Nutrisi & Epigenetik: Kunci Tersembunyi di Balik Infertilitas Pria dan Wanita

 

Infertilitas dialami sekitar 8–12% pasangan di seluruh dunia. Namun, sering kali fokus hanya tertuju pada hormon atau kualitas sel telur dan sperma. Padahal, ada faktor lain yang bekerja lebih “halus” tetapi sangat menentukan: epigenetik mekanisme yang mengatur bagaimana gen bekerja tanpa mengubah susunan DNA itu sendiri. Pahami lebih dalam yuk sister dan paksu!

Apa Itu Epigenetik dan Mengapa Penting?

Epigenetik adalah sistem “pengatur sakelar” gen. Gen kita mungkin sama, tetapi cara gen tersebut diekspresikan bisa berbeda tergantung usia, lingkungan, stres, dan yang paling penting nutrisi. Perubahan epigenetik bisa diwariskan, tidak mengubah struktur DNA, sangat dipengaruhi oleh pola makan dan gaya hidup

Pada kasus infertilitas, pola epigenetik pada pria dan wanita sering kali berbeda dibandingkan individu yang subur. Artinya, bukan hanya gen yang berperan, tetapi juga bagaimana gen tersebut “diaktifkan” atau “dimatikan”.

Peran Nutrisi dalam Kesuburan

Tubuh membutuhkan energi dan zat gizi dalam jumlah yang seimbang. Terlalu sedikit atau terlalu banyak asupan bisa berdampak pada kesuburan.

Beberapa nutrisi yang berperan penting dalam regulasi epigenetik dan fertilitas antara lain:

  • Folat & Vitamin B12 → mendukung proses metilasi gen
  • Vitamin B6 & Biotin → membantu metabolisme hormon
  • Vitamin D → berperan dalam fungsi ovarium dan spermatogenesis
  • Zinc & Selenium → penting untuk kualitas sperma
  • Choline → mendukung perkembangan sel
  • CoQ10 → membantu produksi energi sel
  • Resveratrol & Quercetin → senyawa bioaktif dengan efek antioksidan

Selain itu, asupan metionin dan keseimbangan energi juga memengaruhi proses metilasi DNA, salah satu mekanisme epigenetik utama.

Berat Badan, Insulin, dan Kesuburan

Berat badan yang berlebihan atau terlalu rendah dapat mengganggu keseimbangan hormon reproduksi.Penurunan berat badan sekitar 5–10%, aktivitas fisik moderat, dan pola makan yang membantu meningkatkan sensitivitas insulin terbukti membantu memperbaiki fungsi reproduksi, terutama pada kondisi seperti PCOS. Tubuh yang metaboliknya stabil menciptakan lingkungan epigenetik yang lebih sehat untuk sel telur dan sperma.

Infertilitas pada Pria: Lebih dari Sekadar Jumlah Sperma

Pada pria, perubahan epigenetik dapat memengaruhi:

  • Rasio histon-protamin pada sperma
  • Regulasi gen yang terlibat dalam perkembangan embrio
  • Kualitas DNA sperma

Stres oksidatif (ROS), defisiensi nutrisi tertentu, dan faktor lingkungan dapat mengubah pola epigenetik sperma dan berdampak pada keberhasilan pembuahan maupun perkembangan embrio.

Infertilitas pada Wanita: Regulasi Gen dan Lingkungan Rahim

Pada wanita, epigenetik berperan dalam fungsi ovarium, kualitas oosit, respons hormon seperti FSH dan AMH dan reseptivitas endometrium. Gangguan regulasi gen dapat memengaruhi kesiapan rahim menerima embrio serta kualitas sel telur itu sendiri.

Kesuburan Adalah Kombinasi Gen, Lingkungan, dan Gaya Hidup

Untuk memahami infertilitas secara menyeluruh, kita perlu melihat gambaran besar:

  • Usia
  • Kondisi kesehatan
  • Pola makan
  • Aktivitas fisik
  • Paparan lingkungan
  • Status metabolik

Semua faktor ini saling berinteraksi dan memengaruhi epigenetik tubuh. Hal tersebut dapat membantu menciptakan kondisi epigenetik yang lebih mendukung kesuburan. Karena pada akhirnya, kesuburan bukan hanya tentang DNA yang kita miliki tetapi tentang bagaimana tubuh kita menggunakannya. Jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id ya!

Referensi

  • Erdoğan, K., Sanlier, N. T., & Sanlier, N. (2023). Are epigenetic mechanisms and nutrition effective in male and female infertility?. Journal of Nutritional Science, 12, e103.