• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Archives for December 2024

Ketahui Antiphospholipid Syndrome yang Membahayakan Kehamilan

December 6, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Antiphospholipid syndrome (APS) hadir sebagai salah satu gangguan autoimun yang ditandai dengan pembentukan antibodi antifosfolipid, yang dapat mengganggu proses pembekuan darah dan menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk abortus berulang dan infertilitas. Dalam konteks reproduksi, APS memiliki dampak yang signifikan terutama pada  kehamilan bahlan kemampuan sister untuk hamil. MDG akan menjelaskan lebih lanjut terkait APS baca sampai habis ya!

Apa itu Antiphospholipid Syndrome 

Sindroma antifosfolipid merupakan kelainan yang disebabkan oleh antibodi antifosfolipid dan mengakibatkan kematian janin berulang, morbiditas maternal, dan infertilitas akibat berbagai proses imunopatogenik pada plasenta yang dihubungkan dengan terbentuknya trombosis atau terhambatnya proses fibrinolitik. 

Berdasarkan internasional di Sapporo, konsensus sindrom antifosfolipid didefinisikan sebagai kelainan dengan gejala trombosis vaskuler dan atau morbiditas obstetrik antibodi disertai antikardiolipin antikoagulan lupus.

Faktor Penyebab APS 

Meski belum diketahui secara jelas penyebab APS namun ada beberapa beberapa faktor dan kondisi yang diketahui bisa meningkatkan resiko seseorang mengalami sindrom ini, yaitu berjenis kelamin perempuan, memiliki keluarga yang menderita sindrom antifosfolipid, menderita penyakit autoimun lain, misalnya lupus, mengalami infeksi virus atau bakteri, seperti hepatitis C, HIV/AIDS, cytomegalovirus (CMV), atau sifilis, mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti anti kejang, antibiotik amoxicillin, obat hipertensi, atau obat antiaritmia. 

Hubungan APS dengan Infertilitas

Setelah melihat bagaimana faktor penyebabnya sangat berdampak pada perempuan, terutama jika berkaitan dengan Infertilitas pada wanita diantaranya adalah trombosis vaskularisasi plasenta pada perempuan hamil dengan APS, pembekuan darah yang abnormal dapat menyebabkan trombosis di pembuluh darah plasenta. Hal ini mengakibatkan insufisiensi uteroplasenta, yang dapat menghambat pertumbuhan janin dan menyebabkan keguguran.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan antibodi antifosfolipid memiliki risiko tinggi untuk mengalami abortus berulang. Sekitar 50% hingga 85% wanita dengan APS mengalami keguguran setelah 10 minggu kehamilan. Infark pada plasenta akibat trombosis juga menjadi salah satu penyebab utama keguguran pada kelompok ini.

Yang terakhir berkaitan dengan kualitas sel telur dan implantasi, Adanya antibodi antifosfolipid dapat mempengaruhi kualitas sel telur dan proses implantasi embrio. Gangguan dalam sirkulasi darah dapat mempengaruhi pasokan nutrisi dan oksigen ke embrio, sehingga mengurangi peluang untuk terjadinya kegagalan kehamilan.

Antiphospholipid syndrome ternyata memiliki dampak signifikan terhadap kesuburan dan kesehatan reproduksi wanita. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai hubungan antara APS dan infertilitas, sister dapat segera mengetahui kondisi ini dan dapat meningkatkan peluang untuk hamil dan menjalani kehamilan yang sehat. Dan segera konsultasikan pada dokter kandungan sister dan paksu. Untuk informasi menarik lainnya dapat follow Instagram @menujuduagris.id.

Referensi

  • Bick RL. Antiphospholipid Syndrome in Pregnancy. Hematol Oncol Clin N Am 2008;22:10720
  • mattaher Jambi, R. Kehamilan Dengan Sindroma Antifosfolipid.
  • https://www.alodokter.com/sindrom-antifosfolipid

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

Memahami Perbedaan Miom, Polip, dan Kista sebagai Penyebab Infertilitas pada Reproduksi Perempuan

December 5, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Bagi sister dan paksu yang belum mengetahui perbedaan miom dan kista ovarium atau justru menganggap keduanya sebagai kondisi yang sama. Ketiganya hadir sebagai penghambat infertilitas pada perempuan. Untuk itu MDG akan membahas  karena dengan memahami perbedaan antara miom dan kista di ovarium, sister dapat mengenali gejalanya sehingga pemeriksaan dan penanganan dapat segera dilakukan. Untuk itu baca sampai habis ya!

Mengetahui apa itu Miom, polip dan Kista Ovarium

Mioma, polip endometrium, dan kista ovarium merupakan jenis tumor kandungan jinak yang paling umum dan banyak diderita kaum perempuan. Tumor kandungan jinak seringkali tidak disadari keberadaannya, terlebih jika tanpa gejala. Itulah sebabnya, tumor kandungan jinak sering kali ditemukan sudah berukuran sangat besar. Akibatnya, organ reproduksi yang sehat tidak dapat dipertahankan lagi.

Mereka akhirnya hadir sebagai salah satu penghambat infertilitas yang membahayakan. Meski demikian, keduanya merupakan dua kondisi yang berbeda. Perbedaan ketiganya paling mudah dikenali dari bentuk dan letaknya.

Perbedaan Utama Antara Miom, Polip, dan Kista

Dapat dirangkum perbedaan dari ketiganya bergantung pada lokasi tumbuh, sifat, gelaja umum, pengobatan, dan bahkan kelompok usia

Karakteristik Myoma (Fibroid) Polip Uterus Kista Ovarium
Lokasi  Rahim Endometrium Ovarium
Sifat Tumor jinak Pertumbuhan jinak Kantong berisi cairan
Gejala Umum Pendarahan berat, tekanan panggul Pendarahan tidak teratur Nyeri panggul
Pilihan Pengobatan Observasi, Medikasi, Bedah Bedah dan melakukan pengangkatan Observasi atau Bedah jika parah
Kelompok Usia Umum pada wanita usia 40 ke atas Dapat terjadi pada semua usia Umum pada wanita usia 20-40

Miom, polip, dan kista ovarium merupakan kondisi yang berbeda namun sering kali dianggap sama. Meski demikian ternyata penyebab mendasar dan pendekatan pengobatannya berbeda secara signifikan. Bagi sister setelah mengetahui perbedaan baik dari letak, gejala dan bahkan penanganan, selanjutnya sister harus mencari nasihat medis untuk diagnosis dan manajemen yang tepat demi memastikan kesehatan reproduksi sister  yang optimal. Untuk informasi menarik lainnya sister dapat akses di Instagram @menujuduagaris.id

 

Referensi 

  • Pratiwi, L., KM, M., Nurhanifah, T., ST, S., Keb, M., Fijri, B., … & Keb, M. T. (2024). Mengenal Mioma Uteri dan Kista Ovarium (Sudut Pandang Teori & Penelitian). CV Jejak (Jejak Publisher)
  • https://www.alodokter.com/perbedaan-miom-dan-kista-ovarium-yang-penting-diketahui

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

Tidak Hanya Sumber Kesehatan dan Kebahagiaan Yoga Juga Berfungsi pada Kelancaran Kehamilan

December 4, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Yoga telah lama dikenal sebagai praktik yang bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental. Dalam konteks kehamilan, kegiatan yang dilakukan oleh sister berupa latihan fisik ternyata memiliki pengaruh yang baik terhadap janin, kehamilan, berat bayi lahir, mengurangi komplikasi persalinan seperti pengurangan tingkat nyeri dan persalinan lama. 

Selain latihan fisik, bentuk alternatif yang dapat dilakukan yaitu pemijatan dan terapi energi serta mindbody healing seperti salah satu diantaranya yaitu meditasi/yoga. Pada kesempatan ini MDG akan lebih detail menjelaskan bagaimana yoga ini memberikan manfaat pada kehamilan. Baca sampai habis ya!

Pengertian dan Teknik Yoga 

Yoga hadir sebagai proses yang mempelajari 11 perpaduan antara fisik, mental dan spiritual untuk mencapai kesehatan yang menyeluruh yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari hari. Hal tersebut dilakukan setiap hari pada perempuan hamil dengan usia kehamilan 18 sampai 20 minggu kehamilan sampai waktu persalinan. Secara praktik aktivitas ini dapat dilakukan menjadi 3 bagian yaitu pemanasan, aktivitas inti dan pendinginan atau penutup. 

Manfaat Yoga Untuk Ibu Hamil 

Manfaat ini diantaranya adalah untuk mengatasi sakit punggung dan pinggang bahkan dapat mengurangi kecemasan dan mencegah prematuritas, menurunkan gangguan makan atau Eating Disorder Examination (EDE).

Yoga juga dapat meningkatkan kekuatan dan stamina tubuh, melancarkan sirkulasi darah dan asupan oksigen ke janin, menjalin komunikasi ibu dan janin sejak dalam kandungan, dan mempercepat pemulihan fisik. 

Hal tersebut didukung oleh hasil dari sebuah penelitian oleh Chen dengan judul “effects of prenatal yoga on women’s stress and immune function across pregnancy: A randomized controlled trial” dengan hasil bahwa 12 yoga bisa menurunkan depresi pada ibu hamil dan nyeri.

Kapan Ibu Hamil dilarang Yoga?

Meski Yoga memiliki banyak manfaat pada ibu hamil, dalam kondisi tertentu justru membahayakan. Hal tersebut jika diterapkan pada pasien dengan komplikasi/ kelainan selama kehamilan. Seperti pecah ketuban, riwayat persalinan kurang bulan, riwayat keguguran dua kali atau lebih, Letak plasenta rendah atau plasenta previa, ibu dengan riwayat penyakit hipertensi pada kehamilan, jantung, diabetes mellitus, hipertiroid, perdarahan melalui vagina dan kehamilan dengan anak kembar. 

Melalui artikel ini dapat diketahui bahwasanya yoga bukan hanya sekedar latihan fisika juga merupakan alat yang efektif untuk meningkatkan kesehatan reproduksi sister terutama dikala hamil. Meski demikian ketahui dulu kesehatan sister jangan sampai dipaksakan untuk yoga tanpa mengetahui konsekuensinya. Untuk informasi menarik lainnya sister dapat follow Instagram @menujuduagris.id

Referensi

  • Carson C, et al. Complementary Care : Treatment Options for Cancer Patients.Cancer Fitness Programs, Colorado. 2004.
  • Chen, P. J., Yang, L., Chou, C. C., Li, C. C., Chang, Y. C., & Liaw, J. J. (2017). Effects of prenatal yoga on women’s stress and immune function across pregnancy: A randomized controlled trial. Complementary Therapies in Medicine, 31, 109–117. 
  • Haryanti, P. (2018). PANDUAN PRAKTIK YOGA Ibu Hamil dan Melahirkan.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

Kenali MicroRNAs dan Bahaya Oligospermia sebagai Infertilitas Pria pada Sperma

December 3, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Sperma pada pria normalnya dapat dihasilkan lebih dari 15 juta per 1 ml air mani. Namun, pada pengidap oligospermia, sperma akan kurang dari jumlah normal. Oligospermia dikategorikan menjadi beberapa kelompok, seperti ringan, sedang, hingga berat sesuai dengan jumlah sperma yang ada. Mengapa ini bisa terjadi dan seperti apa metode yang tepat untuk menangani. MDG akan membahas lebih lanjut baca sampai habis ya!

Cara Baru Mendeteksi Oligospermia melalui MicroRNAs

Yang sering diketahui oleh sister dan paksu deteksi ini dilakukan melalui analisis semen ia hadir sebagai tes yang paling umum digunakan untuk mengevaluasi kesuburan pria. Sayanya deteksi ini masih memiliki banyak kekurangan. 

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Daneshmandpour dkk dengan judul “MicroRNAs association with azoospermia, oligospermia, asthenozoospermia, and teratozoospermia: a systematic review” menemukan alternatif baru mereka mencoba menemukan penanda molekuler baru untuk mendeteksi cacat sperma. 

Hal ini dilakukan melalui MicroRNAs (miRNA) yang hadir sebagai molekul kecil dalam sel yang berperan dalam mengatur ekspresi gen. Berbagai penelitian telah mengkonfirmasi bahwa miRNA berperan dalam menentukan beberapa karakteristik sperma, termasuk jumlah sperma, motilitas, dan morfologi. 

Penyebab Oligospermia

Setidaknya ada 3 faktor, diantaranya adalah faktor medis, lingkungan dan gaya hidup. faktor medis diantaranya adalah varikokel, ejakulasi retrograde, gonore dan HIV, tumor dan kelainan genetik. Sedangkan pada faktor lingkungan seperti paparan logam berat dan bahan kimia industri dan paparan radiasi. Sedangkan pada gaya hidup seperti penyalahgunaan ganja dan kokain, merokok, minuman alkohol, stress emosional, hot tub, obesitas dan duduk terlalu lama. 

Cara mengatasinya ini dilihat sesuai dengan penyebab yang ditimbulkan, contohnya pada permasalahan seksual makan solusi yang ditawarkan adalah melalui penanganan seksual. Selain juga dapat dilakukan penanganan infeksi melalui penggunaan antibiotik. Juga konsumsi obat-obatan dan terapi hormon yang terakhir adalah tindakan operasi jika dibutuhkan

Oligospermia adalah masalah kesehatan reproduksi yang kompleks dengan berbagai penyebab. Mengidentifikasi faktor-faktor ini sangat penting untuk menentukan strategi pengobatan yang tepat. Untuk itu sister dan paksu disarankan berkonsultasi agar memiliki ketepatan penanganan. Untuk informasi menarik lainnya sister dapat follow Instagram @menujuduagris.id

Referensi

  • Daneshmandpour, Y., Bahmanpour, Z., Hamzeiy, H., Mazaheri Moghaddam, M., Mazaheri Moghaddam, M., Khademi, B., & Sakhinia, E. (2020). MicroRNAs association with azoospermia, oligospermia, asthenozoospermia, and teratozoospermia: a systematic review. Journal of assisted reproduction and genetics, 37, 763-775.
  • https://www.halodoc.com/artikel/mengenal-kelainan-sperma-oligozoospermia-dan-cara-mengatasinya
  • https://www.alodokter.com/ketahui-penyebab-oligospermia-dan-cara-mengatasinya

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

Pahami Bahaya Diminished Ovarian Reserve (DOR) yang Berdampak pada Fertilitas Perempuan

December 2, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Diminished Ovarian Reserve (DOR) hadir sebagai kondisi di mana ovarium kehilangan potensi reproduksi normalnya, hal ini tentu akan berdampak negatif pada kesuburan wanita. DOR memiliki banyak faktor termasuk penuaan, penyakit, atau cedera. Melalui sebuah penelitian menyatakan bahwa distribusi kelainan pada pihak wanita yang paling banyak ditemukan adalah kelainan pada ovarium, yang diikuti oleh faktor tuba dan uterus. faktanya salah satu penyebab infertilitas pada wanita antara lain rendahnya cadangan ovarium atau biasa disebut dengan Diminished Ovarian Reserve (DOR). 

Memahami DOR dan Prognosis untuk Fertilitas

Bagaimana sister memahami maksud dari arti cadangan ovarium rendah untuk kesuburan? hal ini berkaitan dengan keadaan seorang perempuan dengan DOR yang tidak diobati hingga mengalami kesulitan hamil. 

Selain itu pasien dengan DOR akan mengalami risiko tingkat keguguran tinggi dari setiap diagnosis infertilitas. Ini karena sekitar 95% kualitas embrio berasal dari telur. Embrio dengan kualitas buruk lebih kecil kemungkinannya untuk berkembang dan ditanam di dalam rahim, dan lebih cenderung menyebabkan keguguran bahkan ketika implantasi.

Ketahui Gejala dan Diagnosis DOR

Sebagian besar wanita dengan DOR tidak menunjukkan gejala yang signifikan. Namun, seiring berjalannya waktu, beberapa mungkin mengalami perubahan siklus menstruasi, seperti siklus yang lebih pendek dari biasanya. Ketika menopause mendekat, gejala seperti hot flashes, kesulitan tidur, dan kekeringan vagina bisa muncul.

Diagnosis DOR biasanya dilakukan melalui serangkaian tes yang mengukur cadangan ovarium dan kualitas sel telur. Tes ini termasuk pengukuran hormon Follicle Stimulating Hormone (FSH), Estradiol, dan Anti-Müllerian Hormone (AMH) yang merupakan indikator penting dari cadangan ovarium.

juga dilakukan ultrasonografi transvaginal yang digunakan untuk menghitung jumlah folikel antral yang terlihat di ovarium].

Hasil dari pengecekan dapat dilihat jika FSH di atas 12 mIU/mL maka akan dianggap sebagai tanda awal penurunan cadangan ovarium, sedangkan AMH dapat dilakukan untuk memberikan gambaran lebih baik mengenai jumlah sel telur yang tersedia.

Pengobatan DOR 

Sudah banyak kebaruan yang hadir sebagai alternatif dan hadir untuk pengobatan DOR, diantaranya adalah stimulasi ovarium terkoordinasi (COH), Metode ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah sel telur yang dihasilkan dalam satu siklus dengan menggunakan hormon stimulasi ovulasi.

Selain itu juga ada In Vitro Fertilization (IVF) IVF Prosedur ini melibatkan pengambilan sel telur dari ovarium dan fertilisasi di laboratorium sebelum dimasukkan kembali ke rahim.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang DOR dan pengobatan yang tepat, banyak dari perempuan yang dapat sister dan paksu dapati yang berhasil menemukan cara yang tepat dan sesuai untuk mengatasi tantangan kesuburan terutama pada kasus DOR. Untuk itu dapat mulai diupayakan dan berkonsultasi pada ahlinya sehingga permasalahan ini dapat diatasi dengan baik. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagris.id

Referensi

  • https://www.columbiadoctors.org/treatments-conditions/diminished-ovarian-reserve
  • Utami T (2012). Faktor Penyebab Infertilitas Primer di Klinik Infertilitas Permata Hati RSUP dr. Sardjito Periode 1 September 2011 – 31 Desember 2011. Yogyakarta: Medical Faculty Universitas Islam Indonesia.
  • https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4681731/
  • https://fertility.womenandinfants.org/services/women/diminished-ovarian-reserve
  • https://www.onefertilitykitchenerwaterloo.com/low-ovarian-reserve-dor-causes-symptoms-treatment/
  • https://hellodoktor.com/kesihatan-wanita/wanita-lain/masalah-kesuburan/
  • https://prostem.co.id/en/diminished-ovarian-reserve/

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

Memahami Metode Alami Fertility Awareness-Based Methods (FABM) untuk Perencanaan Kehamilan

December 2, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

FABM paling sering disebut sebagai perencanaan keluarga alami natural family planning (NFP), yang didefinisikan oleh WHO sebagai “metode perencanaan untuk menghindari kehamilan dengan mengamati tanda dan gejala alami dari fase subur dan tidak subur dari siklus menstruasi”. Metode ini juga sebagai jalan suksesnya kehamilan dengan mengetahui secara detail maka perencanaan kehamilan dapat dilaksanakan. MDG akan menjelaskan lebih lanjut bagaimana metode ini dapat dilakukan. Baca sampai habis ya!

Memahami Fertility Awareness-Based Methods (FABM)

Metode Fertility Awareness-Based Methods (FABM) adalah kelas metode kontrasepsi yang penggunanya menentukan kesuburan harian mereka berdasarkan data fisiologis pribadi sister. Prinsip kontrasepsi yang mendasari FABM adalah bahwa seseorang dapat mengurangi kemungkinan kehamilan. Sedangkan program kehamilan menaikkan kehamilan dengan definisi tersebut bagi yang ingin memprogram kehamilan untuk tidak melakukan hubungan seksual atau menggunakan metode berbasis koitus (kondom, diafragma, tutup serviks, penarikan, spermisida, spons, dan film) pada hari-hari subur. Dan dapat melakukan hubungan seksual pada hari-hari subur.

Apa saja Jenis kategori FABM

Untuk melakukan hal tersebut diperlukan banyak metode setidaknya ada enam jenis atau kategori FABM yang berbeda, berdasarkan biomarker atau indikator kesuburan yang digunakan untuk mengidentifikasi ovulasi dan masa subur. diantara metode ada Ini termasuk metode cairan serviks (lendir), metode basal body temperature (BBT), metode hormon urin, metode simpto-termal, metode simpto-hormonal, dan metode berbasis kalender (yaitu, berbasis panjang siklus). 

Terakhir, metode amenore laktasi adalah metode alami yang efektif yang dapat digunakan wanita dalam 6 bulan pertama pasca persalinan selama dia belum mengalami menstruasi kembali dan bayinya disusui secara eksklusif di payudara.

Efektivitas FABM dalam Mencapai Kehamilan

Untuk implementasi pada mencapai kehamilan program FABM berperan secara efektif dalam membantu pasangan mencapai kehamilan. Dengan melihat jendela subur yang berlangsung sekitar 5 hari sebelum ovulasi hingga 24 jam setelah ovulasi. Tingkat keberhasilan kehamilan per siklus dapat berkisar antara 20% hingga 40%, tergantung pada karakteristik populasi, usia, dan frekuensi hubungan seksual selama periode subur.

Penggunaan juga memiliki kelebihan diantaranya adalah biaya rendah karena tidak memerlukan alat kontrasepsi mahal, aman karena menghindari penggunaan hormon atau obat-obatan juga fleksibilitas mudah dihentikan kapan saja jika pasangan ingin hamil

Meski demikian efektivitas metode ini sangat bergantung pada konsistensi dan ketepatan dalam mengikuti instruksi. 

Setelah sister dan paksu mengetahui banyak metode, kini dapat dengan bijak menggunakan untuk kebutuhan perencanaan kehamilan. Informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Duane, M., Stanford, J. B., Porucznik, C. A., & Vigil, P. (2022). Fertility awareness-based methods for women’s health and family planning. Frontiers in Medicine, 9, 858977.
  • Simmons, R. G., & Jennings, V. (2020). Fertility awareness-based methods of family planning. Best Practice & Research Clinical Obstetrics & Gynaecology, 66, 68-82.
  • https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/download/15315/12115/48878
  • https://www.plannedparenthood.org/learn/birth-control/fertility-awareness
  • Simmons, R. G., & Jennings, V. (2020). Fertility awareness-based methods of family planning. Best Practice & Research Clinical Obstetrics & Gynaecology, 66, 68-82.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

  • « Go to Previous Page
  • Page 1
  • Interim pages omitted …
  • Page 3
  • Page 4
  • Page 5
  • Page 6
  • Go to Next Page »

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Stres, Hormon, dan Infertilitas: Ketika Pikiran dan Tubuh Saling Mempengaruhi Kesuburan
  • Faktor Sederhana yang Ternyata Bisa Mempengaruhi Kesuburan
  • Nyeri Saat Berhubungan pada Endometriosis: Kenapa Banyak yang Diam dan Tidak Tahu Harus Ke Mana
  • Antioksidan Tidak Selalu Aman: Ketika “Terlalu Sehat” Justru Mengganggu Kesuburan
  • Stres Oksidatif dan Kualitas Sperma: Peran Telomer yang Jarang Dibahas dalam Infertilitas

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.