, karena hal ini dapat menyebabkan obat bertahan lebih lama di dalam sistem tubuh Anda.

Letrozole dapat hadir sebagai pilihan terapi yang menjanjikan untuk sister dengan infertilitas, terutama bagi mereka dengan PCOS atau infertilitas tidak dapat dijelaskan. Namun, tentu saja konsultasi medis tetap diperlukan untuk menentukan pendekatan terbaik sesuai kondisi sister. Informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Franik, S., Le, Q. K., Kremer, J. A., Kiesel, L., & Farquhar, C. (2022). Aromatase inhibitors (letrozole) for ovulation induction in infertile women with polycystic ovary syndrome. Cochrane Database of Systematic Reviews, (9).
  • https://www.breastcancer.org/treatment/hormonal-therapy/aromatase-inhibitors
  • chrome extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj/http://eprints.undip.ac.id/28848/1/Sugono_Tesis.pdf
  • https://healthmatch.io/pcos/letrozole-pcos#side-effects-of-letrozole-for-pcos

Temu Kangen PDG Bareng Dr. Tan Chong Seong: Menjadi Lebih Tahu dengan Personalisasi Permasalahan Infertilitas

December 8, 2024

Surabaya, 7 Desember 2024 – MDG bersama Prodia dan Alpha IVF berhasil menggelar acara Temu Kangen PDG di Graha Prodia Surabaya, acara kali ini menghadirkan Dr. Tan Chong Seong dari Alpha IVF Kuala Lumpur. Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang permasalahan infertilitas dan solusinya yang ditujukan secara personal yang diajukan oleh para Pejuang Dua Garis (PDG).

Acara dibuka oleh Mizz Rosie, founder MDG, yang membagikan pengalaman pribadinya menjalani program IVF bersama Dr. Tan. Prodia melanjutkan sesi pengantar dengan memperkenalkan pentingnya pemeriksaan nutrigenomik dalam meningkatkan peluang keberhasilan kehamilan. Nutrigenomik adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara makanan dan gen dalam tubuh manusia, memberikan wawasan tentang bagaimana zat gizi mempengaruhi ekspresi gen. Di sisi lain, nutrigenetik membantu memahami bagaimana faktor genetik seseorang mempengaruhi kebutuhan nutrisi spesifik. 

Sesi inti diisi oleh Dr. Tan yang memberikan penjelasan detail dan komprehensif tentang berbagai kasus infertilitas. Peserta berdiskusi tentang berbagai topik, mulai dari pengalaman pribadi hingga pertanyaan spesifik, seperti pertanyaan terkait pengalaman asthenozoospermia dan DFI 90% apa sebaiknya langsung IVF atau menunggu treatment 3 bulan, juga berkaitan dengan kondisi pcos dan ingin IVF apakah diperlukan operasi laparoskopi untuk memeriksa kondisi sebelum melakukan ivf, hingga berkaitan dengan nutrisi seperti apa yang baik dikonsumsi bagaimana jika makanan pahit sayur pare, daun pepaya untuk paksu sperma oat severe.

Dr Tan turut menjelaskan dengan sangat komprehensif bagaimana program hamil dapat berjalan lancar dari berbagai kemungkinan, baik melalui pola makan, kebutuhan tubuh pada vitamin tertentu, hingga bagaimana panen telur yang dapat dimaksimalkan untuk kelancaran program IVF. 

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, baik secara online maupun offline, menjadikannya momen edukasi yang dinamis dan bermanfaat bagi seluruh peserta. Acara diakhiri dengan makan siang sehat yang disediakan oleh @fertilmama, yang turut memberikan pengalaman kuliner gaya hidup sehat. 

Terima kasih pada PDG yang sudah hadir, kedepannya MDG akan terus berkomitmen untuk terus membersamai PDG dengan menghadirkan diskusi mendalam mengenai masalah fertilitas di acara mendatang. Bagi sister dan paksu yang tidak mau ketinggalan informasi silahkan follow Instagram @menujuduagaris.id

 

Ketahui Antiphospholipid Syndrome yang Membahayakan Kehamilan

December 6, 2024

 

Antiphospholipid syndrome (APS) hadir sebagai salah satu gangguan autoimun yang ditandai dengan pembentukan antibodi antifosfolipid, yang dapat mengganggu proses pembekuan darah dan menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk abortus berulang dan infertilitas. Dalam konteks reproduksi, APS memiliki dampak yang signifikan terutama pada  kehamilan bahlan kemampuan sister untuk hamil. MDG akan menjelaskan lebih lanjut terkait APS baca sampai habis ya!

Apa itu Antiphospholipid Syndrome 

Sindroma antifosfolipid merupakan kelainan yang disebabkan oleh antibodi antifosfolipid dan mengakibatkan kematian janin berulang, morbiditas maternal, dan infertilitas akibat berbagai proses imunopatogenik pada plasenta yang dihubungkan dengan terbentuknya trombosis atau terhambatnya proses fibrinolitik. 

Berdasarkan internasional di Sapporo, konsensus sindrom antifosfolipid didefinisikan sebagai kelainan dengan gejala trombosis vaskuler dan atau morbiditas obstetrik antibodi disertai antikardiolipin antikoagulan lupus.

Faktor Penyebab APS 

Meski belum diketahui secara jelas penyebab APS namun ada beberapa beberapa faktor dan kondisi yang diketahui bisa meningkatkan resiko seseorang mengalami sindrom ini, yaitu berjenis kelamin perempuan, memiliki keluarga yang menderita sindrom antifosfolipid, menderita penyakit autoimun lain, misalnya lupus, mengalami infeksi virus atau bakteri, seperti hepatitis C, HIV/AIDS, cytomegalovirus (CMV), atau sifilis, mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti anti kejang, antibiotik amoxicillin, obat hipertensi, atau obat antiaritmia. 

Hubungan APS dengan Infertilitas

Setelah melihat bagaimana faktor penyebabnya sangat berdampak pada perempuan, terutama jika berkaitan dengan Infertilitas pada wanita diantaranya adalah trombosis vaskularisasi plasenta pada perempuan hamil dengan APS, pembekuan darah yang abnormal dapat menyebabkan trombosis di pembuluh darah plasenta. Hal ini mengakibatkan insufisiensi uteroplasenta, yang dapat menghambat pertumbuhan janin dan menyebabkan keguguran.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan antibodi antifosfolipid memiliki risiko tinggi untuk mengalami abortus berulang. Sekitar 50% hingga 85% wanita dengan APS mengalami keguguran setelah 10 minggu kehamilan. Infark pada plasenta akibat trombosis juga menjadi salah satu penyebab utama keguguran pada kelompok ini.

Yang terakhir berkaitan dengan kualitas sel telur dan implantasi, Adanya antibodi antifosfolipid dapat mempengaruhi kualitas sel telur dan proses implantasi embrio. Gangguan dalam sirkulasi darah dapat mempengaruhi pasokan nutrisi dan oksigen ke embrio, sehingga mengurangi peluang untuk terjadinya kegagalan kehamilan.

Antiphospholipid syndrome ternyata memiliki dampak signifikan terhadap kesuburan dan kesehatan reproduksi wanita. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai hubungan antara APS dan infertilitas, sister dapat segera mengetahui kondisi ini dan dapat meningkatkan peluang untuk hamil dan menjalani kehamilan yang sehat. Dan segera konsultasikan pada dokter kandungan sister dan paksu. Untuk informasi menarik lainnya dapat follow Instagram @menujuduagris.id.

Referensi

  • Bick RL. Antiphospholipid Syndrome in Pregnancy. Hematol Oncol Clin N Am 2008;22:10720
  • mattaher Jambi, R. Kehamilan Dengan Sindroma Antifosfolipid.
  • https://www.alodokter.com/sindrom-antifosfolipid

 

Memahami Perbedaan Miom, Polip, dan Kista sebagai Penyebab Infertilitas pada Reproduksi Perempuan

December 5, 2024

Bagi sister dan paksu yang belum mengetahui perbedaan miom dan kista ovarium atau justru menganggap keduanya sebagai kondisi yang sama. Ketiganya hadir sebagai penghambat infertilitas pada perempuan. Untuk itu MDG akan membahas  karena dengan memahami perbedaan antara miom dan kista di ovarium, sister dapat mengenali gejalanya sehingga pemeriksaan dan penanganan dapat segera dilakukan. Untuk itu baca sampai habis ya!

Mengetahui apa itu Miom, polip dan Kista Ovarium

Mioma, polip endometrium, dan kista ovarium merupakan jenis tumor kandungan jinak yang paling umum dan banyak diderita kaum perempuan. Tumor kandungan jinak seringkali tidak disadari keberadaannya, terlebih jika tanpa gejala. Itulah sebabnya, tumor kandungan jinak sering kali ditemukan sudah berukuran sangat besar. Akibatnya, organ reproduksi yang sehat tidak dapat dipertahankan lagi.

Mereka akhirnya hadir sebagai salah satu penghambat infertilitas yang membahayakan. Meski demikian, keduanya merupakan dua kondisi yang berbeda. Perbedaan ketiganya paling mudah dikenali dari bentuk dan letaknya.

Perbedaan Utama Antara Miom, Polip, dan Kista

Dapat dirangkum perbedaan dari ketiganya bergantung pada lokasi tumbuh, sifat, gelaja umum, pengobatan, dan bahkan kelompok usia

Karakteristik Myoma (Fibroid) Polip Uterus Kista Ovarium
Lokasi  Rahim Endometrium Ovarium
Sifat Tumor jinak Pertumbuhan jinak Kantong berisi cairan
Gejala Umum Pendarahan berat, tekanan panggul Pendarahan tidak teratur Nyeri panggul
Pilihan Pengobatan Observasi, Medikasi, Bedah Bedah dan melakukan pengangkatan Observasi atau Bedah jika parah
Kelompok Usia Umum pada wanita usia 40 ke atas Dapat terjadi pada semua usia Umum pada wanita usia 20-40

Miom, polip, dan kista ovarium merupakan kondisi yang berbeda namun sering kali dianggap sama. Meski demikian ternyata penyebab mendasar dan pendekatan pengobatannya berbeda secara signifikan. Bagi sister setelah mengetahui perbedaan baik dari letak, gejala dan bahkan penanganan, selanjutnya sister harus mencari nasihat medis untuk diagnosis dan manajemen yang tepat demi memastikan kesehatan reproduksi sister  yang optimal. Untuk informasi menarik lainnya sister dapat akses di Instagram @menujuduagaris.id

 

Referensi 

  • Pratiwi, L., KM, M., Nurhanifah, T., ST, S., Keb, M., Fijri, B., … & Keb, M. T. (2024). Mengenal Mioma Uteri dan Kista Ovarium (Sudut Pandang Teori & Penelitian). CV Jejak (Jejak Publisher)
  • https://www.alodokter.com/perbedaan-miom-dan-kista-ovarium-yang-penting-diketahui

Tidak Hanya Sumber Kesehatan dan Kebahagiaan Yoga Juga Berfungsi pada Kelancaran Kehamilan

December 4, 2024

 

Yoga telah lama dikenal sebagai praktik yang bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental. Dalam konteks kehamilan, kegiatan yang dilakukan oleh sister berupa latihan fisik ternyata memiliki pengaruh yang baik terhadap janin, kehamilan, berat bayi lahir, mengurangi komplikasi persalinan seperti pengurangan tingkat nyeri dan persalinan lama. 

Selain latihan fisik, bentuk alternatif yang dapat dilakukan yaitu pemijatan dan terapi energi serta mindbody healing seperti salah satu diantaranya yaitu meditasi/yoga. Pada kesempatan ini MDG akan lebih detail menjelaskan bagaimana yoga ini memberikan manfaat pada kehamilan. Baca sampai habis ya!

Pengertian dan Teknik Yoga 

Yoga hadir sebagai proses yang mempelajari 11 perpaduan antara fisik, mental dan spiritual untuk mencapai kesehatan yang menyeluruh yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari hari. Hal tersebut dilakukan setiap hari pada perempuan hamil dengan usia kehamilan 18 sampai 20 minggu kehamilan sampai waktu persalinan. Secara praktik aktivitas ini dapat dilakukan menjadi 3 bagian yaitu pemanasan, aktivitas inti dan pendinginan atau penutup. 

Manfaat Yoga Untuk Ibu Hamil 

Manfaat ini diantaranya adalah untuk mengatasi sakit punggung dan pinggang bahkan dapat mengurangi kecemasan dan mencegah prematuritas, menurunkan gangguan makan atau Eating Disorder Examination (EDE).

Yoga juga dapat meningkatkan kekuatan dan stamina tubuh, melancarkan sirkulasi darah dan asupan oksigen ke janin, menjalin komunikasi ibu dan janin sejak dalam kandungan, dan mempercepat pemulihan fisik. 

Hal tersebut didukung oleh hasil dari sebuah penelitian oleh Chen dengan judul “effects of prenatal yoga on women’s stress and immune function across pregnancy: A randomized controlled trial” dengan hasil bahwa 12 yoga bisa menurunkan depresi pada ibu hamil dan nyeri.

Kapan Ibu Hamil dilarang Yoga?

Meski Yoga memiliki banyak manfaat pada ibu hamil, dalam kondisi tertentu justru membahayakan. Hal tersebut jika diterapkan pada pasien dengan komplikasi/ kelainan selama kehamilan. Seperti pecah ketuban, riwayat persalinan kurang bulan, riwayat keguguran dua kali atau lebih, Letak plasenta rendah atau plasenta previa, ibu dengan riwayat penyakit hipertensi pada kehamilan, jantung, diabetes mellitus, hipertiroid, perdarahan melalui vagina dan kehamilan dengan anak kembar. 

Melalui artikel ini dapat diketahui bahwasanya yoga bukan hanya sekedar latihan fisika juga merupakan alat yang efektif untuk meningkatkan kesehatan reproduksi sister terutama dikala hamil. Meski demikian ketahui dulu kesehatan sister jangan sampai dipaksakan untuk yoga tanpa mengetahui konsekuensinya. Untuk informasi menarik lainnya sister dapat follow Instagram @menujuduagris.id

Referensi

  • Carson C, et al. Complementary Care : Treatment Options for Cancer Patients.Cancer Fitness Programs, Colorado. 2004.
  • Chen, P. J., Yang, L., Chou, C. C., Li, C. C., Chang, Y. C., & Liaw, J. J. (2017). Effects of prenatal yoga on women’s stress and immune function across pregnancy: A randomized controlled trial. Complementary Therapies in Medicine, 31, 109–117. 
  • Haryanti, P. (2018). PANDUAN PRAKTIK YOGA Ibu Hamil dan Melahirkan.

Kenali MicroRNAs dan Bahaya Oligospermia sebagai Infertilitas Pria pada Sperma

December 3, 2024

Sperma pada pria normalnya dapat dihasilkan lebih dari 15 juta per 1 ml air mani. Namun, pada pengidap oligospermia, sperma akan kurang dari jumlah normal. Oligospermia dikategorikan menjadi beberapa kelompok, seperti ringan, sedang, hingga berat sesuai dengan jumlah sperma yang ada. Mengapa ini bisa terjadi dan seperti apa metode yang tepat untuk menangani. MDG akan membahas lebih lanjut baca sampai habis ya!

Cara Baru Mendeteksi Oligospermia melalui MicroRNAs

Yang sering diketahui oleh sister dan paksu deteksi ini dilakukan melalui analisis semen ia hadir sebagai tes yang paling umum digunakan untuk mengevaluasi kesuburan pria. Sayanya deteksi ini masih memiliki banyak kekurangan. 

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Daneshmandpour dkk dengan judul “MicroRNAs association with azoospermia, oligospermia, asthenozoospermia, and teratozoospermia: a systematic review” menemukan alternatif baru mereka mencoba menemukan penanda molekuler baru untuk mendeteksi cacat sperma. 

Hal ini dilakukan melalui MicroRNAs (miRNA) yang hadir sebagai molekul kecil dalam sel yang berperan dalam mengatur ekspresi gen. Berbagai penelitian telah mengkonfirmasi bahwa miRNA berperan dalam menentukan beberapa karakteristik sperma, termasuk jumlah sperma, motilitas, dan morfologi. 

Penyebab Oligospermia

Setidaknya ada 3 faktor, diantaranya adalah faktor medis, lingkungan dan gaya hidup. faktor medis diantaranya adalah varikokel, ejakulasi retrograde, gonore dan HIV, tumor dan kelainan genetik. Sedangkan pada faktor lingkungan seperti paparan logam berat dan bahan kimia industri dan paparan radiasi. Sedangkan pada gaya hidup seperti penyalahgunaan ganja dan kokain, merokok, minuman alkohol, stress emosional, hot tub, obesitas dan duduk terlalu lama. 

Cara mengatasinya ini dilihat sesuai dengan penyebab yang ditimbulkan, contohnya pada permasalahan seksual makan solusi yang ditawarkan adalah melalui penanganan seksual. Selain juga dapat dilakukan penanganan infeksi melalui penggunaan antibiotik. Juga konsumsi obat-obatan dan terapi hormon yang terakhir adalah tindakan operasi jika dibutuhkan

Oligospermia adalah masalah kesehatan reproduksi yang kompleks dengan berbagai penyebab. Mengidentifikasi faktor-faktor ini sangat penting untuk menentukan strategi pengobatan yang tepat. Untuk itu sister dan paksu disarankan berkonsultasi agar memiliki ketepatan penanganan. Untuk informasi menarik lainnya sister dapat follow Instagram @menujuduagris.id

Referensi

  • Daneshmandpour, Y., Bahmanpour, Z., Hamzeiy, H., Mazaheri Moghaddam, M., Mazaheri Moghaddam, M., Khademi, B., & Sakhinia, E. (2020). MicroRNAs association with azoospermia, oligospermia, asthenozoospermia, and teratozoospermia: a systematic review. Journal of assisted reproduction and genetics, 37, 763-775.
  • https://www.halodoc.com/artikel/mengenal-kelainan-sperma-oligozoospermia-dan-cara-mengatasinya
  • https://www.alodokter.com/ketahui-penyebab-oligospermia-dan-cara-mengatasinya
  • « Previous
  • 1
  • …
  • 57
  • 58
  • 59
  • 60
  • 61
  • …
  • 74
  • Next »
ayo-gabung-mdg

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.