• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

#ivf #PTG

Ternyata penting untuk Mempertimbangkan Budidaya Blastokista setelah Biopsi

December 31, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Bagi sister dan paksu yang melakukan program kehamilan menggunakan reproduksi berbantu seperti  IVF hal yang paling krusial tentunya di keberhasilan transfer embrio. Sehingga pemahaman tentang perkembangan embrio setelah prosedur biopsi sangat penting untuk meningkatkan viabilitas dan keberhasilan transfer embrio.

Ternyata Salah satu temuan menarik adalah bahwa melakukan budidaya blastokista setelah biopsi dapat memberikan dampak positif terhadap kelangsungan hidup embrio. MDG akan mengupas lebih lanjut, baca sampai habis ya!

Apa itu Budidaya blastokista 

Blastokista adalah embrio yang telah berkembang selama lima sampai tujuh hari setelah pembuahan dan telah dibagi menjadi 2 jenis sel berbeda, yaitu trophectoderm dan massa sel dalam dan rongga sel berisi cairan (rongga blastocoel). Trophectoderm kemudian akan berkembang menjadi plasenta dan massa sel akan menjadi janin. Blastokista memiliki kulit terluar yang sangat tipis sehingga berpotensi meningkatkan kemungkinan implantasi ke dalam rongga rahim.

Umumnya embrio ditransfer ke rahim setelah 48 jam pada tahap sel ke 4-8. Pada pembuahan alami, embrio mencapai rongga rahim pada hari ke-5. Dengan tersedianya media terbaru, ada proses baru melalui budidayakan embrio di laboratorium sampai tahap blastokista. Prosedur pembudidayaan blastokista dan pemindahan embrio yang berumur 5 hari memfasilitasi pemilihan embrio berkualitas terbaik untuk dipindahkan ke dalam rahim ibu. 

Budidaya blastokista hadir sebagai teknik yang sangat membantu dalam memilih dan menilai kapasitas perkembangan embrio. Dengan cara pembudidayaan ini, dapat memilih dan mentransfer embrio-embrio yang dapat menimbulkan kehamilan. Karena faktanya bahwa tidak semua embrio manusia memiliki potensi untuk mencapai tahap blastokista, baik di dalam rahim maupun di laboratorium.

Keberhasilan dari budidaya blastokista adalah hasil dari perkembangan media yang dirancang untuk mendukung pengembangan blastokista, sebagai persyaratan dari embrio manusia yang berubah setelah dua hari pertama.

Apa kata Peneliti tentang ini?

Dalam sebuah penelitian dengan judul “Blastocyst re-expansion 1 hour after biopsy: an independent predictor of live birth. Fertility and Sterility, Menemukan Dalam siklus pengujian genetik non-pra-implantasi, praktik yang direkomendasikan berupa kolaps buatan blastokista sebelum vitrifikasi telah menjadi hal yang menonjol, meningkatkan viabilitas embrio yang di kriopreservasi, Dalam siklus pengujian genetik praimplantasi untuk aneuploidi (PGT-A), European Society of Human Reproduction and Embryology merekomendasikan vitrifikasi segera setelah biopsi untuk siklus PGT-A. 

Setelah mengetahui apa yang MDG paparkan, tetap harus diketahui bahwasanya pasangan yang memilih budidaya blastokista harus siap untuk kemungkinan bahwa tidak akan ada embrio yang cocok untuk ditransfer. Jika embrio tidak mencapai tahap blastokista di laboratorium maka sangat kecil kemungkinan mereka dapat ditanamkan jika mereka telah dipindahkan ke dalam rahim pada tahap awal. Setidaknya melakukan proses ini menjadi perlu untuk dipertimbangkan. Informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Elkhatib, I., Nogueira, D., Bayram, A., Abdala, A., Gonzales, R., Del Gallego, R., … & Fatemi, H. (2024). Blastocyst re-expansion 1 hour after biopsy: an independent predictor of live birth. Fertility and Sterility, 122(6), 1147-1149.
  • https://alphafertilitycentre.com/id/teknologi/transfer-blastokista
  • https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9101782/

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: #ivf #PTG, #IVF #sel telur, biopsi, blastokista

Ketahui Fungsi melakukan Pemeriksaan Genetik Pra-Implementasi untuk Embrio

December 29, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Prosedur pemeriksaan genetik pra-implementasi (PGT-A, Preimplantation Genetic Testing for Aneuploidy) dilakukan sebagai salah satu langkah penting dalam proses fertilisasi in vitro (IVF) ia hadir berfungsi untuk mendeteksi kelainan kromosom pada embrio sebelum ditransfer ke rahim. Tentu saja prosedur ini dapat dipertimbangkan, terutama bagi sister dan paksu yang berisiko mengalami masalah genetik. Lebih lanjut MDG akan membahas sebagai berikut, baca sampai habis ya!

Mengetahui Serba-serbi Aneuploidi

Aneuploidi adalah kondisi di mana jumlah kromosom dalam sel tidak sesuai dengan jumlah normal, yaitu 46 kromosom pada manusia. Kondisi ini dapat berupa kekurangan (misalnya, 45 kromosom) atau kelebihan (misalnya, 47 kromosom) kromosom. 

Aneuploidi terjadi karena kesalahan pemisahan satu pasang kromosom saat pembelahan meiosis. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan aneuploidi, antara lain: Usia ibu yang lebih dari 35 tahun, Faktor lingkungan, Gaya hidup.

Ketika seorang anak dilahirkan dengan keadaan aneuploidi, berpotensi mengalami gangguan genetik seperti sindrom down, sindrom turner, dan sindrom klinefelter. Sedangkan pada ibu hamil keberadaan aneuploidi dalam embrio dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, atau kelainan lahir serius.

Tujuan dan Manfaat PGT-A

Tentunya setelah mengetahui dampak yang fatal tersebut, melakukan PGT-A memiliki banyak manfaat, diantaranya PGT-A memungkinkan identifikasi embrio dengan jumlah kromosom yang tidak normal sebelum proses transfer. Sehingga embrio yang dipilih untuk ditanamkan ke rahim adalah embrio yang memiliki peluang lebih tinggi untuk berkembang menjadi kehamilan yang sehat.

Dengan menghindari transfer embrio yang memiliki aneuploidi, risiko keguguran dapat diminimalkan. Yang terakhir tentunya PGT-A dapat meningkatkan tingkat keberhasilan kehamilan, terutama pada wanita yang lebih tua atau mereka yang memiliki riwayat keguguran berulang. Prosedur ini membantu memastikan bahwa hanya embrio yang sehat secara genetik yang dipindahkan ke rahim.

Proses PGT-A dimulai setelah fertilisasi sel telur dengan sperma di laboratorium, menghasilkan beberapa embrio. Embrio tersebut kemudian dikultur selama beberapa hari sebelum dilakukan biopsi untuk pengambilan sampel sel. Sampel ini dianalisis untuk menentukan apakah terdapat aneuploidi atau kelainan kromosom lainnya. Hasil analisis ini akan menentukan embrio mana yang akan ditransfer ke rahim.

PGT-A sangat dianjurkan untuk wanita berusia di atas 36 tahun, karena risiko aneuploidi meningkat seiring bertambahnya usia. Pasangan dengan riwayat keguguran berulang. Pasangan dengan riwayat keluarga penyakit genetik tertentu.

Dengan kemampuan untuk mendeteksi kelainan kromosom sebelum transfer embrio, PGT-A tidak hanya meningkatkan peluang keberhasilan kehamilan tetapi juga membantu sister dan paksu dalam merencanakan kehamilan yang lebih baik dan mengurangi risiko kelahiran anak dengan kelainan genetik serius. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Madjunkov, M., Sharma, P., Baratz, A., Glass, K., Abramov, R., Logan, N., … & Librach, C. (2024). Prenatal cell-free DNA screening for chromosomal aneuploidies after euploid embryo transfer shows high concordance with preimplantation genetic testing for aneuploidy results and low positive predictive values. Fertility and Sterility, 122(6), 1105-1113.
  • https://sunwayfertility.com.my/our-technology/genetic-testing/?lang=id
  • https://www.alodokter.com/apa-yang-bisa-didapatkan-dari-tes-dna
  • https://www.alomedika.com/cme-skp-identifikasi-kelainan-kromosom-dengan-non-invasive-prenatal-testing
  • https://kumparan.com/ragam-info/pengertian-aneuploidi-penyebab-dan-dampaknya-21QCGJTRZ1c
  • https://repository.karyailmiah.trisakti.ac.id/documents/repository/artikel_m-l-edy-parwanto-pedoman-penelitian-kanker-turnitin.pdf

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: #ivf #PTG, agar embrio menempel, kromosom

Ketahui Manfaat Preimplantation Genetic Testing (PGT) untuk Kesuksesan Program IVF

December 13, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Kehadiran Fertilisasi in vitro telah merevolusi perawatan infertilitas dan hadir  menawarkan harapan bagi pasangan yang ingin hamil. Pada proses IVF ada salah satu komponen IVF yang hadir dan mendukung program, hal ini dilakukan melalui pengujian genetik praimplantasi. MDG akan menjelaskan bagaimana PTG hadir sebagai langkah yang penting dalam proses IVF dan bagaimana hal itu dapat bermanfaat. Baca sampai habis ya!

Apa itu Preimplantation Genetic Testing 

PGT merupakan prosedur mutakhir yang digunakan untuk mengidentifikasi kelainan genetik pada embrio yang dibuat melalui fertilisasi in vitro (IVF). Ia memiliki tujuan untuk membantu dokter dalam memilih embrio yang diprediksi bebas dari kondisi genetik atau kelainan kromosom tertentu untuk ditransfer. Pengujian ini memberi pasien kesempatan untuk mengurangi kemungkinan penyakit genetik pada anak-anak mereka di masa depan sebelum kehamilan.

PGT melibatkan pembuangan beberapa sel yang menjadi bagian dari plasenta pada Hari ke-5, 6 atau 7. Pengujian tersebut mengevaluasi kromosom atau materi genetik dalam sel-sel tersebut, mencari kelainan kromosom.  PGT juga digunakan untuk mengidentifikasi penyakit tertentu. 

Setidaknya ada 3 jenis metode PGT, pertama adalah PGT-A, Jenis screening ini biasa juga dikenal dengan aneuploidi. Sesuai namanya, tes ini dilakukan untuk embrio aneuploidi. Umumnya, PGT-A diaplikasikan untuk embrio dari wanita-wanita usianya sudah lanjut atau standar usianya lebih tua.

Kedua, ada PGT-M (Preimplantation Genetic Testing for Monogenic Disorders) Screening jenis ini dilakukan untuk menghindari resiko adanya kelainan genetik tertentu yang berasal dari salah satu gen orang tuanya atau bisa juga dari gen kedua orang tuanya sekaligus.

yang terakhir adalah PGT-SR, PGT ini dilakukan untuk restrukturisasi genetik dengan maksud menurunkan resiko lahirnya gen cacat pada struktur kromosom pasangan yang mana terdapat translokasi berimbang.

Mengapa Penting melakukan PGT

Alasan terpenting dalam penggunaan PGT adalah berperan dalam membantu memilih embrio yang paling sehat untuk dipindahkan. Dengan memeriksa kromosom sebelum implantasi, memungkinkan pemindahan embrio dengan peluang tertinggi untuk menghasilkan kehamilan dan peluang terendah untuk keguguran.

Selain itu juga dapat mengurangi risiko penularan penyakit genetik, seperti fibrosis kistik atau anemia sel sabit. PGT membantu orang tua dalam membuat keputusan yang tepat tentang potensi kesehatan anak mereka nantinya.

Selain itu dengan melakukan PGT dengan pemilihan embrio yang sehat secara genetik secara cermat meningkatkan peluang keberhasilan kehamilan sehingga mengurangi risiko kegagalan IVF. Tentu hal ini menimbulkan efisiensi yang baik terutama pada pembiayaan.

Dengan berbagai manfaatnya, termasuk peningkatan peluang keberhasilan kehamilan, pengurangan risiko keguguran, dan minimisasi risiko penyakit genetik, PGT tentu dapat dipertimbbangkan untuk kesuksesan program IVF sister dan paksu. Meski demikian sister dan paksu tetap harus mengkonsultasikan dengan dokter, semoga usaha sister dan paksu mendapat hasil yang diinginkan. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram.

Referensi

  • https://www.rockymountainfertility.com/blog/is-pgt-necessary
  • https://fertility.wustl.edu/treatments-services/genetic-counseling/preimplantation-genetic-testing-pgt/
  • https://imtb.id/apa-itu-preimplantation-genetic-testing-pgt-pada-ivf/
  • https://crh.ucsf.edu/fertility-treatment/preimplantation-genetic-testing-pgt/

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: #ivf #PTG

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang
  • Terlihat Sehat Tapi Peluang Hamil Bisa Menurun Ini Penjelasan Ilmiahnya

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.