• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Archives for December 2024

Ternyata penting untuk Mempertimbangkan Budidaya Blastokista setelah Biopsi

December 31, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Bagi sister dan paksu yang melakukan program kehamilan menggunakan reproduksi berbantu seperti  IVF hal yang paling krusial tentunya di keberhasilan transfer embrio. Sehingga pemahaman tentang perkembangan embrio setelah prosedur biopsi sangat penting untuk meningkatkan viabilitas dan keberhasilan transfer embrio.

Ternyata Salah satu temuan menarik adalah bahwa melakukan budidaya blastokista setelah biopsi dapat memberikan dampak positif terhadap kelangsungan hidup embrio. MDG akan mengupas lebih lanjut, baca sampai habis ya!

Apa itu Budidaya blastokista 

Blastokista adalah embrio yang telah berkembang selama lima sampai tujuh hari setelah pembuahan dan telah dibagi menjadi 2 jenis sel berbeda, yaitu trophectoderm dan massa sel dalam dan rongga sel berisi cairan (rongga blastocoel). Trophectoderm kemudian akan berkembang menjadi plasenta dan massa sel akan menjadi janin. Blastokista memiliki kulit terluar yang sangat tipis sehingga berpotensi meningkatkan kemungkinan implantasi ke dalam rongga rahim.

Umumnya embrio ditransfer ke rahim setelah 48 jam pada tahap sel ke 4-8. Pada pembuahan alami, embrio mencapai rongga rahim pada hari ke-5. Dengan tersedianya media terbaru, ada proses baru melalui budidayakan embrio di laboratorium sampai tahap blastokista. Prosedur pembudidayaan blastokista dan pemindahan embrio yang berumur 5 hari memfasilitasi pemilihan embrio berkualitas terbaik untuk dipindahkan ke dalam rahim ibu. 

Budidaya blastokista hadir sebagai teknik yang sangat membantu dalam memilih dan menilai kapasitas perkembangan embrio. Dengan cara pembudidayaan ini, dapat memilih dan mentransfer embrio-embrio yang dapat menimbulkan kehamilan. Karena faktanya bahwa tidak semua embrio manusia memiliki potensi untuk mencapai tahap blastokista, baik di dalam rahim maupun di laboratorium.

Keberhasilan dari budidaya blastokista adalah hasil dari perkembangan media yang dirancang untuk mendukung pengembangan blastokista, sebagai persyaratan dari embrio manusia yang berubah setelah dua hari pertama.

Apa kata Peneliti tentang ini?

Dalam sebuah penelitian dengan judul “Blastocyst re-expansion 1 hour after biopsy: an independent predictor of live birth. Fertility and Sterility, Menemukan Dalam siklus pengujian genetik non-pra-implantasi, praktik yang direkomendasikan berupa kolaps buatan blastokista sebelum vitrifikasi telah menjadi hal yang menonjol, meningkatkan viabilitas embrio yang di kriopreservasi, Dalam siklus pengujian genetik praimplantasi untuk aneuploidi (PGT-A), European Society of Human Reproduction and Embryology merekomendasikan vitrifikasi segera setelah biopsi untuk siklus PGT-A. 

Setelah mengetahui apa yang MDG paparkan, tetap harus diketahui bahwasanya pasangan yang memilih budidaya blastokista harus siap untuk kemungkinan bahwa tidak akan ada embrio yang cocok untuk ditransfer. Jika embrio tidak mencapai tahap blastokista di laboratorium maka sangat kecil kemungkinan mereka dapat ditanamkan jika mereka telah dipindahkan ke dalam rahim pada tahap awal. Setidaknya melakukan proses ini menjadi perlu untuk dipertimbangkan. Informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Elkhatib, I., Nogueira, D., Bayram, A., Abdala, A., Gonzales, R., Del Gallego, R., … & Fatemi, H. (2024). Blastocyst re-expansion 1 hour after biopsy: an independent predictor of live birth. Fertility and Sterility, 122(6), 1147-1149.
  • https://alphafertilitycentre.com/id/teknologi/transfer-blastokista
  • https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9101782/

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: #ivf #PTG, #IVF #sel telur, biopsi, blastokista

Ketahui yang Ternyata ada Hubungan Erat antara Mikrobiota Usus dan Kesuburan pada Perempuan

December 30, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Mikrobiota usus merupakan komponen penting dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan, tapi fakta menariknya adalah ia memiliki hubungan signifikan dengan kesuburan wanita. Wah kenapa bisa begitu ya, baiklah MDG akan menjelaskan lebih lanjut untuk itu baca sampai habis ya!

Pahami Definisi Mikrobiota Usus

Mikrobiota usus adalah kumpulan mikroorganisme yang luas dan kompleks yang sangat mempengaruhi kesehatan manusia. Sebelumnya, orang menyebut mikrobiota usus sebagai mikroflora usus.

Mikrobiota usus membantu berbagai fungsi tubuh, termasuk memanen energi dari makanan yang dicerna, melindungi dari patogen, mengatur fungsi kekebalan tubuh, memperkuat penghalang biokimia usus.

Lalu apa Hubungan dengan Kesuburan Perempuan?

Mikrobioma usus memainkan peran penting dalam kesehatan kita secara keseluruhan, dengan mayoritas mikroba tubuh kita berada di usus. Menariknya, sekitar 9% populasi mikroba wanita ditemukan di saluran reproduksi.

Mikrobiota usus, yang mencakup triliunan mikroorganisme, memiliki dampak signifikan pada sistem reproduksi endokrin dengan berinteraksi dengan hormon-hormon utama seperti estrogen, androgen, dan insulin. Interaksi ini menunjukkan bahwa mikrobioma usus mungkin terlibat dalam kondisi seperti Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) dan endometriosis, yang keduanya merupakan faktor risiko infertilitas.

Bagaimana dengan Mikrobioma vagina?

Mikrobioma vagina juga hadir sebagai salah satu faktor penting lainnya dalam kesehatan reproduksi, dengan Lactobacillus sebagai salah satu bakteri dominan di lingkungan vagina wanita sehat. Lactobacillus menghasilkan asam laktat, yang membantu mencegah pertumbuhan berlebih dari ragi, bakteri, dan virus yang berpotensi berbahaya. Penelitian menunjukkan bahwa ketika mikrobioma vagina tidak didominasi oleh Lactobacillus, hal itu dapat menyebabkan dysbiosis, yang telah dikaitkan dengan kegagalan implantasi dan tingkat kehamilan yang lebih rendah dalam IVF, meskipun tampaknya tidak mempengaruhi tingkat kelahiran hidup. Jika demikian, adakah solusi untuk keadaan tersebut?

Potensi Probiotik untuk keseimbangan Mikrobiota Usus

Perlu untuk menyeimbangkan mikrobiota usus, salah satunya menggunakan probiotik.  Potensi probiotik untuk meningkatkan hasil reproduksi merupakan bidang penelitian aktif, meskipun masih dalam tahap awal. Penelitian baru menunjukkan hasil yang menjanjikan. Misalnya, probiotik intravaginal yang mengandung Lactobacillus dapat mendukung kesuburan dan berpotensi meningkatkan angka kelahiran hidup pada wanita dengan vaginosis bakterial. Probiotik ini dapat memengaruhi mikrobioma endometrium dan juga dapat mengurangi angka keguguran.

Dalam konteks PCOS dan endometriosis, penelitian awal menunjukkan bahwa probiotik Lactobacillus dapat bermanfaat karena kadar Lactobacillus yang rendah diindikasikan pada kedua kondisi tersebut.

Cara menjaga Keseimbangan Mikrobiota Usus

Pola makan memainkan peran penting dalam menjaga mikrobioma usus yang sehat. Mengonsumsi mikroba makanan hidup yang ditemukan dalam makanan seperti kefir atau yoghurt dapat mendukung kesehatan usus. Selain itu, seperti yang terlihat di atas, mempertimbangkan probiotik yang didominasi Lactobacillus mungkin bermanfaat.

Pola makan yang mendukung keragaman mikrobiota usus juga direkomendasikan. Pola makan seperti itu biasanya kaya serat dan mencakup biji-bijian utuh, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, polong-polongan, dan kacang-kacangan. Pola makan bergaya Mediterania, yang menampilkan polong-polongan, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, biji-bijian, daging tanpa lemak, ikan berminyak, dan minyak zaitun murni, telah terbukti mendukung

Setelah mengetahui informasi tersebut, sister penting untuk menjaga keseimbangan mikrobiota usus dengan menggunakan probiotik untuk meningkatkan kesuburan dan kesehatan sister secara keseluruhan. Informasi menarik lainnya kunjungin Instagram @menujuduagaris.id 

Referensi

  • https://www.morulaivf.co.id/id/blog/manfaat-probiotik-untuk-wanita/
  • https://nusantics.com/en/blog/masa-depan-bayi-dipengaruhi-microbiome-pada-ibu-hamil-ini-penjelasannya
  • https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7971312/
  • https://www.europeanfertilitysociety.com/fertility-and-the-microbiome-lv/

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: infertilitas, Keseuburan, mikrobiota usus, perempuan

Ketahui Fungsi melakukan Pemeriksaan Genetik Pra-Implementasi untuk Embrio

December 29, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Prosedur pemeriksaan genetik pra-implementasi (PGT-A, Preimplantation Genetic Testing for Aneuploidy) dilakukan sebagai salah satu langkah penting dalam proses fertilisasi in vitro (IVF) ia hadir berfungsi untuk mendeteksi kelainan kromosom pada embrio sebelum ditransfer ke rahim. Tentu saja prosedur ini dapat dipertimbangkan, terutama bagi sister dan paksu yang berisiko mengalami masalah genetik. Lebih lanjut MDG akan membahas sebagai berikut, baca sampai habis ya!

Mengetahui Serba-serbi Aneuploidi

Aneuploidi adalah kondisi di mana jumlah kromosom dalam sel tidak sesuai dengan jumlah normal, yaitu 46 kromosom pada manusia. Kondisi ini dapat berupa kekurangan (misalnya, 45 kromosom) atau kelebihan (misalnya, 47 kromosom) kromosom. 

Aneuploidi terjadi karena kesalahan pemisahan satu pasang kromosom saat pembelahan meiosis. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan aneuploidi, antara lain: Usia ibu yang lebih dari 35 tahun, Faktor lingkungan, Gaya hidup.

Ketika seorang anak dilahirkan dengan keadaan aneuploidi, berpotensi mengalami gangguan genetik seperti sindrom down, sindrom turner, dan sindrom klinefelter. Sedangkan pada ibu hamil keberadaan aneuploidi dalam embrio dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, atau kelainan lahir serius.

Tujuan dan Manfaat PGT-A

Tentunya setelah mengetahui dampak yang fatal tersebut, melakukan PGT-A memiliki banyak manfaat, diantaranya PGT-A memungkinkan identifikasi embrio dengan jumlah kromosom yang tidak normal sebelum proses transfer. Sehingga embrio yang dipilih untuk ditanamkan ke rahim adalah embrio yang memiliki peluang lebih tinggi untuk berkembang menjadi kehamilan yang sehat.

Dengan menghindari transfer embrio yang memiliki aneuploidi, risiko keguguran dapat diminimalkan. Yang terakhir tentunya PGT-A dapat meningkatkan tingkat keberhasilan kehamilan, terutama pada wanita yang lebih tua atau mereka yang memiliki riwayat keguguran berulang. Prosedur ini membantu memastikan bahwa hanya embrio yang sehat secara genetik yang dipindahkan ke rahim.

Proses PGT-A dimulai setelah fertilisasi sel telur dengan sperma di laboratorium, menghasilkan beberapa embrio. Embrio tersebut kemudian dikultur selama beberapa hari sebelum dilakukan biopsi untuk pengambilan sampel sel. Sampel ini dianalisis untuk menentukan apakah terdapat aneuploidi atau kelainan kromosom lainnya. Hasil analisis ini akan menentukan embrio mana yang akan ditransfer ke rahim.

PGT-A sangat dianjurkan untuk wanita berusia di atas 36 tahun, karena risiko aneuploidi meningkat seiring bertambahnya usia. Pasangan dengan riwayat keguguran berulang. Pasangan dengan riwayat keluarga penyakit genetik tertentu.

Dengan kemampuan untuk mendeteksi kelainan kromosom sebelum transfer embrio, PGT-A tidak hanya meningkatkan peluang keberhasilan kehamilan tetapi juga membantu sister dan paksu dalam merencanakan kehamilan yang lebih baik dan mengurangi risiko kelahiran anak dengan kelainan genetik serius. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Madjunkov, M., Sharma, P., Baratz, A., Glass, K., Abramov, R., Logan, N., … & Librach, C. (2024). Prenatal cell-free DNA screening for chromosomal aneuploidies after euploid embryo transfer shows high concordance with preimplantation genetic testing for aneuploidy results and low positive predictive values. Fertility and Sterility, 122(6), 1105-1113.
  • https://sunwayfertility.com.my/our-technology/genetic-testing/?lang=id
  • https://www.alodokter.com/apa-yang-bisa-didapatkan-dari-tes-dna
  • https://www.alomedika.com/cme-skp-identifikasi-kelainan-kromosom-dengan-non-invasive-prenatal-testing
  • https://kumparan.com/ragam-info/pengertian-aneuploidi-penyebab-dan-dampaknya-21QCGJTRZ1c
  • https://repository.karyailmiah.trisakti.ac.id/documents/repository/artikel_m-l-edy-parwanto-pedoman-penelitian-kanker-turnitin.pdf

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: #ivf #PTG, agar embrio menempel, kromosom

Ternyata Kontraktilitas Uterus Memiliki Hubungannya pada Fertilitas

December 27, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Kontraktilitas uterus merupakan salah satu aspek penting dalam fungsi reproduktif wanita. Kemampuan otot rahim untuk berkontraksi dan relaksasi memainkan peran kritikal dalam proses fertilisasi, mulai dari siklus menstruasi hingga implantasi embrio. Sehingga gangguan kontraktilitas uterus dapat mempengaruhi fertilitas secara negatif. MDG akan mencoba menjabarkan bagaimana proses tersebut dapat saling mempengaruhi, Baca sampai habis ya!

Definisi dan Fungsi Kontraktilitas Uterus

Kontraktilitas uterus merujuk pada kemampuan otot rahim (miometrium) untuk bergerak dan berubah bentuk. Ternyata proses tersebut berhubungan erat dengan regulasi hormonal, terutama oksitosin dan prostaglandin, yang memicu kontraksi otot rahim.

Peran dari kontraktilitas uterus penting dalam beberapa proses diantaranya adalah pada menstrual cycle ia dapat mengontrol aliran darah menstruasi. Kemudian pada persalinan, yang berperan memfasilitasi kelahiran anak. yang terakhir adalah implantasi embrio, dimana ia berperan dalam meningkatkan kemungkinan implantasi embrio pada endometrium.

Hubungan Antara Kontraktilitas Uterus dan Fertilitas

Ternyata memiliki hubungan yang erat antara kontraktilitas dan fertilitas pada transport sel telur, kontraktilitas uterus membantu dalam transportasi sel telur dari ovarium ke saluran falopi. Gangguan kontraktilitas dapat menghambat transportasi ini, sehingga mengurangi kemungkinan fertilitas.

Selain itu, kontraktilitas uterus juga mempengaruhi transportasi sperma melalui rahim. Fibroid uterus, misalnya, dapat mengganggu transportasi sperma dengan cara mengubah pola kontraksi uterus dan meningkatkan resistansi pada sperma.

Sebuah penelitian dengan judul “The Effect of Uterine Contractions on Fertility Outcomes in Frozen Embryo Transfer Cycles: A Cohort Study”  ditemukan  Pasien dengan peristaltik uterus <4,0 gelombang/menit sebelum transfer embrio memiliki peluang keberhasilan implantasi dan kehamilan yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang memiliki frekuensi kontraksi yang lebih tinggi.  Dari sini menunjukkan bahwasanya pengukuran frekuensi kontraksi uterus sebelum transfer embrio dapat membantu memprediksi hasil kehamilan.

 

Yang sister dan paksu juga dapat ketahui bahwasanya ada beberapa kondisi patologis yang dapat mempengaruhi kontraktilitas uterus dan fertilitas adalah, endometriosis Pertumbuhan jaringan endometrium di luar rahim dapat menyebabkan peradangan dan inflamasi kronis, yang mengganggu kontraktilitas uterus dan proses implantasi embrio. selain itu juga disebabkan oleh submucosal fibroid dapat mengubah struktur internal rahim dan mengganggu kontraktilitas uterus, sehingga menghambat transportasi sperma dan embrio serta mengganggu implantasi.

Setelah mengetahui itu semua diharapkan baik sister maupun paksu untuk lebih skeptis dengan keadaan yang kalian hadapi, Semoga informasi ini berguna dalam pemahaman lebih luas tentang bagaimana kontraktilitas uterus mempengaruhi proses reproduksi. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

 

Referensi

  • Masroor, M. J., Asl, L. Y., & Sarchami, N. (2023). The Effect of Uterine Contractions on Fertility Outcomes in Frozen Embryo Transfer Cycles: A Cohort Study. Journal of Reproduction & Infertility, 24(2), 132.
  • https://media.neliti.com/media/publications/398781-fibroid-uterus-dan-infertilitas-4fe798c4.pdf
  • https://jurnal.unitri.ac.id/index.php/biomed/article/download/3817/2017
  • https://herminahospitals.com/id/articles/infertilitas.html
  • https://staff.universitaspahlawan.ac.id/upload/riset/366-lampiran.pdf

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: gangguan kesuburan wanita, hamil, infertilitas

Gaya Hidup Ternyata menjadi Aspek yang Paling Penting pada Kesuburan Perempuan

December 26, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

 

Pada kesempatan kali ini MDG akan berfokus membahas tentang infertilitas pada perempuan, meskipun menurut data bahwa fertilitas atau kesuburan tidak hanya dialami oleh perempuan tapi juga turut dialami oleh pria, atau bahkan permasalahan yang disebabkan keduanya. Saat ini yang ingin MDG jelaskan lebih lanjut berfokus pada fertilitas perempuan yang dikaitkan pada makanan dan gaya hidup. Hal tersebut ternyata menjadi aspek yang sangat mempengaruhi loh, gimana menarik bukan? untuk itu baca sampai habis ya sister!

Infertilitas pada Perempuan

Infertilitas wanita didefinisikan sebagai infertilitas yang terutama disebabkan oleh faktor seperti gangguan ovulasi,ke berkurangnya cadangan ovarium, gangguan sistem reproduksi, atau penyakit kronis kelainan anatomi, endokrin, genetik, fungsional, atau imunologi pada sistem reproduksi, penyakit menahun dan kondisi seksual yang tidak memungkinkan untuk berhubungan seksual.

Infertilitas perempuan secara primer didiagnosis pada  yang belum pernah melahirkan anak. Sedangkan pada infertilitas sekunder pada perempuan dapat mempengaruhi perempuan yang telah melahirkan anak hidup atau yang mengalami keguguran tetapi pada saat yang sama tidak dapat hamil secara klinis. Endometriosis, fungsi ovarium yang tidak teratur, infeksi tuba, dan faktor serviks dan uterus merupakan patologi reproduksi yang paling umum; namun, etiologi beberapa kasus infertilitas wanita masih belum diketahui.

Selain faktor fisiologis yang berkaitan dengan usia, kesuburan wanita juga dipengaruhi oleh kondisi yang berkaitan dengan patofisiologi organ reproduksi dan beberapa faktor lain, seperti lingkungan dan gaya hidup. 

Lingkungan dan Gaya Hidup dan Pengaruhnya pada Infertilitas

Apa saja yang termasuk faktor lingkungan? diantaranya adalah pola makan dan aktivitas fisik, stres psikologis, faktor sosial ekonomi, BMI, merokok, alkohol, kafein, dan zat psikoaktif dalam konteks kesuburan. 

Sedangkan pada gaya hidup termasuk asupan kalori dan komposisi pola makan dalam bentuk vitamin, protein, lipid, karbohidrat, serta kandungan mineral, asupan tersebut terbukti memiliki peran penting dalam konteks infertilitas yang disebabkan oleh endometriosis dan gangguan ovulasi.

Terkait gaya hidup jika terutama pada aktivitas fisik memiliki temuan yang menari, bahwa frekuensi dan intensitas aktivitas fisik dapat mempengaruhi kesuburan secara berbeda. Pada olahraga intensif dapat mempengaruhi aksis hipotalamus-hipofisis, dapat menyebabkan amenore hipotalamus dan selanjutnya menyebabkan infertilitas. disisi lain Pada aktivitas fisik sedang direkomendasikan untuk meningkatkan fungsi ovarium dan kesuburan, terutama di kalangan wanita dengan obesitas atau tidak mampu menangani situasi yang membuat stres.

Setelah mengetahui banyak secara detail dan spesifik penyebab infertilitas pada perempuan, juga bagaimana pola hidup mempengaruhi secara signifikan kini waktunya sister untuk mulai mengolah dan berkonsultasi jika perlu. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Skoracka, K., Ratajczak, A. E., Rychter, A. M., Dobrowolska, A., & Krela-Kaźmierczak, I. (2021). Female fertility and the nutritional approach: the most essential aspects. Advances in nutrition, 12(6), 2372-2386.
  • https://fertility.womenandinfants.org/blog/fertility-diet
  • https://www.health.harvard.edu/blog/fertility-and-diet-is-there-a-connection-2018053113949

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: fertilitas, gaya hidup, hidup sehat, infertilitas, perempuan

Apakah Pemahaman tentang Fertilitas hanya Untuk Pejuang Dua Garis?

December 26, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Fertilitas, atau kesuburan, adalah kemampuan alami untuk mengandung dan melahirkan anak. Hal yang berhubungan dengan biologis ini akhirnya menjadi penting salah satunya melalui kesadaran akan fertilitas sangat penting bagi individu dan pasangan yang merencanakan untuk memiliki anak, karena berbagai faktor dapat mempengaruhi kemampuan ini. Dalam artikel ini, MDG akan membahas mengapa pengetahuan tentang fertilitas sangat penting, juga mengungkap faktor yang paling berpengaruh pada fertilitas. Baca sampai habis ya!

Pentingnya Memahami Infertilitas

Mengapa pembahasan ini jarang dibicarakan di ruang publik? bagaimana sebuah pemahaman tentang reproduksi, kesuburan, kemampuan untuk hamil, dan faktor risiko individu terkait (misalnya usia lanjut, faktor kesehatan seksual seperti infeksi menular seksual, dan faktor gaya hidup seperti merokok, obesitas) dan faktor risiko non-individu (misalnya faktor lingkungan dan tempat kerja); termasuk kesadaran tentang faktor sosial dan budaya yang mempengaruhi pilihan untuk memenuhi perencanaan keluarga reproduktif, serta kebutuhan membangun keluarga. 

Ternyata ruang fertilitas sangatlah kompleks dan menyangkut banyak hal dan ruang, tidak hanya biologis tapi juga budaya dan kontruksi yang beredar di masyarakat. Padahal Mengetahui dan sadar terkait fertilitas adalah hal yang sangat penting bagi individu dan pasangan. Dengan edukasi yang tepat tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kesuburan, serta pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, seseorang dapat meningkatkan peluang untuk memiliki anak dan mengurangi risiko infertilitas. Kesadaran ini juga akan membantu mengurangi stigma sosial terhadap infertilitas dan mendukung pasangan dalam perjalanan mereka menuju parenthood.

Sedangkan fakta di lapangan ditemukan bahwa banyak diantara kita yang juga mengalami infertilitas, baik yang dapat dijelaskan ataupun tidak. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Brandt dengan judul “Advanced paternal age, infertility, and reproductive risks: A review of the literature” menemukan usia lanjut wanita dan usia lanjut pria dikaitkan dengan fertilitas yang lebih rendah dan risiko yang lebih tinggi terhadap hasil kelahiran yang buruk. Hal ini dapat dikaitkan dengan studi tinjauan global baru-baru ini dari WHO yang menunjukkan prevalensi infertilitas seumur hidup rata-rata sebesar 17,5%, dengan perbedaan regional. 

 

Siapa saja yang Harus paham Tentang Fertilitas

 Tentu jawabannya adalah bagi semua orang baik pejuang dua garis, ataupun tidak karena jika semua orang paham dengan proses biologis seseorang, ini akan menjadikan diri mereka lebih melatih kepekaan dan rasa hormat. Tentu juga akan mengurangi stigma sosial yang beragam. Meski demikian menurut penelitian Sylvest, R dengan judul “How to talk to young adults about fertility” ditemukan bahwa untuk menyampaikan tentang fertilitas tidak bisa di disamaratakan dan perlu pendekatan yang ekstra dan personal sesuai dengan budaya dan norma yang berlaku di masyarakat. Informasi harus disesuaikan untuk audiens dan disampaikan pada tahap yang tepat dalam rentang hidup mereka, dimulai dengan memperkenalkan konsep-konsep utama saat mereka masih muda. Wah melihat keadaan tersebut ternyata tugas kita masih panjang ya sister, tapi jangan patah semangat ya karena semua usaha itu akan membuahkan hasil nantinya. Setidaknya sekitar kita akan bisa memahami apa yang PDG rasakan. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Brandt, JS, Cruz Ithier, MA, Rosen, T, Ashkinadze, E, 2019. Advanced paternal age, infertility, and reproductive risks: A review of the literature. Prenatal Diagnosis 39, 81–87. https:// doi.org/10.1002/pd.5402.
  • Sylvest, R., Koert, E., Balslev, J., Steenberg, M., Schmidt, L., & Ziebe, S. (2024). How to talk to young adults about fertility. Reproductive BioMedicine Online, 49(1), 103937.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: awareness, infertilitas, pejuang dua garis

  • Page 1
  • Page 2
  • Page 3
  • Interim pages omitted …
  • Page 6
  • Go to Next Page »

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Ketika Embrio Tampak Baik, Tapi Kehamilan Tak Kunjung Datang: Peran Sunyi Epigenetik Sperma dalam Kegagalan FET
  • Memahami Adenomyosis dan Dampaknya terhadap Kesuburan serta Program Bayi Tabung
  • Karena dalam Promil Modern, Sel Sperma Juga Perlu Perhatian yang Sama Seriusnya
  • Kenapa Usia Ayah Bisa Berpengaruh ke Perkembangan Anak?
  • Mengenal PCOS Lebih Dalam: Bukan Sekadar Haid Tidak Teratur, tapi Cerita Tubuh yang Kompleks

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.