Artikel Informasi Untuk Pejuang Dua Garis

Sister dan paksu adakah dari kalian yang juga mengalami salah satu kasus infertilitas tersumbatnya tuba? iya ini juga dapat disebut sebagai hidrosalping yang merupakan gangguan pada organ reproduksi wanita akibat terjadinya penumpukan cairan pada saluran tuba falopi. Tentu saja kondisi tersebut dapat menyebabkan perempuan sulit hamil karena proses pertemuan sel telur dan sel sperma menjadi terhalang. kira-kira apa saja penyebabnya dan bagaimana cara menyelesaikan? MDG akan menjabarkan lebih lanjut. Baca sampai habis ya!
Penyebab & gejala hidrosalping
Infeksi sebelumnya, yang paling umum adalah klamidia (penyakit menular seksual), dapat menyebabkan hidrosalping. Operasi sebelumnya di area panggul, terutama pada tuba falopi itu sendiri, juga dapat menjadi penyebabnya. Penyebab lain dari penyumbatan tuba falopi meliputi endometriosis, perlengketan di daerah panggul, beberapa tumor, dan infeksi lain, seperti radang usus buntu atau penyakit radang panggul.
Kebanyakan perempuan mungkin tidak merasakan gejala apapun, kecuali ketidakmampuan untuk hamil. Yang lain mungkin mengalami nyeri di panggul atau perut bagian bawah, atau mengeluarkan cairan vagina yang berubah warna atau lengket. Kehamilan ektopik merupakan indikasi kemungkinan adanya hidrosalping.
Diagnosis & pengobatan hidrosalping
Dokter paling sering menggunakan hysterosalpingogram untuk mendiagnosis hidrosalping. Ini adalah jenis evaluasi sinar-X pada tuba falopi dengan menggunakan kateter tipis yang dimasukkan melalui serviks dan rahim untuk menyuntikkan pewarna yang memperlihatkan garis besar tuba falopi. Serangkaian gambar sinar-X menunjukkan pengisian tuba fallopi, yang menunjukkan kepada dokter apakah tuba falopi tersumbat.
Dokter juga dapat melihat bahwa tuba falopi membesar menggunakan tes pencitraan ultrasonografi. Operasi laparoskopi, di mana tabung kecil dengan kamera dimasukkan melalui sayatan kecil di perut, memungkinkan dokter bedah untuk memberikan pewarna yang dapat menunjukkan apakah tuba falopi tersumbat oleh hidrosalping.
Apa kata Peneliti?
Sebuah penelitian dengan judul “Assessment Of Efficacy Of Hysteroscopic Tubal Occlusion In Assessment Of Efficacy Of Hysteroscopic Tubal Occlusion In Infertile Patients With hydrosalpinx Infertile Patients With hydrosalpinx” Penelitian menemukan efektivitas oklusi tuba histeroskopi dengan elektrokoagulasi pada pasien infertil dengan hidrosalping. Dan menemukan bahwasanya ada keberhasilan oklusi tuba mencapai 89,29%, sementara kegagalan sebesar 10,71%.
Kesimpulannya, elektrokoagulasi tuba histeroskopi terbukti efektif dalam menangani hidrosalping. Prosedur ini lebih cepat, tidak memerlukan anestesi, lebih nyaman bagi pasien, dan memiliki risiko komplikasi lebih rendah dibandingkan metode bedah lainnya.
Dari penjabaran itu tentu saja sister dan paksu masih harus berkonsultasi dengan dokter terkait penanganan mana yang lebih tepat dan dapat disesuaikan, karena jika salah langkah akan berakibat makin fatal. Informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id
Referensi
- Abdelaziz, A. M. I. Assessment of Eficacy of Hysteroscpoic Tubal Occlusion in Infertile Patients With Hydrosalpinx.
- https://fertilitynj.com/infertility/female-infertility/structural-causes/hydrosalpinx/
- https://fertilitynj.com/infertility/female-infertility/structural-causes/hydrosalpinx/

Sister, kalian yang sedang berjuang dengan infertilitas mungkin menjadi salah satu ujian besar dalam hubungan. Atau disisi lain bahkan semakin merekatkan? jadi dapat disimpulkan ya bahwa infertilitas itu nggak hanya berkaitan dengan fisik, tapi juga mental! Banyak pasangan merasa stres, cemas, bahkan hubungan jadi tegang karena tekanan ini. wah mengapa bisa begitu ya? MDG akan menjelaskan lebih lanjut
Infertilitas dan Rentan Stress
Stres hadir sebagai salah satu respon terhadap stimulus eksternal yang melebihi kapasitas koping seorang individu. Stres umumnya mempengaruhi semua sistem tubuh termasuk sistem kardiovaskuler, pernapasan, endokrin, gastrointestinal, saraf, otot, dan reproduksi. Stres diketahui memiliki hubungan dengan kejadian infertilitas. Pasien yang infertil secara signifikan memiliki lebih banyak gejala kecemasan dan depresi daripada individu yang tidak infertil. Stres psikologis dianggap sebagai bagian dari faktor lingkungan yang mempengaruhi fertilitas.
Beberapa sumber menyebutkan bahwa stres dapat menyebabkan infertilitas dengan mengubah kondisi hormonal pada wanita. Secara khusus, sumbu hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA axis) memiliki peran penting dalam memediasi efek neuroendokrin. Hal ini bertanggung jawab untuk sekresi kortisol atau yang juga dikenal sebagai hormon stres karena produksinya meningkat dalam kondisi stres kronis.
Mental health Melalui Support Pasangan
Sebuah studi menunjukkan bahwa perempuan lebih rentan mengalami stres dan kecemasan terkait infertilitas. Semakin lama infertilitas berlangsung (>6 tahun), semakin besar dampaknya pada emosional dan hubungan pernikahan. Dalam studi ditemukan bahwa pada pasangan yang saling mendukung justru bisa melewati ini dengan lebih kuat!
Jadi, sister dan pasangan perlu saling terbuka, mendukung satu sama lain, dan menghadapi ini bersama. Jangan ragu untuk ngobrol, cari solusi bareng, dan kalau perlu, konsultasi ke ahli. Dengan komunikasi dan dukungan yang tepat, hubungan justru bisa makin erat!
Jadi, sister, jangan pernah merasa sendirian dalam perjalanan ini! Infertilitas memang bisa jadi tantangan besar, tapi dengan komunikasi yang baik dan dukungan dari pasangan maupun orang terdekat, semuanya bisa lebih mudah dijalani. Yang penting, tetap jaga kesehatan fisik dan mental ya! Kalau butuh bantuan, jangan ragu untuk mencari support dari ahli. Kamu kuat, kamu nggak sendiri, dan selalu ada harapan! Dan tentu saja sejak kalian menjadi bagian MDG itu adalah langkah sister mendapatkan bantuan secara mental, untuk informasi menarik lainnya dapat di akses di Instagram kami @menujuduagaris.id
Referensi
- Iordachescu, D. A., Gica, C., Vladislav, E. O., Panaitescu, A. M., Peltecu, G., Furtuna, M. E., & Gica, N. (2021). Emotional disorders, marital adaptation and the moderating role of social support for couples under treatment for infertility. Ginekologia polska, 92(2), 98-104.
- Suardika, A. (2023). Hubungan antara Stres dengan Kejadian Infertilitas pada Wanita. Jurnal Penelitian Kesehatan” SUARA FORIKES”(Journal of Health Research” Forikes Voice”).

Sister, kamu tahu nggak sih kalau prediksi keberhasilan fertilisasi in vitro (IVF) sekarang bisa lebih akurat dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) dan data omics? Selama ini, penilaian untuk pasangan infertil lebih banyak bergantung pada riwayat medis, pemeriksaan saluran reproduksi, dan hasil siklus IVF sebelumnya. Tapi, tau ngga sister, sekarang kita bisa lihat perkembangan teknologi yang jauh lebih canggih yang bisa membantu meningkatkan tingkat keberhasilan IVF!
Tentu saja Fertilisasi in vitro (IVF) telah menjadi salah satu solusi utama dalam reproduksi berbantuan bagi pasangan yang mengalami infertilitas. Keberhasilan IVF memiliki dampak besar, tidak hanya bagi pasangan yang menjalani prosedur ini, tetapi juga bagi sistem kesehatan dan masyarakat secara keseluruhan. Oleh karena itu, prediksi hasil IVF yang lebih akurat menjadi pencapaian penting dalam upaya meningkatkan tingkat keberhasilan prosedur ini. Nah MDG akan menjelaskan lebih lanjut sebagai berikut
Pendekatan Tradisional dalam Penilaian Infertilitas
Hingga saat ini, penilaian pasangan infertil masih bergantung pada berbagai faktor, termasuk riwayat medis dan reproduksi, hasil indikasi biokimia, serta investigasi terhadap saluran reproduksi. Jika pasangan telah menjalani siklus IVF sebelumnya, data dari prosedur tersebut juga digunakan sebagai bahan evaluasi. Meskipun pendekatan ini telah membantu dalam pengambilan keputusan klinis, keterbatasan dalam akurasi dan objektivitas tetap menjadi tantangan yang perlu diatasi.
Integrasi Omik dan Kecerdasan Buatan dalam IVF
Proyek yang sedang dikembangkan bertujuan untuk menciptakan alat baru yang dapat meningkatkan keberhasilan IVF dengan mengintegrasikan data omic (seperti metabolomik, transkriptomik, dan mikroRNA) dan kecerdasan buatan. Pendekatan ini akan memungkinkan prediksi yang lebih akurat dan personalisasi perawatan bagi pasangan infertil. Untuk mencapai tujuan ini, langkah-langkah berikut akan diterapkan:
- Pengumpulan Data Pasien Data gaya hidup dan parameter demografi pasangan subfertil akan direkam dan dianalisis. Selain itu, karakteristik siklus IVF sebelumnya juga akan dikaji untuk memahami pola yang dapat mempengaruhi hasil IVF di masa mendatang.
- Evaluasi Omik dan Pembelajaran Mesin Pengukuran dan evaluasi parameter metabolomik, transkriptomik, dan biomarker akan dilakukan terhadap oosit, sperma, dan embrio. Data ini kemudian akan dianalisis menggunakan pembelajaran mesin mendalam untuk mengidentifikasi pola-pola yang berkontribusi terhadap keberhasilan atau kegagalan IVF.
- Pengembangan Model Jaringan Syaraf Buatan Model kecerdasan buatan berbasis jaringan syaraf buatan akan dikembangkan untuk meningkatkan objektivitas dan akurasi dalam prediksi hasil IVF. Dibandingkan dengan teknik tradisional, pendekatan ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang lebih optimal bagi pasangan infertil, terutama bagi mereka yang mengalami kegagalan IVF sebelumnya.
Manfaat Integrasi Omics dan Model Prediktif dalam IVF
Data omik memiliki potensi besar dalam meningkatkan seleksi embrio yang lebih optimal. Kombinasi data omik dengan model prediktif berbasis kecerdasan buatan akan membantu dalam personalisasi perawatan IVF, sehingga meningkatkan tingkat keberhasilan prosedur ini. Manfaat utama dari pendekatan ini antara lain:
- Peningkatan Individualisasi Perawatan: Dengan memahami karakteristik unik dari setiap pasangan, model ini akan memungkinkan perawatan yang lebih spesifik dan efektif.
- Keberhasilan bagi Pasangan dengan Infertilitas Tidak Terjelaskan: Pasangan yang mengalami infertilitas tanpa penyebab yang jelas atau kegagalan implantasi berulang akan mendapatkan opsi perawatan yang lebih tepat.
- Pengurangan Tingkat Kehamilan Ganda: Dengan seleksi embrio yang lebih akurat, risiko kehamilan ganda yang sering menjadi komplikasi dalam prosedur IVF dapat diminimalkan.
Integrasi data omics dan kecerdasan buatan dalam prediksi hasil IVF merupakan langkah maju dalam bidang reproduksi berbantuan. Dengan pendekatan ini, pemilihan embrio dapat dilakukan secara lebih optimal, meningkatkan keberhasilan prosedur, serta memberikan harapan baru bagi pasangan yang berjuang melawan infertilitas. Pengembangan lebih lanjut dalam teknologi ini akan membawa dunia medis lebih dekat menuju era perawatan IVF yang lebih personal dan efektif. Sister juga mulai dapat mempertimbangkan dan tetap harus paham apa kasus infertilitas sister dan paksu ya! informasi lebih lanjut dapat follow Instagram @menujuduagaris.id
Referensi
Siristatidis, C., Stavros, S., Drakeley, A., Bettocchi, S., Pouliakis, A., Drakakis, P., … & Vlahos, N. (2021). Omics and artificial intelligence to improve in vitro fertilization (IVF) success: a proposed protocol. Diagnostics, 11(5), 743.
Mashaah, T., Muziringa, M., Gomo, E., Chideme-Maradzika, J., Madziyire, M. G., & January, J. (2023). Traditional management of female infertility in Africa: a scoping review protocol. BMJ open, 13(11), e079201.

Surabaya, 16 Februari 2025 – Sesi terakhir Fertility Bootcamp MDG & Morula sukses digelar di Mileu Space Surabaya dengan penuh kemeriahan dan momen mengharukan. Acara ini menjadi penutup dari rangkaian program edukasi dan dukungan bagi pasangan yang tengah berjuang mendapatkan keturunan. Dengan konsep unik dan interaktif, acara ini menggabungkan fertility talk show, healthy cooking class, scrapbook making, serta free konsultasi bersama para dokter ahli.
Acara ini menghadirkan dua dokter spesialis dari Morula, yaitu Dr. Jimmy Yanuar Annas, Sp. O.G, Subsp. F.E.R dan Dr. Benediktus Arifin, MPH, SpOG (K), FICS, serta Chef Ken, yang berbagi wawasan dan keterampilan seputar gaya hidup sehat untuk mendukung program kehamilan.
Antusiasme Tinggi dari Peserta Online dan Offline
Acara dibuka oleh dua Bumin dari MDG dan dilanjutkan oleh Mizz Rosie, Founder MDG. Tidak hanya dihadiri secara langsung, acara ini juga menarik perhatian peserta dari berbagai penjuru Indonesia melalui siaran online. Tercatat sekitar 263 peserta bergabung secara virtual, menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif berdiskusi di kolom chat dan mengikuti sesi memasak bersama pasangan.
Dalam sesi healthy cooking class, Chef Ken dengan penuh semangat membimbing peserta dalam memasak menu sehat, baik secara langsung maupun daring. Sementara itu, dalam sesi talk show dan konsultasi, para peserta berkesempatan bertanya langsung kepada dokter mengenai berbagai permasalahan kesuburan. Beberapa pertanyaan yang diajukan antara lain “Dok, apakah jika hasil HSG dinyatakan paten setelah laparoskopi sekitar 6 tahun lalu, perlu dilakukan HSG ulang?”, “Jika mengalami hidrosalping bilateral, apakah harus menggunakan program IVF long protocol? Berapa persen tingkat keberhasilannya jika rahim, sel telur, dan sperma dalam kondisi baik?” dan “Dok, mengapa setelah sperma diperiksa untuk inseminasi, hasilnya menunjukkan asthenozoospermia padahal morfologinya 4% dengan total sperma 136.5×10/ejakulat? Apakah ini normal?”
Momen Haru dan Inspiratif
Acara ini tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menjadi ruang berbagi bagi para peserta. Banyak peserta yang terharu hingga meneteskan air mata karena merasa mendapatkan dukungan moral yang kuat. Misi MDG untuk menghadirkan komunitas yang saling mendukung dan berbagi kasih pun tersampaikan dengan baik.
Sebagai sesi penutup Fertility Bootcamp MDG & Morula, acara ini menjadi bukti bahwa edukasi dan komunitas yang solid dapat membantu para pasangan dalam perjalanan mereka menuju kehamilan. MDG berharap dapat terus menghadirkan acara inspiratif lainnya di masa depan. Untuk informasi lebih lanjut dan acara selanjutnya, follow Instagram @menujuduagaris.id. Sampai jumpa di event berikutnya!
Tentang MDG (Menuju Dua Garis) adalah komunitas yang berfokus pada edukasi dan dukungan bagi pasangan yang sedang berjuang untuk mendapatkan keturunan. Dengan berbagai program, MDG berkomitmen untuk memberikan informasi yang terpercaya dan menjadi ruang berbagi bagi para pejuang dua garis.

Baru-baru ini dunia dihebohkan dengan berita praktek jual beli sel telur. Apakah sister dan paksu juga sempat membaca? sebagai pejuang dua garis terutama dengan spesifik kasus low AMH seringkali dapat membayangkan bagaimana mendapatkan donor sel telur. Sayangnya di Indonesia praktek ini masih dalam kategori ilegal loh.
Menurut undang-undang UU Kesehatan dan peraturan pelaksananya PP 28/2024 telah menegaskan inseminasi buatan/reproduksi buatan hanya dapat dilakukan oleh pasangan suami istri yang sah dengan disertai hasil pemeriksaan medis mengalami ketidaksuburan atau infertilitas untuk memperoleh keturunan.
Melihat undang-undang tersebut bahwasanya adanya larangan untuk menerima donor sperma dari orang lain selain dari suami sendiri, atau penggunaan ovum dari orang lain selain dari istri sendiri. MDG pada akan membahas lebih lanjut terutama menyoroti kesehatan perempuan di masa depan jika melakukan donor sel telur.
Bagaimana Dunia Memandang Program Sel Telur?
Ternyata menurut beberapa penelitian bahwasanya tidak ada transparansi yang diberikan terkait dampak jangka panjang, sebuah penelitian dengan judul “Tempting Luck: Temporalities and Risk Anticipation among Egg Donors in Spain” Berdasarkan penelitian etnografi di Barcelona dengan donor sel telur dan profesional IVF, terjadi fenomena yang disebut “temporal choreography” untuk menjelaskan bagaimana praktik klinis membatasi informasi yang diberikan kepada donor. Mereka ditempatkan dalam “temporal stasis“, di mana potensi risiko masa depan dari donasi diabaikan, dan pertimbangan terkait penggunaan sel telur di masa mendatang dihilangkan.
Padahal ada yang paling penting diantaranya adalah kondisi yang berkaitan dengan kehidupan donor, yang umumnya masih muda dan secara ekonomi tidak stabil. Koreografi ini berperan dalam kesuksesan industri donasi sel telur di Spanyol, yang terbesar di Eropa. Artikel ini mengeksplorasi bagaimana tubuh tertentu diarahkan untuk mengantisipasi risiko dan melihat kesuburan sebagai perawatan diri, sementara yang lain justru didorong untuk mengabaikan risiko demi keuntungan finansial jangka pendek.
Efek Jangka Panjang Bagi Pendonor
Setelah melihat temuan diatas, dapat dibayangkan bagaimana masih belum banyak temuan medis yang dilakukan terkait dengan menyoroti dampak jangka panjang pada pendonor sel telur. Melihat bagaimana prosedur ini terlihat cukup mudah, prosedur ini tidak disarankan bagi wanita. Pasalnya, belum diketahui apa yang menjadi efek jangka panjang bagi wanita. Selama pelaksanaan prosedur ini, beberapa wanita mungkin akan mengalami pendarahan ketika dokter memasukkan jarum ke dalam ovarium mereka.
Prosedur ini juga bisa saja mengakibatkan kerusakan pada usus, kandung kemih, atau pembuluh darah, tetapi dalam kasus yang jarang terjadi. Infeksi bisa saja terjadi setelah pengangkatan sel telur. Dalam kasus yang parah dan membutuhkan rawat inap, gejala yang ditimbulkan meliputi sakit perut, muntah, kesulitan bernapas, dan pertambahan berat badan yang cepat. Bagaimana sister dan paksu apakah sudah tercerahkan? untuk informasi menarik lainnya dapat di akses di Instagram @menujuduagaris.id
Referensi
- Molas, A., & Whittaker, A. (2024). Tempting luck: Temporalities and risk anticipation among egg donors in Spain. Science, Technology, & Human Values, 49(6), 1256-1280.
- https://www.hukumonline.com/klinik/a/sahkah-donor-sperma-di-indonesia-lt62aad2cc18f9d/
- https://www.halodoc.com/artikel/donor-sel-telur-bagaimana-efek-jangka-panjangnya-bagi-wanita?srsltid=AfmBOoqRVbeQXz8efzZwK8sk-UoAQPsr_cMHugvrjvUqLdH0ng1YLc1z

Banyak yang bilang pola makan bisa ngaruh ke kesuburan, tapi sebenarnya diet seperti apa sih yang paling efektif? Apakah diet mediterania atau pola makan sehat. Keduanya kaya akan nutrisi, tapi apakah benar bisa meningkatkan peluang kehamilan? nah MDG kali ini akan membahas diet dan juga pola makan sehat untuk sister dan paksu yang dapat diterapkan nantinya, baca sampai habis ya!
Apa sih yang disebut Diet Mediterania
Diet mediterania adalah pola makan yang didasarkan pada masakan tradisional Yunani, Italia, Spanyol dan negara-negara lain yang berbatasan dengan Laut Mediterania. yang termasuk dalam komponen makanan diet mediterania adalah makanan nabati, seperti biji-bijian utuh, sayuran, polong-polongan, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, bumbu, dan rempah-rempah, merupakan dasar dari pola makan ini. Minyak zaitun juga menjadi sumber utama lemak tambahan.
Untuk diet mediterania juga ada yang harus dikurangi konsumsinya seperti ikan, makanan laut, susu, dan unggas termasuk dalam makanan yang harus dibatasi jumlah sedang. Daging merah dan makanan manis hanya boleh dimakan sesekali.
Sebuah studi dengan mengelompokkan pola makan jadi tiga kategori: Mediterania, Sehat, dan Tidak Sehat. Mendapatkan hasil bahwa diet Mediterania, yang kaya buah, sayur, ikan, dan lemak sehat, dikaitkan dengan peluang kehamilan lebih tinggi dalam ART. Selain diet mediterania ada juga pola makan sehat. Pola makan biasanya menjadi salah satu pilihan dari para pasangan untuk mendukung kesuksesan program hamil.
Apa itu Pola Makan Sehat?
Pola makan sehat adalah perilaku mengkonsumsi makan dengan gizi seimbang guna menjaga kesehatan tubuh. Seperti yang diketahui, pola makan seseorang sangat berpengaruh pada kondisi tubuhnya.
Sedangkan pola makan sehat, seperti ProFertilitas juga menunjukkan dampak positif baik untuk ART maupun kehamilan alami. Sementara itu, pola makan tidak sehat yang tinggi gula, lemak jenuh, dan olahan berdampak berdampak negatif pada kesuburan.
Meski demikian, ternyata pola makan Sehat itu variatif, jadi tentu sister dan paksu harus lebih selektif. Meski sebuah studi menunjukkan bahwa pola makan berperan dalam kesuburan, tapi masih harus disesuaikan dengan apa yang sister dan paksu hadapi.
Jadi, udah mulai mikirin asupan makananmu, sister? jangan lupa untuk tetap mengkonsumsi sesuai dengan porsi dan disesuaikan dengan kebutuhan sister dan paksu, jangan sampai salah langkah ya! jika perlu juga dapat berkonsultasi dengan dokter. Informasi menarik lainnya sister dapat follow Instagram @menujuduagaris.id
Daftar Pustaka
- Winter, H. G., Rolnik, D. L., Mol, B. W., Torkel, S., Alesi, S., Mousa, A., … & Moran, L. J. (2023). Can dietary patterns impact fertility outcomes? A systematic review and meta-analysis. Nutrients, 15(11), 2589.
- https://www.halodoc.com/kesehatan/diet-mediterania
- https://kumparan.com/kabar-harian/pola-makan-sehat-pengertian-dan-cara-menerapkannya-1x1ByALytWC

Infertilitas mempengaruhi sekitar 15% populasi, salah satu faktor infertilitas adalah faktor pria yang tentu saja bertanggung jawab atas sekitar 25–30% kasus. Salah satu penyebab utama infertilitas pria adalah stres oksidatif, yang terjadi akibat ketidakseimbangan antara spesies oksigen reaktif (ROS) dan kemampuan tubuh untuk menetralkannya dengan antioksidan.
Faktanya stres oksidatif dapat merusak kualitas sperma dan berdampak negatif pada keberhasilan teknik reproduksi berbantuan seperti IVF. MDG pada kesempatan kali ini ingin ini membahas peran ROS dalam infertilitas pria, dampaknya terhadap kualitas sperma, serta bagaimana pola makan dan asupan antioksidan dapat membantu mengatasi masalah ini. Baca sampai habis ya!
Spesies Oksigen Reaktif (ROS) dan Dampaknya pada Kesuburan Pria
Mengapa ini disambungkan ke infertilitas pria? karena jika kita coba telaah bahwasanya ROS ini memiliki banyak sumber, baik dari dalam tubuh maupun faktor eksternal. Pada faktor eksternal diantaranya adalah polusi, merokok, dan gaya hidup yang tidak sehat.
Nah faktanya pada jumlah yang terkendali atau dibutuhkan, ROS berperan penting dalam fungsi sperma, seperti kapasitasi dan reaksi akrosom. Namun, jika jumlahnya berlebihan, ROS dapat menyebabkan fragmentasi DNA sperma, mengurangi motilitas sperma, serta menurunkan kualitas dan kuantitas sperma, yang pada akhirnya berdampak pada kesuburan pria. Kira-kira dengan gaya hidup laki-laki yang terjadi di ruang external, ada tidak ya yang dapat menyembuhkan? hal ini tentu berkaitan dengan antioksidan.
Peran Antioksidan dalam Menyeimbangkan ROS
Antioksidan berfungsi sebagai penetralisir ROS, membantu mencegah kerusakan pada sperma. Beberapa antioksidan yang terbukti memiliki efek positif terhadap kualitas sperma meliputi Selenium dan Seng Berperan dalam meningkatkan motilitas dan morfologi sperma.
Asam Lemak Omega-3 yang membantu meningkatkan fluiditas membran sperma dan mengurangi peradangan. Koenzim Q10 (CoQ10) yang berkontribusi dalam produksi energi sperma dan meningkatkan konsentrasi sperma. Dan karnitin yang berperan dalam metabolisme energi sperma dan meningkatkan motilitas sperma.
Meskipun antioksidan dapat bermanfaat bagi kesuburan pria, konsumsi yang berlebihan justru dapat berdampak sebaliknya. Penggunaan suplemen antioksidan dalam dosis tinggi tanpa pengawasan medis dapat mengganggu keseimbangan ROS yang diperlukan untuk fungsi sperma normal. Selain itu, banyak suplemen yang dijual bebas belum terbukti secara ilmiah efektif dalam meningkatkan kesuburan.
Stres oksidatif akibat ketidakseimbangan ROS merupakan salah satu faktor utama dalam infertilitas pria. Meskipun antioksidan dapat membantu meningkatkan kualitas sperma, penggunaan suplemen dalam dosis tinggi harus dilakukan dengan hati-hati. Solusi terbaik untuk menjaga kesuburan pria adalah dengan menerapkan pola makan sehat yang kaya akan antioksidan alami. Dengan pendekatan ini, keseimbangan ROS dapat terjaga dengan baik, sehingga meningkatkan kualitas sperma dan peluang keberhasilan ART.
Daftar pustaka
- Torres-Arce, E., Vizmanos, B., Babio, N., Marquez-Sandoval, F., & Salas-Huetos, A. (2021). Dietary antioxidants in the treatment of male infertility: counteracting oxidative stress. Biology, 10(3), 241
- Knudtson, J. F., Sun, F., Coward, R. M., Hansen, K. R., Barnhart, K. T., Smith, J., … & Steiner, A. Z. (2021). The relationship of plasma antioxidant levels to semen parameters: the Males, Antioxidants, and Infertility (MOXI) randomized clinical trial. Journal of assisted reproduction and genetics, 38(11), 3005-3013.

Kehamilan secara alami juga memiliki kerentanan terhadap kegagalan akibat respons inflamasi sistemik, yang mengarah pada peningkatan kadar spesies oksigen reaktif (ROS) dan spesies nitrogen reaktif (RNS) dalam darah. Walaupun ROS dan RNS memiliki peran penting dalam pensinyalan seluler, ketidakseimbangan dalam produksinya dapat menyebabkan komplikasi kehamilan yang serius.
MDG sudah membahas sebelumnya terkait inflamasi, jadi pembahasan ini adalah pembahasan lebih mendalam dan fokus dengan adanya kasus inflamasi, stress oksidatif khususnya yang rawan terjadi pada kehamilan. Jadi baca sampai habis ya!
Mekanisme Stres Oksidatif dalam Kehamilan
Selama kehamilan, tubuh mengalami peningkatan produksi ROS dan RNS yang, jika tidak dikendalikan, dapat menyebabkan kerusakan sel dan jaringan. OS dapat mempengaruhi fungsi plasenta, mengganggu suplai nutrisi dan oksigen ke janin, serta berkontribusi pada berbagai komplikasi kehamilan. Untuk mengatasi peningkatan OS, tubuh bergantung pada mekanisme pertahanan enzimatik dan non-enzimatik, yang melibatkan elemen jejak penting seperti:
- Tembaga (Cu) – Mendukung enzim antioksidan dalam mengatasi radikal bebas.
- Seng (Zn) – Berperan dalam stabilisasi membran sel dan aktivitas enzim antioksidan.
- Mangan (Mn) – Berkontribusi pada aktivitas superoksida dismutase (SOD).
- Selenium (Se) – Komponen utama dari glutathione peroksidase (GPx), enzim penting dalam pertahanan antioksidan.
Dampak Stres Oksidatif terhadap Kehamilan
Peningkatan OS yang tidak terkendali selama kehamilan dapat menyebabkan berbagai komplikasi kehamilan, di antaranya:
- Preeklamsia – Ditandai dengan hipertensi dan disfungsi endotel akibat ketidakseimbangan oksidatif.
- Resorpsi embrionik dan keguguran berulang – OS dapat menyebabkan kegagalan implantasi dan kematian embrio.
- Anomali perkembangan janin – Kerusakan oksidatif dapat mengganggu perkembangan organ janin.
- Pembatasan pertumbuhan intrauterin (IUGR) – OS dapat menghambat pertumbuhan janin akibat suplai nutrisi yang tidak optimal.
- Kematian janin – Dalam kondisi ekstrem, stres oksidatif yang parah dapat menyebabkan kematian janin dalam kandungan.
Stres oksidatif memiliki peran penting dalam kehamilan, baik dalam proses fisiologis normal maupun patologi kehamilan. Keseimbangan antara ROS, RNS, dan sistem antioksidan sangat menentukan keberhasilan kehamilan. Untuk itu setidaknya baik sister dan paksu sangat baik sekali jika mulai mengkonsumsi anti oksidan. Wah menarik bukan MDG akan membahas pada kesempatan selanjutnya jadi jangan lupa untuk follow Instagram kita di @menujuduagaris.id
Referensi
- Grzeszczak, K., Łanocha-Arendarczyk, N., Malinowski, W., Ziętek, P., & Kosik-Bogacka, D. (2023). Oxidative stress in pregnancy. Biomolecules, 13(12), 1768.
- Chiarello, D. I., Abad, C., Rojas, D., Toledo, F., Vázquez, C. M., Mate, A., … & Marín, R. (2020). Oxidative stress: Normal pregnancy versus preeclampsia. Biochimica et Biophysica Acta (BBA)-Molecular Basis of Disease, 1866(2), 165354.