• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Archives for October 2024

Azoospermia sebagai Infertilitas Struktural bagi Pria

October 30, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Azoospermia hadir sebagai kondisi medis yang ditandai dengan tidak adanya sperma dalam ejakulasi pria. Kondisi ini merupakan penyebab utama infertilitas pria dan dapat menjadi sumber tekanan emosional dan psikologis yang signifikan bagi mereka yang mengalaminya. Dengan hampir 15% populasi yang terkena infertilitas dan 1% pria yang menghadapi azoospermia, MDG pada kesempatan ini akan membahas tentang salah satu kasus infertilitas terstruktur.  Baca sampai habis ya!

Pengertian dan Jenis Azoospermia  

Setidaknya ada 2 jenis, pertama adalah azoospermia obstruktif pada jenis ini disebabkan oleh penyumbatan di saluran organ reproduksi pria, seperti epididimis atau saluran sperma vas deferens. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan penyumbatan tersebut adalah, cedera, infeksi atau peradangan, kista, operasi di bagian panggul, Prosedur vasektomi, cystic fibrosis yang menyebabkan penyumbatan akibat lendir di vas deferens terakhir adalah ejakulasi retrograde yaitu kondisi ketika air mani tidak keluar dari penis tetapi masuk ke saluran kemih.

Sedangkan jenis kedua adalah, azoospermia non obstruktif terjadinya disebabkan oleh gangguan hormon, atau kelainan genetik yang membuat pria tidak bisa menghasilkan sperma sama sekali. Seperti hipogonadisme dan hiperprolaktinemia, kelainan genetik atau kromosom, seperti sindrom Klinefelter syndrome Kallmann, serta Y-chromosomal microdeletions.

Azoospermia  sebagai infertilitas struktural

Kepastian patofisiologi dari azoospermia tidak selalu diketahui. Dr. Eeson melalui bootcamp MDG dengan Sunfert menunjukkan fakta terkait Azoospermia dikategorikan menjadi infertilitas struktural, kemungkinan dari penyebabnya juga beragam seperti akibat kelainan struktur dan fungsi testis, yang dapat disebabkan oleh beberapa kondisi berikut: Torsio testis, Tidak adanya testis (anorchia), Kriptorkismus, testis gagal memproduksi sperma sertoli cell-only syndrome, peradangan pada testis (orchitis), tumor atau kanker testis, varikokel, penyakit tertentu, seperti diabetes dan gagal ginjal, efek samping obat-obatan, Efek samping paparan radiasi seperti akibat radioterapi atau kemoterapi.

Adakah Peluang Hamil untuk Azoospermia?

Pertanyaan ini dijawab melalui forum Bootcamp yang diadakan MDG dan Sunfert, Dr. Eeson turut menjawab jika “Untuk azoospermia dengan jenis obstruktif seperti penyumbatan Vas deferens dengan ukuran testis dan follicle-stimulating hormone (FSH) normal maka peluang untuk hamil tinggi, begitu juga dengan azoospermia jenis non obstruktif yang memiliki FSH 10-15, Tetapi jika FSH lebih dari 30 maka kemungkinan akan sulit, meski demikian Dr Eeson menegaskan faktor yang paling penting pada peluang hamil bergantung pada umur pasangan.

Melihat dari azoospermia ia hadir sebagai kondisi serius yang memerlukan perhatian medis untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat. Setelah sister dan paksu mengetahui penyebabnya akan dapat digunakan untuk pendekatan yang sesuai. Untuk informasi menarik lainnya dapat dilihat melalui Instagram @menujuduagris.id.

Daftar Isi

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK578191/
  • https://www.alodokter.com/azoospermia

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

Pahami Anti-Mullerian Hormone (AMH) Untuk Kesuksesan Kehamilan

October 29, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Hormon Anti-Mullerian (AMH) menjadi salah satu indikator yang penting dalam menilai kesuburan terutama pada perempuan. Hormon AMH diproduksi oleh sel-sel granulosa di dalam folikel ovarium dan berfungsi untuk mengatur perkembangan folikel serta memberikan gambaran mengenai cadangan ovarium. Untuk itu MDG akan membahas, karena memahami peran AMH dapat membantu sister yang merencanakan kehamilan untuk mengambil langkah-langkah yang tepat dalam program hamil. Untuk itu baca sampai habis ya!

Apa itu Anti-Mullerian Hormone (AMH)

AMH adalah hormon yang diproduksi oleh folikel kecil di ovarium yang mengandung sel telur yang belum matang. Hormon ini memberikan gambaran tentang cadangan sel telur, yang berarti hormon ini merupakan bagian untuk mengetahui potensi kesuburan mereka. Kadar AMH yang tinggi menunjukkan jumlah sel telur yang lebih banyak, sedangkan kadar AMH yang rendah dapat menunjukkan berkurangnya cadangan. Kemudian seperti apa jumlah kadar AMH? berikut level perhitungan AMH berdasarkan usia.

Level Perhitungan AMH

Kadar AMH “normal” bervariasi tergantung pada usia, tetapi panduan umumnya adalah:

20-24 tahun: 29,27 – 48,55 pmol/L

25-29 tahun: 26,42 – 42,13 pmol/L

30-34 tahun: 20,71 – 34,99 pmol/L

35-39 tahun: 10,71 – 24,99 pmol/L

40-44 tahun: 3,57 – 15,71 pmol/L

45 tahun ke atas: di bawah 7,14 pmol/L

Melihat level dari angka tersebut memberikan informasi untuk dapat mempertimbangkan  perawatan kesuburan, karena kadar AMH yang lebih tinggi dapat menunjukkan respons yang lebih baik terhadap stimulasi IVF. Meski demikian sister dengan AMH yang rendah tidak selalu berarti tidak bisa hamil karena masih banyak faktor yang menjadi penyebab infertilitas.

Hubungan Kadar AMH dan Kesuburan

Hal yang perlu kita ketahui bahwa wanita usia reproduksi akan memiliki kadar AMH normal antara 1,0 dan 4,0 ng/mL. Sedangkan kadar AMH yang paling baik untuk stimulasi IVF berkisar antara 1,0 hingga 3,5 ng/mL.

Dengan mengetahui kadar AMH dapat memberikan wawasan mengenai jumlah sel telur yang tersisa di ovarium, apakah ovarium itu mungkin menua dengan kecepatan yang lebih cepat, dan seberapa efektif sister merespons obat penyuntikan kesuburan.

Namun, hal kadar AMH tidak dapat memprediksi kehamilan berhasil. Faktor-faktor lain juga harus dipertimbangkan, seperti usia, jumlah dan motilitas sperma, merokok, kondisi medis yang sudah ada sebelumnya, atau masalah kesehatan lainnya, seperti ovulasi yang tidak teratur, tuba falopi yang tersumbat, endometriosis, jaringan parut panggul, dan sebagainya.

Setelah pemaparan tersebut, sister dapat mengetahui ternyata hormon AMH memainkan peran krusial dalam memahami kesehatan ovarium dan kesuburan. Dengan mengetahui apa itu hormon AMH dan bagaimana pengaruhnya terhadap program kehamilan, tentunya sister dapat membuat keputusan yang lebih tepat tentang langkah-langkah yang perlu diambil dalam perencanaan. Langkah lebih lanjut sister dapat melakukan konsultasi dengan dokter untuk tes hormon AMH dan mendapatkan panduan yang tepat untuk situasi yang sister hadapi. Untuk informasi menarik lainnya follow Instagram @menujuduagaris.id.

Referensi

  • https://www.medparkhospital.com/en-US/disease-and-treatment/anti-mullerian-hormone-test
  • https://www.apricityfertility.com/uk/blog/can-you-increase-your-amh-levels
  • https://www.morulaivf.co.id/id/blog/hormon-amh-anti-mullerian-hormone/

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

Pentingnya Analaisis Semen untuk Mengetahui Infertilitas pada Pria

October 28, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Tes jumlah sperma dapat dilakukan melalui analisis air mani. Dimana air mani adalah cairan yang mengandung sperma (ditambah zat gula dan protein lainnya) yang dikeluarkan saat ejakulasi. Tes ini dapat memberi tahu paksu tentang kesuburan. Mengingat Sekitar 40% pasangan usia subur di Indonesia mengalami masalah infertilitas, dengan 10% di antaranya disebabkan oleh faktor pria.

Nantinya hasil dari analisis untuk mengetahui bentuk, gerakan, pH, volume, pencairan, jumlah sperma, dan penampilan sperma. MDG pada kesempatan kali ini akan mengajak sister dan paksu untuk memahami cairan dalam air mani, yang fungsinya untuk memahami infertilitas. Baca sampai habis ya!

Memahami Komposisi Cairan Mani

Air mani mengandung sperma, yang merupakan sel reproduksi. Sperma memiliki bentuk yang unik, mirip dengan kecebong. Kepala mengandung materi genetik (DNA) yang membuahi sel telur, dan ekor membantunya “berenang” melalui sistem reproduksi wanita. Air mani juga mengandung cairan yang melumasi uretra dan memungkinkan sperma untuk disimpan di bagian belakang vagina. Selain itu, air mani mengandung protein, vitamin, dan mineral untuk memberi bahan bakar bagi sel sperma.

Dr. Eeson juga menjabarkan secara perinci melalui bootcamp MDG dan Sunfert pada tema “Faktor Kesuburan Pria”, dimana Sebagian besar cairan dalam air mani terdiri dari sekresi dari organ reproduksi pria. Air mani mengandung asam sitrat, asam amino bebas, fruktosa, enzim, fosforilkolin, prostaglandin, kalium, dan seng.

• 46 hingga 80 persen cairan diproduksi oleh vesikula seminalis

• 13 hingga 33 persen oleh kelenjar prostat

• 5 persen dari testis dan epididimis

• 2-5 presen dari Kelenjar bulbouretra dan uretra

Mengapa Penting menjalani analisis air mani?

Setelah memahami komposisi pada air mani, hal ini menjadi lsangat penting bagaimana analisis air mani  menjadi tindakan yang sering kali direkomendasikan saat pasangan mengalami masalah untuk hamil. Tes ini akan membantu dokter menentukan apakah seorang pria mandul. Analisis ini juga akan membantu menentukan apakah jumlah sperma rendah atau disfungsi sperma merupakan alasan di balik infertilitas.

Analisis semen adalah langkah penting dalam mendeteksi dan mendiagnosis infertilitas pada pria. Dengan memahami parameter yang terlibat dan prosedur pengambilan sampel, dokter dapat memberikan penanganan yang tepat bagi pasien yang mengalami masalah kesuburan. Setelah masalah diketahui maka sister dan paksu akan mendapatkan akar permasalahan yang berhubungan dengan infertilitas yang sister dan paksu hadapai. Untuk informasi menarik lainnya jangan lupa follow Intagram @menujuduagris.id

Referensi

  • Ferial, E. W., Soekendarsi, E., & Utami, I. P. (2018). Deteksi dini suspek infertilitas berdasarkan analisis makroskopik spermatozoa manusia. In Prosiding Seminar Nasional Biologi dan Pembelajarannya (pp. 437-442).
  • https://www.healthline.com/health/semen-analysis#procedure
  • https://www.spermbankcalifornia.com/blog/4-key-facts-about-semen-analysis-for-fertility-testing

 

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

Memahami Morfologi Sperma sebagai Momok Infertilitas Pria

October 28, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Infertilitas pria merupakan masalah kesehatan yang signifikan, di mana kualitas sperma berperan penting dalam menentukan kesuburan. Morfologi sperma, merupakan struktur sperma yang memiliki parameter utama dalam analisis kesuburan. Kelainan morfologi dapat berkontribusi pada kesulitan dalam mencapai kehamilan, untuk itu MDG ini memberikan pemahaman tentang morfologi sperma hal ini berdampak pada kebenaran identifikasi dan mengatasi masalah infertilitas

Apa itu morfologi sperma?

Morfologi sperma mengacu pada bentuk sperma, yang meliputi ukuran kepala dan kandungan DNA kepala (ditunjukkan oleh pewarnaan warna inti), tampilan bagian tengah, dan struktur ekor. Bentuk kepala penting karena dapat mempengaruhi kemampuan sperma untuk menembus permukaan luar sel telur wanita untuk membuahinya.

Cara analisis morfologi sperma melalui air mani untuk memeriksa sel sperma di bawah mikroskop. Analisis air mani juga akan memeriksa motilitas (kemampuan bergerak) dan konsentrasi sperma yang ada. Sedangkan untuk standar setiap pria, subur atau tidak subur, memiliki persentase sperma berbentuk abnormal yang berbeda-beda

Loma Linda Center for Fertility & IVF menggunakan Kruger Strict Criteria untuk mengevaluasi morfologi sperma, yang digunakan oleh sebagian besar dokter. Berikut ini adalah skor Kruger Strict Criteria dan penjelasannya: 4-14 persen – kesuburan sedikit menurun sedangkan 0-3 persen – kesuburan sangat terganggu. Sedangkan menurut kriteria WHO, untuk sperma dianggap normal, setidaknya 4% dari total jumlah sperma harus memiliki morfologi yang sesuai.

Penyebab Kelainan Morfologi

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan sperma berbentuk abnormal termasuk peningkatan suhu testis, paparan bahan kimia beracun, infeksi, dan sifat genetik. Istilah medis untuk saat seorang pria memiliki sejumlah besar sperma berbentuk abnormal adalah teratozoospermia atau teratospermia.

Morfologi dan Kompleksitas Analisis Sperma

Tes morfologi sperma hanyalah salah satu komponen dari analisis air mani secara umum. Laboratorium, praktik medis, dan dokter yang berbeda mungkin menyertakan proses yang berbeda sebagai bagian dari pengujian analisis sperma mereka.

Faktor-faktor lain dan kadar hormon yang biasanya dinilai selama analisis air mani meliputi: vitalitas, atau persentase sperma yang hidup, motilitas, atau pola gerakan umum dan kemampuan bergerak sperma, konsentrasi air mani, volume cairan total air mani, pencairan, atau seberapa cepat air mani mencair untuk memudahkan perjalanan sperma, jumlah atau hitungan sperma total, ketebalan (viskositas) air mani, penampakan air mani, pH air mani, sel asing lain dalam air mani, bakteri, testosterone, globulin pengikat hormon seks (SHBG), hormon perangsang folikel (FSH), prolactin, estradiol, Bentuk dan fungsi DNA.

Penanganan dan Pengobatan

Melihat bagaimana kompleksitas itu ada maka secara tidak langsung tetap ada pengobatan terutama bagi teratozoospermia atau teratospermia. Pertama adalah pengobatan alami melalui perubahan gaya hidup seperti berhenti merokok dan konsumsi alkohol, mengonsumsi makanan kaya anti oksidan, asam amino dan L-Carnitine, asam lemak kaya omega 3, baik suplemen atau dalam bentuk ikan. Sedangkan pada Tindakan non-medis dapat dilakukan inseminasi intrauterin IUI atau fertilisasi in vitro atau injeksi sperma intrasitoplasma.

Faktanya memahami berbagai jenis kelainan dan dampaknya terhadap infertilitas sangat penting bagi sister maupun paksu yang mengalami kesulitan hamil. Dengan diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai, banyak masalah infertilitas dapat diatasi. Untuk informasi menarik lainnya follow Instagram @menujuduagris.id. 

Referensi

  • https://lomalindafertility.com/infertility/men/sperm-morphology/
  • https://rsud.tulungagung.go.id/kelainan-sperma-yang-harus-diwaspadai-oleh-pria-apa-saja/
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/318963#other-fertility-factors
  • https://www.halodoc.com/artikel/mengenal-teratozoospermia-penyebab-dan-cara-mengatasinya?srsltid=AfmBOorvrfiNBw3wQUC1WiWYkdJEUJegaT6OxdFxjEKx48EYrxJfNIuQ

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

Penerapan Teknik Cognitive Behavior Therapy (CBT) dalam Mengurangi Rasa Cemas pada IVF

October 27, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Meski permasalahan infertilitas adalah tentang suami dan istri, namun tetap saja perempuan dalam hal ini lebih banyak mengalami gangguan psikologis seperti mengalami kecemasan, stress, perubahan suasana hati merasa tidak berdaya bahkan depresi. Salah satu permasalahan penting yang dihadapi oleh wanita dengan infertilitas yakni kecemasan, mengapa ini terjadi? Karena posisi perempuan yang akan membawa keberhasilan kehamilan dimana bayi berada dalam rahim perempuan hingga bayi ini dilahirkan, dalam beberapa kasus salah satunya adalah program IVF. MDG akan mengajak sister dan paksu melihat mengapa ini terjadi dan bagaimana penerapan CBT dapat membantu, baca sampai akhir ya!

Teknik Cognitive Behavior Therapy (CBT) dan IVF

Melalui salah satu rentetan boot camp yang diadakan oleh MDG dan Sunfert Mr. CT Ong  yang menjadi salah satu pembicara turut memaparkan bagaimana stress ini terjadi terutama semasa program IVF, berikut beberapa alasan yang disebutkan oleh Mr. CT Ong tentang penyebab stress pada program IVF

Oleh sebab itu diperlukan suatu terapi yang dapat memunculkan pemikiran positif  mengenai infertilitas yang sister hadapai agar dapat mengurangi kecemasan. Salah satu terapi yang efektif untuk kecemasan dan memfokuskan pada pemikiran atau keyakinan negatif dan perubahan perilaku adalah Cognitive Behavior Therapy (CBT). Para terapis kognitif behavior mempercayai pikiran menjadi penyebab masalah emosional dan perilaku, fokus pendekatan ini adalah merubah cara berfikir.

Dr. Dormar menjelaskan bahwa ada banyak alasan mengapa program CBT berhasil bagi wanita yang menjalani perawatan kesuburan. Alasan utamanya adalah ketika seorang wanita stres dan depresi, tubuhnya tampaknya merasakan bahwa itu bukan saat yang tepat untuk hamil. Yang membuat program pengurangan stres pikiran/tubuh menjadi sukses adalah kombinasi dari pembelajaran teknik relaksasi bersama dengan dukungan sosial/emosional yang diberikan para wanita satu sama lain saat berbagi pengalaman mereka.

Ilustrasi CBT 

Dikutip dari Fertility Institute, dengan melakukan proses penelitian yang melibatkan perempuan untuk mengikuti program pengurangan stres pikiran/tubuh yang intensif dan memakan waktu selama 10 sesi di The Dolmar Center for Mind/Body Health. 

Mereka diajari teknik relaksasi harian, berbagai strategi pengelolaan stres, dan diberikan saran untuk kebiasaan gaya hidup sehat, seperti tidak merokok, mengurangi kafein, alkohol, atau menghindari olahraga berat. Salah satu latihan ini berfokus pada “restrukturisasi kognitif”, di mana para wanita diminta untuk berbagi pikiran negatif yang berulang. 

Beberapa wanita memiliki pikiran umum seperti “Saya tidak akan pernah bahagia kecuali saya punya bayi,” atau “Ini salah saya karena menunggu terlalu lama, ” namun melalui serangkaian latihan, pikiran-pikiran ini direstrukturisasi. Para peserta diajari untuk mengganti perasaan negatif mereka dengan pikiran yang lebih positif tetapi realistis. Misalnya, mengulang afirmasi positif harian seperti “Saya melakukan semua yang saya bisa untuk memiliki bayi yang sehat.” Dan berbagai macam rekonstruksi pemikiran positif lainnya. 

CBT merupakan alat yang sangat berguna bagi sister dan paksu terutama yang sedang menjalani IVF, dengan manfaat signifikan dalam mengurangi stres, meningkatkan dukungan emosional, serta berpotensi meningkatkan peluang kehamilan. Dengan pendekatan ini, sister tidak hanya mendapatkan bantuan untuk mengatasi tantangan emosional tetapi juga membangun keterampilan untuk menghadapi perjalanan perjuangan menuju dua garis. Untuk informasi menarik lainnya follow Instagram @menujuduagris.id.

Referensi

  • Syafitrah, D., & Widyana, R. (2019). Pengaruh Group Cognitive Behavioral Therapy untuk Menurunkan Kecemasan pada Wanita Infertilitas Primer. Jurnal Psikologi, 15(1), 1-9.
  • Faramarzi, M., Pasha, H., Esmailzadeh, S., Kheirkhah, F., Heidary, S., & Afshar, Z. (2013). The effect of the cognitive behavioral therapy and pharmacotherapy on infertility stress: a randomized controlled trial. International journal of fertility & sterility, 7(3), 199.
  • https://fertilityinstitute.com/increasing-your-ivf-success-through-mind-body-stress-reduction-programs/

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

Mengenal Metode Mindbody Fertility untuk Mengurangi Gejala Stress

October 27, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Banyak faktor yang menjadi pemicu Infertilitas tidak hanya dari fisik tetap juga psikis, salah satunya adalah stres emosional, stres hubungan, dan stres pada tubuh. Sehingga membutuhkan cara bagaimana memprogram mindbody fertility untuk kesuburan untuk mengurangi gejala stres bagi wanita dan pasangannya yang sedang berusaha untuk hamil. MDG sangat antusias membagikan bagaimana mindbody fertility ini dapat dilakukan oleh sister, dan menjadi salah satu metode yang dapat mensukseskan program kehamilan yang sedang sister dan paksu jalanin. Untuk itu baca sampai habis ya!

Memahami Mindbody Fertility

Mind-Body didefinisikan sebagai sebuah praktek yang berfokus pada interaksi antara otak, pikiran, tubuh, dan perilaku, dengan tujuan untuk menggunakan pikiran untuk mempengaruhi fungsi fisik dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Menurut National Center for Complementary and Integrative Health, program ini mencakup sekelompok besar terapi seperti meditasi, tai chi, yoga, dan teknik relaksasi (relaksasi progresif, imajinasi terbimbing, biofeedback, self-hypnosis, latihan pernapasan dalam, dan pelatihan autogenik).

Hipnosis, meditasi, yoga, biofeedback, tai chi, dan imajinasi visual, yang termasuk dalam program mind -body, menginduksi relaksasi dan meningkatkan interaksi pikiran dengan fungsi tubuh, yang dianggap berdampak positif pada aspek kognitif, psikologis, dan fisiologis pada wanita infertil dengan menyebabkan relaksasi dalam hubungan antara otak, pikiran, tubuh, dan perilaku.

Sudut Pandang Penelitian

Frederiksen et al melakukan meta analisis dengan menggabungkan total 39 studi termasuk konseling, terapi perilaku kognitif, intervensi mindbody; meditasi, hipnosis, pernapasan, dan relaksasi otot; psikoedukasi, terapi suportif, dan intervensi menulis sebagai intervensi psikologis dan melaporkan bahwa intervensi ini menyebabkan efek signifikan pada pengurangan emosi negatif seperti kecemasan dan depresi, sehingga menunjukkan hasil yang kontras.

Metode mindBody fertility menawarkan pendekatan holistik untuk mengatasi stres terkait kesuburan dengan memadukan teknik relaksasi, dukungan emosional, dan Pendidikan/pengetahuan tentang kesehatan mental. Dengan mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan mental, sister dapat meningkatkan peluang untuk berhasil dalam perjalanan menuju kehamilan. Untuk informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris,id.

Referensi

  • Elkins G, Fisher W, Johnson A. Mindebody therapies in integrative oncology. Curr Treat Options Oncol. 2010;11(3-4):128e40
  • National Center for Complementary and Integrative Health. ‘Mind and body practices’, ‘relaxation techniques for health’ [Internet]. Bethesda: National Center for Complementary and Integrative Health; 2017 [cited 2020 Nov 20]. Available from: https://www.nccih.nih.gov/health/mind-and-bodypractices
  • Memorial Sloan Kettering Cancer center. Mind-body therapies [Internet]. New York: Memorial Sloan Kettering Cancer center; 2020 [cited 2020 Nov 20]. Available from: https://www.mskcc.org/cancer-care/diagnosis-treatment/ symptom-management/integrative-medicine/mind-body
  • Wahbeh H, Elsas SM, Oken BS. Mind-body interventions: applications in neurology. Neurology. 2008;70(24):2321e8. https://doi.org/10.1212/01.wnl.0000314667.16386.5e
  • Frederiksen Y, Farver-Vestergaard IF, Skovgård NG, Ingerslev HJ, Zachariae R. Efficacy of psychosocial interventions for psychological and pregnancy outcomes in infertile women and men: a systematic review and meta-analysis. BMJ Open. 2015;5(1):e006592. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2014-006592
  • http://mindandbodyfertility.com/

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

  • Page 1
  • Page 2
  • Page 3
  • Page 4
  • Go to Next Page »

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Ketika Embrio Tampak Baik, Tapi Kehamilan Tak Kunjung Datang: Peran Sunyi Epigenetik Sperma dalam Kegagalan FET
  • Memahami Adenomyosis dan Dampaknya terhadap Kesuburan serta Program Bayi Tabung
  • Karena dalam Promil Modern, Sel Sperma Juga Perlu Perhatian yang Sama Seriusnya
  • Kenapa Usia Ayah Bisa Berpengaruh ke Perkembangan Anak?
  • Mengenal PCOS Lebih Dalam: Bukan Sekadar Haid Tidak Teratur, tapi Cerita Tubuh yang Kompleks

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.