
Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) dikenal sebagai gangguan endokrin paling sering pada perempuan usia reproduktif. Ia sering dikaitkan dengan resistensi insulin, obesitas, gangguan metabolik, hingga risiko kardiovaskular. Namun dalam beberapa tahun terakhir, perhatian ilmiah mulai mengarah pada satu pertanyaan penting: apakah PCOS juga memiliki kaitan dengan gangguan autoimun terutama autoimun tiroid?
PCOS dan Autoimun Tiroid: Apakah Ada Hubungannya?
PCOS selama ini dikenal sebagai gangguan hormon dan metabolik—ditandai dengan siklus tidak teratur, kadar androgen tinggi, dan resistensi insulin. Namun, ada satu aspek lain yang semakin mendapat perhatian: hubungan antara PCOS dan penyakit autoimun tiroid (Autoimmune Thyroid Disease / AITD).
AITD, terutama Hashimoto’s thyroiditis, terjadi ketika sistem imun membentuk antibodi yang menyerang kelenjar tiroid. Kondisi ini bisa memengaruhi fungsi tiroid secara perlahan, bahkan sebelum gejalanya terasa jelas.
Seberapa Sering Terjadi?
Jika dibandingkan dengan perempuan tanpa PCOS, wanita dengan PCOS ternyata jauh lebih sering memiliki gangguan autoimun tiroid. Sekitar 1 dari 4 perempuan dengan PCOS ditemukan memiliki AITD. Sementara pada populasi tanpa PCOS, angkanya jauh lebih rendah.
Artinya, hubungan ini bukan sekadar kebetulan. Ada pola yang konsisten bahwa PCOS dan autoimunitas tiroid lebih sering muncul bersamaan.
Baik pada perempuan Asia, Eropa, maupun Amerika Selatan, risiko AITD tetap lebih tinggi pada mereka yang memiliki PCOS. Besarnya risiko memang bervariasi, tetapi arahnya sama: PCOS berkaitan dengan peningkatan kejadian autoimun tiroid. PCOS bukan hanya gangguan hormon ovarium. Pada banyak pasien, terdapat:
- Inflamasi kronis ringan
- Gangguan regulasi sistem imun
- Resistensi insulin
- Ketidakseimbangan hormon estrogen
Faktor-faktor ini diduga dapat memengaruhi respons imun dan meningkatkan kecenderungan autoimunitas. Pada AITD, tubuh membentuk antibodi seperti anti-TPO dan anti-thyroglobulin yang menyerang jaringan tiroid. Gangguan ini dapat memengaruhi metabolisme, siklus haid, ovulasi, bahkan risiko keguguran meski kadar hormon tiroid masih tampak “normal” pada awalnya.
Apa Dampaknya pada Kesuburan?
Fungsi tiroid berperan penting dalam sistem reproduksi. Gangguan tiroid, bahkan yang ringan, dapat:
- Mengganggu ovulasi
- Menurunkan kualitas oosit
- Meningkatkan risiko keguguran
- Mempengaruhi keberhasilan program hamil
Karena itu, ketika PCOS dan gangguan tiroid terjadi bersamaan, dampaknya terhadap kesuburan bisa menjadi lebih kompleks.
Perlukah Pemeriksaan Tiroid pada PCOS?
Karena autoimun tiroid cukup sering ditemukan pada pasien PCOS bahkan tanpa gejala pemeriksaan fungsi tiroid menjadi pertimbangan penting, terutama pada pasien dengan:
- Infertilitas
- Riwayat keguguran
- Gangguan siklus berat
- Gejala yang mencurigakan gangguan tiroid
Pemeriksaan sederhana seperti TSH dan antibodi tiroid dapat membantu mendeteksi masalah lebih dini.
PCOS tidak diklasifikasikan sebagai penyakit autoimun klasik. Sekitar satu dari empat perempuan dengan PCOS juga memiliki autoimmune thyroid disease. Ini bukan komorbiditas yang jarang. Dalam praktik klinis, pendekatan terhadap PCOS sebaiknya tidak hanya berfokus pada hormon reproduksi dan metabolisme, tetapi juga mempertimbangkan fungsi serta autoimunitas tiroid. Karena dalam sistem endokrin, satu sumbu yang terganggu jarang berdiri sendiri. Jangan lupa untuk follow Instagram @menujuduagaris.id
Referensi
- Referensi Romitti M, Fabris VC, Ziegelmann PK, Maia AL, Spritzer PM. Association between PCOS and autoimmune thyroid disease: a systematic review and meta-analysis. Endocr Connect. 2018 Oct 26;7(11):1158-1167. doi: 10.1530/EC-18-0309. PMID: 30352422; PMCID: PMC6215798.