• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

#IVF #sel telur

Pahami apa itu Nutraceutical dan pengaruhnya pada Kesehatan Reproduksi

January 20, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Tentu banyak sekali cara terutama yang direkomendasikan pada orang tua yang sedang menjadi pejuang dua garis. Baik dari gaya hidup kemudian pola makan dan juga alat berbatu seperti program fertilisasi in vitro (IVF). Melihat soal pola makan apakah sister dan paksu pernah mendengar apa yang disebut dengan nutraceuticals? jika belum MDG kali ini akan membahas lebih lanjut dan hubungannya dengan kesehatan reproduksi. Baca sampai habis ya!

Apa yang dimaksud dengan Nutraceutical 

Nutraceutical didefinisikan sebagai zat apa pun yang merupakan makanan atau bagian dari makanan, dengan manfaat kesehatan, selain nilai gizi dasar yang ditemukan dalam makanan. Selama beberapa tahun terakhir, nutraceutical menarik minat yang besar karena kandungan gizinya yang potensial, keamanannya, dan efek terapeutiknya.

Nutraceutical telah terbukti mengatur banyak proses biologis, termasuk hipoksia, stres oksidatif, peradangan, proliferasi sel, fibrosis, apoptosis, penuaan sel, angiogenesis, migrasi, dan metabolisme, dll. Oleh karena itu, nutraceutical dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan, dan mencegah penyakit inflamasi kronis.

Nutraceutical dan Hubungannya dengan Reproduksi 

Pada Kesehatan reproduksi mengacu pada kondisi sistem reproduksi wanita yang meliputi ovarium, rahim, dan kelenjar penghasil hormon (seperti kelenjar pituitari di otak). Penggunaan nutraceutical meningkat drastis untuk gangguan reproduksi karena semakin banyaknya bukti manfaat klinis.

Bahkan dalam kasus lebih spesifik dalam sebuah penelitian dengan judul “ Efficacy of optimal nutraceutical combination in treating PCOS characteristics: an in-silico assessment” menemukan terhadap penilaian individu tentang penggunaan nutraceutical dan mengungkapkan diantara tujuh senyawa ada satu yang dianggap paling ampuh. Ia adalah Myo-inositol diantara senyawa-senyawa yang paling efektif dalam meringankan karakteristik PCOS. Analisis populasi in-silico menunjukkan bahwa kombinasi melatonin dan ALA bersama dengan myo-inositol berkhasiat dalam memulihkan keseimbangan hormon di seluruh kelompok usia dan kategori Indeks Massa Tubuh (IMT).

Senyawa Myo-inositol dan Reproduksi

Myo-inositol adalah senyawa organik yang berperan dalam reproduksi manusia. Myo-inositol berperan dalam pematangan oosit, perkembangan embrio, dan meningkatkan kualitas sperma.

Inositol ini juga disebut sebagai vitamin B8 yang secara alami bisa ditemukan dalam makanan dengan golongan buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Selain dari makanan, tubuh juga bisa menghasilkan inositol dari karbohidrat yang kamu makan.

Bagaimana apakah sister sudah mulai memahami bagaimana pengaruh nutraceutical? ternyata nutrisi juga memiliki banyak manfaat dan dapat dipersonalisasi lagi, disesuaikan dengan kasus reproduksi tubuh. Meski demikian sister dan paksu tetap harus konsultasi dengan dokter dan ahli gizi. Informasi menarik lainnya sister dan paksu mdapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • https://www.mdpi.com/journal/nutrients/special_issues/Woman_Reproductive_Health
  • https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/B9780128210383000112

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: #IVF #sel telur, nutraceutik, reproduksi

Ternyata penting untuk Mempertimbangkan Budidaya Blastokista setelah Biopsi

December 31, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Bagi sister dan paksu yang melakukan program kehamilan menggunakan reproduksi berbantu seperti  IVF hal yang paling krusial tentunya di keberhasilan transfer embrio. Sehingga pemahaman tentang perkembangan embrio setelah prosedur biopsi sangat penting untuk meningkatkan viabilitas dan keberhasilan transfer embrio.

Ternyata Salah satu temuan menarik adalah bahwa melakukan budidaya blastokista setelah biopsi dapat memberikan dampak positif terhadap kelangsungan hidup embrio. MDG akan mengupas lebih lanjut, baca sampai habis ya!

Apa itu Budidaya blastokista 

Blastokista adalah embrio yang telah berkembang selama lima sampai tujuh hari setelah pembuahan dan telah dibagi menjadi 2 jenis sel berbeda, yaitu trophectoderm dan massa sel dalam dan rongga sel berisi cairan (rongga blastocoel). Trophectoderm kemudian akan berkembang menjadi plasenta dan massa sel akan menjadi janin. Blastokista memiliki kulit terluar yang sangat tipis sehingga berpotensi meningkatkan kemungkinan implantasi ke dalam rongga rahim.

Umumnya embrio ditransfer ke rahim setelah 48 jam pada tahap sel ke 4-8. Pada pembuahan alami, embrio mencapai rongga rahim pada hari ke-5. Dengan tersedianya media terbaru, ada proses baru melalui budidayakan embrio di laboratorium sampai tahap blastokista. Prosedur pembudidayaan blastokista dan pemindahan embrio yang berumur 5 hari memfasilitasi pemilihan embrio berkualitas terbaik untuk dipindahkan ke dalam rahim ibu. 

Budidaya blastokista hadir sebagai teknik yang sangat membantu dalam memilih dan menilai kapasitas perkembangan embrio. Dengan cara pembudidayaan ini, dapat memilih dan mentransfer embrio-embrio yang dapat menimbulkan kehamilan. Karena faktanya bahwa tidak semua embrio manusia memiliki potensi untuk mencapai tahap blastokista, baik di dalam rahim maupun di laboratorium.

Keberhasilan dari budidaya blastokista adalah hasil dari perkembangan media yang dirancang untuk mendukung pengembangan blastokista, sebagai persyaratan dari embrio manusia yang berubah setelah dua hari pertama.

Apa kata Peneliti tentang ini?

Dalam sebuah penelitian dengan judul “Blastocyst re-expansion 1 hour after biopsy: an independent predictor of live birth. Fertility and Sterility, Menemukan Dalam siklus pengujian genetik non-pra-implantasi, praktik yang direkomendasikan berupa kolaps buatan blastokista sebelum vitrifikasi telah menjadi hal yang menonjol, meningkatkan viabilitas embrio yang di kriopreservasi, Dalam siklus pengujian genetik praimplantasi untuk aneuploidi (PGT-A), European Society of Human Reproduction and Embryology merekomendasikan vitrifikasi segera setelah biopsi untuk siklus PGT-A. 

Setelah mengetahui apa yang MDG paparkan, tetap harus diketahui bahwasanya pasangan yang memilih budidaya blastokista harus siap untuk kemungkinan bahwa tidak akan ada embrio yang cocok untuk ditransfer. Jika embrio tidak mencapai tahap blastokista di laboratorium maka sangat kecil kemungkinan mereka dapat ditanamkan jika mereka telah dipindahkan ke dalam rahim pada tahap awal. Setidaknya melakukan proses ini menjadi perlu untuk dipertimbangkan. Informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Elkhatib, I., Nogueira, D., Bayram, A., Abdala, A., Gonzales, R., Del Gallego, R., … & Fatemi, H. (2024). Blastocyst re-expansion 1 hour after biopsy: an independent predictor of live birth. Fertility and Sterility, 122(6), 1147-1149.
  • https://alphafertilitycentre.com/id/teknologi/transfer-blastokista
  • https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9101782/

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: #ivf #PTG, #IVF #sel telur, biopsi, blastokista

Mengungkap Rumor Yang beredar tentang Perawatan Infertilitas

December 25, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Pejuang dua garis dihadapkan banyak tantangan, dan semua itu tentu membutuhkan usaha dan tenaga, baik fisik, pikiran hingga dari segi ekonomi yang tidak sedikit jumlahnya untuk dikeluarkan. Untuk itu baik sister dan paksu membutuhkan pengetahuan yang valid untuk keberhasilan yang diinginkan, MDG disini ingin menceritakan bagaimana kita sama-sama dapat bersikap untuk proses yang dihadapi saat menghadapi infertilitas. Baca sampai akhir ya!

Seperti kata Pepatah ada lebih dari satu Cara untuk Menuju Roma

Ada banyak hal dalam dunia perawatan kesuburan yang harus tepat. Seperti dalam perihal waktu sebelum pengambilan sel telur, hari implantasi untuk transfer embrio, dll. Namun, ada juga yang tidak harus tepat. Misalnya, ‘hubungan seksual terjadwal’.

Berikut penjelasan menurut dr. Natasha Alexander bila ada sel telur yang berhasil dibuahi oleh sperma maka saat itu juga sel telur langsung membuat lapisan dimana membuat sel sperma yang lain tidak dapat menembus sel telur yang sudah dibuahi tersebut. Jadi, hubungan suami istri dimana sperma masuk kedalam rahim tidak berpengaruh/tidak akan mengganggu proses pembuahan yang sudah terjadi itu.

IVF Hadir sebagai Jalan Keluar Terbaik, Bukan Jalan Keluar Terakhir

Banyak dari pasangan yang sudah mengalami ketakutan ketika diagnosa atau saran dokter adalah IVF, hal ini banyak disebabkan oleh keyakinan yang dimunculkan bahwa mereka telah mencapai titik terendah dalam hal pilihan perawatan. Namun, di dunia yang dipenuhi kecanggihan teknologi, solusi untuk memulai dengan IVF dalam banyak kasus lebih banyak mengatasi bagian dari infertilitas ‘yang tidak dapat dijelaskan’. Selain itu juga harus melihat sisi lain terutama pada klinik dan usia pasien, transfer embrio dari IVF dapat menghasilkan peluang kelahiran hidup sebesar 40-70%, yang jauh lebih tinggi daripada yang dicapai melalui IUI.

IVF pada pasangan dengan infertilitas yang tidak dapat dijelaskan adalah alat terbaik yang dimiliki dalam perangkat kedokteran reproduksi karena berbagai alasan. Sebagai cerminan dari tingkat penyidikan yang telah kita lakukan. Dr. Stankiewicz menjelaskan bahwa IVF seringkali penting sebagai diagnostik sekaligus terapi, baik untuk menunjukkan maupun mengatasi hambatan terhadap konsepsi alami. Dr. Stankiewicz dalam forum debat meyakinkan  bahwa IVF efisien, aman, dan hemat biaya.

Dalam IVF, yang Terpenting adalah Lab

Setelah sister dan paksu memutuskan untuk melakukan IVF, pasti akan dihadapi pada dokter yang bagus di bidangnya. Namun, pada akhirnya, jika melakukan IVF, perlu diingat jika komponen terpenting untuk keberhasilan adalah kualitas lab IVF, dan semuanya jelas tidak sama. Sementara lab IVF yang baik dapat menjaga integritas embrio yang baik dan mendukung pertumbuhannya yang berkelanjutan, lab yang kurang optimal dapat membahayakan embrio yang baik hingga tidak dapat bertahan hidup.

Meski demikian seberapa bagusnya sebuah lab, ia tidak dapat menghasilkan embrio yang baik dari sperma dan sel telur berkualitas buruk. Karena hal tersebut tidak ada dalam kapasitas teknologi. Sehingga yang perlu dipertimbangkan tentu saja adalah kasus infertilitas berupa kualitas sperma dan sel telur. Untuk informasi menarik lainnya sister dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • https://www.atlantainfertility.com/about-us/blogs/2023/december/10-things-i-would-tell-my-sister-if-she-was-star/
  • https://www.alodokter.com/komunitas/topic/proses-kehamilan-6
  • https://www.asrm.org/news-and-events/podcasts/fertility-and-sterility-on-air/fsoa-anzsrei2024/

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: #IVF #sel telur, apakah IVF itu, IVF, pejuang dua garis

Bagaimana jika di Masa depan akan ada Penyaluran Sel Telur Skala Global?

December 16, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Masa depan infertilitas memiliki banyak tantangan, secara global sudah mencoba untuk mencari solusinya, baik dengan adanya IVF ataupun ART yang lain. Namun baru-baru saja banyak diperbincangkan di Dunia berkaitan dengan tantangan infertilitas, seperti artikel yang dirilis akun @businessweek dengan judul “the global trade: a story of extraction, exploitation and opportunity” hal ini berkaitan dengan sudut pandang ekonomi global. MDG akan memperlihatkan bagaimana hal ini dipandang melalui sudut pandang ekonomi. Baca sampai habis ya!

Bagaimana Dunia Melihat Infertilitas di masa depan?

Hal ini bisa kita lihat bagaimana penelitian Associate Professor Amrita Pande dari UCT, mencakup segala hal yang berkaitan dengan pembuatan bayi. Professor Amrita Pande, seorang sosiolog dan etnografer feminis di University of Cape Town (UCT), berupaya menjawab pertanyaan utama pada topik ini melalui penelitiannya tentang pasar fertilitas global.

Dimana adanya kemungkinan infertilitas dapat diupayakan melalui banyak cara, terutama negosiasi dengan undang-undang yang ada seperti Hal ini berkaitan dengan industri sekarang terjadi di banyak negara dan melibatkan berbagai jenis pelaku reproduksi atau pekerja, termasuk penyedia sel telur, ibu pengganti, perantara, dokter, dan calon orang tua.

Seperti apa realisasinya?

Pande menunjukkan bagaimana ketersediaan sel telur, dapat disediakan oleh “bank sel telur di New Delhi” yang dapat dilakukan pencocokan dengan donor sel telur yang berasal dari Ukraina, Afrika Selatan, atau negara lain. Sperma dari calon ayah akan digunakan untuk membuahi sel telur ini.

Bahkan dalam skala internasional memunculkan banyak temuan baru seperti bagaimana percampuran ini dapat dikembangkan?, penelitian Pande dengan judul “Mix or Match?”: Transnational Fertility Industry and White Desirability”.

Berdasarkan mobile ethnography dari industri fertilitas lintas negara, penelitian tersebut menunjukkan bagaimana para ahli fertilitas dan calon orang tua bersama-sama menghasilkan keinginan akan ras kulit putih melalui “pencocokan ras” untuk  intended parents kulit putih, heteroseksual, dan “hibridisasi strategis”, atau pencampuran gamet yang strategis, untuk beberapa  intended parents sesama jenis yang tidak mengidentifikasi diri sebagai kulit putih

Dalam artikel kali ini menjadi menarikmenarik, bagaimana fakta tentang bagaimana cara dunia melihat permasalahan infertilitas, tentu dari berbagai sudut pandang salah satunya adalah perspektif keuntungan yang dapat diraih dari permasalahan infertilitas yang ada. Untuk itu pembahasan lebih lanjut MDG akan mengajak sister dan paksu melihat seperti apa tantangan yang dihadapkan di masa depan, terlepas setelah mengetahui potensi atau harapan baru bagi sister dan paksu. Dan tentu semua memerlukan untuk dipertimbangkan dari segala konsekuensi yang ada. Oh ya untuk informasi menarik lainnya sister dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • https://www.bloomberg.com/graphics/2024-fertility-egg-trade/
  • https://humanities.uct.ac.za/articles/2019-11-18-flows-global-fertility-market
  • Pande, A. (2021). “Mix or Match?”: Transnational Fertility Industry and White Desirability. Medical Anthropology, 40(4), 335-347.

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: #IVF #sel telur

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Endometriosis Bisa Menyentuh Paru dan Diafragma: Memahami Thoracic Endometriosis Syndrome (TES)
  • The Fertility Cascade: Ketika Banyak Perempuan Tahu Mereka Infertil, Tapi Hanya Sedikit yang Bisa Mendapatkan Anak
  • Folat dan Cadangan Ovarium: Apakah Benar Bisa Mempengaruhi AFC, Sister?
  • Ketika IVF Berulang Mengubah Hidup: Apa yang Terjadi pada Kualitas Hidup & Emosi Perempuan?
  • Ketika Infertilitas Berkepanjangan Menggerus Kesehatan Mental: Apa yang Terjadi pada Perempuan?

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2025 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.