• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Admin Menuju Dua Garis

Haid Lancar, Tapi Sulit Hamil Ternyata Mengalami Infertilitas

December 11, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Bagi sebagian orang mengira bahwa haid lancar sudah pasti tidak akan dihadapkan oleh infertilitas, tapi siapa sangka jika bagi sebagian orang dapat mengalami infertilitas seperti salpingitis. Untuk itu MDG akan mencoba menunjukkan bagaimana kasus ini menjadi momok yang perlu sister ketahui, baca sampai habis ya!

Penjelasan tentang Salpingitis

Salpingitis adalah keadaan inflamasi pada tuba falopi yang tergolong dalam spektrum penyakit radang panggul (PID). Salpingitis sering disebabkan oleh penyakit menular seksual, seperti gonore dan klamidia. Etiologi lain antara lain infeksi Gardnerella vaginalis, Escherichia coli, dan Haemophilus influenzae.

Salpingitis dan dampak pada Infertilitas

Salpingitis isthmica nodosa (SIN), yang juga disebut sebagai divertikulosis tuba fallopi, memiliki insidensi 0,6% hingga 11% pada wanita subur yang sehat dan sangat terkait dengan infertilitas dan kehamilan ektopik. 

Kehamilan ektopik ini sendiri merupakan kondisi ketika sel telur yang telah dibuahi berkembang di luar rahim, biasanya di tuba falopi. Kehamilan ektopik merupakan jenis keguguran dini yang umumnya terjadi 6–8 minggu setelah periode menstruasi terakhir.

Sebelum itu mari kita pahami bagaimana anatomi tuba falopi yang digambarkan memiliki panjang 10 hingga 14 cm dan diameter luar sekitar 1 cm. Tuba fallopi digambarkan memiliki empat bagian berbeda: fimbria, infundibulum, ampula, dan isthmus (yang menghubungkan tuba falopi ke rahim). Lumen di isthmus relatif kecil (1-2 mm) dan dikelilingi oleh dinding otot berlapis tiga. Dinding ini terdiri dari lapisan tengah melingkar, diapit di antara lapisan longitudinal dalam dan luar.  

Setelah mengetahui anatomi tersebut, kehadiran SIN menyebabkan pembengkakan nodular (berdiameter hingga beberapa sentimeter) terutama di bagian isthmus hal ini dapat melibatkan semua bagian tuba fallopi lainnya.  

Melihat pengertian tersebut, dapat kita ketahui ternyata salpingitis adalah kondisi medis serius yang memerlukan perhatian segera. Dengan memahami proses tersebut tentang penyebab, gejala, dan pengobatan, sister dan paksu dapat mengambil langkah-langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan reproduksi. Dan jika mengalami gejala yang mencurigakan, penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis untuk evaluasi lebih lanjut. Untuk informasi menarik lainnya follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • https://www.alomedika.com/penyakit/obstetrik-dan-ginekologi/salpingitis
  • https://www.alodokter.com/salpingitis
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK563165/

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: haid, mengapa haid tidak teratur, tanda tanda masa subur perempuan

Ketahui penerapan Metode Hidden Markov untuk Mengetahui Akurasi Kesuburan

December 10, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Ovulasi (Masa Subur) pada wanita adalah suatu masa dalam siklus menstruasi wanita. Siklus berkisar di  26-32 hari kalender, dari tanggal tersebut yang bertepatan pada tanggal 12 hingga hari ke 18 adalah masa tersubur dari wanita. 

Masa subur dihitung sejak hari pertama haid terjadi. Penentuan masa subur ini masih terpaku pada perhitungan menurut kalender, namun perhitungan menurut kalender masih kurang akurat karena masa subur seseorang masih dipengaruhi oleh hormone seseorang itu sendiri. Jadi kira-kira seperti apa ketepatannya untuk sister yang ingin program secara alami. MDG akan mencoba mengenalkan salah satu metodenya baca sampai habis ya!

Apa itu Metode Hidden Markov

Hidden markov model  (HMM) adalah salah satu metode yang sering digunakan untuk pencocokan citra. Awal Mula  HMM diperkenalkan pada akhir tahun 1960-an oleh Baum dan rekan-rekannya. 

HMM adalah model statistik yang mengasumsikan bahwa sistem yang dimodelkan menghasilkan proses Markov, yaitu, proses stokastik dengan distribusi probabilitas kondisional dari keadaan masa depan yang hanya bergantung pada keadaan saat ini. 

Proses ini dilakukan mulai dari observasi adalah fungsi probabilitas dari keadaan yang tidak dapat diamati (tersembunyi), tetapi dapat diamati melalui serangkaian proses stokastik lain yang menghasilkan urutan observasi (misalnya, deret waktu RR dan tekanan darah). 

HMM hadir sebagai pendekatan berbasis probabilitas yang digunakan untuk menganalisa dan memprediksi urutan data yang tidak terlihat (hidden states) berdasarkan data yang dapat diamati (observed data). Dalam konteks kesuburan, HMM digunakan untuk mengidentifikasi masa subur wanita melalui analisis pola citra saliva.

Penerapan pada Kesuburan wanita 

Sebelumnya sudah ada metode yang dapat diterapkan,  salah satunya menggunakan metode servik, monitoring suhu basal, metode peak day dan metode standard day. 

Proses penerapan HMM adalah dengan dikembangkan melalui metode saliva ferning, yaitu dengan mendeteksi melalui kristal air liur. Citra saliva ferning didapat melalui mikroskop digital dengan perbesaran 100 kali. Citra akan diklasifikasikan berdasarkan pola citra dengan pola acak, pola titik garis dan pola garis yang dominan. 

Berdasarkan perbedaan pola citra maka akan diklasifikasikan untuk menentukan masa tidak subur, masa transisi, dan masa subur yang sedang berlangsung. Nilai piksel dari citra akan diidentifikasi menggunakan metode hidden markov model dan ditampilkan pada smartphone android. 

Metode Hidden Markov Model merupakan alat yang efektif untuk mengidentifikasi masa subur wanita dengan akurasi tinggi. Dengan penerapan teknik ini pada analisis citra saliva, sister dan paksu memungkinkan untuk memperoleh informasi yang lebih akurat mengenai kesuburan mereka. Meski demikian penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi hasil analisis agar dapat memaksimalkan keakuratan pemantauan kesuburan.

Referensi

Wicaksana, I. S., Setiawidayat, S., & Effendy, D. U. (2020). Metode Hidden Markov Model Untuk Pemantauan Masa Subur Wanita Berbasis Android. JASEE Journal of Application and Science on Electrical Engineering, 1(01), 26-39.

Baier, V., Baumert, M., Caminal, P., Vallverdú, M., Faber, R., & Voss, A. (2005). Hidden Markov models based on symbolic dynamics for statistical modeling of cardiovascular control in hypertensive pregnancy disorders. IEEE transactions on biomedical engineering, 53(1), 140-143.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

Kenali Kondisi Medis Obstruksi Duktus Ejakulatorius yang berimbas pada Kualitas Sperma

December 9, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Obstruksi duktus ejakulatorius hadir sebagai salah satu kondisi medis yang terjadi ketika terdapat sumbatan pada saluran yang menyalurkan sperma dari testis ke uretra. Kondisi ini dapat berkontribusi terhadap masalah kesuburan, khususnya azoospermia dengan jenis obstruktif, pada keadaan ini meskipun sperma diproduksi, tidak dapat dikeluarkan dengan benar saat ejakulasi. MDG akan berupaya menjelaskan bagaimana keadaan tersebut, baca sampai habis ya!

Penyebab Obstruksi Duktus Ejakulatorius

Obstruksi duktus ejakulatorius dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kondisi Kongenital, kista saluran Müllerian atau sinus urogenital, yang sering kali bersifat bawaan, dapat menyebabkan obstruksi. Congenital Bilateral Absence of Vas Deferens (CBAVD) juga dapat berperan, di mana terdapat kelainan genetik yang mengakibatkan tidak adanya vas deferens.

Juga dapat terjadi melalui pasca inflamasi seperti infeksi atau peradangan pada uretra dan prostat (uretra-prostatitis) karena hal tersebut dapat menyebabkan obstruksi sekunder pada duktus ejakulatorius.

Juga kemungkinan penyebab external seperti trauma atau pembedahan, cedera fisik atau prosedur bedah yang melibatkan area genital juga dapat menyebabkan kerusakan pada saluran ejakulasi.

Gejala pada Obstruksi Duktus Ejakulatorius

Obstruksi saluran ejakulasi merupakan penyebab infertilitas pria yang jarang terjadi tetapi dapat diperbaiki dengan pembedahan. Selain itu ada penggunaan ultrasonografi transrektal resolusi tinggi, dapat menemukan saluran ejakulasi yang terkait dengan infertilitas. 

Diagnosis harus dicurigai pada pria infertil dengan oligospermia atau azoospermia dengan volume ejakulasi rendah, karakteristik seks sekunder normal, testis, dan profil hormonal, dan vesikula seminalis yang melebar, kista garis tengah, atau kalsifikasi pada ultrasonografi transrektal. 

Implikasi Terhadap Kesuburan

Obstruksi duktus ejakulatorius merupakan salah satu penyebab azoospermia obstruktif, yang terjadi pada 1-5% kasus azoospermia secara keseluruhan. Meskipun produksi sperma masih berlangsung, sumbatan ini menghalangi sperma untuk mencapai uretra dan keluar saat ejakulasi. Hal ini dapat menjadi tantangan besar bagi pasangan yang ingin memiliki anak.

Tatalaksana obstruksi duktus ejakulatorius tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan obstruksi. Beberapa pendekatan pengobatan meliputi pembedahan hal ini dilakukan untuk menghilangkan sumbatan atau memperbaiki saluran yang terhambat. Kemudian ada teknik reproduksi bantuan seperti aspirasi sperma dari epididimis (PESA) atau ekstraksi sperma testis (TESE) untuk membantu pasangan mencapai kehamilan.

Obstruksi duktus ejakulatorius adalah kondisi serius yang dapat mempengaruhi kesuburan pria. melalui penjelasan singkat tersebut paksu dan sister dapat mulai memahami dan dapat mencari tahu lebih lanjut baik, tentu saja perlu pemeriksaan lebih dalam pada dokter spesialis agar tidak sampai salah dalam membuat keputusan. Informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagris.id

Referensi 

  • https://www.alomedika.com/penyakit/andrologi/azoospermia/patofiologi
  • https://blog.angsamerah.com/apakah-itu-cek-sperma/
  • https://www.alomedika.com/penyakit/andrologi/azoospermia/etiologi
  • http://scholar.unand.ac.id/466583/9/BAB%201%20Pendahuluan.pdf
  • https://library.fk.ui.ac.id/?p=fstream-pdf&fid=1446&bid=24959
  • Avellino, G. J., Lipshultz, L. I., Sigman, M., & Hwang, K. (2019). Transurethral resection of the ejaculatory ducts: etiology of obstruction and surgical treatment options. Fertility and sterility, 111(3), 427-443.

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

Ketahui Inhibitor Aromatase (letrozole) yang Berdampak Baik pada Infertilitas Perempuan

December 8, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Infertilitas merupakan masalah kesehatan yang mempengaruhi banyak pasangan di seluruh dunia. Salah satunya adalah PCOS yang dialami oleh wanita,  salah satu pendekatan dalam pengobatan infertilitas, khususnya pada wanita dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS) atau infertilitas yang tidak dapat dijelaskan, adalah penggunaan inhibitor aromatase, seperti letrozole. MDG akan menjelaskan lebih detail bagaimana bagaimana letrozole berfungsi. Baca sampai habis ya!

Pahami apa itu Inhibitor aromatase (letrozole)

Awalnya Inhibitor aromatase hadir dengan fungsinya yaitu untuk menghalangi enzim aromatase, yang mengubah hormon androgen menjadi sejumlah kecil estrogen dalam tubuh. Dokter menggunakan inhibitor aromatase untuk mengobati kanker payudara reseptor hormon positif yang bergantung pada estrogen untuk tumbuh. 

Seiring berjalannya waktu pengobatan ini juga dilakukan untuk infertilitas terutama pada PCOS, pada penerapannya Letrozole mencegah konversi androstenedion dan testosteron menjadi estrogen dan estradiol, sehingga mengurangi kadar estrogen dalam tubuh. 

Penurunan kadar estrogen ini dapat merangsang hipotalamus untuk meningkatkan produksi hormon perangsang folikel (FSH) dan luteinizing hormone (LH), yang berperan penting dalam proses ovulasi. Dari ini peran letrozole adalah penghambat aromatase (menurunkan produksi estrogen) yang digunakan untuk mengobati infertilitas pada penderita PCOS.

Manfaat Letrozole bagi Penderita PCOS

Letrozole tidak membantu mengatasi gejala umum PCOS dan diresepkan semata-mata untuk meningkatkan kesuburan. Mengonsumsi letrozole secara signifikan meningkatkan peluang kehamilan dan kelahiran asalkan digunakan dengan benar dan hubungan seksual dilakukan setelahnya. Hasil yang lebih baik terkadang dapat diperoleh dengan menggunakan inseminasi intrauterin (meletakkan sperma langsung ke dalam rahim), yang dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk hamil dan stres terkait.

Bahkan Menurut sebuah penelitian dengan judul “Aromatase inhibitors (letrozole) for ovulation induction in infertile women with polycystic ovary syndrome” Letrozole memberikan meningkatkan angka kelahiran hidup dan angka kehamilan pada wanita infertil dengan PCOS anovulasi, dibandingkan dengan SERM, bila digunakan untuk induksi ovulasi, diikuti dengan hubungan seksual. 

Dosis dan Konsumsi Letrozole untuk PCOS

Letrozole tersedia dalam satu dosis: tablet oral 2,5 miligram. Untuk kesuburan, sister dapat mengonsumsi 2,5 hingga 7,5 mg setiap hari (satu hingga tiga tablet) mulai antara hari ketiga dan ketujuh siklus menstruasi. Lima hari setelah perawatan terakhir, sister dan paksu dapat melakukan hubungan seksual dua hari sekali atau inseminasi intrauterin.

Meski demikian dosisnya lebih rendah atau akan berubah jika sister memiliki kondisi ginjal atau hati, karena hal ini dapat menyebabkan obat bertahan lebih lama di dalam sistem tubuh Anda.

Letrozole dapat hadir sebagai pilihan terapi yang menjanjikan untuk sister dengan infertilitas, terutama bagi mereka dengan PCOS atau infertilitas tidak dapat dijelaskan. Namun, tentu saja konsultasi medis tetap diperlukan untuk menentukan pendekatan terbaik sesuai kondisi sister. Informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Franik, S., Le, Q. K., Kremer, J. A., Kiesel, L., & Farquhar, C. (2022). Aromatase inhibitors (letrozole) for ovulation induction in infertile women with polycystic ovary syndrome. Cochrane Database of Systematic Reviews, (9).
  • https://www.breastcancer.org/treatment/hormonal-therapy/aromatase-inhibitors
  • chrome extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj/http://eprints.undip.ac.id/28848/1/Sugono_Tesis.pdf
  • https://healthmatch.io/pcos/letrozole-pcos#side-effects-of-letrozole-for-pcos

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

Temu Kangen PDG Bareng Dr. Tan Chong Seong: Menjadi Lebih Tahu dengan Personalisasi Permasalahan Infertilitas

December 8, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Surabaya, 7 Desember 2024 – MDG bersama Prodia dan Alpha IVF berhasil menggelar acara Temu Kangen PDG di Graha Prodia Surabaya, acara kali ini menghadirkan Dr. Tan Chong Seong dari Alpha IVF Kuala Lumpur. Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang permasalahan infertilitas dan solusinya yang ditujukan secara personal yang diajukan oleh para Pejuang Dua Garis (PDG).

Acara dibuka oleh Mizz Rosie, founder MDG, yang membagikan pengalaman pribadinya menjalani program IVF bersama Dr. Tan. Prodia melanjutkan sesi pengantar dengan memperkenalkan pentingnya pemeriksaan nutrigenomik dalam meningkatkan peluang keberhasilan kehamilan. Nutrigenomik adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara makanan dan gen dalam tubuh manusia, memberikan wawasan tentang bagaimana zat gizi mempengaruhi ekspresi gen. Di sisi lain, nutrigenetik membantu memahami bagaimana faktor genetik seseorang mempengaruhi kebutuhan nutrisi spesifik. 

Sesi inti diisi oleh Dr. Tan yang memberikan penjelasan detail dan komprehensif tentang berbagai kasus infertilitas. Peserta berdiskusi tentang berbagai topik, mulai dari pengalaman pribadi hingga pertanyaan spesifik, seperti pertanyaan terkait pengalaman asthenozoospermia dan DFI 90% apa sebaiknya langsung IVF atau menunggu treatment 3 bulan, juga berkaitan dengan kondisi pcos dan ingin IVF apakah diperlukan operasi laparoskopi untuk memeriksa kondisi sebelum melakukan ivf, hingga berkaitan dengan nutrisi seperti apa yang baik dikonsumsi bagaimana jika makanan pahit sayur pare, daun pepaya untuk paksu sperma oat severe.

Dr Tan turut menjelaskan dengan sangat komprehensif bagaimana program hamil dapat berjalan lancar dari berbagai kemungkinan, baik melalui pola makan, kebutuhan tubuh pada vitamin tertentu, hingga bagaimana panen telur yang dapat dimaksimalkan untuk kelancaran program IVF. 

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, baik secara online maupun offline, menjadikannya momen edukasi yang dinamis dan bermanfaat bagi seluruh peserta. Acara diakhiri dengan makan siang sehat yang disediakan oleh @fertilmama, yang turut memberikan pengalaman kuliner gaya hidup sehat. 

Terima kasih pada PDG yang sudah hadir, kedepannya MDG akan terus berkomitmen untuk terus membersamai PDG dengan menghadirkan diskusi mendalam mengenai masalah fertilitas di acara mendatang. Bagi sister dan paksu yang tidak mau ketinggalan informasi silahkan follow Instagram @menujuduagaris.id

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

Ketahui Antiphospholipid Syndrome yang Membahayakan Kehamilan

December 6, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Antiphospholipid syndrome (APS) hadir sebagai salah satu gangguan autoimun yang ditandai dengan pembentukan antibodi antifosfolipid, yang dapat mengganggu proses pembekuan darah dan menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk abortus berulang dan infertilitas. Dalam konteks reproduksi, APS memiliki dampak yang signifikan terutama pada  kehamilan bahlan kemampuan sister untuk hamil. MDG akan menjelaskan lebih lanjut terkait APS baca sampai habis ya!

Apa itu Antiphospholipid Syndrome 

Sindroma antifosfolipid merupakan kelainan yang disebabkan oleh antibodi antifosfolipid dan mengakibatkan kematian janin berulang, morbiditas maternal, dan infertilitas akibat berbagai proses imunopatogenik pada plasenta yang dihubungkan dengan terbentuknya trombosis atau terhambatnya proses fibrinolitik. 

Berdasarkan internasional di Sapporo, konsensus sindrom antifosfolipid didefinisikan sebagai kelainan dengan gejala trombosis vaskuler dan atau morbiditas obstetrik antibodi disertai antikardiolipin antikoagulan lupus.

Faktor Penyebab APS 

Meski belum diketahui secara jelas penyebab APS namun ada beberapa beberapa faktor dan kondisi yang diketahui bisa meningkatkan resiko seseorang mengalami sindrom ini, yaitu berjenis kelamin perempuan, memiliki keluarga yang menderita sindrom antifosfolipid, menderita penyakit autoimun lain, misalnya lupus, mengalami infeksi virus atau bakteri, seperti hepatitis C, HIV/AIDS, cytomegalovirus (CMV), atau sifilis, mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti anti kejang, antibiotik amoxicillin, obat hipertensi, atau obat antiaritmia. 

Hubungan APS dengan Infertilitas

Setelah melihat bagaimana faktor penyebabnya sangat berdampak pada perempuan, terutama jika berkaitan dengan Infertilitas pada wanita diantaranya adalah trombosis vaskularisasi plasenta pada perempuan hamil dengan APS, pembekuan darah yang abnormal dapat menyebabkan trombosis di pembuluh darah plasenta. Hal ini mengakibatkan insufisiensi uteroplasenta, yang dapat menghambat pertumbuhan janin dan menyebabkan keguguran.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan antibodi antifosfolipid memiliki risiko tinggi untuk mengalami abortus berulang. Sekitar 50% hingga 85% wanita dengan APS mengalami keguguran setelah 10 minggu kehamilan. Infark pada plasenta akibat trombosis juga menjadi salah satu penyebab utama keguguran pada kelompok ini.

Yang terakhir berkaitan dengan kualitas sel telur dan implantasi, Adanya antibodi antifosfolipid dapat mempengaruhi kualitas sel telur dan proses implantasi embrio. Gangguan dalam sirkulasi darah dapat mempengaruhi pasokan nutrisi dan oksigen ke embrio, sehingga mengurangi peluang untuk terjadinya kegagalan kehamilan.

Antiphospholipid syndrome ternyata memiliki dampak signifikan terhadap kesuburan dan kesehatan reproduksi wanita. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai hubungan antara APS dan infertilitas, sister dapat segera mengetahui kondisi ini dan dapat meningkatkan peluang untuk hamil dan menjalani kehamilan yang sehat. Dan segera konsultasikan pada dokter kandungan sister dan paksu. Untuk informasi menarik lainnya dapat follow Instagram @menujuduagris.id.

Referensi

  • Bick RL. Antiphospholipid Syndrome in Pregnancy. Hematol Oncol Clin N Am 2008;22:10720
  • mattaher Jambi, R. Kehamilan Dengan Sindroma Antifosfolipid.
  • https://www.alodokter.com/sindrom-antifosfolipid

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

  • « Go to Previous Page
  • Page 1
  • Interim pages omitted …
  • Page 75
  • Page 76
  • Page 77
  • Page 78
  • Page 79
  • Interim pages omitted …
  • Page 97
  • Go to Next Page »

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang
  • Terlihat Sehat Tapi Peluang Hamil Bisa Menurun Ini Penjelasan Ilmiahnya

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.