Artikel Informasi Untuk Pejuang Dua Garis

Tentu banyak sekali cara terutama yang direkomendasikan pada orang tua yang sedang menjadi pejuang dua garis. Baik dari gaya hidup kemudian pola makan dan juga alat berbatu seperti program fertilisasi in vitro (IVF). Melihat soal pola makan apakah sister dan paksu pernah mendengar apa yang disebut dengan nutraceuticals? jika belum MDG kali ini akan membahas lebih lanjut dan hubungannya dengan kesehatan reproduksi. Baca sampai habis ya!
Apa yang dimaksud dengan Nutraceutical
Nutraceutical didefinisikan sebagai zat apa pun yang merupakan makanan atau bagian dari makanan, dengan manfaat kesehatan, selain nilai gizi dasar yang ditemukan dalam makanan. Selama beberapa tahun terakhir, nutraceutical menarik minat yang besar karena kandungan gizinya yang potensial, keamanannya, dan efek terapeutiknya.
Nutraceutical telah terbukti mengatur banyak proses biologis, termasuk hipoksia, stres oksidatif, peradangan, proliferasi sel, fibrosis, apoptosis, penuaan sel, angiogenesis, migrasi, dan metabolisme, dll. Oleh karena itu, nutraceutical dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan, dan mencegah penyakit inflamasi kronis.
Nutraceutical dan Hubungannya dengan Reproduksi
Pada Kesehatan reproduksi mengacu pada kondisi sistem reproduksi wanita yang meliputi ovarium, rahim, dan kelenjar penghasil hormon (seperti kelenjar pituitari di otak). Penggunaan nutraceutical meningkat drastis untuk gangguan reproduksi karena semakin banyaknya bukti manfaat klinis.
Bahkan dalam kasus lebih spesifik dalam sebuah penelitian dengan judul “ Efficacy of optimal nutraceutical combination in treating PCOS characteristics: an in-silico assessment” menemukan terhadap penilaian individu tentang penggunaan nutraceutical dan mengungkapkan diantara tujuh senyawa ada satu yang dianggap paling ampuh. Ia adalah Myo-inositol diantara senyawa-senyawa yang paling efektif dalam meringankan karakteristik PCOS. Analisis populasi in-silico menunjukkan bahwa kombinasi melatonin dan ALA bersama dengan myo-inositol berkhasiat dalam memulihkan keseimbangan hormon di seluruh kelompok usia dan kategori Indeks Massa Tubuh (IMT).
Senyawa Myo-inositol dan Reproduksi
Myo-inositol adalah senyawa organik yang berperan dalam reproduksi manusia. Myo-inositol berperan dalam pematangan oosit, perkembangan embrio, dan meningkatkan kualitas sperma.
Inositol ini juga disebut sebagai vitamin B8 yang secara alami bisa ditemukan dalam makanan dengan golongan buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Selain dari makanan, tubuh juga bisa menghasilkan inositol dari karbohidrat yang kamu makan.
Bagaimana apakah sister sudah mulai memahami bagaimana pengaruh nutraceutical? ternyata nutrisi juga memiliki banyak manfaat dan dapat dipersonalisasi lagi, disesuaikan dengan kasus reproduksi tubuh. Meski demikian sister dan paksu tetap harus konsultasi dengan dokter dan ahli gizi. Informasi menarik lainnya sister dan paksu mdapat follow Instagram @menujuduagaris.id
Referensi

Epigenetik, sebagai cabang ilmu yang mempelajari perubahan ekspresi genetik yang tidak melibatkan perubahan urutan DNA, menunjukkan bahwa faktor lingkungan dan perilaku orang tua, khususnya ayah, dapat mempengaruhi kesehatan dan perkembangan keturunan. MDG akan menjelaskan sedikit dari pembahasan apa yang dimaksud dengan peran yang begitu dahsyat dari epigenetik. Baca sampai habis ya!
Apa yang dimaksud dengan Epigenetik
Menurut CDC, epigenetik adalah studi yang mempelajari bagaimana perilaku dan lingkungan seseorang dapat mengubah gen di dalam tubuh.
Gen adalah unit fisik dan fungsional dasar hereditas, yakni penurunan sifat genetik dari orang tua ke anak. Gen terdiri dari DNA dan beberapa gen yang bertindak sebagai pengintruksi untuk membuat molekul yang disebut dengan protein.
Perubahan cara kerja gen ini tidak sama dengan perubahan gen yang dikenal juga dengan sebutan mutasi gen. Epigenetik bersifat reversibel, yakni tidak mengubah urutan DNA. Akan tetapi, mengubah cara tubuh dalam membaca urutan DNA. Selain itu, perubahan ini mengarah pada ekspresi gen yang mengacu pada seberapa sering atau kapan protein dibuat dari intruksi di dalam gen. Sementara mutasi gen dapat mengubah protein akan dibuat. Sederhananya, epigenetik tidak mengubah gen tapi hanya mengubah cara kerja gen. Lalu perubahan tersebut disebabkan oleh apa? salah satunya adalah melalui nutrisi yang dikonsumsi.
Apakah ada dampaknya pada keturunan di Masa akan datang?
Prof. Dr. Jose Gutierrez Marcos dari School of Life Warwick University UK mengatakan bahwa asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh dapat mengubah DNA dan perubahan tersebut akan diturunkan kepada anak-cucu. Perubahan yang terjadi berupa perubahan lingkungan DNA atau epigenetik. Bahkan perubahan tersebut baru akan terlihat pada generasi kedua dari nenek ke cucunya. Wah bayangkan saja jika apa yang kita konsumsi akan berpengaruh pada anak cucu di kemudian hari
Bagaimana Cara Menghindari hal tersebut?
Setidaknya sudah bisa mengurangi kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi alkohol, bahkan pada laki-laki hal tersebut dapat menyebabkan perubahan epigenetik pada sperma. Hal ini berpotensi menurunkan kualitas kesehatan anak, bahkan jika ibu tidak terlibat dalam kebiasaan tersebut. Misalnya, anak-anak dari ayah yang merokok beresiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan seperti gangguan perkembangan otak dan berat badan lahir rendah akibat Fetal Alcohol Syndrome.
Yang kedua adalah perihal pola makan, penelitian menunjukkan bahwa diet yang buruk, seperti kekurangan nutrisi tertentu, Misalnya, kekurangan folat dapat mengakibatkan cacat kerangka pada keturunan. Sebaliknya, pola makan sehat dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2 pada anak.
Bagaimana sister dan paksu sudah dapat dipahami bagaimana dampak yang signifikan pada pola hidup yang buruk? mulai saat ini seharusnya penting untuk mulai sadar akan pentingnya gaya hidup sehat bagi orangtua tidak hanya bermanfaat bagi diri mereka sendiri tetapi juga bagi kesehatan anak-anak mereka di masa depan. Informasi menarik lainnya sister dapat baca di Instagram kami @menujuduagaris.id
Referensi
- https://www.medicalogy.com/blog/peran-ayah-ternyata-sangat-penting-untuk-kesehatan-bayi-ini-penjelasannya/
- https://ugm.ac.id/id/berita/13638-pola-makan-memengaruhi-kondisi-genetik-keturunan/
- https://komunitas.schoolofparenting.id/vod/single/epigenetik-peran-pengalaman-masa-bertumbuh-terhadap-dna
- https://hellosehat.com/sehat/informasi-kesehatan/epigenetik/

Ruang maya kembali dihebohkan dengan ujaran salah satu Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi, yang turut menerbitkan Pergub soal tata cara pemberian izin bagi ASN Jakarta yang hendak beristri lebih dari satu atau berpoligami.
Meski poligami dapat dilakukan tapi pernah nggak sister ataupun paksu berpikir lebih jauh mempertanyakan banyak hal, terutama apakah hal tersebut aman? apakah akan ada dampak yang signifikan? bagaimana jika terjadi hal yang tidak diinginkan? nah dari pada itu terjadi, MDG ingin mengajak sister dan paksu untuk menjadi lebih skeptis dengan mengetahui kira-kira dampak apa yang paling terlihat terutama menyangkut reproduksi pada perempuan. Baca sampai habis ya
Aturan dan Perizinan Poligami
Pernikahan poligami terdiri dari seorang suami dan beberapa istri atau pasangan lain, praktik ini sudah dilakukan oleh beberapa orang dan baru-baru ini bahkan turut diatur dalam pergub. dimana tertuang dalam Pergub Nomor 2 Tahun 2025 tentang tata cara pemberian izin perkawinan dan perceraian. Pergub ditetapkan Teguh Setyabudi pada 6 Januari 2025. Adapun penerbitan pergub itu tertulis dalam Keputusan Sekda Pemprov Jakarta Nomor 183 Tahun 2024 tentang Program Pembentukan Peraturan Gubernur Jakarta tahun 2025. Dalam Keputusan Sekda itu, rancangan pergub ini masuk jenis ‘Rancangan Pergub Baru’ yang dibuat Badan Kepegawaian Daerah Jakarta.
Hal tersebut sontak membuat beberapa opini kontra yang bermunculan, tidak lain seperti Dr. Tono Djuwantono salah seorang dokter OBGYN melalui postingannya yang turut mengomentari “Yuk belajar penyakit reproduksi, agar ga dijadikan alasan dipoligami”.
Bagaimana perspektif penelielitian tentang Poligami jika dikaitkan dengan Reproduksi Perempuan?
Keputusan tersebut, sekilas tidak berdampak apapun dan mungkin menjadi salah satu solusi yang ingin ditawarkan dari permasalahan akibat nikah siri dan perceraian pada APBN. Namun bagaimana dengan dampaknya? Tapi fakta yang sister dan paksu harus tau bahwa praktik tersebut bisa berimbas fatal.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Poligami dikaitkan dengan percepatan penularan sexually transmitted infections STIs salah satunya adalah HIV, hal ini dikarenakan memungkinkan perkalian pasangan seksual dan karena berkorelasi dengan rendahnya tingkat penggunaan kondom, komunikasi yang buruk antara pasangan, dan ketidakseimbangan usia dan kekuasaan di antara faktor-faktor lainnya. Kesuburan perempuan dipengaruhi oleh interaksi antara peringkat perkawinan, status rumah tangga, dan norma budaya dalam perkawinan poligami. Potensi yang lebih dalam lagi jika dikaitkan dengan kesehatan mental dan “social” menopause prematur. Lebih kompleks poligami berpengaruh dengan tingkat kecemasan dan depresi yang lebih tinggi, terutama di sekitar peristiwa kehidupan yang penuh tekanan.
Bahkan sebuah temuan penelitian dengan judul “Unveiling The Complex Relationship: Exploring The Connection Between Polygyny And Domestic Violence In India With Evidence From National Family Health Survey- 5” menunjukkan adanya hubungan terjadi peningkatan kejahatan berbasi perempuan, dan salah satunya adalah dalam rumah tangga di India adalah poligami.
Meski praktik ini ada banyak baiknya, hal buruk juga ada dan akan menjadi bayang-bayang yang menakutkan jika tidak ada jaminan apapun terutama bagi perempuan. Jaminan ini setidaknya berkaitan dengan akses kesehatan, kemudian akses edukasi reproduksi dan juga akses menerima kelayakan hubungan sexual yang aman pada pasangan. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujudagaris.id
Referensi
- https://www.idntimes.com/news/indonesia/dini-suciatiningrum/pj-gubernur-terbitkan-aturan-pns-dki-boleh-poligami-ini-syaratnya?page=all
- https://microdashboard.feb.ugm.ac.id/the-economics-of-polygyny-marriage-part-1-kajian-teoritis-dan-empiris/
- https://www.kompas.tv/regional/567822/alasan-pemprov-dki-terbitkan-pergub-asn-jakarta-boleh-poligami?page=all
- https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0277953608005078
- https://namibian-studies.com/index.php/JNS/article/view/4334

Infertilitas dan nutrisi tentu saja memiliki keterkaitan, dimana nutrisi memainkan peran yang sangat penting. Bahkan tidak hanya pada kesehatan reproduksi tapi juga kesehatan secara keseluruhan. MDG akan membahas lebih spesifik bagaimana nutrisi juga dapat dipersonalisasi loh sesuai dengan kebutuhan sister, hal ini tentu akan mendorong efisiensi keberhasilan dari kandungan nutrisi yang akan dikonsumsi. Baca sampai habis ya!
Nutrisi pada Fertilitas
Memahami hubungan langsung antara asupan makanan dan kesuburan wanita sangat penting karena makanan secara langsung terlibat dalam perkembangan kondisi metabolik kronis lainnya, seperti obesitas, yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan reproduksi.
Nurses’ Health Study II (NHS II) merekomendasikan bahwa wanita sehat dengan mengonsumsi protein hewani memiliki risiko gangguan ovulasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang menerima protein nabati, yang mengindikasikan kemungkinan efek sumber protein makanan terhadap kesehatan reproduksi wanita. Makanan yang diperkaya dengan protein yang berasal dari sumber nabati dapat mempengaruhi sensitivitas insulin dan kadar Insulin-like Growth Factor (IGF-I). Ini baru tentang pemilihan nutrisi berupa protein nabati, sudah sangat kompleks belum yang lainnya.
Personalisasi Nutrisi, Infertilitas dan IVF
Kompleksitas kebutuhan ini membutuhkan personalisasi, agar sesuai dengan kebutuhan dalam mengkonsumsi nutrisi. Melihat salah satu fakta saja bahwa penggunaan nutraceutical telah disarankan sebagai alat terapi potensial untuk mengobati perempuan dengan gangguan reproduksi.
Nutraceutical didefinisikan sebagai produk makanan yang dapat diberikan sebagai suplemen makanan dengan manfaat fisiologis di luar kebutuhan nutrisi dasar (misalnya, vitamin, mineral, herbal, asam lemak, dll. Data yang menggembirakan mendukung penggunaan nutraceutical untuk gangguan reproduksi wanita.
Pada wanita yang menjalani IVF, asupan DHA dan asam alfa-linolenat (ALA) telah dikaitkan secara positif dengan peningkatan jumlah folikel, kadar serum E2, dan kualitas embrio yang baik . Penelitian lain menunjukkan bahwa asupan multivitamin dan zat besi secara teratur mengurangi risiko disfungsi ovulasi. Efektivitas dan keamanan terapeutik nutraceutical terutama bergantung pada formulasinya (ekstrak makanan, konstituen aktif yang diisolasi, dll); dengan demikian, program baik dari sister dan paksu sangat penting untuk memantau brand yang akan dipilih, dan bagaimana produk tersebut aman untuk dikonsumsi.
Terakhir adalah sister dapat melakukan analisis Genetik, karena menggunakan informasi genetik dapat berfungsi untuk merancang diet yang sesuai dengan kebutuhan metabolik individu.
Sister juga membutuhkan konsultasi ahli gizi, dimana melibatkan ahli gizi untuk merancang rencana makan yang mendukung kesuburan berdasarkan kondisi kesehatan dan gaya hidup individu.
Yang terakhir jika dibutuhkan penggunaan suplemen khusus, Namun sister tetap perlu untuk berkonsultasi dengan dokter. Informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id
Referensi
- Kohil, A., Chouliaras, S., Alabduljabbar, S., Lakshmanan, A. P., Ahmed, S. H., Awwad, J., & Terranegra, A. (2022). Female infertility and diet, is there a role for a personalized nutritional approach in assisted reproductive technologies? A Narrative Review. Frontiers in Nutrition, 9, 927972.
- https://www.editverse.com/id/top-topics-in-obstetrics-research/

Banyak faktor penyebab infertilitas, salah satunya adalah stres oksidatif yang disebabkan reaktif oksigen spesies (ROS) ia menjadi salah satu faktor penyebab kerusakan spermatozoa pada proses pembuatan semen beku. Untuk itu apakah ada antioksidan yang dapat memberi solusi jenis infertilitas ini. MDG akan menjabarkan salah satu antioksidan yang ada pada GSP. Baca sampai habis ya!
Apa itu Grape Seed Proanthocyanidins (GSP)
GSP merupakan senyawa fenolik, bahan utama yang bertanggung jawab atas aktivitas anti-inflamasi dalam makanan, proantosianidin biji anggur (GSP), komponen polifenol utama dalam biji anggur, telah menunjukkan aktivitas anti-inflamasi dengan mengurangi akumulasi oksida nitrat (NO) atau sitokin pro-inflamasi dan mengatur jalur terkait peradangan.
GSE mengandung kadar tinggi flavonoid, linoleic acid, dan phenol procyanidin. Disebutkan bahwa efek penurun oksidan dari GSE sekitar 50 kali lebih tinggi dibanding vitamin C dan E. Sedangkan penelitian oleh Prior dkk juga menunjukkan bahwa konsumsi serbuk anggur secara dramatis meningkatkan kapasitas antioksidan setelah makan.
Grape Seed Proanthocyanidins (GSP) dan Spermatozoa
GSP merupakan antioksidan yang memiliki potensi dalam melindungi spermatozoa dari stres oksidatif yang disebabkan oleh ROS. Bagaimana cara kerjanya ya? GSP telah digunakan untuk melindungi spermatozoa dari kerusakan selama proses kriopreservasi (pembekuan sperma), karena sifatnya yang melindungi membran dan DNA.
Sebuah penelitian menemukan bahwasanya suplementasi GSP pada pengencer semen berpengaruh terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa, penambahan GSP konsentrasi 20 µg/ml memiliki nilai motilitas dan viabilitas yang lebih baik dari dosis 40 µg/ml dan 80 µg/ml.
GSP biasanya diekstraksi dari biji anggur dan tersedia dalam bentuk suplemen makanan. Namun, sebelum mengkonsumsinya, konsultasikan dengan dokter atau spesialis untuk memastikan dosis dan keamanannya.
Grape seed proanthocyanidins (GSP) setidaknya menjadi harapan dengan solusi alami yang menjanjikan untuk mendukung kesehatan reproduksi pria. Dengan kemampuan melindungi sperma dari kerusakan oksidatif, meningkatkan motilitas, dan memperpanjang viabilitas, GSP menjadi harapan baru bagi paksu yang menghadapi tantangan dalam kesuburan. Meski begitu sister dan paksu tetap harus berkonsultasi dengan dokter agar tidak sampai salah konsumsi apalagi dosis, informasi menarik lainnya kunjungi Instagram @menujuduagaris.id
Referensi
- https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/238116
- Zhang, L., Chen, J., Liao, H., Li, C., & Chen, M. (2020). Anti-inflammatory effect of lipophilic grape seed proanthocyanidin in RAW 264.7 cells and a zebrafish model. Journal of Functional Foods, 75, 104217.
- https://kalbemed.com/article/gse-grape-seed-extract-meningkatkan-antioksidan-dan-memperbaiki-profil-lemak-plasma-1

Matrix metalloproteinases (MMPs) hadir sebagai salah satu enzim yang berperan dalam remodeling jaringan dengan mendegradasi komponen matriks ekstraseluler. MMP-7, khususnya, terlibat dalam proses-proses seperti proliferasi sel dan invasi jaringan. Lebih lanjut ternyata enzim tersebut berpengaruh signifikan pada fase proliferasi siklus menstruasi, wah bisa sampai sana ternyata, baiklah MDG akan menjelaskan lebih lanjut pada artikel berikut. Baca sampai habis ya!
Siklus Menstruasi dan Fertilitas
Ternyata proses menstruasi memiliki 4 fase, pertama adalah menstruasi fase ini membuat lapisan dinding dalam rahim yang mengandung darah, sel-sel dinding rahim, dan lendir atau dikenal dengan endometrium akan luruh dan keluar melalui vagina. Fase kedua adalah Fase Folikular Tahapan ini berlangsung sejak hari pertama menstruasi hingga memasuki fase ovulasi. Di tahap ini, ovarium memproduksi folikel yang berisi sel telur. Pertumbuhan folikel ovarium kemudian menyebabkan endometrium menjadi tebal.
Fase ketiga yang paling penting terutama dalam konteks program hamil, yaitu fase ovulasi atau sering disebut sebagai fase subur, dimana sel telur dilepaskan dan siap untuk dibuahi. Sel telur yang telah matang ini akan bergerak ke tuba fallopi dan menempel pada dinding rahim. Sel telur ini umumnya hanya bertahan selama 24 jam. Jika tidak dibuahi, sel telur akan mati. Namun, jika sel telur bertemu dengan sperma dan sudah dibuahi, maka kehamilan akan terjadi.
Fase terakhir adalah fase luteal, setelah mengalami proses fase ovulasi, folikel yang telah pecah mengeluarkan sel telur akan membentuk korpus luteum, yang kemudian akan memicu peningkatan hormon progesteron untuk mempertebal lapisan dinding rahim. Ini juga dikenal dengan fase pramenstruasi. Pada tahap ini, wanita umumnya merasakan beberapa gejala seperti payudara membesar, muncul jerawat, badan terasa lemas, dan mengalami perubahan mood.
Peran MMP-7 dan TIMP-1 dalam Endometrium pada Fase Proliferasi
Fase proliferasi menjadi yang paling penting mengapa karena fase ini berlangsung sejak hari pertama menstruasi hingga memasuki fase ovulasi. Dimana hal ini terjadi di endometrium, lapisan dalam rahim, mengalami siklus perubahan yang dipengaruhi oleh hormon steroid seperti estradiol dan progesteron. Sehingga proses ini menjadi sangat krusial dan membutuhkan dukungan salah satunya oleh enzim.
MMP-7 MMP-7 adalah enzim proteolitik yang termasuk dalam keluarga MMP, memiliki fungsi untuk memecah protein matriks ekstraseluler (ECM) seperti kolagen, elastin, dan gelatin. Dalam konteks endometrium, MMP-7 membantu proses remodeling ECM, memungkinkan ekspansi jaringan dan pertumbuhan pembuluh darah baru (angiogenesis).
Aktivitas MMP-7 penting untuk memastikan bahwa sel-sel endometrium dapat bermigrasi dan berkembang, menciptakan lapisan endometrium yang tebal dan siap untuk implantasi embrio.
Sedangkan TIMP-1 adalah inhibitor alami MMP, termasuk MMP-7. Molekul ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan antara degradasi dan pembentukan kembali ECM. Fakta yang perlu diketahui bahwa pada perempuan obesitas terjadi proliferasi endometrium berlebih dan apoptosis jaringan yang terhambat sehingga menyebabkan infertilitas oleh karena penurunan reseptivitas endometrium. Seperti halnya temuan penelitian yang menyebutkan bahwa Obesitas menyebabkan perubahan pada endometrium yang akhirnya juga berdampak pada protein dan ekspresi gen di endometrium yaitu MMP dan inhibitor alaminya, TIMP. Bagaimana sister jadi semakin faham kah, untuk informasi menarik lainnya jangan lupa kunjungi Instagram kami di @menujuduagaris.id.
Referensi
- https://journals.viamedica.pl/folia_histochemica_cytobiologica/article/download/FHC.a2018.0017/45252
- http://repository.unhas.ac.id/id/eprint/29087/2/P062211016_tesis_15-08-2023%20bab%201-2.pdf
- https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/245615 https://etd.repository.ugm.ac.id/home/detail_pencarian_downloadfiles/1422141
- https://etd.repository.ugm.ac.id/home/detail_pencarian_downloadfiles/1422144
- https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/27228

Selama siklus menstruasi dan kehamilan manusia, endometrium mengalami serangkaian proses perombakan dinamis untuk beradaptasi dengan perubahan fisiologis hal ini disebut sebagai dari proses remodeling endometrium. Keberhasilan proses ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk keseimbangan hormonal, kesehatan umum, dan reproduksi perempuan. MDG akan membahas lebih lanjut dan mengaitkan dengan Protein morfogenetik tulang (BMP), baca sampai habis ya!
Pahami Proses Remodeling Endometrium
Remodeling endometrium merupakan proses dinamis yang mendukung siklus menstruasi dan kehamilan, menciptakan lingkungan yang mendukung implementasi dan pemeliharaan kehamilan. Remodeling endometrium diketahui melibatkan proliferasi apoptosis, desidualisasi infiltrasi sel imun dan regulasi.
Sehingga jika perombakan endometrium tidak memadai seperti ditandai dengan proliferasi endometrium, desidualisasi, dan perombakan arteri spiralis yang tidak memadai maka dapat menyebabkan pada infertilitas, endometriosis, perdarahan uterus disfungsional, dan komplikasi terkait kehamilan seperti preeklamsia dan keguguran
Apa Fungsi Protein morfogenetik tulang (BMP) pada Reproduksi Wanita
Protein morfogenetik tulang (BMP), bagian dari superfamili transforming growth factor-β (TGF-β), adalah sitokin multifungsi yang mengatur berbagai aktivitas seluler, seperti diferensiasi, proliferasi, apoptosis, dan sintesis matriks ekstraseluler, sekarang dipahami sebagai bagian integral dari berbagai proses reproduksi pada wanita. BMP sangat penting untuk mengatur proses perombakan endometrium manusia, termasuk proliferasi dan desidualisasi endometrium.
Setidaknya sister sudah mulai mengkonsumsi dengan pola makan yang kaya akan protein, sayuran berdaun hijau, buah-buahan, lemak sehat, dan karbohidrat kompleks yang dapat mendukung produksi BMP serta meningkatkan kesehatan reproduksi secara keseluruhan.
Protein morfogenetik tulang (BMP) memainkan peran multifaset dalam remodeling endometrium melalui pengaturan diferensiasi sel, angiogenesis, interaksi hormonal, serta respon inflamasi dan penyembuhan. Pemahaman lebih lanjut tentang mekanisme ini dapat membuka jalan untuk pengembangan terapi baru bagi gangguan reproduksi yang terkait dengan masalah pada endometrium. informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id
Referensi
- Wei, D., Su, Y., Leung, P. C., Li, Y., & Chen, Z. J. (2024). Roles of bone morphogenetic proteins in endometrial remodeling during the human menstrual cycle and pregnancy. Human Reproduction Update, 30(2), 215-237.
- https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2352304214000105

Selective Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRIs) adalah kelas obat yang umumnya digunakan untuk mengobati depresi dan gangguan kecemasan. Meskipun efektif dalam mengelola gejala mental, ada kekhawatiran mengenai dampak SSRIs terhadap kesuburan baik pada pria maupun wanita. MDG ini akan membahas efek SSRIs terhadap kesuburan berdasarkan penelitian terkini
Siapa saja yang berpotensi menggunakan SSRIs
Selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), termasuk citalopram, escitalopram, fluvoxamine, paroxetine, fluoxetine, sertraline dan dapoxetine, adalah jenis obat yang telah digunakan selama bertahun-tahun. SSRI dapat membatasi reabsorpsi serotonin ke dalam sel presinaptik, yang meningkatkan kadar serotonin di celah sinaptik dan meningkatkan aktivitas serotonin ekstraseluler.
Penggunaan SSRIs jika seseorang mengalami anxiety atau gangguan cemas, gangguan panik atau panic attack, obsessive-compulsive disorder (OCD), Gangguan kecemasan sosial atau social anxiety disorder, Gangguan stres pasca trauma atau posttraumatic stress disorder (PTSD), Premenstrual dysphoric disorder (PMDD) atau sindrom pramenstruasi yang parah, Bulimia nervosa atau keinginan mengkonsumsi makanan dalam jumlah besar dan Depresi bipolar.
Konsumsi SSRIs hubungannya dengan Fertilitas
Penelitian dengan judul “Selective Serotonin Reuptake Inhibitors and Fertility: Considerations for Couples Trying to Conceive” menunjukkan bahwasanya tidak ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa SSRI mengurangi fertilitas atau mempengaruhi hasil pengobatan infertilitas. Meski demikian SSRI mungkin memiliki dampak buruk pada kualitas sperma.
Seperti temuan pada penelitian dengan judul “The effect of SSRIs on Semen quality: A systematic review and meta-analysis” yang menemukan dampak pada morfologi sperma dan konsentrasi sperma diamati dalam periode 3 bulan penggunaan SSRI. Secara umum, meta-analisis menunjukkan bahwa SSRI memiliki efek negatif pada kualitas air mani
Secara keseluruhan, meskipun ada bukti yang menunjukkan bahwa SSRIs dapat mempengaruhi kesuburan baik pada pria maupun wanita, hasil penelitian masih bervariasi dan seringkali tidak konklusif. Penting bagi individu yang merencanakan kehamilan untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai penggunaan SSRIs dan potensi alternatif yang lebih aman. Pengelolaan kesehatan mental tetap penting, tetapi harus dipertimbangkan dengan seksama dalam konteks kesuburan. Bisa saja jika sister dan paksu sudah mulai mencoba untuk mencari alternatif lain selain mengkonsumsi kandungan SSRIs. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id.
Referensi