• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Archives for September 2024

Mengenali Period Poverty di Indonesia sebagai Wujud Ketimpangan Gender

September 30, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Period poverty, atau kemiskinan menstruasi hadir sebagai masalah global yang dihadapi oleh banyak perempuan dan remaja di seluruh dunia. Hal ini berkaitan dengan kekurangan akses terhadap produk menstruasi yang layak, pendidikan tentang menstruasi, dan fasilitas sanitasi yang memadai.

Pada fenomena ini perlu sister ketahui, karena awal mula reproduksi dimulai dari masa menstruasi jika masa ini terganggu maka akan berpotensi pada masa yang akan datang bahkan sampai kepada ketidakpahaman tentang fertilitas, untuk itu ketahui lebih lanjut yuk! Baca sampai akhir ya! 

Memahami Period Poverty

Period Poverty atau kemiskinan menstruasi adalah kondisi di mana individu yang menstruasi, terutama perempuan, mengalami kesulitan dalam mengakses produk menstruasi yang diperlukan, seperti pembalut, tampon, atau cawan menstruasi. Masalah ini juga mencakup kurangnya akses ke fasilitas sanitasi yang memadai, seperti toilet bersih dan air untuk mencuci. Menurut United Nations Population Fund (UNPF), sekitar 500 juta orang di seluruh dunia tidak memiliki akses yang memadai untuk mengelola kebersihan menstruasi.

Period Poverty di Indonesia

Stigma masyarakat  turut  andil  dalam  permasalahan  ini.  Bagaimana pembicaraan yang  berkaitan dengan kesehatan reproduksi masih dianggap tabu dan berdampak pada pembatasan ruang aman dan akses terhadap permasalahan yang krusial ini. UNICEF bahkan menemukan bahwa 25 persen remaja perempuan di Indonesia tak pernah berdiskusi tentang menstruasi sebelum mereka mendapatkannya. Artinya, topik menstruasi masih dianggap tabu. Akibatnya, informasi seputar kesehatan menstruasi pun tak tersebar secara merata.

Data juga menemukan, sebanyak 2 dari 3 perempuan di daerah urban dan 41 persen perempuan dari wilayah pedesaan yang mengganti pembalut setiap 4-8 jam sekali. Padahal, normalnya pembalut harus diganti saat terasa penuh. Keadaan tersebut adalah bentuk dari period poverty. 

Di Indonesia masalah tersebut tidak hanya menjadi masalah akses terhadap produk sanitasi, tetapi juga mencerminkan ketimpangan gender yang lebih luas dalam masyarakat. Keterbatasan akses  terhadap  produk  menstruasi  dan  fasilitas  sanitasi yang  memadai  lebih lanjut akan  berdampak signifikan pada kesehatan, pendidikan, dan partisipasi sosial perempuan. 

Solusi untuk Period Poverty

  1. Pendidikan dan kesadaran, dengan tidak menganggap tabu dan secara eksplisit diajarkan melalui pendidikan tentang menstruasi di sekolah dan masyarakat. 
  2. Akses ke produk menstruasi, baik organisasi non-pemerintah dan pemerintah perlu bekerja sama untuk menyediakan produk menstruasi gratis atau dengan harga terjangkau, terutama di daerah yang kurang beruntung. 
  3. Meningkatkan fasilitas sanitasi, diperlukannya program infrastruktur sanitasi yang baik di sekolah dan tempat umum sangat penting. 
  4. Dukungan kebijakan, pemerintah dapat mengembangkan kebijakan terutama dalam Kebutuhan Hidup Layak (KHL) untuk mendukung akses universal ke produk menstruasi dan pendidikan kesehatan reproduksi. 

 

Period poverty harusnya hadir sebagai isu serius yang mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan perempuan di seluruh dunia. dengan memahami period poverty maka kedepannya baik perempuan maupun laki-laki akan menjadi semakin memahami pentingnya reproduksi dan menjadi tau tentang fungsi-fungsi biologis lainnya. Untuk informasi menarik lainnya bisa melalui Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

Hennegan, J., Shannon, A. K., Rubli, J., Schwab, K. J., & Melendez-Torres, G. J. (2019). Women’s and girls’ experiences of menstruation in low-and middle-income  countries: A systematic review and qualitative metasynthesis. PLoS Medicine, 16(5), e1002803

https://www.konde.co/2022/01/potret-period-poverty-susahnya-perempuan-akses-sanitasi-saat-menstruasi/

https://www.konde.co/2024/02/period-poverty-sediakan-pembalut-stop-stigma-sebagai-perempuan-kotor-karena-menstruasi/?tztc=1

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20231017144515-255-1012321/mengenal-period-poverty-yang-disorot-di-tengah-ramai-pembalut-reject

https://www.researchgate.net/publication/376224803_Literatur_Review_Penyebab_dan_Dampak_Period_Poverty_di_Indonesia

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

Mengoptimalkan Peluang Kehamilan menggunakan Artificial Cycle

September 29, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Dalam era teknologi reproduksi modern, pasangan yang berjuang untuk mendapatkan keturunan menemukan harapan baru melalui proses yang dikenal sebagai Frozen Embryo Transfer (FET). Salah satu pendekatan yang semakin populer dalam konteks FET adalah penggunaan artificial cycle. 

Transfer embrio yang hadir sebagai salah satu langkah terakhir dalam perawatan fertilisasi in vitro (IVF), mendorong pentingnya untuk memastikan endometrium, lapisan rahim, berada dalam kondisi reseptif yang mendukung implantasi embrio. Untuk persiapannya, sister dapat menggunakan dua cara baik artificial cycle atau natural cycle. MDG pada kesempatan kali ini akan mengajak sister memahami salah satu metode yang digunakan untuk transfer embrio, yaitu artificial cycle bagaimana cara kerjanya, dan manfaatnya dalam persiapan FET.

Yuk pahami apa itu Artificial Cycle dan FET

Artificial Cycle menjadi siklus reproduksi yang dikendalikan secara medis, menggunakan hormon untuk menciptakan lingkungan yang ideal bagi transfer embrio. Sementara itu, Frozen Embryo Transfer (FET) hadir sebagai prosedur di mana embrio yang telah dibekukan selama siklus IVF (In Vitro Fertilization) diambil dan ditransfer ke rahim wanita pada waktu yang lebih tepat. Ketepatan ini yang kemudian mendorong sister dalam membuat keputusan apakah dengan menggunakan natural cycle atau artificial cycle. 

Transfer embrio: Natural cycle atau Artificial cycle? 

FET dapat dilakukan dalam natural cycle atau artificial cycle. Secara umum, perbedaan utama antara keduanya adalah cara endometrium dipersiapkan. Endometrium adalah lapisan yang menutupi bagian dalam rahim, dan menyediakan tempat bagi embrio untuk menempel dan menempel.

Pada natural cycle menggunakan estrogen alami yang dihasilkan oleh ovarium. Sebaliknya, dalam artificial cycle estrogen diberikan menggunakan obat-obatan. Dalam prosedur ini, obat-obatan digunakan untuk dapat melakukan transfer embrio. Hormon eksogen diberikan: estrogen untuk mendorong pertumbuhan endometrium; progesteron untuk memfasilitasi implantasi embrio. 

artificial cycle ini memiliki kelebihan karena lebih fleksibel dalam hal kontrol ultrasonografi, dan memungkinkan peningkatan peluang keberhasilan dimana dapat menyesuaikan perencanaan transfer saat pasien dan dokter sudah siap. Bahkan dapat mengurangi risiko stimulasi ovarium berulang, yang bisa menyebabkan masalah seperti sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS).

Tantangan dan Pertimbangan

Meskipun artificial cycle menawarkan banyak keuntungan, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan:

  1. Akan Lebih banyak obat yang perlu diminum.
  2. Variasi Respon Individu, setiap wanita memiliki respon berbeda terhadap hormon, yang dapat mempengaruhi efektivitas siklus yang dikendalikan.
  3. Biaya, Lebih mahal karena obat-obatan perlu dibeli dan diminum selama beberapa bulan pertama kehamilan.

 

Dari artikel ini  harapannya dapat menyarankan sister untuk tetap dapat berdiskusi dengan dokter spesialis kesuburan untuk memahami pilihan yang ada dan menyesuaikannya dengan kebutuhan individu. Dengan informasi dan dukungan yang tepat, baik sister maupun paksu dapat merasa lebih siap dan optimis dalam menghadapi perjalanan ini. Untuk informasi menarik lainnya sister bisa akses di Instagram kami di @menujuduagris.id

Referensi

Busnelli, A., Di Simone, N., & Levi-Setti, P. E. (2023). Artificial cycle frozen embryo transfer and obstetric adverse outcomes: association or causation?. Human Reproduction Update, 29(5), 694-696.

https://ovoclinic.net/embryo-transfer-natural-or-artificial-cycle-ovoclinic/?lang=en#:~:text=EMBRYO%20TRANSFER%20IN%20AN%20ARTIFICIAL,the%20implantation%20of%20the%20embryo.

https://www.institutobernabeu.com/en/blog/the-advantages-and-disadvantages-of-transferring-embryos-during-a-natural-or-artificial-cycle/

 

Filed Under: Uncategorized

Fertility Bootcamp Menuju Dua Garis: Wujudkan Harapan Keluarga Anda!

September 28, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Dalam upaya mendukung pasangan yang sedang berjuang untuk mendapatkan buah hati, kami Menuju Dua Garis (MDG) dengan bangga mengumumkan acara “Fertility Bootcamp Menuju Dua Garis 2024”. Acara ini di support Prodia yang akan berlangsung pada 11- 19 oktober dan akan diselenggarakan secara online via Zoom dengan harapan akan makin banyak yang dapat mengikuti nantinya, acara ini juga terbuka untuk semua pasangan yang ingin memahami lebih dalam tentang kesuburan dan perjalanan menuju kehamilan.

Acara ini dilatarbelakangi mimpi dan harapan Mizz Rosie Sebagai Founder MDG yang menginginkan bahwa setiap Pejuang Dua Garis (PDG) nantinya dapat memiliki pengetahuan tentang  infertilitas secara akurat dan bukan opini, bagaimana informasi ini dapat bersifat personal sesuai dengan kasus para PDG dan pada akhirnya dapat mempengaruhi pengambilan keputusan yang tepat pada para PDG.

Sehingga kehadiran Fertility Bootcamp sebagai salah satu program memiliki tujuan untuk membekali semua semua Pejuang Dua Garis (PDG) dengan edukasi yang intensif dan sangat reliabel untuk PDG yang kemudian membuat aware terhadap keadaan diri dan berakhir dapat mencari bantuan yang sesuai pada kondisi infertilitas.

Acara ini nantinya akan memberikan pengetahuan terkait reproduksi. Kami juga menggandeng klinik-klinik dan akan menghadirkan berbagai narasumber ahli, termasuk dokter spesialis fertilitas, counselor bidang mental health, bahkan nutrition and chef.

Acara ini tidak hanya akan memberikan informasi yang berharga, tetapi juga memberikan banyak benefit, dimana selain acaranya yang diadakan secara gratis  acara ini juga memberikan kesempatan bagi yang beruntung untuk mendapatkan hadiah paket IVF Gratis pada satu pasangan, diskon yang menarik untuk pemeriksaan kesuburan dari lab terpercaya, edukasi dari sisi nutrisi dan mental saat kalian sedang berjuang dan informasi menarik lainnya.

Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, silakan kunjungi Instagram kami yaitu @menujuduagaris.id dan @sunfertindonesia pendaftaran terbatas, jadi daftarkan diri Anda segera!

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

Ukuran Testis dan Suhu Pengaruhi Kualitas Sperma, Benarkah?

September 27, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Testis menjadi bagian penting dalam alat reproduksi pria karena memiliki fungsi memproduksi sperma dan testosteron. Testis terdiri dari tabung melingkar yang disebut tubulus seminiferus, produksi sperma terjadi di dalam tabung ini. Kualitas sperma memegang peran kunci dalam kesuburan pria, tentu banyak faktor dapat mempengaruhinya, termasuk ukuran testis dan suhu. Dalam artikel ini, kita akan membahas hubungan antara ketiga elemen ini dan bagaimana mereka berkontribusi pada kesehatan reproduksi pria.

Produksi sperma dikatakan dalam kondisi terbaik saat testis bersuhu lebih dingin dari suhu tubuh. Pertanyaannya bagaimana bisa suhu dan ukuran testis mempengaruhi kesuburan pria? Yuk cari tahu lebih lanjut, jangan sampai ada yang kelewatan ya!

Pengaruh Suhu dan Ukuran Testis pada Kesuburan Pria

Kualitas sperma sangat dipengaruhi oleh interaksi antara ukuran testis dan suhu. Ketika suhu testis meningkat, produksi sperma dapat terhambat, meski dengan ukuran testis cukup besar. Seperti dalam kasus tertentu, pria dengan testis yang lebih kecil yang mampu menjaga suhu testis yang optimal bisa memiliki kualitas sperma yang lebih baik daripada pria dengan testis lebih besar tetapi terkena suhu tinggi.

Melihat hal tersebut membuktikan bahwa tidak hanya ukuran testis yang dapat menjadi indikator kesehatan reproduksi pria tapi juga suhu. Sebuah penelitian dengan judul “Association between ambient temperature and semen quality: A longitudinal study of 10 802 men in China” temuan ini menyoroti kebutuhan dan pentingnya mengurangi paparan suhu sekitar yang ekstrem dalam menjaga kualitas air mani yang optimal bagi pria.

Meski demikian, terdapat penjelasan tentang fungsi skrotum dari dr. Mirra Mareta Supit tentang suhu dan testis bahwa struktur luar dari sistem reproduksi pria terdiri dari penis, skrotum (kantung zakar) dan testis (buah zakar). Skrotum sendiri merupakan kantong yang membungkus dari testis, epididimis, dan ujung bawah funikulus spermatikus. 

Skrotum berfungsi sebagai termoregulator yang mengatur suhu testis agar tetap terjaga dalam suhu yang normal agar sperma tidak rusak. Pada keadaan dingin skrotum akan mengkerut untuk mendekatkan testis dengan tubuh agar tetap hangat. Namun sebaliknya ketika panas maka skrotum akan merenggang untuk menjauhkan testis dari tubuh. Setelah mengetahui fakta tersebut, lebih lanjut sister dapat memberi tahu pada paksu bagaimana cara merawat testis untuk kesehatan reproduksi.

4 Cara Merawat Testis

Berikut beberapa cara merawat testis agar tetap sehat:

  1. Hindari benturan, testis yang memiliki sifat sangat sensitif dan mudah mengalami cedera, untuk itu jikalau tengah melakukan aktivitas atau olahraga yang ekstrem, gunakan alat pelindung seperti jockstrap.
  2. Jaga testis dalam keadaan sejuk, sebaiknya diusahakan kontrol suhu pada testis. Karena suhu yang sejuk dapat mendukung pembuatan sel sperma lebih banyak dan berkualitas. Cara mudah menjaga testis tetap sejuk adalah menggunakan pakaian atau celana longgar.
  3. Batasi penggunaan air hangat, dianjurkan untuk jangan terlalu sering mandi air hangat. Karena, air hangat bisa membuat suhu testis meningkat.
  4. Jaga kebersihan organ vital, bersihkan daerah intim dengan benar dan teratur. Caranya dengan memakai celana dalam dan pakaian yang bersih.

 

Ukuran testis dan suhu adalah dua faktor penting yang mempengaruhi kualitas sperma dan kesuburan pria. Memahami hubungan ini dapat membantu paksu untuk dapat mengambil langkah-langkah yang dapat meningkatkan kesehatan reproduks. Dengan menjaga suhu testis yang optimal dan memperhatikan kesehatan secara keseluruhan, sister dan paksu dapat meningkatkan peluang untuk memiliki keturunan. Untuk informasi menarik lainnya bisa follow akun Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

Zhou, Y., Meng, T., Wu, L., Duan, Y., Li, G., Shi, C., … & Liu, Y. (2020). Association between ambient temperature and semen quality: a longitudinal study of 10 802 men in China. Environment international, 135, 105364

https://www.klikdokter.com/info-sehat/reproduksi/suhu-testis-pengaruhi-kesuburan-pria-benarkah?srsltid=AfmBOoovtGwRtPXKd7zhU9J2EKhoQmlVvGpDAFU8jqdDtNABKqVGP269

https://www.alodokter.com/komunitas/topic/sistem-reproduksi-2#:~:text=Scrotum%20berfungsi%20sebagai%20termoregulator%20yang,dengan%20tubuh%20agar%20tetap%20hangat.

https://www.klikdokter.com/gaya-hidup/perawatan-pria/fakta-fungsi-kesehatan-biji-kemaluan

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: cara memeriksa sperma, reproduksi pria

Mengungkap Fakta Tentang Body Mass Index (BMI) dan Hubungannya dengan Fertilitas

September 25, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Kehamilan bagi sebagian orang mungkin menyebabkan kenaikan berat badan, tapi pernah nggak sih terpikirkan bagaimana jika berat badan juga berpengaruh pada kemampuan untuk hamil, atau mempertanyakan pengaruhnya pada fertilitas?

Faktanya yang sister perlu tahu bahwasanya Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh yang terlalu tinggi atau rendah dapat mempengaruhi kesuburan. Pada kesempatan kali ini MDG akan mengajak sister untuk memahami bagaimana BMI mempengaruhi fertilitas? Baiklah mari kita telaah lebih lanjut, baca terus sampai habis ya!

Mengenal Apa itu Body Mass Index (BMI)?

BMI adalah ukuran yang dihitung dari berat badan seseorang (dalam kilogram) dibagi dengan kuadrat tinggi badannya (dalam meter). BMI = berat (kg) / tinggi badan (m)2. Meskipun BMI tidak secara langsung mengukur lemak tubuh, namun hasilnya sangat terkait dengan ukuran lain.

Hubungan Antara BMI dan Fertilitas

Gangguan pada sistem reproduksi wanita yang menyebabkan terjadinya infertilitas dapat dipengaruhi oleh berat badan yang berlebih atau obesitas. Tubuh obesitas menyimpan lemak di hati dan otot yang disebabkan naiknya kadar asam lemak beserta lemak lainnya. Contohnya pada penderita resistensi insulin memiliki peluang terjadi penumpukan lemak di tubuhnya karena turnover trigliserida dan dihasilkannya molekul turunan asam lemak, atau pengaktifan dalam sel yang berbahaya seperti Reactive Oxygen Species (ROS), disfungsi mitokondria atau cekaman retikulum endoplasma.

Resistensi insulin ini yang nantinya dapat mempengaruhi siklus ovulasi pada wanita usia reproduksi. Ozcimen (2008) mengemukakan bahwa wanita dengan diabetes gestasional memiliki nilai HOMA-IR yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita hamil normal. HOMA-IR atau bisa disebut Homeostasis merupakan Model Assessment-Insulin Resistance Index yang menjadi salah satu cara untuk mendiagnosis diabetes gestasional. 

Sedangkan pada pria, obesitas dapat mempengaruhi kualitas sperma, mengurangi motilitas dan jumlah sperma. Tentu hal tersebut dapat mengurangi peluang terjadinya kehamilan. Melalui pengalaman tersebut ternyata peningkatan kadar glukosa darah yang terus menerus baik pada pria terutama pada ibu hamil dapat menyebabkan komplikasi pada kehamilan, persalinan, dan bayi yang dilahirkan. 

Selain itu, BMI di bawah normal atau kekurangan berat badan juga dapat mempengaruhi fertilitas pada wanita. Wanita dengan BMI rendah sering mengalami gangguan ovulasi, yang dapat menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur atau bahkan berhenti sama sekali. Hal ini dapat mengurangi kemungkinan kehamilan. 

5 Tips Mengelola BMI untuk Meningkatkan Fertilitas

  1. Konsultasi dengan Profesional Kesehatan, Jika sister memiliki kekhawatiran tentang berat badan dan fertilitas, berbicaralah dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan saran yang sesuai.
  2. Diet seimbang, sister dapat mulai mengonsumsi makanan bergizi yang kaya akan vitamin dan mineral hal ini penting terutama dalam membantu mencapai berat badan yang sehat.
  3. Olahraga teratur, menjadi aktivitas fisik yang dapat membantu menjaga berat badan yang sehat dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
  4. Manajemen stres, ternyata stres dapat mempengaruhi siklus hormonal dan kesehatan reproduksi. Teknik relaksasi seperti yoga atau meditasi bisa sangat membantu.
  5. Hindari merokok dan alkohol, kedua kebiasaan ini dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi. Untuk itu sebaiknya menghentikan atau mengurangi konsumsi keduanya sehingga dapat meningkatkan peluang kehamilan.

 

Body Mass Index (BMI) hadir sebagai indikator penting yang dapat mempengaruhi fertilitas baik pada pria maupun wanita. Mengelola berat badan dalam kisaran yang sehat dapat meningkatkan peluang kehamilan dan mendukung kesehatan reproduksi secara keseluruhan. Jika sister merencanakan kehamilan atau mengalami kesulitan, penting juga untuk memperhatikan BMI dan berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan panduan yang tepat. Informasi menarik lainnya sister dapat akses melalui Instagram kami di @menujuduagaris.id.

Referensi

Hermanto, T. J., Sony, W., & Banjarnahor, D. P. P. (2012). Korelasi antara HOMA-IR ibu diabetes mellitus gestasional trimester tiga dengan luaran maternal dan neonatal. Majalah Obstetri & Ginekologi, 20(3), 122-126.

Ozcimen, E. E., Uckuyu, A., Ciftci, F. C., Yanik, F. F., & Bakar, C. (2008). Diagnosis of gestational diabetes mellitus by use of the homeostasis model assessment–insulin resistance index in the first trimester. Gynecological Endocrinology, 24(4), 224-229.

chrome-extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj/https://pbperkeni.or.id/wp-content/uploads/2021/11/22-10-21-Website-Pedoman-Diagnosis-dan-Penatalaksanaan-Hiperglikemia-dalam-Kehamilan-Ebook.pdf

https://www-everydayhealth-com.translate.goog/fertility/body-weight-bmi/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sge#:~:text=The%20normal%20range%20(a%20BMI,at%20a%20BMI%20of%2019.5.

https://www.cdc.gov/bmi/about/index.html

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

Kapan Pejuang Garis Dianjurkan Melakukan Laparoskopi Ginekologi?

September 23, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Proses dalam mengetahui hambatan fertilitas seseorang sangatlah beragam, penyebabnya juga memiliki banyak faktor dan cenderung bersifat personal untuk itu perlu tindakan lebih lanjut untuk mengetahui agar dapat tepat diatasi.

Pemeriksaan yang sister lakukan tentunya memiliki tujuan untuk mendapat diagnosa,  salah satu tindakan yang dapat dilakukan melalui tindakan minimal invasive surgery dalam hal ini adalah Laparoskopi ginekologi.

Proses ini memiliki prosedur bedah minimal invasif, banyak digunakan untuk mendiagnosis bahkan dapat mengobati berbagai masalah kesehatan yang terkait dengan sistem reproduksi. Lalu kira-kira keadaan seperti apa yang mengharuskan sister dapat melakukan tindakan tersebut? Kali ini MDG akan membahas lebih detail, bagaimana indikasi dan manfaat laparoskopi ginekologi. Yuk cek penjelasan detailnya!

Berkenalan dengan Metode Laparoskopi

Laparoskopi sendiri merupakan prosedur bedah yang dilakukan oleh dokter bedah dengan tujuan sebagai proses akses pada bagian dalam perut dan panggul tanpa harus membuat sayatan yang besar. Luka bekas sayatan yang ditimbulkan hanya 5 mm. Umumnya dokter bedah membuat 3 – 4 lubang ketika menjalankan prosedur ini.

Praktik ini menjadi salah satu alternatif yang membuahkan hasil, Mahran Dkk (2017) melalui penelitiannya dengan judul “Does laparoscopy still has a role in modern fertility practice?” temuan tersebut turut membuktikan bahwa Laparoskopi masih memiliki peran penting dalam diagnosis dan pengobatan infertilitas. Kemudian kira-kira kondisi seperti apa saja yang dapat mendorong tindakan laparoskopi?

Kegunaan laparoskopi untuk program hamil

Berikut adalah beberapa kondisi di mana laparoskopi ginekologi biasanya dianjurkan:

  1. Mendiagnosis infertilitas, Laparoskopi dapat membantu dokter dalam mendiagnosis berbagai kondisi medis yang dapat menyebabkan infertilitas, seperti endometriosis, fibroid rahim, dan penyumbatan tuba falopi. Manfaat untuk mengetahui penyebab infertilitas, memudahkan dokter dalam merencanakan pengobatan yang sesuai bahkan dapat meningkatkan peluang keberhasilan program hamil.
  1. Mengobati endometriosis, Endometriosis sendiri merupakan kondisi medis yang menyebabkan rasa sakit dan infertilitas. Laparoskopi hadir dan dapat membantu menghilangkan jaringan endometriosis yang tidak normal dan memperbaiki Rahim.
  1. Mengobati fibroid rahim, Fibroid rahim sendiri merupakan tumor jinak yang dapat mempengaruhi kesuburan wanita. Peran laparoskopi juga dapat membantu menghilangkan fibroid rahim tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.
  1. Memulihkan penyumbatan tuba falopi, Tuba falopi yang tersumbat dapat menyebabkan infertilitas pada wanita. Laparoskopi dapat membantu membersihkan dan menghilangkan penyumbatan tuba falopi.
  1. Memperbaiki kelainan struktural, Kelainan struktural pada organ reproduksi, seperti septum rahim atau hidrosalping, yang dapat menyebabkan infertilitas. Laparoskopi dapat membantu memperbaiki kelainan struktural ini, yang dapat meningkatkan peluang keberhasilan program hamil.

 

Manfaat Metode Laparoskopi

Yuk cari tahu mengapa tindakan ini sangat penting.

  1. Diagnostik yang Akurat, Laparoskopi memungkinkan dokter untuk mendapatkan gambaran langsung tentang kondisi organ reproduksi, membantu dalam diagnosis berbagai masalah fertilitas.
  2. Pengobatan yang Efektif, Selain sebagai alat diagnosa, laparoskopi memungkinkan pengobatan langsung saat prosedur dilakukan. Hal ini dapat digambarkan seperti,  jaringan endometriosis atau mioma dapat diangkat, memberikan hasil yang lebih cepat dan efektif dibandingkan pengobatan konvensional.
  3. Pemulihan yang Lebih Cepat. Karena sifatnya yang minimal invasif, wanita yang menjalani laparoskopi biasanya mengalami waktu pemulihan yang lebih singkat. Selain mempercepat kembalinya melakukan aktivitas sehari-hari, praktik ini juga dapat mengurangi beban emosional dan fisik.
  4. Risiko Komplikasi yang Rendah, Laparoskopi umumnya memiliki risiko komplikasi yang lebih rendah dibandingkan pembedahan terbuka, seperti infeksi dan perdarahan.
  5. Peningkatan Kualitas Hidup dan efisiensi, Dengan menangani masalah kesehatan reproduksi secara efektif, laparoskopi dapat meningkatkan kualitas hidup wanita. Mengurangi gejala nyeri dan masalah kesehatan lainnya dapat memberikan dampak positif pada kesehatan mental dan emosional.

 

Setelah mengetahui fungsi dan kelebihan Laparoskopi ginekologi, hal ini bisa menjadi pertimbangan sister dalam membuat Keputusan terkait fertilitas. Tentunya pemahaman tentang kapan laparoskopi ginekologi dianjurkan sangat penting untuk kesehatan reproduksi. Dengan diagnosis yang tepat, laparoskopi dapat menjadi langkah penting dalam memperbaiki kesehatan dan kualitas hidup sister. Semoga artikel kali ini dapat bermanfaat, dan jika sister ingin mendapatkan informasi menarik lainnya dapat diakses melalui Instagram kami di @menujuduagris.id

Referensi

  • Mahran, A., Abdelraheim, A. R., Eissa, A., & Gadelrab, M. (2017). Does laparoscopy still has a role in modern fertility practice?. International journal of reproductive biomedicine, 15(12), 787.
  • https://rsiabinamedika.com/atasi-fertilitas-dengan-laparoskopi/
  • https://herminahospitals.com/id/articles/10-manfaat-laparoskopi-untuk-program-hamil

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

  • Page 1
  • Page 2
  • Go to Next Page »

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Ketika Embrio Tampak Baik, Tapi Kehamilan Tak Kunjung Datang: Peran Sunyi Epigenetik Sperma dalam Kegagalan FET
  • Memahami Adenomyosis dan Dampaknya terhadap Kesuburan serta Program Bayi Tabung
  • Karena dalam Promil Modern, Sel Sperma Juga Perlu Perhatian yang Sama Seriusnya
  • Kenapa Usia Ayah Bisa Berpengaruh ke Perkembangan Anak?
  • Mengenal PCOS Lebih Dalam: Bukan Sekadar Haid Tidak Teratur, tapi Cerita Tubuh yang Kompleks

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.