Artikel Informasi Untuk Pejuang Dua Garis

Di Indonesia, akses mengenai isu reproduksi seringkali terjebak dalam jaring mitos dan kesalahpahaman. Bahkan tak jarang jika orang yang ada di sekitar sister dan paksu ketika membicarakan kesehatan reproduksi apalagi seksualitas masih dianggap tabu, memalukan, dan bahkan menjijikan. Hal ini tentu berimbas pada banyak dari masyarakat terutama perempuan tidak tahu bagaimana menjaga kesehatan organ reproduksinya dan bagaimana berdialog dengan pasangannya agar mendapatkan kehidupan seksualitas yang sehat, nyaman, dan berkualitas.
Meskipun ada kemajuan dalam penyediaan layanan kesehatan reproduksi, realitas yang dihadapi banyak individu masih jauh dari ideal. Kira-kira apa sih yang membuat ini diberdayakan, MDG kali ini akan membahas terkait mitos seputar akses reproduksi di Indonesia juga membantu mengidentifikasi kesulitan-kesulitan nyata yang sering kali menghambat akses reproduksi. Yuk cek penjelasan detailnya!
Apa benar semua orang sudah memiliki akses yang sama?
Bagi Sebagian orang mungkin percaya bahwa program pemerintah dan layanan kesehatan reproduksi sudah merata dan dapat diakses oleh semua kalangan masyarakat. Tapi yang perlu sister tau bahwa faktanya, jika melihat data dari Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI sebanyak 2,9 juta jiwa lebih masyarakat pedesaan belum terakses oleh pelayanan Kesehatan. Bahkan untuk jumlah dokter di Maluku dan Papua 1 Dokter melayani 4000 Orang.
Fakta tersebut menunjukkan adanya kesenjangan signifikan perihal akses antara daerah urban dan pedesaan, serta antara kelompok sosial ekonomi yang berbeda. Hal Ini membuat banyak orang, terutama perempuan di daerah pedesaan, kesulitan untuk mendapatkan layanan yang mereka butuhkan.
Sedihnya selain akses yang tidak merata, mereka juga kurang mendapatkan akses informasi yang akurat dan komprehensif, padahal kurangnya informasi mengenai kesehatan reproduksi dapat menyebabkan kesalahan pemahaman dan berdampak pada keputusan yang tidak tepat. Selain permasalahan akses mereka juga kerap dihadapkan dengan stigma sosial bahkan budaya yang sudah dijadikan tradisi turun menurun.
Pengaruh Stigma Sosial dan Budaya
Persepsi masyarakat masih sangat dipengaruhi oleh norma dan nilai tradisional yang sering kali membatasi pembicaraan tentang kesehatan reproduksi. Stigma terkait penggunaan kontrasepsi, seksualitas, dan masalah kesehatan reproduksi lainnya sering kali membuat individu enggan mencari bantuan atau informasi yang mereka perlukan.
Contoh dari pengalaman reproduksi yang banyak mendapatkan stigma sosial adalah menstruasi, diperlihatkan bagaimana masyarakat Beng di Pantai Gading yang secara tegas ditekankan bahwa menstruasi dikaitkan dengan polusi dan fertilitas. Hal ini mengakibatkan larangan bagi perempuan untuk masuk ke hutan, tidak boleh memasak karena dianggap kotor, dan tidak boleh melakukan aktivitas pertanian (Gottlieb, 1982).
Cara menstruasi dipersoalkan sesungguhnya memperlihatkan adanya suatu pemaksaan dari suatu realitas bahasa yang dalam bahasa Foucault merupakan fakta diskursif yang menyangkut the way in which sex is put into discourse (Foucault, 1990: 11)
Tentu hal ini tidak dapat lepas dari bagaimana sosial dikonstruksi dan menciptakan standar ganda yang dikemudian hari berdampak pada pengabaian realitas. Realitas selanjutnya yang sister dan sekitar rasakan bagaimana sulitnya membicarakan reproduksi baik antar pasangan, teman dan keluarga. Melalui realitas tersebut tentu diperlukan pendekatan yang lebih holistik dan terintegrasi. Pertama dapat melalui pendidikan yang lebih baik, peningkatan aksesibilitas layanan, dan penghapusan stigma sosial.
Dengan memahami dan mengatasi kendala-kendala ini, diharapkan akses ke pelayanan kesehatan reproduksi dapat diperbaiki, sehingga lebih banyak orang dapat mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk kesejahteraan reproduksi mereka. MDG hadir di antara sister dan paksu salah satunya adalah untuk terus menerus menggaungkan pentingnya pengetahuan ini. Untuk itu mari bersinergi dan terus menyebarkan kebaikan dan membantu sekitar agar turut paham akan isu reproduksi. Untuk informasi menarik lainnya jangan lupa follow ig @menujuduagaris.id.
Referensi
Gottlieb, Alma, 1982. “Sex, Fertility and Men-struation Among The Beng of the Ivory Coast: A Symbolic Analysis”. Africa, 52:4: 34-47
Foucault, M., 1990. The History of Sexuality London: Penguin Books

Kesehatan reproduksi pria seringkali dilihat dari sudut pandang umum seperti pola makan, aktivitas fisik, dan genetika. Padahal ada loh elemen yang jarang dibahas seperti pentingnya kualitas tidur dan hubungannya dengan produksi hormon & sperma. Baru-baru ini, penelitian banyak menyoroti bagaimana peran melatonin dalam pelestarian kesuburan pria dan sistem reproduksi pria. Lalu apa aja yang bisa para paksu lakukan untuk meningkatkan melatoninnya? Simak terus sampai habis ya.
Dalam kesempatan kali ini MDG akan mengajak paksu mengeksplorasi bagaimana melatonin berperan dalam kesehatan reproduksi pria, menghubungkan kualitas tidur dengan kesuburan, dan memberikan wawasan tentang bagaimana menjaga keseimbangan hormon ini dapat mendukung kesehatan reproduksi yang optimal.
Sebelum itu, berkenalan dulu yuk sama apa Itu melatonin?
Melatonin sendiri merupakan hormon yang diproduksi secara alami oleh kelenjar pineal, yaitu salah satu kelenjar yang ada di dalam otak. Dalam kondisi normal, tubuh akan memproduksi melatonin lebih banyak di sore dan malam hari, perannya adalah untuk membantu tubuh agar dapat beristirahat dan tidur nyenyak.
Selain perannya yang jelas dalam regulasi tidur, Ternyata melatonin juga berperan dalam berbagai fungsi fisiologis lainnya, termasuk sistem kekebalan tubuh dan pengaturan ritme sirkadian atau jam biologis yang berkaitan dengan proses tubuh, seperti: pola tidur, pelepasan hormon, nafsu makan dan pencernaan. Oke lalu apa kira-kira hubungan melatonin dengan fertilitas/ atau kesuburan.
Melatonin dan Kesehatan Reproduksi
Faktanya melatonin memiliki peran yang cukup andil terutama pada kesehatan reproduksi, Penelitian Sanjaya dkk (2023) menemukan bahwa kualitas tidur berpengaruh terhadap parameter sperma, proses pembuahan, dan siklus menstruasi. Dengan begitu melatonin dibutuhkan untuk memperbaiki kualitas tidur, bagaimana ia berkontribusi mendorong pemeliharaan hormon testosteron yang sehat.
Penelitian lainnya juga dilakukan oleh Navid dkk (2017) yang menunjukkan bahwa melatonin memiliki peran dalam spermatogenesis atau proses pembentukan sel sperma, efisiensi pembaruan diri atau self-renewal dan proliferation efficiency of mouse SSCs, bahkan fungsi testis. Hal tersebut semakin memperlihatkan bagaimana pentingnya peran melatonin dalam reproduksi pria .
Tidak hanya itu paksu, yang perlu kalian tahu bahwa melatonin juga sudah diuji sebagai krioprotektan dalam strategi fertility preservation (FP) pada pria, dan bisa sebagai antioxidant dan anti-inflammatory reagent dalam pengobatan toksisitas/kerusakan reproduksi pria. Ignacio Dkk (2015) Menemukan melalui penelitiannya bahwa Suplemen melatonin eksogen berkorelasi positif dengan kualitas sperma manusia dan mencegah kerusakan DNA yang disebabkan oleh stres oksidatif pada sperma manusia; perlu dicatat bahwa melatonin sangat penting untuk mencapai keberhasilan kehamilan alami dan/atau fertilisasi in vitro/injeksi sperma intrasitoplasma.
Melalui temuan-temuan tersebut menjadi semakin jelas bahwa melatonin dapat membantu mengatur siklus hormon dengan meningkatkan kualitas tidur pada pria, yang pada jangka panjang dapat berkontribusi pada kesehatan reproduksi yang lebih baik. Lalu apa saja yang perlu dilakukan oleh paksu setelah mengetahui fakta tersebut?
Strategi untuk Menjaga Keseimbangan Melatonin
Dalam hal ini perlu mengubah pola kehidupan, karena melatonin yang bagus bergantung pada pola hidup yang dilakukan oleh paksu selama beraktivitas. Kamu dapat mulai dengan menerapkan hal-hal berikut:
1. Menjaga Pola Tidur yang Teratur
Mengatur pola tidur yang konsisten dan memastikan tidur yang cukup setiap malam dapat membantu mempertahankan tingkat melatonin yang sehat. Cobalah untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, bahkan pada akhir pekan.
2. Lingkungan Tidur yang Mendukung
Pastikan lingkungan tidur yang gelap, sejuk, dan tenang. Paparan cahaya biru dari layar elektronik dapat mengganggu produksi melatonin, jadi paksu bisa mulai membatasi penggunaan perangkat elektronik setidaknya satu jam sebelum tidur.
3. Konsumsi Makanan dan Suplemen yang Mendukung
Beberapa makanan seperti ceri, pisang, dan kacang-kacangan dapat membantu meningkatkan produksi melatonin secara alami. Dalam beberapa kasus, suplemen melatonin juga dapat dipertimbangkan dengan ukuran yang dianjurkan 3–5 mg sebanyak 1 kali sehari, tetapi sebaiknya konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum memulai suplemen baru.
Baik dari paparan tersebut, sudah jelas bukan ternyata melatonin memainkan peran penting yang seringkali terabaikan dalam kesehatan reproduksi pria. Dengan menghubungkan kualitas tidur dengan fungsi hormonal dan kesehatan sperma, melatonin dapat menjadi bagian yang penting untuk realisasi kesuburan yang optimal. Jangan lupa untuk cek konten menarik lainnya di instagram kami ya tentunya di @menujuduagaris.id.
Referensi
https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-melatonin
B. Ignacio, M. Fabian, M. Ana María, O. Agueda, L. Graciela, J. Maria Isabel, et al., Exogenous melatonin supplementation prevents oxidative stress-evoked DNA damage in human spermatozoa, J. Pineal Res. 57 (3) (2015) 333–339.
Navid, S., Abbasi, M., & Hoshino, Y. (2017). The effects of melatonin on colonization of neonate spermatogonial mouse stem cells in a three-dimensional soft agar culture system. Stem Cell Research & Therapy, 8, 1-10.
Sun, T. C., Li, H. Y., Li, X. Y., Yu, K., Deng, S. L., & Tian, L. (2020). Protective effects of melatonin on male fertility preservation and reproductive system. Cryobiology, 95, 1-8.
Sanjaya, A., Meidiansyah, R., & Sartika, R. A. D. (2023). Pengaruh kualitas tidur terhadap kesuburan. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, 22(4).

Penting bagi pasangan suami-istri yang sedang mempersiapkan kehamilan untuk melakukan tes kesuburan. Selain analisis sperma untuk suami, penting juga untuk mengetahui jumlah sel telur yang dihasilkan istri. Salah satu caranya adalah dengan mengecek kadar Anti Mullerian Hormone (AMH) pada tubuh. AMH merupakan salah satu hormon yang dihasilkan oleh organ reproduksi yang berada di testis dan ovarium. Dengan mengetahui kadar AMH dalam tubuh, seseorang juga dapat mengetahui seberapa banyak cadangan ovarium yang berperan dalam menentukan tingkat kesuburan organ reproduksi perempuan. Mengetahui jumlah sel telur yang dihasilkan oleh tubuh akan memudahkan kita untuk menentukan treatment kesuburan dan program hamil yang sesuai.
Kadar AMH diketahui tetap stabil selama masa kehamilan dan selama pemberian kontrasepsi oral, karena itu AMH dapat digunakan sebagai parameter endokrin untuk memprediksi cadangan ovarium. Walau peran AMH pada ovarium masih perlu diteliti lebih lanjut, namun penelitian menemukan bahwa hormon ini dapat mengukur usia reproduktif seseorang dengan lebih baik dibanding melalui usia kronologisnya. Hormon AMH seseorang berbeda-beda tergantung usia. Kadar hormon ini akan terlihat jelas selama masa reproduksi dan akan menurun seiring bertambahnya usia kemudian hormon ini akan hilang pada saat seseorang mengalami menopause.
Indikasi Tes Hormon AMH
Biasanya tes hormon AMH dilakukan untuk keperluan rangkaian proses fertilisasi in vitro (bayi tabung) untuk melihat cadangan ovarium calon ibu. Tes ini akan mengukur kuantitas dan kualitas cadangan sel telur yang dimilikinya. Semakin tinggi dan baik kualitas cadangan ovarium calon ibu, maka semakin besar probabilitas kesuksesan program bayi tabungnya.
Selain untuk keperluan bayi tabung, tes hormon AMH juga dapat dilakukan untuk memperkirakan masa menopause seorang perempuan atau untuk mendiagnosis PCOS (polycystic ovarian syndrome). Sedangkan pada anak-anak, prosedur ini dapat digunakan untuk membantu diagnosis ambiguous genitalia.
Fungsi pengecekan AMH untuk program hamil
Pengecekan kadar AMH dilakukan dengan mengambil sampel darah pasien untuk melihat tingkat produksi ovum dari organ reproduksi perempuan yang disebut egg timer. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tes ini dilakukan untuk mengetahui jumlah cadangan sel telur seorang wanita. Selain itu tes AMH juga bisa mengidentifikasi kapan seseorang akan mengalami menopause dini, mendiagnosis PCOS (polycystic ovarian syndrome), mendeteksi dini kambuhnya kanker, endometriosis atau berbagai penyakit lainnya yang berhubungan dengan ovarium.
Rata-rata jumlah sel telur yang dimiliki seorang perempuan dalam indung telur adalah sebanyak satu sampai dua juta. Sel telur ini akan keluar pada saat menstruasi setiap bulan sampai seseorang mengalami menopause. Maka dari itu jumlah sel telur pada perempuan akan terus berkurang seiring bertambahnya usia. Perempuan yang berusia sekitar 20 tahun memiliki sel telur sebanyak 200.000 buah. Sedangkan pada usia 30 sampai 40 an, jumlah sel telur akan berkurang hingga sekitar 2.000 saja. Semakin tinggi kadar tes AMH seseorang, maka kemungkinan tingkat kesuburan reproduksinya semakin besar. Sebaliknya, jika kadar tes AMH seseorang rendah, maka tingkat kesuburannya akan semakin kecil.
Kadar AMH yang rendah merupakan kondisi alami yang dapat dialami setiap wanita, namun ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan organ reproduksi. Simak caranya di sini
Prosedur Tes AMH
AMH diukur dengan mengambil sampel darah dari lengan pasien. Yuk, simak prosedurnya di bawah ini:
- Area pengambilan darah akan dibersihkan dengan antiseptik untuk membunuh kuman.
- Lengan atas akan diikat oleh perban elastis agar aliran darah di lengan dapat terkumpul.
- Setelah vena ditemukan, darah kemudian akan diambil dengan cara menyuntikan jarum steril ke pembuluh darah.
- Ketika jumlah darah yang diambil dirasa sudah cukup, suntikan akan dilepas dan bagian yang disuntik akan ditutup dengan perban.
- Prosedur ini biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit. Pasien mungkin akan merasa sedikit nyeri saat jarum disuntikkan atau dilepaskan.
Interpretasi hasil tes AMH
Pada wanita usia subur (15-49 tahun), kadar AMH rendah dapat menjadi tanda jumlah dan kualitas sel telur rendah. Hal ini berkaitan dengan adanya gangguan kesuburan pada seorang wanita. Kadar AMH yang rendah juga dapat mengindikasi adanya gangguan fungsi kelenjar ovarium.
Kadar AMH yang menurun menandakan kemungkinan menopause. Sementara kadar AMH yang rendah normal ditemukan pada perempuan sebelum pubertas dan setelah menopause.
Kadar AMH tinggi seringkali ditemukan pada penderita PCOS, namun untuk menegakkan diagnosis perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pada wanita yang menderita kanker ovarium, penurunan kadar AMH menandakan respon baik terhadap pengobatan sedangkan kadar AMH yang meningkat menunjukkan berulangnya kanker.
Kalau hasil tes AMH tidak normal, kita harus apa dong?
Hasil tes AMH yang tidak normal biasanya akan dikonfirmasi dengan pemeriksaan lainnya. Pemeriksaan tersebut meliputi tes kadar hormon estradiol dan FSH, yaitu hormon yang berperan dalam fungsi reproduksi wanita.
Nah, sekarang udah tahu kan pentingnya melakukan tes hormon AMH? Yuk segera periksakan dirimu demi kelancaran program hamil yang mau kamu jalani!
- Test Pack Strip

Test Pack ini berupa strip plastik dan bentuknya kecil serta sangat ringan. Cara menggunakannya yaitu:
- Siapkan wadah untuk menampung urin Anda. Bisa juga urin langsung diguyur ke Test Pack tetapi yang perlu diperhatikan agar urin tidak melebihi garis batas yang ada.
- Setelah urin ditampung, celupkan Test Pack Strip ke wadah dengan bagian putihnya.
- Celupkan sampai batas garis MAX.
- Tunggu kurang lebih 5-10 detik lalu angkat Test Pack
- Tunggu sekitar 10 menit sampai warna garis sudah tidak berubah lagi.
- Bila muncul dua garis merah, Anda hamil. Bila satu garis atau tidak ada garis, menunjukkan Anda tidak sedang hamil.
- Test Pack Digital

Alat ini berupa stik panjang dengan bagian ujung yang terpasang strip untuk menyerap urin. Setelah digunakan, alat ini bisa dipakai lagi dengan cara mengganti strip di dalamnya. Tidak seperti Test Pack strip yang menunjukkan jumlah garis, Test Pack digital akan menunjukkan tulisan yes atau no. Karena lebih praktis dan dapat digunakan berulang (tinggal ganti baterai bila habis), harga Test Pack digital lebih mahal. Cara penggunaannya sama dengan Test Pack Strip ya.
- Pregnancy Cassette Test

Alat tes kehamilan ini berupa stik yang digunakan dengan cara meneteskan urin pada alat tersebut. Cara menggunakannya:
- Buka kemasan Test Pack, lalu pegang ke arah urin saat buang air kecil.
- Pegang alat ini dengan posisi ujung resapan menghadap ke bawah selama 10 detik hingga ujung resapan basah terkena urin.
- Jangan membasahi jendela / tempat penunjuk hasil.
- Dalam waktu 3 menit, hasil akan keluar. Jika dalam waktu 3 menit garis merah belum juga keluar, tunggu 1 menit lagi. Hasil positif baru akan keluar 1 menit lebih lama tergantung dari banyaknya konsentrasi hCG.
- Jika selama 3 menit belum ada hasil yang keluar, hal ini bisa disebabkan karena ujung resapan pada alat kurang dibasahi urin. Ingat bahwa ujung resapan dibasahi oleh urin yang dikeluarkan minimal 10 detik.
- Bila hasil positif, akan ada garis merah pada tempat penunjuk hasil.
Setiap Test Pack memiliki indikator hasil yang berbeda-beda. Ada yang satu atau dua garis, simbol (+) atau (-), hingga kata “hamil” atau “tidak hamil”. Apabila tidak keluar indikator hasil apapun pada alat tes kehamilan, berarti ada kesalahan dalam menggunakannya dan Anda perlu melakukan tes ulang.
Perlu diketahui juga, bahwa tingkat sensitivitas setiap alat Test Pack berbeda- beda terhadap hCG. Jika hasil satu alat Test Pack membuat Anda ragu, Anda bisa mencoba lagi menggunakan Test Pack jenis lain.
Jika Anda mengalami gejala awal kehamilan namun ketika melakukan tes hasilnya negatif, lakukan kembali tes dengan Test Pack 3-5 hari sesudahnya. Anda juga disarankan untuk tidak mengkonsumsi obat-obatan, rokok, dan minuman beralkohol untuk mendapatkan hasil yang akurat.
Bila hasil Test Pack menunjukkan Anda positif hamil, segera pergi ke dokter kandungan agar kehamilan bisa dipastikan lagi dengan hasil USG dan Anda bisa melakukan pemeriksaan kehamilan lain.

Cara kerja Test Pack terkesan praktis dan sederhana, tetapi bila penggunaanya tidak tepat ternyata dapat menunjukkan hasil yang tidak akurat. Karena itu perlu untuk mengetahui jenis Test Pack dan cara penggunaannya dengan benar bagi para calon Ibu yang ingin mengetahui apakah Anda hamil atau tidak.
Seperti apa sih cara kerja Test Pack?
Test Pack atau alat tes kehamilan ini bekerja dengan mendeteksi hormon human chorionic gonadotropin (hCG) dalam urin kita. Hormon ini ada bila sel telur yang telah dibuahi menempel di dinding rahim. Kadar hormon ini akan meningkat seiring dengan usia kehamilan itu sendiri.
Apakah Test Pack akurat?
Tingkat keakuratan Test Pack adalah sebesar 90%, namun hasil yang kurang atau tidak akurat masih dapat terjadi. Contohnya bila Test Pack digunakan di waktu yang tidak pas atau cara penggunaan yang tidak benar.
Jangan menggunakan Test Pack ketika baru beberapa hari berhubungan intim karena hasilnya bisa negatif. Hal ini disebabkan, hCG belum dihasilkan atau masih sangat rendah. Anda bisa menggunakan Test Pack di hari pertama Anda terlambat haid atau 1-2 minggu setelah berhubungan intim. Untuk hasil yang lebih akurat, tunggu sampai Anda terlambat haid selama 1-2 minggu. Jika hasilnya positif, diperkirakan masa kehamilan Anda mencapai usia 6 minggu.
Selain itu, waktu yang paling pas untuk menggunakan Test Pack adalah di pagi hari ketika Anda barusan bangun dan urin yang dihasilkan akan lebih pekat. Hindari menggunakan Test Pack di siang hari ketika Anda sudah mengkonsumsi air banyak sehingga urin menjadi encer. Urin yang encer membuat hCG sulit dideteksi.
Jangan pula terburu-buru atau terlalu lama membaca hasil. Ada beberapa jenis Test Pack yang membutuhkan waktu beberapa menit untuk menunjukkan hasil yang akurat. Jangan pula terlalu lama membacanya yah, hal ini bisa mempengaruhi keakuratan hasil.

Masalah kesuburan tentu menjadi hal utama yang dipertimbangkan oleh pasangan suami istri yang ingin memiliki keturunan.
Bagi orang awam, kualitas dan kesehatan sperma biasanya diukur dari kekentalan dan jumlahnya, namun hal ini tidak sepenuhnya benar. Masih ada sejumlah faktor yang mempengaruhi kualitas sperma seperti jumlah, bentuk, dan pergerakan dari sperma. Jika ada masalah pada salah satu dari 3 faktor tersebut, maka bisa dikatakan Anda mempunyai kelainan sperma.
Yuk mengenali 9 kelainan sperma pada pria untuk membuka wawasan kita dan mencari pengobatan yang tepat.
- Leukocytospermia
Kelainan ini menjadi pertanda adanya infeksi atau penyakit autoimun di dalam tubuh dan terjadi ketika ditemukan sel darah putih pada air mani. Sel darah putih dalam air mani inilah yang menyebabkan kerusakan pada sperma dan mempengaruhi kesuburan.
- Necrozoospermia
Kelainan ini terjadi ketika sel sperma dalam air mani mati dan tidak menunjukkan adanya pergerakan, sehingga menyebabkan ketidaksuburan pada pria. Penyebabnya sampai saat ini masih belum pasti.
- Oligoasthenoteratozoospermia (OAT)
Kelainan ini terjadi ketika jumlah, pergerakan, dan bentuk sperma tidak normal. OAT dibagi menjadi berdasarkan keparahannya, yaitu ringan, sedang, dan berat. Hal ini yang akan menjadi acuan dokter untuk memberikan pengobatan. Oh iya, kelainan ini juga merupakan penyebab ketidaksuburan yang paling sering dialami oleh pria.
- Teratozoospermia
Kelainan ini disebabkan oleh masalah genetik dan membuat bentuk sperma yang tidak normal sehingga mempengaruhi kemampuan sperma untuk bergerak atau berenang. Bentuk yang tidak normal ini misalnya sperma memiliki kepala atau ekor lebih dari satu, sementara bentuk sperma yang normal hanya punya satu kepala dan satu ekor.
- Asthenozoospermia
Kelainan ini terjadi saat pergerakan sperma (motilitas) tidak normal yaitu tidak berada pada satu garis lurus atau lingkaran besar sebagaimana normalnya sperma bergerak. Selain itu, minimnya jumlah sel sperma dalam air mani juga menyebabkan abnormalitas sperma ini.
- Oligozoospermia
Kelainan ini terjadi karena jumlah sel sperma dalam air mani sedikit dibandingkan normalnya. Bila tidak segera ditangani, kalianan ini menyebabkan kemandulan. Berbeda dengan OAT, kelainan sperma ini memiliki 4 tingkat yaitu ringan, sedang, berat dan ekstrim.
- Azoospermia
Kondisi kelainan ini terjadi ketika tidak ada kandungan sperma dalam air mani pria atau biasa disebut sperma kosong. Ada beberapa faktor yang menyebabkan azoospermia ini yaitu bisa karena cacat bawaan pada saluran reproduksi, kelainan genetik, hingga Infeksi Menular Seksual (IMS) yang tidak bisa diobati.
- Hypospermia
Seorang pria dikatakan menderita hypospermia bila air mani yang keluar sangat sedikit, yaitu kurang dari 1,5 ml. Hal ini disebabkan karena ketidakseimbangan hormon, disfungsi seksual, cacat saluran reproduksi, kelainan genetik serta ejakulasi retrograde.
- Aspermia
Bila pada azoospermia tidak ditemukan sel sperma pada air mani, kelainan aspermia terjadi ketika pria tidak mengeluarkan air mani ketika ejakulasi, jadi spermanya 0. Meski demikian, penderita kelainan ini masih tetap bisa mengalami orgasme.
Analisa sperma di laboratorium atau klinik kesuburan akan memberikan diagnosa kelainan sperma yang diderita. Jangan enggan memeriksakan diri ya!

Komunitas Menuju Dua Garis telah berhasil menjajaki satu tangga milestone lagi.
Pada Jumat, 8 Desember 2023, kami mengadakan acara peluncuran buku kolaborasi antara pendiri Komunitas Menuju Dua Garis, Mizz Rosie, dan dr. Astie Young yang berjudul “Roller Coaster: Penantian Menuju Penentuan.”
Di hari yang tak terlupakan ini, kami menyelenggarakan acara istimewa yang tak hanya menjadi momen peluncuran buku, tetapi juga merayakan perjalanan komunitas ini.
Buku ini berisi penggalan perjalanan infertilitas Mizz Rosie yang dipenuhi tikungan tak terduga, yang ternyata juga datang bersamaan pelajaran berharga. Beberapa Pejuang Dua Garis lainnya juga turut mencurahkan kisahnya dalam buku ini dan menceritakan bagaimana infertilitas mengubah hidup mereka.
Dr. Astie Young, seorang dokter spesialis akupuntur kesuburan, juga memberikan wawasan medis dan dukungan emosional yang memperkaya setiap halaman buku ini.
Dalam buku “Roller Coaster: Penantian Menuju Penentuan” ini kita akan diajak untuk menaiki roller coaster perasaan. Mengeksplorasi tantangan hingga kebahagiaan yang kita rasakan, mengisi jurnal yang eksploratif dan reflektif, belajar menemukan diri kita sendiri, dan menemukan kekuatan di dalam perjalanan #MenujuDuaGaris.
Untuk kalian yang sedang berjuang dengan infertilitas, buku ini sangat layak dan wajib kalian miliki. Ada banyak halaman kosong, tempat dimana kamu bisa menuliskan kisahmu sendiri. Buku ini adalah jurnal yang dilengkapi berbagai aktivitas dan pertanyaan yang akan membantumu mengenal diri sendiri, dan mendengar isi hatimu.
Di dalam buku ini, kamu bisa merekam dengan jelas perjalananmu #MenujuDuaGaris dengan lebih intim dan bermakna.
Selain peluncuran buku, kami juga merayakan momen ini dengan meluncurkan kartu “Bersua Berdua.” Kartu ini bukan hanya properti, tetapi alat interaktif yang membantu pasangan lebih memahami satu sama lain, khususnya dalam perjalanan infertilitas. Aktivitas di dalamnya tidak hanya mempererat hubungan, tetapi juga menjadi jembatan untuk saling mendukung.
“Peluncuran buku ini dan kartu ‘Bersua Berdua’ adalah inisiatif kami untuk menciptakan ruang dialog dan kebersamaan, untuk memperkuat hubungan para pasangan yang sedang berjuang dengan infertilitas”
Kalian juga bisa memiliki buku “Roller Coaster: Penantian Menuju Penentuan” dan kartu “Bersua Berdua” di link ini
Melalui buku ini, kami berharap setiap Pejuang Dua Garis di luar sana bisa mendapat kekuatan baru dan tetap terinspirasi untuk menjadi versi terbaik dari dirinya. Ada ataupun tanpa anak.
Karena kami percaya bahwa setiap perjalanan, setiap penantian, dan setiap kisah memiliki keindahan dan keajaiban masing-masing.
Para suami Pejuang Dua Garis wajib baca ini!

Kita pasti udah paham banget tentang sperma. Sperma adalah cairan yang mengandung sel-sel reproduksi laki-laki yang berukuran mikroskopis (sangat amat kecil). Cairan ini biasa dimasukkan ke sistem reproduksi wanita selama berhubungan seksual dan bisa membentuk janin jika berhasil membuahi sel telur wanita.
Kita pasti juga udah paham, seberapa penting peran sperma untuk proses pembuahan. Yang perlu kalian ketahui, lebih dari 50% penyebab infertilitas pada pasangan dikarenakan masalah sperma. Sperma yang jumlahnya terlalu sedikit, pergerakannya lemah, bentuk yang abnormal, dll. Cek jenis-jenis kelainan sperma di sini. Berbagai masalah ini bisa disebabkan oleh masalah hormon, genetik, fisikal, masalah imun, atau pun penyakit kronis lainnya.
Dengan berbagai kemungkinan ini, tidak heran masalah pada sperma merupakan penyebab infertilitas pada sebagian besar pejuang dua garis. Penelitian terkini telah menemukan beberapa fakta ini mengenai pria, usia, dan fertilitas:
- Sperma diproduksi di testis pria dan membutuhkan 10 minggu untuk satu sperma mencapai kematangan.
- Sperma matang bisa menunggu hingga dua minggu untuk hari besar mereka. Sambil menunggu, mereka menunggu di epididimis, yaitu kumparan seperti struktur yang berjalan di bagian atas setiap testis.
- Jika sperma tidak ejakulasi, maka akan pecah dan diserap kembali oleh tubuh.
- Semen atau air mani hanya mengandung 10 persen sperma. Sisanya terdiri atas enzim, vitamin C, kalsium, protein, natrium, seng, asam sitrat, dan gula fruktosa. Semua nutrisi ini dibutuhkan untuk membantu sperma bertahan hidup dan berkembang.
- Sementara penelitian mengungkapkan ada beberapa korelasi antara makanan yang dikonsumsi dengan rasa sperma. Daging merah, produk susu, bawang, bawang putih, dan kopi mungkin tidak akan semanis saat pria mengonsumsi makanan yang mengandung gula alami seperti nanas.
- Laki-laki yang sehat menghasilkan sekitar 70-150 juta sperma per hari. Tetapi ketika mereka ejakulasi bisa kehilangan hingga tiga kali dari jumlah yang ada.
- Rata-rata pria berejakulasi hanya setengah sendok teh air mani.
- Pria membuat jutaan sperma baru setiap hari. Proses pematangan seluruhnya membutuhkan dua sampai tiga bulan.
- Sebagian besar sperma bertahan dalam tubuh wanita selama sekitar 72 jam. Namun, di bawah kondisi yang tepat sperma bisa bertahan hidup selama lima hingga tujuh hari.
- Ada hal seperti sperma yang abnormal; dua kepala, ekor pendek, kepala sedikit, kepala besar.
- Ada sperma laki-laki dan wanita. Sperma wanita lebih lambat, tapi kuat. Sedangkan laki-laki lebih cepat tapi lemah.