• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

ginekologi

Ketahui Jenis-Jenis Bahan Kimia yang Berpotensi Mengganggu Patogenesis Endometriosis

April 27, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Endometriosis adalah penyakit ginekologi inflamasi yang sangat bergantung pada hormon, umumnya dialami oleh perempuan usia reproduksi. Penyakit ini secara klinis dan patologis ditandai dengan tumbuhnya jaringan endometrium, yang seharusnya hanya ada di dalam rongga rahim, di luar tempat yang seharusnya. Endometrium berfungsi sebagai tempat menempel dan berkembangnya sel telur yang telah dibuahi. 

Namun, pada kasus endometriosis, jaringan ini tumbuh di luar rongga rahim, menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Salah satunya adalah mempengaruhi infertilitas, MDG akan membahas lebih lanjut, baca sampai habis ya!

Pengaruhnya Endometriosis pada Kesuburan

Endometriosis dapat mempengaruhi kesuburan dengan beberapa cara, yaitu kelainan anatomi panggul, adhesi, bekas luka saluran tuba, radang struktur panggul, perubahan fungsi sistem kekebalan, perubahan lingkungan hormonal telur, gangguan implantasi kehamilan, dan kualitas telur yang berubah. 

Karena dampaknya yang signifikan, baik secara individu maupun publik, penting untuk memahami patogenesis endometriosis dengan lebih baik. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah paparan bahan kimia. 

Ketahui Peran environmental endocrine-disrupting chemicals (EDC) dalam Patogenesis Endometriosis

Salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi perkembangan endometriosis adalah paparan bahan kimia pengganggu endokrin. Ia merupakan agen eksogen yang dapat mengganggu berbagai proses hormonal dalam tubuh, mulai dari sintesis, sekresi, hingga pensinyalan hormon yang memengaruhi homeostasis dan proses reproduksi. 

Beberapa bahan kimia ini diantaranya adalah poliklorinasi bifenil (PCB), dioksin (TCDD), bisfenol A (BPA), dan ftalat banyak ditemukan dalam berbagai produk sehari-hari. PCB digunakan dalam peralatan listrik dan cairan pendingin, meskipun sudah dilarang, masih ada di lingkungan. Dioksin sering terbentuk dalam proses industri seperti pembakaran sampah dan pengolahan kimia. BPA terdapat pada plastik keras, botol, wadah makanan, dan lapisan kaleng, sementara ftalat digunakan sebagai bahan pengikat dalam plastik, serta ditemukan dalam produk seperti mainan anak-anak, kosmetik, dan kemasan makanan. Bahan kimia ini dapat terakumulasi dalam tubuh dan berdampak negatif pada kesehatan, termasuk memengaruhi patogenesis endometriosis

Bahkan sebuah penelitian yang dilakukan Arosh, 2023 melalui Data epidemiologi dan eksperimen menunjukkan bahwa paparan terhadap EDC ini, baik secara individu atau kolektif, berkontribusi pada patofisiologi endometriosis. Bahan kimia ini mengganggu berbagai jalur pensinyalan intraseluler yang berhubungan dengan proinflamasi, estrogen, progesteron, kelangsungan hidup sel, migrasi, invasi, dan pertumbuhan jaringan endometriosis itu sendiri. 

Meski terapi anti-estrogen bisa membantu mengatasi endometriosis, terapi ini hanya efektif dalam jangka waktu terbatas dan sering kali tidak dapat mencegah kekambuhan penyakit. Oleh karena itu, pemahaman lebih dalam tentang mekanisme molekuler yang terjadi pada endometriosis, terutama yang melibatkan EDC, sangat dibutuhkan. Untuk itu sister dapat mulai  menciptakan langkah untuk mengurangi paparan terhadap EDC pada perempuan usia reproduksi, agar dapat mencegah atau setidaknya mengurangi dampak buruknya terhadap kesehatan reproduksi.

Referensi

  • Dutta, S., Banu, S. K., & Arosh, J. A. (2023). Endocrine disruptors and endometriosis. Reproductive Toxicology, 115, 56-73.
  • https://www.halodoc.com/artikel/benarkah-endometriosis-pengaruhi-kesuburan

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: Bahan Kimia, ginekologi, inflamasi, Patogenesis

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Azoospermia Bukan Akhir: Webinar Kupas Tuntas Operasi Testis dan Teknologi Reproduksi untuk Harapan Pasien Azoospermia
  • Asam Folat dan Zinc pada Infertilitas Pria: Benarkah Bisa Memperbaiki Kualitas Sperma dan Peluang Kehamilan?
  • Hamil Bisa, Bertahan Tidak: Talkshow Kupas Tuntas Akar Keguguran Berulang Bersama Dr Uma Mariappen
  • Gaya Hidup, Hormon, dan Kualitas Sperma: Apa yang Sering Terlewat dalam Evaluasi Infertilitas Pria?
  • Mencintai Seseorang dengan Endometriosis

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.