• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Archives for January 2024

Kenali Hormon AMH yang Bisa Memprediksi Peluang Kehamilan

January 14, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Penting bagi pasangan suami-istri yang sedang mempersiapkan kehamilan untuk melakukan tes kesuburan. Selain analisis sperma untuk suami, penting juga untuk mengetahui jumlah sel telur yang dihasilkan istri. Salah satu caranya adalah dengan mengecek kadar Anti Mullerian Hormone (AMH) pada tubuh. AMH merupakan salah satu hormon yang dihasilkan oleh organ reproduksi yang berada di testis dan ovarium. Dengan mengetahui kadar AMH dalam tubuh, seseorang juga dapat mengetahui seberapa banyak cadangan ovarium yang berperan dalam menentukan tingkat kesuburan organ reproduksi perempuan. Mengetahui jumlah sel telur yang dihasilkan oleh tubuh akan memudahkan kita untuk menentukan treatment kesuburan dan program hamil yang sesuai.

Kadar AMH diketahui tetap stabil selama masa kehamilan dan selama pemberian kontrasepsi oral, karena itu AMH dapat digunakan sebagai parameter endokrin untuk memprediksi cadangan ovarium. Walau peran AMH pada ovarium masih perlu diteliti lebih lanjut, namun penelitian menemukan bahwa hormon ini dapat mengukur usia reproduktif seseorang dengan lebih baik dibanding melalui usia kronologisnya. Hormon AMH seseorang berbeda-beda tergantung usia. Kadar hormon ini akan terlihat jelas selama masa reproduksi dan akan menurun seiring bertambahnya usia kemudian hormon ini akan hilang pada saat seseorang mengalami menopause.

Indikasi Tes Hormon AMH

Biasanya tes hormon AMH dilakukan untuk keperluan rangkaian proses fertilisasi in vitro (bayi tabung) untuk melihat cadangan ovarium calon ibu. Tes ini akan mengukur kuantitas dan kualitas cadangan sel telur yang dimilikinya. Semakin tinggi dan baik kualitas cadangan ovarium calon ibu, maka semakin besar probabilitas kesuksesan program bayi tabungnya.

Selain untuk keperluan bayi tabung, tes hormon AMH juga dapat dilakukan untuk memperkirakan masa menopause seorang perempuan atau untuk mendiagnosis PCOS (polycystic ovarian syndrome). Sedangkan pada anak-anak, prosedur ini dapat digunakan untuk membantu diagnosis ambiguous genitalia.

Fungsi pengecekan AMH untuk program hamil

Pengecekan kadar AMH dilakukan dengan mengambil sampel darah pasien untuk melihat tingkat produksi ovum dari organ reproduksi perempuan yang disebut egg timer. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tes ini dilakukan untuk mengetahui jumlah cadangan sel telur seorang wanita. Selain itu tes AMH juga bisa mengidentifikasi kapan seseorang akan mengalami menopause dini, mendiagnosis PCOS (polycystic ovarian syndrome), mendeteksi dini kambuhnya kanker, endometriosis atau berbagai penyakit lainnya yang berhubungan dengan ovarium.

 

Rata-rata jumlah sel telur yang dimiliki seorang perempuan dalam indung telur adalah sebanyak satu sampai dua juta. Sel telur ini akan keluar pada saat menstruasi setiap bulan sampai seseorang mengalami menopause. Maka dari itu jumlah sel telur pada perempuan akan terus berkurang seiring bertambahnya usia. Perempuan yang berusia sekitar 20 tahun memiliki sel telur sebanyak 200.000 buah. Sedangkan pada usia 30 sampai 40 an, jumlah sel telur akan berkurang hingga sekitar 2.000 saja. Semakin tinggi kadar tes AMH seseorang, maka kemungkinan tingkat kesuburan reproduksinya semakin besar. Sebaliknya, jika kadar tes AMH seseorang rendah, maka tingkat kesuburannya akan semakin kecil.

 

Kadar AMH yang rendah merupakan kondisi alami yang dapat dialami setiap wanita, namun ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan organ reproduksi. Simak caranya di sini

 

Prosedur Tes AMH

AMH diukur dengan mengambil sampel darah dari lengan pasien. Yuk, simak prosedurnya di bawah ini:

 

  1. Area pengambilan darah akan dibersihkan dengan antiseptik untuk membunuh kuman.
  2. Lengan atas akan diikat oleh perban elastis agar aliran darah di lengan dapat terkumpul.
  3. Setelah vena ditemukan, darah kemudian akan diambil dengan cara menyuntikan jarum steril ke pembuluh darah.
  4. Ketika jumlah darah yang diambil dirasa sudah cukup, suntikan akan dilepas dan bagian yang disuntik akan ditutup dengan perban.
  5. Prosedur ini biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit. Pasien mungkin akan merasa sedikit nyeri saat jarum disuntikkan atau dilepaskan.

 

Interpretasi hasil tes AMH

Pada wanita usia subur (15-49 tahun), kadar AMH rendah dapat menjadi tanda jumlah dan kualitas sel telur rendah. Hal ini berkaitan dengan adanya gangguan kesuburan pada seorang wanita. Kadar AMH yang rendah juga dapat mengindikasi adanya gangguan fungsi kelenjar ovarium.

 

Kadar AMH yang menurun menandakan kemungkinan menopause. Sementara kadar AMH yang rendah normal ditemukan pada perempuan sebelum pubertas dan setelah menopause.

 

Kadar AMH tinggi seringkali ditemukan pada penderita PCOS, namun untuk menegakkan diagnosis perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pada wanita yang menderita kanker ovarium, penurunan kadar AMH menandakan respon baik terhadap pengobatan sedangkan kadar AMH yang meningkat menunjukkan berulangnya kanker.

 

Kalau hasil tes AMH tidak normal, kita harus apa dong?

Hasil tes AMH yang tidak normal biasanya akan dikonfirmasi dengan pemeriksaan lainnya. Pemeriksaan tersebut meliputi tes kadar hormon estradiol dan FSH, yaitu hormon yang berperan dalam fungsi reproduksi wanita.

 

Nah, sekarang udah tahu kan pentingnya melakukan tes hormon AMH? Yuk segera periksakan dirimu demi kelancaran program hamil yang mau kamu jalani!

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

3 Jenis Test Pack dan Cara Penggunaannya

January 14, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

  • Test Pack Strip

Test Pack ini berupa strip plastik dan bentuknya kecil serta sangat ringan. Cara menggunakannya yaitu:

  1. Siapkan wadah untuk menampung urin Anda. Bisa juga urin langsung diguyur ke Test Pack tetapi yang perlu diperhatikan agar urin tidak melebihi garis batas yang ada.
  2. Setelah urin ditampung, celupkan Test Pack Strip ke wadah dengan bagian putihnya.
  3. Celupkan sampai batas garis MAX.
  4. Tunggu kurang lebih 5-10 detik lalu angkat Test Pack
  5. Tunggu sekitar 10 menit sampai warna garis sudah tidak berubah lagi.
  6. Bila muncul dua garis merah, Anda hamil. Bila satu garis atau tidak ada garis, menunjukkan Anda tidak sedang hamil.
  • Test Pack Digital

Alat ini berupa stik panjang dengan bagian ujung yang terpasang strip untuk menyerap urin. Setelah digunakan, alat ini bisa dipakai lagi dengan cara mengganti strip di dalamnya. Tidak seperti Test Pack strip yang menunjukkan jumlah garis, Test Pack digital akan menunjukkan tulisan yes atau no. Karena lebih praktis dan dapat digunakan berulang (tinggal ganti baterai bila habis), harga Test Pack digital lebih mahal. Cara penggunaannya sama dengan Test Pack Strip ya. 

  • Pregnancy Cassette Test

Alat tes kehamilan ini berupa stik yang digunakan dengan cara meneteskan urin pada alat tersebut. Cara menggunakannya:

  1. Buka kemasan Test Pack, lalu pegang ke arah urin saat buang air kecil.
  2. Pegang alat ini dengan posisi ujung resapan menghadap ke bawah selama 10 detik hingga ujung resapan basah terkena urin.
  3. Jangan membasahi jendela / tempat penunjuk hasil.
  4. Dalam waktu 3 menit, hasil akan keluar. Jika dalam waktu 3 menit garis merah belum juga keluar, tunggu 1 menit lagi. Hasil positif baru akan keluar 1 menit lebih lama tergantung dari banyaknya konsentrasi hCG.
  5. Jika selama 3 menit belum ada hasil yang keluar, hal ini bisa disebabkan karena ujung resapan pada alat kurang dibasahi urin. Ingat bahwa ujung resapan dibasahi oleh urin yang dikeluarkan minimal 10 detik.
  6. Bila hasil positif, akan ada garis merah pada tempat penunjuk hasil.

Setiap Test Pack memiliki indikator hasil yang berbeda-beda. Ada yang satu atau dua garis, simbol (+) atau (-), hingga kata “hamil” atau “tidak hamil”. Apabila tidak keluar indikator hasil apapun pada alat tes kehamilan, berarti ada kesalahan dalam menggunakannya dan Anda perlu melakukan tes ulang.

Perlu diketahui juga, bahwa tingkat sensitivitas setiap alat Test Pack berbeda- beda terhadap hCG. Jika hasil satu alat Test Pack membuat Anda ragu, Anda bisa mencoba lagi menggunakan Test Pack jenis lain.

Jika Anda mengalami gejala awal kehamilan namun ketika melakukan tes hasilnya negatif, lakukan kembali tes dengan Test Pack 3-5 hari sesudahnya. Anda juga disarankan untuk tidak mengkonsumsi obat-obatan, rokok, dan minuman beralkohol untuk mendapatkan hasil yang akurat.

Bila hasil Test Pack menunjukkan Anda positif hamil, segera pergi ke dokter kandungan agar kehamilan bisa dipastikan lagi dengan hasil USG dan Anda bisa melakukan pemeriksaan kehamilan lain.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

Salah Pakai Test Pack Bisa Berakibat Fatal, Yuk Simak Cara Pakai yang Benar!

January 14, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Cara kerja Test Pack terkesan praktis dan sederhana, tetapi bila penggunaanya tidak tepat ternyata dapat menunjukkan hasil yang tidak akurat. Karena itu perlu untuk mengetahui jenis Test Pack dan cara penggunaannya dengan benar bagi para calon Ibu yang ingin mengetahui apakah Anda hamil atau tidak.

 

Seperti apa sih cara kerja Test Pack?

Test Pack atau alat tes kehamilan ini bekerja dengan mendeteksi hormon human chorionic gonadotropin (hCG) dalam urin kita. Hormon ini ada bila sel telur yang telah dibuahi menempel di dinding rahim. Kadar hormon ini akan meningkat seiring dengan usia kehamilan itu sendiri.

 

Apakah Test Pack akurat?

Tingkat keakuratan Test Pack adalah sebesar 90%, namun hasil yang kurang atau tidak akurat masih dapat terjadi. Contohnya bila Test Pack digunakan di waktu yang tidak pas atau cara penggunaan yang tidak benar.

 

Jangan menggunakan Test Pack ketika baru beberapa hari berhubungan intim karena hasilnya bisa negatif. Hal ini disebabkan, hCG belum dihasilkan atau masih sangat rendah. Anda bisa menggunakan Test Pack di hari pertama Anda terlambat haid atau 1-2 minggu setelah berhubungan intim. Untuk hasil yang lebih akurat, tunggu sampai Anda terlambat haid selama 1-2 minggu. Jika hasilnya positif, diperkirakan masa kehamilan Anda mencapai usia 6 minggu.

Selain itu, waktu yang paling pas untuk menggunakan Test Pack adalah di pagi hari ketika Anda barusan bangun dan urin yang dihasilkan akan lebih pekat. Hindari menggunakan Test Pack di siang hari ketika Anda sudah mengkonsumsi air banyak sehingga urin menjadi encer. Urin yang encer membuat hCG sulit dideteksi.

Jangan pula terburu-buru atau terlalu lama membaca hasil. Ada beberapa jenis Test Pack yang membutuhkan waktu beberapa menit untuk menunjukkan hasil yang akurat. Jangan pula terlalu lama membacanya yah, hal ini bisa mempengaruhi keakuratan hasil.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

Pejuang Dua Garis Wajib Tahu: 9 Kelainan Sperma yang Mengancam Kesuburan Pria

January 14, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Masalah kesuburan tentu menjadi hal utama yang dipertimbangkan oleh pasangan suami istri yang ingin memiliki keturunan. 

Bagi orang awam, kualitas dan kesehatan sperma biasanya diukur dari kekentalan dan jumlahnya, namun hal ini tidak sepenuhnya benar. Masih ada sejumlah faktor yang mempengaruhi kualitas sperma seperti jumlah, bentuk, dan pergerakan dari sperma. Jika ada masalah pada salah satu dari 3 faktor tersebut, maka bisa dikatakan Anda mempunyai kelainan sperma.

Yuk mengenali 9 kelainan sperma pada pria untuk membuka wawasan kita dan mencari pengobatan yang tepat. 

  1. Leukocytospermia

Kelainan ini menjadi pertanda adanya infeksi atau penyakit autoimun di dalam tubuh dan terjadi ketika ditemukan sel darah putih pada air mani. Sel darah putih dalam air mani inilah yang menyebabkan kerusakan pada sperma dan mempengaruhi kesuburan.

  1. Necrozoospermia

Kelainan ini terjadi ketika sel sperma dalam air mani mati dan tidak menunjukkan adanya pergerakan, sehingga menyebabkan ketidaksuburan pada pria. Penyebabnya sampai saat ini masih belum pasti.

  1. Oligoasthenoteratozoospermia (OAT)

Kelainan ini terjadi ketika jumlah, pergerakan, dan bentuk sperma tidak normal. OAT dibagi menjadi berdasarkan keparahannya, yaitu ringan, sedang, dan berat. Hal ini yang akan menjadi acuan dokter untuk memberikan pengobatan. Oh iya, kelainan ini juga merupakan penyebab ketidaksuburan yang paling sering dialami oleh pria.

  1. Teratozoospermia

Kelainan ini disebabkan oleh masalah genetik dan membuat bentuk sperma yang tidak normal sehingga mempengaruhi kemampuan sperma untuk bergerak atau berenang. Bentuk yang tidak normal ini misalnya sperma memiliki kepala atau ekor lebih dari satu, sementara bentuk sperma yang normal hanya punya satu kepala dan satu ekor.

  1. Asthenozoospermia

Kelainan ini terjadi saat pergerakan sperma (motilitas) tidak normal yaitu tidak berada pada satu garis lurus atau lingkaran besar sebagaimana normalnya sperma bergerak. Selain itu, minimnya jumlah sel sperma dalam air mani juga menyebabkan abnormalitas sperma ini.

  1. Oligozoospermia

Kelainan ini terjadi karena jumlah sel sperma dalam air mani sedikit dibandingkan normalnya. Bila tidak segera ditangani, kalianan ini menyebabkan kemandulan. Berbeda dengan OAT, kelainan sperma ini memiliki 4 tingkat yaitu ringan, sedang, berat dan ekstrim.

  1. Azoospermia

Kondisi kelainan ini terjadi ketika tidak ada kandungan sperma dalam air mani pria atau biasa disebut sperma kosong. Ada beberapa faktor yang menyebabkan azoospermia ini yaitu bisa karena cacat bawaan pada saluran reproduksi, kelainan genetik, hingga Infeksi Menular Seksual (IMS) yang tidak bisa diobati.

  1. Hypospermia

Seorang pria dikatakan menderita hypospermia bila air mani yang keluar sangat sedikit, yaitu kurang dari 1,5 ml. Hal ini disebabkan karena ketidakseimbangan hormon, disfungsi seksual, cacat saluran reproduksi, kelainan genetik serta ejakulasi retrograde.

  1. Aspermia

Bila pada azoospermia tidak ditemukan sel sperma pada air mani, kelainan aspermia terjadi ketika pria tidak mengeluarkan air mani ketika ejakulasi, jadi spermanya 0. Meski demikian, penderita kelainan ini masih tetap bisa mengalami orgasme.

Analisa sperma di laboratorium atau klinik kesuburan akan memberikan diagnosa kelainan sperma yang diderita. Jangan enggan memeriksakan diri ya!

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Ketika Stres Oksidatif Ayah Diam-Diam Membentuk Masa Depan Embrio
  • Ketika Embrio Tampak Baik, Tapi Kehamilan Tak Kunjung Datang: Peran Sunyi Epigenetik Sperma dalam Kegagalan FET
  • Memahami Adenomyosis dan Dampaknya terhadap Kesuburan serta Program Bayi Tabung
  • Karena dalam Promil Modern, Sel Sperma Juga Perlu Perhatian yang Sama Seriusnya
  • Kenapa Usia Ayah Bisa Berpengaruh ke Perkembangan Anak?

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.