
Perlengketan di dalam rahim atau intrauterine adhesions (IUA) dapat menjadi salah satu penyebab infertilitas yang sering terlewat. Kondisi ini terjadi ketika dinding rahim saling menempel akibat jaringan parut, biasanya setelah kuretase, infeksi, atau tindakan bedah sebelumnya.
Kabar baiknya, prosedur histeroskopi untuk melepaskan perlengketan dapat membuka kembali peluang kehamilan. Namun, bagaimana hasil reproduksi setelah tindakan ini?
Apa yang sebenarnya terjadi setelah operasi pelepasan perlengketan rahim (adhesi) melalui histeroskopi?
Kabar baiknya, peluang kehamilan setelah tindakan ini cukup menjanjikan. Lebih dari separuh pasien berhasil hamil setelah menjalani prosedur, dan sebagian besar kehamilan terjadi dalam dua tahun pertama pascaoperasi. Artinya, tindakan ini memang memberikan kesempatan nyata bagi pasangan yang sebelumnya mengalami kesulitan karena perlengketan di dalam rahim.
Namun ada satu tanda penting yang sering kali menjadi indikator keberhasilan pemulihan: perubahan pola menstruasi.
Setelah operasi, dokter biasanya memperhatikan apakah haid menjadi lebih teratur atau volumenya membaik. Pasien yang mengalami perbaikan pola menstruasi umumnya memiliki peluang hamil yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengalami perubahan. Mengapa? Karena haid yang membaik sering mencerminkan bahwa lapisan dalam rahim (endometrium) telah pulih dan lebih siap menerima embrio untuk implantasi.
Meski peluang hamil cukup baik, kehamilan setelah riwayat intrauterine adhesions (IUA) tetap perlu pengawasan lebih ketat. Risiko keguguran bisa lebih tinggi dibandingkan populasi umum, dan ada kemungkinan komplikasi selama kehamilan. Karena itu, kontrol rutin dan pemantauan sejak awal kehamilan sangat dianjurkan agar kondisi ibu dan janin tetap terjaga.
Jadi, apa artinya bagi pasien dengan IUA?
Operasi histeroskopi dapat membuka kembali peluang untuk hamil. Perbaikan pola haid menjadi tanda prognosis yang baik. Kebanyakan kehamilan terjadi dalam dua tahun pertama setelah tindakan. Namun ketika kehamilan sudah tercapai, pemantauan tetap menjadi kunci.
Perlengketan rahim bukanlah akhir dari harapan memiliki anak. Dengan penanganan yang tepat dan evaluasi menyeluruh, kesempatan itu tetap ada. Karena dalam dunia fertilitas, pemulihan bukan hanya soal memperbaiki struktur rahim, tetapi juga memastikan fungsinya kembali optimal siap menyambut kehidupan baru dengan aman dan sehat. Jangan lupa juga untuk follow Instagram @menujuduagaris.id
Referensi
- Weng, X. L., Xie, X., Liu, C. B., & Yi, J. S. (2022). Postoperative reproductive results of infertile patients with intrauterine adhesions: A retrospe