• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Analisis

Ketika Analisis Sperma Normal Belum Cukup: Siapa yang Perlu Cek DNA Sperma?

December 23, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Selama ini, evaluasi infertilitas pria sering bertumpu pada analisis sperma konvensional melihat jumlah, pergerakan, dan bentuk sperma. Namun, semakin banyak bukti ilmiah menunjukkan bahwa parameter tersebut belum selalu cukup untuk menilai kualitas sperma secara menyeluruh. Salah satu faktor penting yang kerap luput adalah integritas DNA sperma, yang diukur melalui Sperm DNA Fragmentation Index (DFI).

Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di Basic and Clinical Andrology (Kazemi et al., 2025) mencoba menjawab pertanyaan krusial dalam praktik klinis: siapa sebenarnya yang paling perlu menjalani pemeriksaan DFI berdasarkan hasil analisis sperma?

DNA Sperma dan Peluang Kehamilan

Yang perlu kalian pahami bahwa DFI yang tinggi berkaitan dengan penurunan peluang kehamilan, baik pada konsepsi alami maupun pada teknologi reproduksi berbantu seperti IVF dan ICSI. DNA sperma yang terfragmentasi dapat memengaruhi proses pembuahan, kualitas embrio, hingga meningkatkan risiko keguguran. Meski demikian, hingga kini belum ada panduan yang jelas mengenai kelompok pasien mana yang sebaiknya diprioritaskan untuk pemeriksaan DFI.

DFI yang lebih tinggi berkaitan dengan beberapa kondisi berikut:

  • konsentrasi sperma yang rendah,
  • motilitas dan motilitas progresif yang menurun,
  • morfologi sperma yang buruk,
  • serta persentase sperma imatur yang lebih tinggi.

Selain itu, pasien dengan varikokel bilateral (dua sisi) ditemukan memiliki nilai DFI yang lebih tinggi dibandingkan kelompok lain.

Temuan yang paling menarik adalah adanya korelasi yang cukup kuat antara DFI dan kelainan mikro atau parsial pada kepala sperma. Artinya, meskipun secara umum sperma masih terhitung “ada”, bentuk kepala sperma yang tidak sempurna dapat menjadi petunjuk adanya gangguan pada DNA di dalamnya. Penelitian ini juga menemukan korelasi bermakna meski lebih lemah pada kasus oligo-astheno-teratozoospermia kombinasi, yaitu kondisi ketika jumlah, gerak, dan bentuk sperma sama-sama terganggu.

Siapa yang Paling Diuntungkan dari Pemeriksaan DFI?

Pemeriksaan DFI dinilai paling bermanfaat secara klinis pada pria dengan:

  • varikokel bilateral,
  • kelainan mikro atau parsial pada kepala sperma,
  • serta kombinasi gangguan jumlah, pergerakan, dan morfologi sperma.

Dengan kata lain, tidak semua pasien infertil pria harus langsung menjalani tes DFI, tetapi pada kelompok-kelompok tertentu, pemeriksaan ini dapat memberikan informasi tambahan yang sangat penting.

 

Infertilitas pria bukan hanya soal “berapa banyak sperma” atau “seberapa cepat ia bergerak”, tetapi juga seberapa utuh informasi genetik yang dibawanya. Dengan pendekatan yang lebih terarah, pemeriksaan DFI dapat meningkatkan ketepatan diagnosis dan membantu dokter merancang strategi penanganan yang lebih sesuai, baik untuk konsepsi alami maupun program reproduksi berbantu. Pada kondisi tertentu, terutama ketika ada varikokel bilateral atau kelainan morfologi spesifik, pemeriksaan DNA sperma menjadi kunci untuk memahami kualitas sperma secara lebih utuh dan realistis. Jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id ya

Referensi

  • Kazemi, M., Moradi, A., Bayat, F., Salehpour, S., Niakan, S., & Nazarian, H. (2025). Predictors of elevated sperm DNA fragmentation: a morphology-based approach to semen analysis. Basic and Clinical Andrology, 35(1), 48.

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: Analisis, DNA, sperma

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang
  • Terlihat Sehat Tapi Peluang Hamil Bisa Menurun Ini Penjelasan Ilmiahnya

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.