• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

mioma

Pendekatan Minimal Invasif untuk Mioma: Apa Kata Penelitian Terbaru?

November 23, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Mioma atau uterine fibroid adalah tumor jinak yang sangat sering dialami perempuan. Bahkan, diperkirakan 70–80% perempuan usia 50 tahun pernah mengalami kondisi ini. Gejalanya tidak main-main: nyeri, perdarahan berlebih, perasaan penuh atau tertekan di panggul semuanya bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup.

Karena itu, semakin banyak perempuan mencari terapi yang efektif tetapi juga lebih aman, minim sayatan, dan masa pemulihan lebih cepat. Nah, disinilah pendekatan minimal invasif mulai jadi andalan.

Apa Itu Pendekatan Minimal Invasif untuk Mioma?

Secara sederhana, prosedur minimal invasif bekerja dengan cara seperti:

  • “mematikan” suplai darah ke mioma,
  • “memanaskan” atau menghancurkan jaringan tertentu,
  • atau membantu mioma mengecil tanpa operasi besar.

Metode ini meliputi:

  • Uterine Artery Embolization (UAE)
  • High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU / MR-HIFU / US-HIFU)
  • Radiofrequency Ablation (RFA)
  • Ultrasound-guided procedures (USGS)
  • Percutaneous Microwave Ablation (PMWA)

Yang menarik, penelitian menggunakan alat ukur standar seperti UFS-QoL, jadi hasil antar-metode bisa dibandingkan dengan lebih objektif.

Apa Hasil Penelitiannya? Gejala seperti nyeri, perdarahan berlebih dan tekanan panggul turun secara nyata. Bahkan, hasil perbaikan ini mendekati operasi miomektomi, tetapi dengan proses pemulihan yang jauh lebih cepat dan risiko yang lebih rendah.

Dengan kata lain, kalau dengar istilah “minimal invasif”, bayangkan versi “lebih ringan tapi tetap manjur” untuk mengatasi mioma.

Tingkat Nyeri & Kenyamanan Pasien

Beberapa prosedur seperti MR-HIFU dan US-HIFU dikenal memiliki tingkat kenyamanan yang lebih baik karena:

  • tidak membutuhkan sayatan,
  • tidak perlu anestesi umum,
  • pasien bisa pulang dan beraktivitas lebih cepat.

Buat banyak perempuan, faktor kenyamanan ini jadi nilai plus yang sangat besar.

Tidak Ada yang “Paling Unggul”: Semua Sama Efektif

Salah satu temuan menarik dari penelitian ini adalah tidak ada satu pun prosedur yang terbukti paling unggul dibanding yang lain.

Artinya, pilihan terapi sangat fleksibel dan bisa disesuaikan dengan:

  • ukuran mioma,
  • jumlah dan lokasi,
  • ketersediaan alat di fasilitas kesehatan,
  • preferensi pasien,
  • serta rencana kehamilan ke depan.

Pendekatan personal seperti ini membuat perempuan punya kendali lebih besar atas tubuh dan pilihan terapinya.

Apa Artinya untuk Perempuan dan Tenaga Medis?

Prosedur minimal invasif kini menjadi alternatif kuat bagi perempuan yang ingin:

  • mengurangi gejala tanpa operasi besar,
  • mempertahankan rahim,
  • meminimalkan risiko pembedahan,
  • dan kembali cepat ke aktivitas sehari-hari.

Kualitas hidup meningkat, gejala mereda, dan perempuan punya lebih banyak opsi yang benar-benar sesuai kebutuhan mereka. Metode minimal invasif seperti UAE, HIFU, RFA, USGS, dan PMWA terbukti:

  • meningkatkan kualitas hidup,
  • menurunkan gejala mioma,
  • memberikan rasa nyaman lebih baik,
  • serta memungkinkan pemulihan lebih cepat.

Dengan efektivitas yang mirip operasi tetapi risiko lebih kecil, pendekatan ini membawa harapan besar bagi perempuan yang ingin menangani mioma tanpa harus menjalani pembedahan besar. Sister dan paksu untuk informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Morris, J. M., Liang, A., Fleckenstein, K., Singh, B., & Segars, J. (2023). A systematic review of minimally invasive approaches to uterine fibroid treatment for improving quality of life and fibroid-associated symptoms. Reproductive Sciences, 30(5), 1495–1505.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: Minim Invasif, mioma

Mioma FIGO 3 dan Perawatan Histeroskopi dengan Prosedur Cold Loop Technique

January 1, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Fibroid uterus atau mioma merupakan tumor yang paling umum pada saluran reproduksi wanita. Dalam beberapa tahun terakhir, fibroid telah menarik perhatian karena dampaknya terhadap kesuburan wanita dan hasil kehamilan, dan insidensi kumulatif pada wanita usia reproduksi adalah 20% hingga 50%. Fibroid uterus menjadi penyebab gangguan hasil kesuburan pada 2%–3% kasus. Fibroid ini memiliki banyak jenis, MDG kali ini ingin menjelaskan lebih lanjut terkait mioma FIGO tipe 3, baca sampai habis ya!

Memahami apa itu Mioma FIGO tipe 3

Mioma FIGO tipe 3 adalah fibroid intramural (IM) yang berkembang di ruang submukosa. Mioma FIGO tipe 3 merupakan subtipe khusus dari fibroid intramural yang dapat mempengaruhi hasil kehamilan dari teknik reproduksi berbantuan. Sifatnya yang hibrida ini, yang menggabungkan ciri-ciri mioma submukosa dan intramural, dapat memiliki efek “double hit” yang merugikan bagi sister yang ingin hamil.

Saat ini, terdapat kelangkaan bukti kuat mengenai pendekatan bedah yang ideal untuk mioma FIGO tipe 3. Meskipun pendekatan histeroskopi lebih disukai karena kedekatannya dengan rongga rahim dibandingkan dengan serosa, keterbatasan utama pendekatan histeroskopi konvensional meliputi risiko kerusakan miometrium yang sehat dan risiko perlengketan yang signifikan. 

Sebuah penelitian dengan judul “Impact of FIGO type 3 uterine fibroids on in vitro fertilization outcomes: a systematic review and meta‐analysis”  menemukan bahwasanya  Mioma FIGO tipe 3 secara signifikan dikaitkan dengan tingkat implantasi yang lebih rendah, tingkat kehamilan kumulatif, dan tingkat kelahiran hidup. Lebih jauh, efek buruknya pada hasil IVF semakin meningkat seiring dengan peningkatan ukuran dan jumlah. Meskipun demikian, tidak ada kesimpulan pasti yang dapat diambil tentang potensi manfaat pembedahan untuk fibroid uterus FIGO tipe 3 pada hasil IVF. Untuk itu kira-kira apa prosedur apa yang dapat dipertimbagkan? 

Prosedur Cold Loop Technique

Sebuah penelitian menunjukkan perawatan histeroskopi mioma FIGO tipe 3 berukuran 29 mm pada dinding rahim anterior menggunakan “cold loop technique“. Video ini menekankan fase-fase prosedural utama: Membuka “jendela endometrium-miometrium” dengan pengorbanan miometrium yang minimal. Mengidentifikasi bidang pembelahan yang benar melalui pembedahan tumpul jembatan fibrokonektif yang mengikat mioma ke pseudo-kapsul dengan menggunakan loop dingin. dan Memotong komponen intramural fibroid yang terlepas dan dipindahkan ke rongga rahim dengan loop listrik.

Prosedur tersebut pada hasilnya, Mioma dapat diangkat seluruhnya dalam satu langkah pembedahan, dan di akhir prosedur, “notch” mioma dan pseudo-capsule yang utuh terlihat jelas. Pasien dipulangkan dalam keadaan sehat sehari setelah pembedahan. Pada tindak lanjut 3 bulan, histeroskopi kantor diagnostik menunjukkan rongga rahim yang pulih sepenuhnya.

Selain prosedur itu, dalam sebuah penelitian dengan judul “Hysteroscopic resection of type 3 fibroids could improve the pregnancy outcomes in infertile women: a case–control study” menemukan Fibroid tipe 3 secara signifikan mengurangi angka kelahiran hidup kumulatif pasien IVF. Miomektomi histeroskopi yang dipandu USG dapat digunakan sebagai pengobatan untuk fibroid tipe 3 dan dapat meningkatkan hasil kehamilan pada wanita infertil.

Meski fibroid digadang-gadang mempengaruhi secara signifikan pada kehamilan, namun seiring dengan zaman sudah ditemukan banyak prosedur yang dapat membantu. Meski demikian sister dan paksu tetap harus berkonsultasi dengan dokter untuk memilih penanganan yang tepat. Informasi menarik lainnya sister dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Mazzon, I., Vitagliano, A., Cicinelli, E., Gerli, S., & Favilli, A. (2024). Step-by-step hysteroscopic treatment of FIGO type 3 myoma with the cold loop technique. Fertility and Sterility.
  • Han, Y., Yao, R., Zhang, Y., Yang, Z., Luo, H., Wang, X., … & Zhu, Y. (2022). Hysteroscopic resection of type 3 fibroids could improve the pregnancy outcomes in infertile women: a case–control study. BMC Pregnancy and Childbirth, 22(1), 522.
  • Favilli, A., Etrusco, A., Chiantera, V., Laganà, A. S., Cicinelli, E., Gerli, S., & Vitagliano, A. (2023). Impact of FIGO type 3 uterine fibroids on in vitro fertilization outcomes: a systematic review and meta‐analysis. International Journal of Gynecology & Obstetrics, 163(2), 528-539.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: fibroid, mioma, reproduksi wanita

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Apa yang Terjadi di Ovarium Hari demi Hari: Memahami Perjalanan Sel Telur Sebelum Ovulasi
  • Sindrom Kallmann: Ketika Gangguan Penciuman Berkaitan dengan Kesuburan Mengenal Sindrom Kallmann
  • Mengapa Cadangan Ovarium Bisa Menurun Lebih Cepat?
  • Bagaimana Peran DNA dalam Infertilitas Perempuan
  • Apakah Operasi Ovarium Bisa Memengaruhi Pertumbuhan Folikel?

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.