Artikel Informasi Untuk Pejuang Dua Garis

Sister dan paksu adakah yang sudah merencanakan program IVF? atau masih mempertimbagkan banyak hal sebelum memutuskan untuk bayi tabung. Wah pasti sudah banyak informasi yang sudah dicari? salah satunya metode yang ada dalam setiap proses IVF, agar tidak sampai salah, seperti mempertimbangkan PIEZO-ICSI. MDG akan menjelaskan lebih lanjut dalam pembahasan topik kali ini. Baca sampai habis ya
Bagaimana prosedur ICSI dilakukan?
Tahapan dari ICSI berupa, telur yang telah matang akan dipegang menggunakan pipet khusus untuk mengambil sperma, digunakan jarum yang sangat halus, tajam, dan berongga. Jarum kemudian dimasukkan melalui cangkang telur dan sitoplasma telur. Sperma selanjutnya akan disuntikkan ke sitoplasma, kemudian jarum akan dikeluarkan kembali. Pada hari berikutnya, dokter akan melihat apakah pembuahan telah terjadi.
Nah tahapan yang krusial itu kemudian menimbulkan banyak metode terbaru terutama dalam proses pemindahan telur. karena akibat dari ini bisa fatal seperti cacat lahir dan kerusakan pada telur. Lalu ada ngga si metode terbaru yang digunakan oleh dokter untuk menangani proses yang krusial tersebut, salah satunya adalah dapat menggunakan PIEZO-ICSI.
Mengapa memilih metode PIEZO-ICSI?
PIEZO-ICSI adalah teknik ICSI canggih yang meminimalkan kerusakan telur dan meningkatkan tingkat pembuahan telur dibandingkan dengan ICSI konvensional. Sampai saat ini, penelitian menunjukkan bahwa PIEZO-ICSI memiliki tingkat degenerasi telur terendah (1%) dan tingkat pembuahan tertinggi (89%).
Kemudian jika dibandingkan dengan ICSI konvensional, PIEZO-ICSI menggunakan ujung injeksi yang lebih halus dan lebih tumpul daripada tajam, sehingga kemungkinan kerusakan telur berkurang.
Bahkan sebuah temuan penelitian dengan judul “PIEZO-ICSI increases fertilization rates compared with standard ICSI: a prospective cohort study” yang menemukan bahwa PIEZO-ICSI meningkatkan tingkat pembuahan secara signifikan, sehingga meningkatkan jumlah embrio yang tersedia untuk kriopreservasi dibandingkan dengan ICSI standar.
Meski demikian dalam proses pemilihan program, sister dan paksu harus tetap memastikan berkonsultasi kepada dokter untuk meningkatkan keberhasilan dan meminimalkan risiko sebelum memilih dan menjalani prosedur ini. Untuk informasi menarik lainnya sister dapat follow Instagram @menujuduagaris.id
Referensi
- https://www.alphafertilitycentre.com/id/teknologi/piezo-icsi-2#:~:text=Apa%20itu%20PIEZO%2DICSI,sehingga%20kemungkinan%20kerusakan%20telur%20berkurang.
- https://www.klikdokter.com/info-sehat/reproduksi/mengenal-metode-icsi-untuk-meningkatkan-peluang-punya-anak
- Zander-Fox, D., Lam, K., Pacella-Ince, L., Tully, C., Hamilton, H., Hiraoka, K., … & Tremellen, K. (2021). PIEZO-ICSI increases fertilization rates compared with standard ICSI: a prospective cohort study. Reproductive biomedicine online, 43(3), 404-412.

Bagi sister dan paksu yang sedang mengalami infertilitas, dan akan segera membuat keputusan untuk program. Baik secara alami maupun berbantuan, jangan lupa untuk memahami mulai dari perbedaan dan bagaimana temuan-temuan dengan kasus yang serupa agar menjadi pendukung dalam mempertimbangkan. MDG akan menjelaskan bagaimana prosedur yang paling umum digunakan yaitu IVF dan ICSI
Tentang Prosedur IVF dan ICSI
IVF singkatan dari ‘fertilisasi in-vitro’ dan ICSI ‘injeksi sperma intrasitoplasma’. Kedua perawatan ini hadir sebagai konsepsi berbantuan. Pada prosedur IVF melibatkan pengambilan sel telur dari pasien wanita menggunakan jarum yang dimasukkan melalui vagina dan ke dalam setiap ovarium di bawah bimbingan USG. Prosedur ini dilakukan dengan sedasi jadi tidak akan merasakan sakit apa pun. Sel telur kemudian dicampur dengan sperma dalam cawan laboratorium, dan diperiksa setelah 16-20 jam untuk melihat apakah sperma telah membuahi sel telur secara alami. Jika perawatan berhasil, sel telur yang telah dibuahi akan berkembang di laboratorium selama dua hingga lima hari sebelum dipindahkan ke rahim.
Sedangkan ICSI atau intracytoplasmic sperm injection adalah prosedur penyuntikan satu sperma hidup ke pusat sel telur (sitoplasma) yang telah matang. Prosedur ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan peluang keberhasilan In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung. Prosedur ICSI ini dilakukan ketika IVF konvensional tidak membuahkan hasil yang maksimal.
Kapan ICSI digunakan?
Pada sebuah penelitian dengan judul “Opportunities and Limits of Conventional IVF versus ICSI: It Is Time to Come off the Fence” menunjukkan bagaimana metode Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI) semakin banyak digunakan, termasuk pada kasus infertilitas yang bukan disebabkan oleh faktor laki-laki. Salah satu alasan utama adalah untuk mengurangi risiko kegagalan fertilisasi total (total fertilization failure atau TFF), yaitu kondisi ketika sel telur tidak berhasil dibuahi. TFF sendiri merupakan hasil yang sangat mengecewakan, baik bagi pasien maupun tenaga medis, dengan resiko terjadi sekitar 5-20% dalam siklus IVF konvensional (c-IVF).
Dari penjelasan singkat tersebut, bagaimana memahami prosedur In Vitro Fertilization (IVF) dan Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI) menjadi penting sebelum memulai program kehamilan berbantuan. Setiap metode memiliki kelebihan, kekurangan, dan indikasi khusus yang perlu disesuaikan dengan kondisi sister dan paksu. Sehingga konsultasi dengan tenaga medis yang kompeten sangat dianjurkan untuk menentukan metode yang paling sesuai, sehingga peluang keberhasilan dapat dimaksimalkan. Yuk ambil langkah sister dan paksu, bisa dengan mengikuti forum Morula Fertility Bootcamp yang akan MDG adakan untuk PDG di februari mendatang. Informasi lainnya dapat sister dan paksu akses di Instagram kami @menujuduagaris.id
Referensi
- https://www.morulaivf.co.id/id/blog/apa-itu-icsi-dan-bagaimana-prosedur-ini-dilakukan/
- https://www.fertility-academy.co.uk/blog/whats-the-difference-between-ivf-and-icsi/
- Balli, M., Cecchele, A., Pisaturo, V., Makieva, S., Carullo, G., Somigliana, E., … & Vigano’, P. (2022). Opportunities and limits of conventional IVF versus ICSI: it is time to come off the fence. Journal of Clinical Medicine, 11(19), 5722.

Ternyata banyak dari kasus infertilitas pria yang disebabkan oleh DNA fragmentasi. Hal ini berkaitan dengan kerusakan pada sperma. KIra-kira apa saja ya penyebabnya? dan bagaimana cara untuk menyeleksi sperma yang dianggap berkualitas? MDG akan lebih lanjut membahas untuk sister dan paksu. Baca sampai habis ya!
Mengapa terjadi DNA Fragmentasi?
Fragmentasi DNA sperma, atau fragmentasi sperma, mengacu pada lesi, kerusakan, atau patahan pada materi genetik sperma, dan merupakan salah satu penyebab utama infertilitas pria. Penyebab fragmentasi DNA ini terbagi menjadi dua yaitu bersifat intrinsik, karena pematangan sperma yang tidak sempurna atau perubahan genetik, atau eksternal atau eksentrik karena kerusakan yang disebabkan oleh kemoterapi, penyakit inflamasi akut dan kronis, dan lain-lain.
Proses kerusakan di bayangkan melalui skema berikut, bahwa DNA sperma dililitkan di sekitar protein histon yang digantikan oleh protamin dasar untuk kondensasi selama spermatogenesis, dimana tekanan torsional DNA untai ganda menghasilkan torehan, yang kemudian dipulihkan dengan penataan ulang kromatin yang tepat. Di suatu tempat, jika torehan ini tidak diperbaiki dengan benar, hal itu dapat mengakibatkan fragmentasi DNA dan infertilitas pada pria.
Ada dua perbedaan faktor penyebab DNA Fragmentasi, pertama adalah intrinsik dan kedua adalah eksintrik. Pada faktor intrinsik diantaranya adalah Defisiensi rekombinasi selama spermatogenesis, Pematangan Spermatid yang Tidak Normal, Rasio Protamin I dan II, Stres Oksidatif, Varikokel, Infeksi Saluran Genital dan umur seseorang.
Sedangkan pada faktor eksintrik diantaranya adalah Periode Pantang, Selang Waktu dari Ejakulasi, Suhu Penyimpanan dan Kriopreservasi, Storage Temperature and Cryopreservation, dan faktor lainnya. Dalam proses kehamilan jika ada pasangan yang kemudian di diagnosa kerusakan pada sperma, maka hal yang dapat dilakukan untuk keberhasilan program dapat melakukan MACS
Magnetic-activated Cell Sorting (MACS)
MACS (Magnetic Activated Cell Sorting) adalah teknik immunomagnetic yang memungkinkan pemilihan spermatozoa yang tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan atau kematian sel (disebut apoptosis), dan karena itu mempertahankan seluruh DNA mereka tetap utuh.
Kualitas air mani merupakan faktor krusial dalam mencapai kehamilan, karena mempengaruhi pembuahan dan kualitas embrio selanjutnya. Sperma yang rusak ini dapat dikeluarkan dari sampel menggunakan teknik ini karena membrannya mengandung penanda yang dapat dideteksi, sehingga diperoleh fraksi yang bebas dari penanda tersebut dan, oleh karena itu, memiliki kualitas yang lebih baik. selanjutnya sister dan paksu tetap harus skeptis terhadap kasus infertilitas. Terutama pada sperma yang mengalami kerusakan. Informasi menarik lainnya dapat follow Instagram @menujuduagaris.id.
Referensi
- https://www.topdoctors.co.uk/medical-dictionary/sperm-dna-fragmentation
- https://dralexpolyakov.com.au/sperm-dna-damage-fragmentation-problems-that-evade-the-eyes/
- https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11152411/

Halo, Sister dan Paksu! Are you ready?
Kami, Menuju Dua Garis, dengan bangga menyapa kalian di tahun 2025 dengan kabar bahagia! Mizz Rosie, selaku founder Menuju Dua Garis, kembali menghadirkan Fertility Bootcamp. Bootcamp ini dirancang dengan harapan besar untuk membantu Sister dan Paksu mendapatkan akses informasi yang valid dan terpercaya langsung dari dokter spesialis. Bahkan, bootcamp ini juga dapat membantu memberikan gambaran yang lebih mendalam sesuai dengan kasus yang dihadapi oleh setiap pasangan.
Tahun ini, kami akan kembali hadir untuk menemani Sister dan Paksu dalam kegiatan bootcamp yang seru banget! Kenapa? Karena acara ini dilakukan secara online, sehingga kalian bisa mengikutinya dari mana saja. Cukup akses dari rumah, tapi pengetahuan yang didapatkan akan sangat melimpah dan bermanfaat!
Penasaran kan, siapa saja dokter yang akan bergabung di Fertility Bootcamp 2025? Kali ini, kami dari Menuju Dua Garis (MDG) berkolaborasi dengan Morula IVF untuk mendukung perjuangan para Pejuang Dua Garis. Dokter-dokter yang kami pilih adalah para ahli dari Morula IVF, yang telah diakui sebagai salah satu pusat fertilisasi terbaik di Indonesia.
Tahukah Sister dan Paksu? Berdasarkan data dari Perhimpunan Fertilisasi in Vitro Indonesia (PERFITRI) tahun 2020, 1 dari 2 bayi tabung yang lahir di Indonesia adalah bayi Morula IVF. Hingga saat ini, Morula IVF telah menangani lebih dari 150.000 pasien. Dengan fasilitas yang lengkap, mulai dari tracking cycle hingga cryo-shipping embryo/sperm, dan tim dokter spesialis yang sangat kompeten, Morula adalah mitra yang tepat untuk mendukung perjalanan kalian menuju dua garis.
Jadi, tunggu apa lagi? Acara ini menawarkan banyak manfaat, salah satunya adalah personalisasi kasus! Kami akan menyesuaikan setiap sesi dengan kasus unik yang Sister dan Paksu miliki. Bayangkan, kalian akan berkesempatan berdiskusi langsung dengan dokter-dokter ahli dari Morula dalam suasana yang hangat dan menyenangkan. Dan Masih banyak lagi benefit yang bakalan kalian dapatkan, salah satunya IVF gratis!
Kami sangat antusias untuk bertemu kalian di Fertility Bootcamp 2025! Jangan lupa untuk terus pantau informasi terbaru di Instagram kami @menujuduagaris.id, karena semua pengumuman akan kami sampaikan di sana.
See you soon, Pejuang Dua Garis!

Tahukah sister jika selama kehamilan, tubuh akan mengalami peningkatan metabolisme tubuh dan peningkatan sekresi hormon-hormon demi memenuhi kebutuhan janin intrauterin, dan salah satu hormon yang meningkat adalah hormon tiroid. Bagaimana jika hormon ini meningkat berlebih apakah akan berdampak pada kehamilan, MDG akan menjabarkan lebih lanjut. Baca sampai habis ya!
Memahami Hormon Tiroid dan hipotiroid
Selama kehamilan terjadi peningkatan metabolisme tubuh dan peningkatan sekresi hormon untuk memenuhi kebutuhan intrauterine dimana salah satu hormon tersebut adalah hormon tiroid. Tentu hormon ini memiliki fungsi, salah satunya adalah untuk perkembangan normal otak dan sistem saraf bayi. Dimana selama trimester pertama, janin bergantung pada suplai hormon tiroid ibu. Kemudian pada sekitar 12 minggu, kelenjar tiroid janin mulai bekerja sendiri, tetapi kelenjar tiroid belum menghasilkan hormon tiroid yang cukup pada 18 hingga 20 minggu kehamilan.
Sedangkan hipertiroid pada kehamilan didefinisikan sebagai peningkatan kadar hormon tiroid yaitu T4 bebas (fT4) atau T4 dan penurunan kadar thyroid stimulating hormone (TSH), tanpa disertai peningkatan serum autoimunitas tiroid (TRab). Hipotiroid hadir sebagai sebuah kelainan yang membuat metabolisme tubuh melambat.
Berdasarkan guideline American Thyroid Association, kehamilan dapat mempengaruhi hormon tiroid dan disfungsi tiroid yang tidak terobati (hipertiroid atau hipotiroid) hal ini berhubungan dengan peningkatan komplikasi dan luaran yang buruk.
Fakta Ibu Hamil dan Hormon Tiroid
Sedikitnya 2–3% wanita mengalami gangguan fungsi tiroid dan sekitar 10% mengalami penyakit tiroid autoimun walaupun eutiroid. Penelitian lain menunjukan bahwa hipertiroid terjadi pada 2–17 dalam 1000 kelahiran dan 1–3% diantaranya merupakan kasus hipertiroid. Selama masa kehamilan, akan terjadi pembesaran ukuran kelenjar tiroid sebesar 10–40% dan sekresi thyroxine (T4) dan triiodothyronine (T3) meningkat sebesar 50%.
Sebelum mengetahui itu semua maka diperlukan pemeriksaan lebih lanjut, American Thyroid Association (ATA) merekomendasikan untuk melakukan pemeriksaan TSH, FT4 beserta dengan penanda tiroid autoimun seperti anti-TPO pada ibu hamil terutama pada trimester pertama, guna mendeteksi gangguan fungsi tiroid pada ibu sedini mungkin. Terdeteksinya gangguan tiroid yang disertai dengan hasil anti-TPO positif pada ibu hamil perlu menerima pengobatan salah satunya dengan terapi levothyroxine.
Bagaimana sister yang sedang hamil, apakah akan membayangkan untuk melakukan tes tersebut? iya dan tidaknya tetap membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut ya! hal ini dapat dikonsultasikan melalui dokter sister dan paksu. Untuk informasi menarik lainnya soster dan paksu dapat follow Instagram @menujudagaris.id
Referensi
- Suparman, E. (2021). Hipertiroid dalam Kehamilan. e-CliniC, 9(2), 479-485.
- Anggraeni, R., & EM, T. A. (2022). Manajemen Hipertiroid pada Kehamilan. Jurnal Anestesi Obstetri Indonesia, 5(2), 127-34.
- https://prodia.co.id/id/artikel-detail/hipotiroid-pada-ibu-hamil-dapat-berakibat-fZ5bvA

Sister dan paksu apakah familiar dengan bahasa ilmiah satu ini ya yang berkaitan dengan “Mikrodelesi kromosom Y AZFb” yang perlu sister tahu pada salah satu jenis kelainan genetik pada kromosom Y yang berhubungan dengan masalah kesuburan pria, terutama yang mengalami azoospermia (tidak adanya sel sperma dalam ejakulasi) atau oligospermia (jumlah sperma yang sangat rendah). MDG akan membahas lebih lanjut pada artikel saat ini, Baca sampai habis ya!
Pahami Struktur Mikrodelesi kromosom Y
Yang perlu diketahui bahwasanya masalah infertilitas laki-laki sering terjadi karena adanya gangguan pada kromosom Y. Paksu perlu memahami struktur kromosom Y mempunyai Pseudoautosomal Region (PAR) pada kedua ujung lengannya. PAR1 terletak di ujung lengan pendek (Yp) dan PAR2 di ujung lengan panjang (Yq).
PAR berfungsi untuk berpasangan dengan kromosom X pada waktu meiosis. Selain PAR, terdapat juga bagian yang disebut Non Recombining Region of The Y Chromosome (NRY), yang memiliki bagian penting yaitu Gen Sex Determining Region (SRY) dan Gen Azoospermia Factor (AZF).
Gen SRY menentukan inisiasi perkembangan testis pada masa embrio, terletak di Yp dan berbatasan dengan PAR1. Gen AZF adalah gen yang terletak pada kromosom Y lengan panjang regio 1 band 1 (Yq11). Gen ini memiliki 3 subregio atau daerah yang dipetakan yaitu AZFa (proksimal), AZFb (sentral), AZFc (distal). Gen AZF berfungsi untuk mengatur spermatogenesis. Gen AZF terletak di zona kromatin Yq dan mengalami delesi de novo yang tidak tampak pada tingkat sitogenetik (mikrodelesi) pada penderita azoospermia.
Setelah memahami struktur tersebut, maka sangat jelas bukan jika ada kesalahan pada kromosom Y maka akan sangat berhubungan sangat kuat dengan masalah kesuburan pria, seperti berdampak pada azoospermia (tidak adanya sel sperma dalam ejakulasi) atau oligospermia (jumlah sperma yang sangat rendah).
Hubungan Azoospermia dan Analisis Mikrodelesi Kromosom Y
Dalam sebuah penelitian dengan judul “Analisis mikrodelesi kromosom Y pada pria azoospermia di Indonesia” Dari 35 sample pria dengan azoospermia terdeteksi dua orang (5,7%) yang mengalami mikro delesi pada kromosom Y (Yq). Mikrodelesi yang terdeteksi dengan enam STS adalah satu orang mengalami delesi pada sY84 (subregio AZFa) dan RBMYI (subregion AZFb), dan satu orang mengalami delesi pada sY254 dan sY255 (subregio AZFc).
Melihat temuan tersebut, menunjukkan bahwa pemeriksaan kromosom Y sangat penting, karena berpengaruh sangat besar pada infertilitas pria. Meski demikian sister dan paksu tetap harus melakukan konsultasi pada dokter dan berupaya untuk memahami lebih detail kandungan setelah mendapatkan hasilnya. Informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id
Referensi
- Larasati, M. D., & Lestari, S. W. (2017). Azoospermia: Suatu Tinjauan Genomik. eJournal Kedokteran Indonesia, 5(2).
- https://library.unimed.ac.id/index.php?p=show_detail&id=49601
- https://library.unimed.ac.id/index.php?p=show_detail&id=49601

Pada umumnya sistem imun yang membentuk antibodi itu berdampak bagus pada tubuh, tapi beda dengan sistem imun yang membentuk antibodi anti sperma yang justru menyebabkan infertilitas. Wah mengapa ini terjadi dan bagaimana tubuh dengan keadaan ini? MDG akan membahas lebih lanjut baca sampai habis ya!
Apa itu antibodi antisperma
Antibodi antisperma adalah antibodi yang keliru menyerang sperma. Antibodi ini dikenal juga sebagai antisperm antibodies atau ASA.
Antibodi antisperma adalah imunoglobulin. Imunoglobulin adalah protein yang terdapat dalam darah yang berfungsi untuk mengidentifikasi dan menetralkan zat asing. Pada manusia, terdapat lima jenis imunoglobulin, yang diklasifikasikan ke dalam lima kelompok tergantung pada area tempat ditemukannya dan antigen yang dapat dikenali.
Imunoglobulin diklasifikasikan sebagai IgA, IgD, IgE, IgG, dan IgM. Ig merujuk pada kata imunoglobulin dan huruf yang ditetapkan untuk isotipe. Secara khusus, antibodi antisperma termasuk dalam isotipe IgA dan IgG. Bagaimana keadaan ini berdampak pada infertilitas?
ASA dan Hubungannya dengan Infertilitas?
Antibodi antisperma (ASA) adalah protein sistem imun yang dapat berkembang dalam tubuh pria atau wanita untuk menargetkan dan membunuh sperma. Kondisi ini juga dikenal sebagai infertilitas imunologis dan dapat membuat pasangan tidak mungkin memiliki anak.
Pria umumnya mengembangkan antibodi antisperma dari kondisi peradangan pada saluran reproduksi.
Penyebab dari keadaan ini bahwa Sekitar 8-10% pria mengembangkan kondisi autoimun dalam darah atau cairan mani setelah infeksi prostat, paparan logam berat, torsi, kanker testis, vasektomi, atau cedera pada testis. Para ilmuwan juga menyarankan bahwa stres oksidatif dapat menjadi penyebab yang mendasari infertilitas imun.
Lalu bagaimana cara perempuan merespon keadaan tersebut? Ternyata perempuan dapat mengembangkan resistensi terhadap sperma sebagai respons terhadap reaksi alergi terhadap air mani. Jika ini terjadi, sel-sel sistem imun dalam vagina wanita dapat mengidentifikasi sperma sebagai penyerang dan memicu respons imun terhadapnya.
Jika di antara sister dan paksu mengalami diagnosis ini, maka akan ada banyak solusi yang ditawarkan untuk menanggulangi, mulai dari pencucian sperma, IUI, IVF dan lain-lain, namun tetap saja semua keputusan harus sesuai dengan arahan dokter dan usahakan untuk memahami apa yang sedang terjadi. Sister dan paksu juga mulai berhati-hati dengan lebih skeptis pada pola hidup dan potensi yang dapat melukai testis. Informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat akses di Instagram kami @menujuduagaris.id
Referensi

Dari banyak hormon yang berpengaruh pada reproduksi seperti estrogen, progesteron atau beta -hCG (human chorionic gonadotropin) ada satu hormon yang jarang dibahas hal ini berkaitan dengan hormon anti-mullerian hormone (AMH) hormon ini menjadi tolak ukur untuk mengetahui jumlah sel telur tersisa yang dimiliki seorang wanita. Untuk itu MDG akan menjelaskan lebih lanjut bagaimana hormon ini bekerja pada reproduksi pada perempuan. Baca sampai habis ya!
Apa itu anti-mullerian hormone (AMH)
Hormon Anti-Müllerian (AMH, juga disebut Müllerian inhibiting substance-MIS) adalah glikoprotein homodimeric yang termasuk dalam superfamili transforming growth factor-β (TGFβ).
AMH terlibat dalam perkembangan folikel ovarium dan mempengaruhi aksis hipotalamus-hipofisis-gonad (HPG) pada berbagai tahap perkembangan. Secara bersamaan, regulasi produksi AMH bergantung pada banyak sinyal intraseluler dan ekstraseluler. Salah satunya mungkin berasal dari oosit, yang merangsang sekresi AMH dengan melepaskan faktor diferensiasi pertumbuhan 9 (GDF9) dan faktor morfogenetik tulang 15 (BMP15)
Tes AMH untuk Deteksi Infertilitas
Anti mullerian hormone (AMH) merupakan suatu tes yang berperan penting dalam perkembangan organ intim bayi selama di dalam kandungan. Bahkan kandungan AMH berbeda dengan yang dibutuhkan laki-laki dan perempuan.
Pada laki-laki kadar AMH lebih tinggi, sedangkan pada bayi perempuan hanya membutuhkan AMH dalam jumlah kecil untuk perkembangannya.
Kemudian dari mana hormon ini dihasilkan, pada wanita, sel-sel di dalam folikel ovarium menghasilkan AMH. Folikel sendiri merupakan kantung kecil berisi cairan di ovarium yang menampung dan melepaskan sel telur.
Pada kasus infertilitas seperti PCOS misalnya, ia juga dapat ditandai dengan peningkatan jumlah folikel pada semua tahap pertumbuhan, terutama terlihat pada folikel preantral dan antral kecil, serta peningkatan kadar serum Hormon Anti-Müllerian (AMH). Karena korelasi yang kuat antara kadar AMH yang bersirkulasi dan jumlah folikel antral pada ultrasonografi, Hormon Anti-Müllerian juga berfungsi sebagai penanda alternatif disfungsi ovulasi pada PCOS.
Ternyata banyak banget fungsi ketika kita melakukan tes AMH, tidak hanya pada reproduksi tapi juga berfungsi pada banyak hal. Sehingga tidak ada salahnya jika sister dan paksu melakukan tes ini. Informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat akses di Instagram kami @menujuduagaris.id.
Referensi
- Rudnicka, E., Kunicki, M., Calik-Ksepka, A., Suchta, K., Duszewska, A., Smolarczyk, K., & Smolarczyk, R. (2021). Anti-Müllerian hormone in pathogenesis, diagnostic and treatment of PCOS. International journal of molecular sciences, 22(22), 12507.
- https://www.halodoc.com/kesehatan/tes-amh-anti-mullerian-hormone?srsltid=AfmBOorT258Hbgp1ub0O38KjoQ1rwnLj9uXE650f-Zez6Jtkn3_FvwfO