• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Aktivitas Kimia

Chemical IVA vs Fragmentasi Ovarium: Benarkah Aktivasi Kimia Lebih Unggul untuk Membangunkan Folikel pada POI?

February 21, 2026 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Bayangkan seorang perempuan usia 32 tahun didiagnosis Premature Ovarian Insufficiency (POI). Siklus haidnya berhenti, kadar hormon berubah, dan ia diberi tahu bahwa cadangan ovariumnya sangat rendah. Namun ketika jaringan ovariumnya diperiksa lebih dalam, ternyata masih ada folikel primordial sel telur yang ada, tetapi seperti tertidur.

Dari sinilah konsep In Vitro Activation (IVA) berkembang: sebuah upaya “membangunkan” folikel yang dorman dengan memproses jaringan ovarium di luar tubuh sebelum ditanam kembali. Pahami lebih lanjut yuk!

Dua Cara Membangunkan Folikel:  Fragmentasi (Mechanical IVA)

Pada metode ini, jaringan ovarium dipotong menjadi bagian-bagian kecil. Tindakan ini bukan sekadar teknis ia mengganggu jalur biologis bernama Hippo pathway, yang berperan menjaga folikel tetap dalam keadaan dorman.

Ketika jalur ini terganggu, folikel menerima sinyal bahwa “lingkungan berubah”, dan sebagian mulai aktif. Tidak ada obat tambahan. Hanya manipulasi mekanis jaringan.

Chemical IVA (cIVA), Metode ini menambahkan stimulasi kimia setelah fragmentasi.
Jalur pertumbuhan sel yang disebut PI3K–Akt diaktifkan dengan tujuan mendorong folikel berkembang lebih cepat dan lebih banyak. Secara teori, ini seperti memberi “gas tambahan” setelah mesin dinyalakan. Pertanyaannya: Apakah gas tambahan ini benar-benar membuat hasilnya jauh lebih baik?

 

Apa yang Terjadi di Dalam Jaringan?

Secara kasat mata (melihat jaringan di bawah mikroskop), chemical IVA memang tampak lebih agresif:

  • Lebih banyak folikel berkembang ke tahap lanjut
  • Ukuran folikel lebih besar
  • Tampak lebih aktif

Namun ketika dilihat lebih dalam bukan hanya bentuknya, tetapi aktivitas biologis di dalam sel ceritanya menjadi lebih kompleks.

Ternyata, hanya dengan memotong dan mengultur jaringan saja, tubuh sudah memberikan respons besar baik metabolisme energi meningkat, jalur inflamasi aktif, sistem pertumbuhan seperti mTOR menyala dan gen yang mengatur hormon lokal ikut berubah. Artinya, proses fragmentasi itu sendiri sudah cukup untuk menciptakan “kejutan biologis” pada ovarium.

Chemical IVA memang memperkuat beberapa jalur tersebut. Tetapi perbedaannya tidak sedrastis yang dibayangkan.

Hal yang Perlu Diperhatikan pada IVA

Ya, chemical IVA dapat meningkatkan pertumbuhan folikel.
Namun beberapa hal perlu dipertimbangkan:

  • Perbedaan molekuler dibanding fragmentasi saja ternyata relatif kecil
  • Dampak jangka panjang terhadap kualitas oosit belum sepenuhnya diketahui
  • Jalur PI3K Akt juga berperan dalam regulasi pembelahan sel secara umum, sehingga aspek keamanan tetap menjadi perhatian

Ini penting, terutama bagi pasien yang menjalani fertility preservation, termasuk pasien kanker yang ingin menjaga peluang kehamilan di masa depan.

Karena dalam reproduksi, pertanyaan besarnya bukan hanya:
“Bisakah folikel tumbuh?”

Tetapi juga:
“Apakah oosit yang dihasilkan berkualitas dan aman dalam jangka panjang?”

Karena dalam dunia fertilitas, bukan hanya pertumbuhan yang penting tetapi kualitas, keseimbangan, dan keamanan jangka panjang.

Referensi

  • Hao, J., Li, T., Heinzelmann, M., Moussaud-Lamodière, E., Lebre, F., Krjutškov, K., … & Damdimopoulou, P. (2024). Effects of chemical in vitro activation versus fragmentation on human ovarian tissue and follicle growth in culture. Human Reproduction Open, 2024(3), hoae028.

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: Aktivitas Kimia, ovarium

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang
  • Terlihat Sehat Tapi Peluang Hamil Bisa Menurun Ini Penjelasan Ilmiahnya

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.