• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

ciri ciri PCOS

Hiperandrogen pada PCOS: Ketika Hormon Androgen Bikin Siklus Kacau, Jerawatan, dan Rambut Rontok

November 29, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Hiperandrogen atau kelebihan hormon androgen adalah salah satu ciri paling khas dari Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). Kondisi ini bukan hanya soal kadar hormon yang tinggi, tetapi efeknya bisa terasa dari ujung rambut sampai kulit wajah: jerawat membandel, rambut rontok pola laki-laki, sampai tumbuh rambut kasar di area yang biasanya halus pada perempuan.

Yuk ketahui bagaimana hiperandrogenisme terjadi, bagaimana ia memicu gejala-gejala tersebut, dan apa peran genetik khususnya gen CYP dalam memperberat kondisi PCOS. Artikel ini merangkum temuan tersebut dalam bahasa yang lebih hangat dan mudah dipahami.

Mengapa PCOS Memicu Androgen Berlebih?

PCOS adalah gangguan hormonal kompleks yang memengaruhi sekitar 6–20% perempuan usia reproduksi. Ciri utamanya meliputi:

  • gangguan ovulasi,
  • ovarium polikistik, dan
  • hiperandrogenisme.

Sumber utama androgen berlebih pada PCOS berasal dari: Ovarium, terutama sel teka yang memproduksi androgen secara berlebihan. Dan Kelenjar adrenal, yang pada sebagian perempuan juga ikut meningkatkan produksi androgen.

Pada PCOS, terjadi gangguan pada sumbu hipotalamus–pituitari–ovarium. Tubuh memproduksi gonadotropin-releasing hormone (GnRH) secara lebih cepat, sehingga merangsang kelenjar pituitari menghasilkan LH lebih banyak daripada FSH. Ketidakseimbangan LH : FSH ini menyebabkan:

  • sel teka terstimulasi berlebihan → produksi androgen meningkat
  • sel granulosa kurang stimulasi → konversi androgen ke estrogen terhambat
  • folikel tidak matang dan akhirnya “terkunci” di fase awal

Hasil akhirnya: akumulasi folikel kecil (cysts), anovulasi, dan kelebihan androgen.

Bagaimana Androgen Berlebih Muncul Sebagai Gejala di Tubuh?

Hiperandrogenisme dapat muncul dalam bentuk:

Hirsutisme (tumbuh rambut pola laki-laki) Muncul rambut tebal/kasar di area seperti dagu, bibir atas, dada, perut, punggung. Ini terjadi karena meningkatnya testosteron bebas,
dan meningkatnya konversi testosteron menjadi DHT (dihidrotestosteron) melalui enzim 5α-reduktase di kulit.

Hirsutisme muncul pada 60–80% perempuan dengan PCOS, dan merupakan tanda klinis paling konsisten dari hiperandrogenisme.

Jerawat (acne vulgaris) Testosteron tinggi → lebih banyak DHT → produksi sebum meningkat → pori tersumbat → bakteri Cutibacterium acnes berkembang → muncul inflamasi dan jerawat. Prevalensi acne pada PCOS bervariasi luas: 10–48%, tergantung populasi.

Androgenic Alopecia (rambut rontok pola laki-laki)

Ini terjadi karena folikel rambut di kulit kepala miniaturisasi akibat paparan androgen. Rambut: semakin halus, lebih pendek dan menipis di area tengah kepala. Kerontokan ini bisa menjadi beban emosional besar bagi banyak perempuan dengan PCOS.

Meskipun banyak studi menunjukkan hubungan yang signifikan, belum ada kesimpulan final karena faktor etnis, lingkungan, dan perbedaan metode penelitian. Namun, gambaran besar sudah jelas:

Jika sister mengalami gejala hiperandrogen (kumisan, jerawatan, rambut rontok) PCOS dan faktor genetik dalam steroidogenesis perlu dipertimbangkan sebagai penyebab utama. Untuk diagnosa pastinya jangan lupa ya periksa ke dokter, informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Ashraf, S., Nabi, M., Rashid, F., & Amin, S. (2019). Hyperandrogenism in polycystic ovarian syndrome and role of CYP gene variants: a review. Egyptian Journal of Medical Human Genetics, 20(1), 1-10.

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: ciri ciri PCOS, hormon, PCOS

PCOS dan Fenotipe-nya: Kriteria Diagnosis Terbaru yang Perlu Diketahui

August 15, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Kalau dengar kata PCOS (Polycystic Ovary Syndrome), kebanyakan orang langsung ingatnya ke masalah haid tidak teratur, jerawat, atau susah hamil. Padahal, di balik itu semua, ada satu hal yang sering luput dibicarakan adalah peradangan kronis tingkat rendah yang diam-diam terjadi di tubuh.

Apa itu Peradangan Kronis Tingkat Rendah?

Peradangan sebenarnya adalah respon alami tubuh saat melawan infeksi atau memperbaiki jaringan yang rusak. Tapi pada peradangan kronis tingkat rendah (low-grade chronic inflammation), proses ini berlangsung terus-menerus dalam intensitas rendah — tanpa kita sadari. Nah, pada perempuan dengan PCOS, berbagai penelitian menemukan kadar penanda peradangan yang lebih tinggi dibanding perempuan tanpa PCOS, misalnya: CRP, IL-6, TNF-α, hingga jumlah sel darah putih yang meningkat.

Kenapa PCOS Bisa Memicu Peradangan?

Ada beberapa hal“pemain utama” yang saling memengaruhi diantaranya adalah:

  1. Obesitas: jaringan lemak memproduksi zat proinflamasi yang memperburuk kondisi tubuh.
  2. Resistensi insulin: kadar insulin tinggi bisa memicu dan mempertahankan peradangan.
  3. Kelebihan hormon androgen: ikut memengaruhi metabolisme dan sistem imun.

Ketiganya membentuk lingkaran setan sehingga peradangan memperburuk PCOS, dan PCOS sendiri memicu peradangan.

Dampaknya ke Kesehatan

Peradangan kronis ini tidak cuma bikin hormon dan metabolisme makin kacau, tapi juga memengaruhi pembuluh darah. Lapisan dalam pembuluh darah (endotel) bisa rusak, meningkatkan risiko penyakit jantung, hipertensi, dan aterosklerosis.

Buat yang sedang promil kondisi tersebut juga bisa berdampak pada rahim. Peradangan di lapisan rahim dapat mengganggu proses menempelnya embrio, meningkatkan risiko keguguran, hingga masalah plasenta saat hamil.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Kabar baiknya, peradangan kronis tingkat rendah bisa dikendalikan. Beberapa langkah yang disarankan oleh para ahli antara lain:

  1. Menjaga berat badan ideal
  2. Mengatur pola makan seimbang (tinggi serat, kaya antioksidan, rendah gula olahan)
  3. Tetap aktif berolahraga
  4. Mengelola stres

Pendekatan ini membantu bukan hanya mengurangi gejala PCOS, tapi juga melindungi tubuh dari dampak jangka panjangnya. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Rudnicka, E., Suchta, K., Grymowicz, M., Calik-Ksepka, A., Smolarczyk, K., Duszewska, A. M., … & Meczekalski, B. (2021). Chronic low grade inflammation in pathogenesis of PCOS. International journal of molecular sciences, 22(7), 3789.

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: ciri ciri PCOS, PCOS

Apa itu PCOS? Yuk, Ketahui Lebih Dalam!

June 13, 2023 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Hai Sisters! Sudah tahu belum kalau rahim wanita –seperti halnya organ-organ lain – juga bisa mengalami sejumlah masalah. Salah satunya adalah PCOS. PCOS sendiri adalah masalah hormon yang terjadi selama masa-masa reproduksi.

Mereka yang mengalami PCOS biasanya tidak terlalu sering mengalami menstruasi atau memiliki durasi menstruasi yang singkat. PCOS juga bisa menyebabkan penderitanya memiliki terlalu banyak hormon androgen dalam tubuhnya.

Kali ini MDG akan membahas mengenai PCOS yang kerap menghantui wanita usia subur. Buat kamu yang ingin tahu tentang apa itu PCOS, ciri-cirinya dan apakah benar penderita PCOS susah hamil? Yuk simak ulasannya di bawah ini! [Read more…] about Apa itu PCOS? Yuk, Ketahui Lebih Dalam!

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: Apa itu PCOS, ciri ciri PCOS, PCOS susah hamil

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang
  • Terlihat Sehat Tapi Peluang Hamil Bisa Menurun Ini Penjelasan Ilmiahnya

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.